Home
Program Sosial Bank Indonesia NTT (PSBI) Resmikan Green House Hidroponik El Shaddai dan Program Gemar Tani serta Budidaya ikan Air Tawar

14 Desember 2021, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur meresmikan Green House Hidroponik Kelompok El Shaddai di kelurahan Bakunase dan Launching Program Gemar Tani serta Budi daya ikan air tawar. Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Anggota Komisi XI DPR RI Bapak Ahmad Johan, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Bapak Ignasius R. Lega, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Bapak Iskandar Kapitan, Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Bapak Obed Kadji, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Bapak Orson G. Nawa, Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Kupang, Bapak Muhamad Khairil, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, Bapak K.H.Muhammad Wongso, Pengelola Kelompok El Shaddai sekaligus Gembala GPDI El-Shaddai Kupang Bapak Pendeta Meidy S.E. Mokolomban, dan Jemaat, Yayasan Ayub komunitas dari pendiri Ciputra yaitu Bapak Anton, Tim Teknis Hindu Berkebun PHDI Kota Kupang Bapak I Komang Sudarma,SP,MP, Camat Kota Raja Bapak Mohamad A. Abdul Jalil, Lurah Bakunase Bapak Wilhelmus Dikan, Babinsa & Bhabinkamtibmas, serta Rekan Media Pers Jurnalis.
Dalam Sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan BI sebagai Bank Sentral memiliki fungsi menjaga inflasi merupakan suatu kewajiban bersama sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebagaimana tertuang dalam Keppres dan Peraturan Menteri Perekonomian. Kantor Perwakilan Bank Indonesia di NTT selalu siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah, baik di level Provinsi maupun Kota/Kabupaten dalam upaya pengendalian inflasi.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Pada hari selasa, 14 Desember 2021 jam 09:30Wita, BI NTT Dedikasi untuk Negeri melakukan Peresmian PSBI Greenhouse dan Launching Gemar Tani merupakan wujud nyata Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai otoritas kebijakan moneter dalam rangka mengendalikan inflasi di daerah. Adapun acara peresmian greenhouse dan launching ini diharapkan mampu memberikan manfaat diantaranya Berkontribusi pada ketersediaan komoditas ketahanan pangan serta menjadi sumber protein hewani bagi masyarakat dalam rangka mencegah stunting di Provinsi NTT. Kemudian berkontribusi dalam menjaga Keterjangkauan harga & Ketersediaan Stok dalam kerangka pengendalian inflasi khususnya di komoditas Volatile Food (VF), Serta berkontribusi dalam peningkatan ekonomi masyarakat yang berdampak terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Perwakilan BI NTT dalam sambutan menjelaskan Fungsi dan tugasnya yang terdiri dari 3 hal utama yaitu mengatur Kebijakan Moneter, Kebijakan Stabilitas Keuangan dan Pengendalian inflasi. Ia juga mengapresiasi Pendeta Meidy sebagai ketua majelis jemaat El Shaddai dan Ketua Poktan serta Nelayan El Shaddai lewat program Green House yang sudah ikut membantu Bank Indonesia yakni pengendalian inflasi dan peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat lewat budi daya ikan air tawar dan pertanian hidroponik di dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat lewat tugas, fungsi dan peran BI, Nyoman Ariawan juga mengatakan bahwa pencapaian vaksinasi hingga 80% di NTT juga merupakan salah satu cara agar pemulihan ekonomi bisa tercapai.
“Saya titipkan pesan tolong bapak ibu sebagai pimpinan lembaga agama, para kepala wilayah tolong bantu edukasi dan sosialisasikan pentingnya vaksin bagi pemulihan ekonomi Harusnya hingga Desember 2021 pencapaian vaksinasi di NTT harus 80%, tapi faktanya di NTT pencapaian vaksin pertama baru 60% dan vaksin ke 2 baru 30,57% masih rendah dari target. Sedangkan target 100 persen vaksinasi akan diraih pada triwulan I tahun 2022.” Ujarnya.
Hal kedua untuk digitalisasi transaksi keuangan dan salah satunya dengan menggunakan QRIS, Quick Response Indonesia Standar , sistem pembayaran digital, sehingga meminimalisir perkembangan Covid 19.
Hal ketiga adalah menyiapkan masyarakat kelompok tani, kelompok ternak dan nelayan siap mendapatkan akses perbankan. Karena pemulihan ekonomi tidak bisa sendiri masyarakat harus kolaborasi dengan perbankan. Maka saya minta rohaniawan untuk siapkan masyarakat dalam kelompok-kelompok sehingga siap secara kelembagaannya untuk masuk ke akses perbankan.


Kepala BI NTT mengatakan di Tahun 2022 untuk Ekosistem Pertanian Jagung yang direncanakan seluas 60 ribu hektar bersama dengan Pemerintah Provinsi NTT, OJK, BI dan stakeholder lainnya. Targetnya sekitar 60 ribu hektar bila dikalikan dengan 1 hektar jika pembiayaannya Rp10 juta sudah capai Rp600 M. Semuanya akan dibiayai oleh lembaga keuangan perbankan dan non perbankan sehingga produksi kita banyak dan ekonomi NTT semakin bagus. Program ekosistem juga akan dilaksanakan di sektor perikanan dan peternakan.” pungkas Nyoman Ariawan optimis.
Jadi Green House ini diresmikan dan melaunching Program Gemar Bertani yang merupakan Program TPID kota Kupang. Menurut Nyoman Ariawan Atmaja, pada Bulan November 2021, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kota Kupang masing – masing mengalami inflasi sebesar 1,55% (yoy) dan 1,67% (yoy). Nilai ini cukup rendah bila dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapai angka 1,75 (yoy). Nilai inflasi pada bulan November 2021 ini didorong oleh adanya kenaikan beberapa komoditas penyumbang inflasi terbesar yang terdiri atas komponen tiket pesawat angkutan udara, daging ayam ras, minyak goreng, sawi hijau, dan jeruk nipis. Nyoman Ariawan mengatakan bahwa rendahnya inflasi NTT sebenarnya akibat rendahnya daya beli masyarakat yang menandakan ekonomi masyarakat NTT belum pulih. Seharusnya inflasi struktur inflasi ideal berada pada kisaran 2-3%, jika ekonomi maayarakat pulih. Peningkatan daya beli masyarakat akan meningkat jika semua berproduksi maka ekonomi makin bagus.
Melihat salah satu komoditas penyumbang inflasi daerah berupa komoditas volatile food yang berasal dari tanaman hortikultura, maka melalui Program Sosial Bank Indonesia – Program Kemandirian Ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT memberikan bantuan kepada Kelompok Tani El-Shaddai Kupang dalam Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar dan Hortikultura Mengggunakan Media Hidroponik, serta juga penyediaan sumur bor guna penyediaan air untuk budi daya ikan air tawar di Kelompok Tani El Shaddai Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja Kota Kupang Provinsi NTT. Adapun bantuan yang diberikan berupa greenhouse, benih ikan lele, benih ikan nila, benih ikan bawal, sumur bor, terpal air, serta pakan ikan, Pungkas Nyoman Ariawan.
Selain menyalurkan bantuan PSBI, acara ini juga bertujuan untuk melaunching program Tim Pengendali Inflasi Daerah yang bertajuk GEMAR TANI (Gerakan Menanam Pekarangan Rumah Tanaman Pengendalian Inflasi) sebagai bagian dari Program Unggulan TPID Kota Kupang, Sehingga diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengendalian inflasi di daerah dengan cara memanfaatkan potensi lahan pekarangan rumah untuk ditanami dengan komoditas tanaman pengendali inflasi.
Peran serta masyarakat dalam mengendalikan laju inflasi melalui gerakan – gerakan sederhana seperti inilah yang akan mampu memberikan dampak yang besar bagi perekomian di daerah. Kantor Perwakilan Bank Indoesia Provinsi NTT melihat bahwa partisipasi, sinergi, dan kolaborasi bersama dari segala kalangan merupakan kunci utama dari suksesnya program pengendalian inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Kupang. Oleh karena itu, diharapkan semua stakeholder mampu menjadi sarana dan motor penggerak upaya pengendalian inflasi di tingkat daerah dalam rangka mendukung pengendalian inflasi secara nasional. Kepala BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja menutup sambutannya dengan pantun
Pagi hari makan masakan mama,
Makan lahap bersama keluarga
Mari ciptakan sinergi bersama,
untuk pengendalian inflasi terjaga
Kemudian dilakukan sesi penandatanganan Prasasti sebagai tanda launching Greenhouse Hidroponik dan peresmian gerakan Gemar Tani, pada kelompok Tani El Shaddai.
Ketua Poktan dan Nelayan El Shaddai Pendeta Meidy S.E Mokolomban,S.Th dalam sambutannya mengatakan Poktan dengan luas lahan mencapai 6000 meter persegi ini sudah berdiri selama 13 tahun dengan budi daya ikan air tawar (ikan lele dan nila) namun sejak pandemi 2020 karena kondisi air yang sulit maka beralih ke pertanian hidroponik yang bisa ditanam disegala musim, hasil produknya bebas pestisida terjamin sehat dikonsumsi. Dan sudah memberikan pelatihan pertanian hidroponik bagi hampir semua anggota Poktan.
Demi menunjang program pemkot Kupang dalam pengembangan pertanian tanaman pekarangan, maka Poktan dan Nelayan El Shaddai juga menanam beberapa tanaman dengan harapan bisa mentransfer kegiatan tersebut kepada banyak orang terutama kepada jemaat dan masyarakat agar memberdayakan halaman/pekarangan rumah yang kosong menanam tanaman pertanian hortikultura agar mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan memberi penghasilan bagi keluarga dalam masa pendemi.

“Walau sempat rusak karena Badai Seroja tapi dengan dukungan pihak Bank Indonesia BI NTT dan diperoleh bantuan sumur bor sehingga mengatasi kebutuhan air bagi Poktan dan Nelayan El Shaddai Bakunase.” Ungkap Pdt.Meidy.
Pendeta Meidy berkomitmen akan memberikan pemberdayaan selain bagi anggota Poktan, juga masyarakat dan saat ini di Green House yakni lewat contoh langsung pola budi daya ikan Damber (dalam ember) dan instalasi tanaman sayur hidroponik. Siapa saja bisa datang belajar dengan dukungan BI NTT sebagai pilot project dan berharap bisa ditiru banyak orang. BI NTT sudah memberi contoh dan motivasi lewat program Dedikasi Untuk Negeri, maka saya sebagai lembaga dan saya ajak semua pemimpin agama mari kita juga Buat Dedikasi Untuk Negeri.” Pungkas Pendeta Meidy.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Kupang lewat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Kupang yang sudah membantu lewat anggaran Program Pertanian Tanaman Pekarangan yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura.
“Dengan program ini sangat mudah karena kita bisa ajak semua orang menanam tanaman sayuran demi ketahanan pangan keluarga.” Ujarnya.
Pendeta Meidy mengatakan Green House Poktan dan Nelayan El Shaddai juga memperoleh dukungan berupa sumur bor dan 1000 anakan cendana dan bunga Sakura dari ketua Yayasan Ayub, Antonius Mujiono.
“Yayasan Ayub ini sebuah yayasan untuk bangsa yang berpusat di Jakarta yang bergerak dalam wirausaha pertanian dan perikanan yang sudah dengan membantu kami dengan sumur bor, program pemberdayaan. Kami berencana 500 anakan bunga sakura akan ditanam dispot-spot taman kota dan alun-alun, sedangkan 100 anakan untuk 100 rumah ibadah dengan tujuan menghijaukan kota Kupang.” Tandasnya.
Sementara plt.Asisten 3 Setda kota Kupang Ignasius R.Lega dalam sambutannya mengatakan semoga tahun 2022 akan ada lagi perhatian dari pemerintah pusat lewat DPR RI bagi pemulihan ekonomi masyarakat kota Kupang.
Kepada Kepala BI NTT, Ignasius Lega menyatakan rasa terima kasih untuk kerjasama dan perhatiannya. Ia berharap kalau bisa perhatian terhadap pelaku UKM dapat dilaksanakan di semua kelurahan di kota Kupang lewat Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Ignas mengakui bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dan sangat mengharapkan peran gereja, juga bersama BI NTT dan DPR RI dan stakeholder lain untuk membangun sektor perekonomian di Kota Kupang.

Sementara Bapak Ahmad Yohan, anggota DPR RI komisi XI, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kepala BI adalah orang Bali yang sangat mencintai orang NTT. BI juga sangat dan sudah memberi perhatian luar biasa kepada pemerintah dan masyarakat NTT. Sebagai anggota DPR RI Ahmad Yohan mengatakan sesuai fungsinya menyusun anggaran dan menyusun serta mensahkan UU maka ia sangat memperhatikan posisi NTT yang sebagai Provinsi 3 T, Rangking 3 Miskin dan tidak sehat.
Ia mengatakan sering sedih mendengar fakta ini padahal NTT punya banyak potensi baik pertanian, perikanan, perkebunan namun belum bisa digerakkan sebagai penggerak ekonomi NTT.
Dan ini yang sedang didorong lewat program pertanian, pariwisata,dll. Labuan Bajo jadi wisata premium tapi masyarakat belum merasakan dampaknya.
Sektor pariwisata bidang kuliner masih mendatangkan bahan masakan dari Surabaya padahal NTT kaya. Mari kita gerakan sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Dan Kesadaran masyarakat harus tumbuh secara mandiri juga.
APBD NTT dikatakan 7 trilyun dan ini sangat rendah untuk membiayai semua program, sehingga Ahmad Yohan minta masyarakat mau bergerak secara mandiri ikut menggerakkan sektor ekonomi tadi.
“Saya harap lewat lembaga agama mulai memberikan penyadaran dan pemberdayaan bahwa masyarakat harus sejahtera agar taat beragama.” Ujar Ahmad Yohan berharap.
Tentang sebutan NTT bodoh dan miskin, Yohan mengatakan bahwa NTT tidak bodoh karena banyak tokoh profesor. Ia sebut Adrianus Mooy sebagai Putra NTT pernah menjabat Gubernur BI dll. Yohan sebut bahwa NTT belum maju karena di NTT masih kurang banyak fasilitas seperti internet dan sarana prasarana (SarPras) pendidikan, sarpras kesehatan yang sangat minim sehingga sebagai anggota DPR dengan BI sudah bantu banyak sekolah Rp7 M di berbagai wilayah NTT
Ahmad Yohan Anggota DPR RI Komisi XI sangat apresiasi BI NTT yang di bidang kesehatan sudah beri beberapa ambulance di Adonara dan beberapa wilayah NTT. Ia ajak semua pihak berkolaborasi menjadikan NTT sebagai Nusa Terindah Toleransi bukan Nasib Tidak Tentu, Nanti Tuhan Tolong, atau Nasi Tempe Tahu.


(Kupangkota.com sdr.Rary Triguntara bersama Bapak Ahmad Yohan Anggota Komisi XI DPR RI, dan Juga Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI NTT Bapak K.H.Muhammad Wongso)
“UMKM harus diangkat agar ekonomi NTT bisa terangkat. Ia berjanji akan dorong berbagai program terutama saat ini dirinya berada di Badan Anggaran (Banggar) agar 2022 ada anggaran Rp200 M yang disiapkan untuk berbagai program baik dibidang perumahaan layak huni, pendidikan dan kesehatan serta pemberdayaan ekonomi di wilayah Provinsi NTT, Pungkas Ahmad Yohan.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Launching Program Gemar Tani Program TPID kota Kupang di Kelompok Tani El Shaddai Kelurahan Bakunase ditandai dengan peninjauan Hidroponik dan Peninjauan lahan budi daya Ikan Air Tawar yaitu lele dan Nila serta peresmian Green House yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Perwakilan BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja bersama Bapak Ahmad Yohan komisi XI DPR RI serta para tamu Undangan. (KK/Guntara).


(Kupangkota.com bersama Kepala BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Anggota DPR RI Komisi XI Bapak Ahmad Yohan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Bapak Iskandar Kapitan, Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Bapak Obed Kadji, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Bapak Orson G. Nawa, Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Kupang, Bapak Muhamad Khairil, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, Bapak K.H.Muhammad Wongso, Pengelola Kelompok El Shaddai sekaligus Gembala GPDI El-Shaddai Kupang Bapak Pendeta Meidy S.E. Mokolomban, dan Jemaat, Yayasan Ayub komunitas dari pendiri Ciputra yaitu Bapak Anton, Tim Teknis Hindu Berkebun PHDI Kota Kupang Bapak I Komang Sudarma,SP,MP, Camat Kota Raja Bapak Mohamad A. Abdul Jalil, Lurah Bakunase Bapak Wilhelmus Dikan, Babinsa & Bhabinkamtibmas, Sdr.Komar (Ketua HMI NTT 2015), serta Rekan Media Pers Jurnalis)


- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 15 December 2021
- Hits: 1420
Kedutaan Besar Inggris Luncurkan Program Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Penyandang Disabilitas Untuk Mengakses Ekonomi Digital

23 November 2021, Kedutaan Besar Inggris meluncurkan program Pemberdayaan Perempuan, Remaja dan Penyandang Disabilitas untuk mengakses ekonomi digital. Acara Peluncuran Program Baru ESSENCE oleh Kedutaan Besar Inggris Jakarta melalui UK-Indonesia Tech Hub ini memberdayakan perempuan, anak muda dan masyarakat Indonesia yang terpinggirkan dan komunitas rentan (termasuk penyandang disabilitas, dan komunitas HIV) untuk mengakses ekonomi digital, dan untuk memulai bisnis mereka sendiri. Lebih dari 1000 orang dari Manado, Palu, Bali, Mandalika, Lombok, Pulau Timor, Sumba, Kupang, Ambon dan Papua dipilih untuk mengikuti program pelatihan daring selama 4 minggu mengenai literasi digital, keterampilan bisnis dan kewirausahaan, serta offline pelatihan di Kupang, Lombok atau Manado. Peluncuran virtual telah dilakukan pada hari Rabu, 24 November 2021 pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Basilio Dias Araujo, Resident Representative Program Pembangunan PBB Norimasa Shimomura, Dan para peserta program ESSENCE.

Ekonomi digital Indonesia diperkirakan bernilai $133 miliar pada tahun 2025. Pandemi ini mempercepat tren global menuju lebih banyak konektivitas digital, lebih banyak kerja jarak jauh, dan lebih banyak bisnis mikro dengan kurang dari 10 karyawan. Dengan populasinya yang muda dan besar, pemanfaatan digital yang tinggi, dan tradisi bisnis kecil yang dijalankan keluarga Indonesia berada di posisi yang tepat untuk memanfaatkan ekonomi digital sepenuhnya.
Namun hambatan tetap ada. Pertama, tantangan Indonesia sebagai negara yang begitu besar, dan kebutuhan untuk menjangkau jauh melampaui Jakarta dan Jawa ke seluruh Indonesia. Kedua, hambatan akses yang semakin mempersulit komunitas dan masyarakat marginal untuk mengikuti ekonomi digital. Pada tantangan kedua, perempuan, anak muda, dan masyarakat serta komunitas marginal, misalnya penyandang disabilitas, menghadapi kesulitan lebih untuk memasuki ekosistem digital. Baik itu kesulitan mendapatkan kredit, membuktikan keterampilan bisnis dan kewirausahaan mereka, atau online beberapa membutuhkan uluran tangan terlebih dahulu, sebelum mereka dapat berdiri sendiri dan mulai menciptakan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi. Pada tantangan pertama, dunia digital Indonesia semakin pesat, tetapi masih terpusat di Jawa dan Jakarta.
Baca Juga : Berita Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Kupang dan wilayah NTT
Dengan memiliki kemampuan untuk terhubung dan berpartisipasi dalam ekonomi digital dapat memberikan dampak yang lebih besar di daerah-daerah terpencil dengan populasi yang lebih sedikit, misalnya Indonesia Tengah dan Timur. Pandemi juga telah meningkatkan manfaat yang dapat diperoleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari online dan dapat memperlebar ketimpangan jika tidak segera diambil tindakan untuk membantu bisnis lain agar dapat online. Misalnya, pada tahun 2021 e-commerce meningkat dua kali lipat dari tahun 2020 berdasarkan laporan dari Google dan Bain & Company, mendorong 16% bisnis untuk memasuki lanskap digital, menurut INS. Inggris mendanai program baru yang dijalankan melalui 'UK-Indonesia Tech Hub' Kedutaan Besar Inggris di Jakarta untuk mengatasi tantangan ini. Inggris bermitra dengan Archipelagic & Island States Forum (AIS Forum) dan United Nations Development Program (UNDP) untuk menyampaikan program baru melalui KUMPUL pembangun ekosistem startup Indonesia, dan Yayasan Semesta Nusantara sebuah LSM yang berfokus pada praktik berkelanjutan dan sosial dampak. Inggris mendanai pekerjaan untuk membuat program pengembangan kapasitas hybrid (virtual & offline) yang disebut ESSENCE bagi lebih dari seribu penerima manfaat di Indonesia untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mereka di wilayah pesisir Indonesia dengan pelatihan pengembangan bisnis.
Program ESSENCE bertujuan untuk membantu perempuan, anak muda, penyandang disabilitas terpinggirkan dan pemilik usaha UMKM rentan lainnya di Indonesia Tengah dan Timur untuk meningkatkan kemampuan bisnis dan digital mereka melalui inovasi digital. Ini akan menguntungkan mereka secara pribadi dengan mendorong mereka untuk mentransformasikan bisnis mereka secara digital agar tumbuh, dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan seperti bisnis ini tumbuh dan menciptakan kekayaan, kesejahteraan, dan perdagangan. Lebih dari 1000 peserta terpilih akan mendapatkan pelatihan, pendampingan dan pemantauan di bidang akuntansi dasar, manajemen keuangan, pemasaran digital, media promosi, strategi membangun merek dan sertifikasi untuk membantu mereka meningkatkan skala bisnis mereka melalui transformasi digital, dari enam ahli yang berbeda dengan pengetahuan di bidang bisnis digital.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan “Bisnis, seperti kita semua, harus menyesuaikan diri dengan New Normal. Memberdayakan komunitas terpencil, perempuan dan kelompok terpinggirkan untuk berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan, tetapi salah satu langkah terbaik yang dapat diambil untuk mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan bagi semua. Kami berharap Inggris dapat mendukung transformasi digital Indonesia melalui program seperti ESSENCE. Program ini dirancang untuk membekali para penerima manfaat dengan dasar-dasar literasi digital, sehingga mereka memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk menciptakan penghidupan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan masyarakat. Ini adalah salah satu dari banyak program yang telah kami jalankan sejak Maret 2020 dari Kedutaan Besar Inggris untuk mendukung start-up, sektor teknologi, pengusaha, dan bisnis mikro Indonesia, yang kami harap akan memperkuat persahabatan dan perdagangan Inggris dan Indonesia dalam jangka panjang.

Representatif Residen UNDP Norimasa Shimomura mengatakan “Kami dapat mendukung UMKM yang terpinggirkan yang tinggal di wilayah pesisir di Indonesia untuk lebih cerdas digital, kita juga memiliki peluang besar untuk mengubah jalur pemulihan kita menjadi model bisnis yang lebih hijau dan berkelanjutan. Pelatihan ini sangat berharga bagi mereka yang ingin sukses di dunia bisnis masa depan. Sedangkan Direktur Eksekutif "Kumpul" Faye Scarlet Alund mengungkapkan “Tantangan utama bagi pengusaha di Indonesia, terutama bagi perempuan dan penyandang disabilitas, adalah akses. Akses untuk bergabung dengan program yang mendukung, pengembangan kapasitas, jaringan, dan ekosistem. Keterbatasan akses diperburuk oleh tantangan geografis. Terutama yang berada di Indonesia bagian tengah dan timur. Kami berharap program ini dapat membuktikan bahwa perempuan pengusaha dan penyandang disabilitas dapat memaksimalkan keterampilan dan pengetahuan mereka dengan akses dan pendampingan yang tepat.”
Bagi yang tertarik untuk mengikuti dan mempelajari lebih jauh perkembangan bisnis di era digital melalui program ESSENCE dapat mendaftar melalui bit.ly/Daftar-ESSENCE. Aplikasi akan dibuka hingga 28 November 2021.
UK – Indonesia Tech Hub adalah Digital Access Program (DAP) yang dipimpin oleh Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) yang mulai beroperasi pada September 2019 di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekosistem digital yang akan memfasilitasi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan untuk Indonesia di bawah International Tech Hub Network yang lebih luas.
International Tech Hub Network (ITHN) digagas oleh Department of Digital, Culture, Media and Sports untuk menjembatani kemitraan Inggris dan Indonesia di bidang teknologi guna mendorong inovasi digital, mendukung pengembangan ekonomi digital, dan meningkatkan kapasitas digital untuk menciptakan penciptaan lapangan kerja dan peluang yang berkelanjutan. UK – Indonesia Tech Hub juga mendukung inklusivitas digital di Indonesia, khususnya bagi perempuan dan kelompok yang kurang terwakili.
Baca Juga : Bank Indonesia NTT, Temu Responden dan Talkshow Pariwisata 2021
Archipelagic and Island States Forum diinisiasi pada tahun 2018 sebagai tanggapan terhadap SDG 14 diantaranya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan, laut, dan sumber daya kelautan untuk pembangunan berkelanjutan. Secara khusus fokus pada empat bidang tematik yaitu mitigasi perubahan iklim, ekonomi biru, tata kelola maritim yang baik, dan sampah plastik laut. Forum itu sendiri mengembangkan program yang disebut AIS Blue Startup Hub - ekosistem virtual untuk bisnis di industri terkait kelautan. Misi utamanya adalah mengembangkan perusahaan negara kepulauan dan negara kepulauan dengan menciptakan ekosistem bisnis baru serta dengan mengakses peluang global yang memungkinkan perusahaan rintisan dan usaha kecil menengah untuk memasuki pasar baru dan kumpulan bakat dalam komunitas internasional.
KUMPUL sebagai stategic planner dari Program ESSENCE yang memiliki peran sebagai penggerak ekosistem kewirausahaan melalui program inkubasi dan akselerasi bisnis dengan modul terpadu, jaringan ecosystem key players yang luas, dan akses ke komunitas bisnis lokal di lebih dari 34 kota di Indonesia. KUMPUL terus mendorong kolaborasi untuk konsisten menciptakan inovasi yang berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia.
Website resmi KUMPUL : www.kumpul.id
Yayasan Semesta Nusantara adalah hub bagi komunitas lokal, bisnis, wirausahawan sosial, pedagang, start-up, seniman, dan kreatif yang bertujuan untuk memberdayakan komunitas dengan menyediakan berbagai program yang berkomitmen terhadap praktik berkelanjutan dan program yan dapat memberikan dampak sosial di Indonesia
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Bagian Media dan Komunikasi Kedutaan Besar Inggris
Head : John Nickell at 0812 1091372
Deputy Head : Faye Belnis 0811 87777 62
Kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama dengan seluruh peserta yang hadir. (KupangKota/Guntara).
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 25 November 2021
- Hits: 963
Bangkit dan Optimis di Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2021 dalam Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi Provinsi NTT

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2021 di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dilaksanakan 24 November 2021, jam 12:30 WITA secara daring melalui Youtube Channel Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi NTT dan juga secara luring di aula Nembrala Lt.3 Kantor BI NTT sesuai protokol kesehatan yaitu pemeriksaan swabtes dan juga scan barcode aplikasi peduli lindungi.
Turut hadir Wakil Gubernur NTT yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Dr. Drs. Zet Sony Libing, M.Si, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, unsur Forkopimda NTT, DPRD NTT, Perwakilan Kajati NTT, Kapolda NTT, Danrem Wirasakti, Danlantamal VII, Danlanud Eltari, Ketua Pengadilan Tinggi, Kabinda, Walikota Kupang, Para Bupati secara daring atau yang mewakili, Pimpinan instansi Vertikal, Kanwil Perbendaharaan Negara DJPb, OJK NTT, Kepala BPS Bapak Adi, Perwakilan BPK RI, Kepala Kanwil Kemenkumham, Kepala BULOG, jajaran Direksi Komisaris Pimpinan Bank Umum dan BPR serta Lembaga Keuangan Non Bank, Para Rektor Perguruan Tinggi, Akademisi dan Pengamat, Kepala OPD, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTT, Satgas Pangan NTT, Pimpinan BUMN, Asosiasi Dunia Usaha , Media Massa Pers, Tokoh Agama, Para Pelaku Ekonomi, serta para undangan lainnya.

Di hari rabu, 24 November 2021, Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Provinsi NTT, dalam sambutan Kepala BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja mengucapkan terima kasih kepada para stakeholder , dengan Tema Bangkit dan Optimis, Sinergi dan Inovasi untuk pemulihan ekonomi di NTT, Evaluasi tahun 2021, dan prospek Arah Kebijakan BI tahun 2022.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja memulai sambutan dengan Pantunnya :
Singgah Waingapu memanen rumput para nelayan,
Lanjut menginap di hotel Nihiwatu
Selamat datang para hadirin sekalian,
Di acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tahun 2021

Bank Indonesia (BI) sebagai Bank Sentral dalam perekonomian Indonesia memiliki tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah, melalui harga barang dan jasa, dan juga nilai tukar terhadap mata uang asing. Hal ini dilakukan BI guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat, berkelanjutan dan inklusif, serta menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil, Pungkas Nyoman Ariawan Atmaja.
Baca Juga : Berita Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Kupang dan wilayah NTT
Perkembangan Ekonomi NTT dan keterhubungan dengan Kasus covid19 di NTT terus menurun dan semakin terkendali, kasus harian di november 2021 ini jumlah kasus 11 orang, tercermin dari BOR (bed occupancy rate) yang menurun dan angka kesembuhan 62.360 orang tanggal 19 nov 2021, adapun vaksin untuk dosis 1 tercapai 1,86 juta orang, dosis 2 mencapai 950.000 orang sudah divaksin. Mobilitas masyarakat di NTT semakin meningkat, ekonomi triwulan III di tahun 2021, tumbuh 2,37% yoy, lebih rendah dibandingkan nasional yang tumbuh 3,51% yoy. Begitupun perekonomian NTT tumbuh melambat di triwulan sebelumnya, akibat adanya gelombang kedua covid19 di NTT.


Sumber pertumbuhan ekonomi NTT di triwulan III ini ditopang oleh, Lapangan Usaha Konstruksi, perdagangan, Pertanian , dengan kontributor sisi pengeluaran dari sisi investasi, dan konsumsi rumah tangga. Struktur ekonomi NTT didominasi oleh Pertanian sebesar 29% dari sisi perkembangan harga, untuk inflasi NTT masih tetap terjaga dan stabil, hingga oktober tercatat 1,34% yoy. Dalam pengendalian inflasi, pemda dan stakeholders senantiasa bersinergi dalam kerangka 4K yaitu : Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Walau terjadi inflasi saat Badai Seroja di april-mei 2021, melonjak 0,82% mtm, dengan dilakukan koordinasi TPID maka inflasi bisa terkendali ke -0,13, serta implementasi High level meeting TPID NTT dan kota Kupang seperti koordinasi, sidak pasar, ketersediaan stok pangan. Selain itu di tahun 2021 TPID NTT pernah terpilih jadi 3 nominasi terbaik dalam TPID award 2020 dari 34 Provinsi di Indonesia.





Dalam stabilitas sistem keuangan secara umum di NTT tetap terjaga, ditengah pandemi, penghimpunan Dana Pihak ketiga (DPK) Perbankan tumbuh 1,02% yoy. Kinerja DPK menguat ditunjang Tabungan dan Deposito, Penyaluran kredit pun tumbuh 7,85%, dengan NPL 1,69% secara Gross. Penyaluran KUR di oktober 2021 untuk NTT juga tercatat sebesar 2,373 Triliun Rupiah.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, di Bidang sistem pembayaran BI NTT terus berkomitmen untuk mewujudkan sistem pembayaran yang efisien, aman, lancar dan andal. Blueprint sistem Pembayaran Indonesia tahun 2025 dan juga 5 inisiatif Utama, yaitu diantaranya sesuai gambar dibawah ini.

Distribusi Uang rupiah di NTT tahun 2021 mencapai 2,23 Triliun , yakni Uang Rupiah Layak Edar melalui 9 kas titipan, di Bank NTT dan Juga BRI. Bahkan BI NTT mendapatkan apresiasi dari BI Kantor Pusat terkait penyaluran distribusi uang di berbagai pelosok 22 Kabupaten/Kota wilayah NTT melalui Kas Titipan di Sumba dapat apresiasi, yang dikelola Bank NTT.
Untuk pengolahan uang rupiah di NTT di triwulan III tahun 2021, uang masuk sebesar 5,91 Triliun dan Uang Keluar mencapai 3,92 Triliun.
Terima kasih kepada Bank NTT , Bank BRI selaku Bank Pengelola Kas Titipan, sekaligus Brimob, Pol Airud, ASDP, Pelni, dan Maskapai atas dukungan dan kerjasama untuk penyaluran Uang Rupiah Layak Edar di NTT, pungkas Nyoman Ariawan Atmaja. Sedangkan dalam Kasus pengungkapan pengedaran uang palsu di November 2021, terdapat kasus 36 lembar pecahan 100.000 dan 1 lembar pecahan 50.000.




BI NTT juga berkomitmen mengembangkan UMKM, dengan pendekatan kepada cluster pangan strategis, potensi ekspor, pendukung pariwisata dan ekonomi kreatif, serta wirausaha binaan, hingga 49 UMKM Binaan dan 490 UMKM Mitra di Provinsi NTT.
Klaster pangan dan komoditas unggulan binaan Bank Indonesia di NTT diantaranya beras di Kabupaten Manggarai Barat, Kopi di Kabupaten Ngada, Bawang merah di Kabupaten Belu dan Flores, daging sapi di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, dan cabai di Pulau Sumba.
Baca Juga : Bank Indonesia NTT, Temu Responden dan Talkshow Pariwisata 2021
Pencapaian UMKM Binaan Bank Indonesia NTT , yaitu Kopi Arabika Flores Bajawa meraih Cup of Excellence Competition memiliki HAKI, dan sebagai Best Quality Roasted Bean, hingga diekspor ke Swedia, Jerman, Australia , Amerika dan Tiongkok.
dan Juga Rumah Tenun Ina Ndao meraih juara 1 Anugerah Pesona Indonesia V kategori Destinasi Belanja Terfavorit 2020, serta sudah tersertifikasi SNI ISO 9001 dan SNI 7617 sisi manajemen, pemasaran dan produksi.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan Pengembangan UMKM melalui BI Young Entrepreneur School (BI YES), dengan 59 Peserta BI YES angkatan ke 2 secara daring, melalui 5 seri kelas, serta 70 rata-rata peserta kelas online. Dan diharapkan BI YES bisa terus dilakukan sehingga bisa mencetak 1000 UMKM guna mendukung kewirausahaan di NTT dan menciptakan lapangan kerja.
Bentuk Kepedulian dan Kontribusi Nyata Program Sosial BI adalah dengan tagline dedikasi untuk negeri, pilar pendidikan, peningkatan kapasitas ekonomi UMKM , serta Kepedulian. Selain itu ada pula program GenBI, generasi Baru Indonesia, yang dimulai tahun 2014, dengan tahun 2021 ini beasiswa 100 orang di NTT melalui UNDANA dan UNIPA, serta pemberian softskill sebagai agent of change kepada para GENBI, sehingga diharapkan ditengah masyarakat nantinya bisa menjadi pemimpin di NTT.

BI NTT juga bantuan prasarana ibadah, Kelompok organisasi keagamaan, membantu dampak badai siklon seroja, bantuan kepada peningkatan kapasitas Ekonomi, yaitu GEMAR TANI pada kelompok Kebun Upanisada Kupang, Sarana Produksi Pengeringan Rumput Laut, di Bidang Pariwisata rumah tenun Penkase Labuan Bajo.
Selain itu juga Pencapaian 2021 dalam penyaluran Program Sosial BI NTT diantaranya : Digital Farming di Maumere, UMKM El Shadai Greenhouse dan Sumur, Sistem irigasi Poktan Noelbaki, Kacang Lurik Poktan Tunas Baru TTU, Poktan Fajar Raknamo Kandang Sapi, UMKM Afro Farm Ayam KUB, guna mempercepat pemulihan ekonomi di sektor utama NTT.
Terkait komunikasi Kebijakan Bank Indonesia NTT, juga telah melaksanakan kegiatan BI Mengajar, Santai baomong deng Media / Sasando Dia, Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) 2021.
Baca Juga : GEMAR TANI pada kelompok Kebun Upanisada Kupang



Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, juga mengatakan Kaleidoskop Perekonomian 2021, di NTT dan sinergi Bank Indonesia NTT dengan berbagai Pihak diantaranya tercermin melalui berbagai kegiatan pada :
Januari-Februari 2021 : Disaat kebijakan PPKM Kota Kupang, penetapan PPKM yang berlaku 15 januari 2021, vaksinasi pertama di Kota Kupang dilakukan tanggal 15 Januari 2021 kepada tenaga Kesehatan, BI mendukung agar secepatnya vaksinasi dilakukan di wilayah 22 Kabupaten/kota di NTT.
Maret 2021 : BI NTT melaksanakan Exotic Tenun Festival, pada 22 - 24 Maret 2021, untuk meningkatkan kapasitas UMKM dan mengenalkan tenun kepada masyarakat, melibatkan 15 UMKM dan produk tenun sebanyak 950 produk. Hasil penjualan tenun NTT ini mencapai 2,4 Milyar rupiah.
Selain itu PPKM Mikro di Provinsi NTT, tingkat desa / Kelurahan mulai pada 23 Maret 2021.
April 2021 : Wilayah provinsi NTT dilanda Badai Siklon Seroja pada 4-5 April, dampaknya kepada 22 kabupaten/kota, dan BI NTT segera pertemuan bersama Wakil Gubernur NTT dan juga pemberian bantuan kepada Pemerintah Daerah melalui Gubernur NTT untuk Pemulihan Dampak Badai Seroja,
pertumbuhan ekonomi NTT pun turun 0,29%, sekaligus BI NTT juga rekomendasi kepada Pemda NTT untuk meminimalisir kerusakan di sektor utama.
BI NTT melalui IPEBI (ikatan pegawai) dan PIPEBI (persatuan istri Pegawai BI) juga memberikan bantuan kepada Posko tanggap bencana dan gugus tanggap darurat di Provinsi NTT serta nampak Semua level bergerak dengan baik. Selain itu BI NTT juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang pada bulan april melakukan Vaksinasi kepada pegawai Perbankan dan Petugas Publik.

Mei 2021 BI NTT melakukan semarak Quick Response Indonesia Standar, QRIS, webinar, penggunaan transaksi digital secara non tunai.
Juni 2021 Webinar wilayah Balinusra, Gubernur NTT mengemukakan transformasi Ekonomi, kerjasama antar daerah, local value chain, diantara Provinsi Bali, NTB dan NTT sehingga memiliki kawasan berdaya tahan secara ekonomi.
Pada 18 Juni juga melaksanakan event Gernas Bangga Buatan Indonesia di Labuan Bajo, kerjasama dengan Kementerian Kominfo, BAKTI, Telkom, dan perbankan, yang dibuka oleh Wakil Presiden RI, dan testimoni dari Gubernur Bank Indonesia serta hadir Menko Marves dan Menkominfo.
BI NTT juga berperan aktif, dengan membuat booth pameran UMKM, launching website pikampung, dan fashion show kain tenun dari Padu Padan, serta experience QRIS pembayaran secara non tunai di acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GerNas BBI) di Labuan Bajo NTT ini.
Baca Juga : Pameran Expo Virtual UMKM Bangga Buatan Indonesia dalam Kilau Digital Permata Flobamora NTT
Juli 2021 kembali peningkatan kasus covid 19 dengan kembali diberlakukan PPKM level 4 di berbagai wilayah kabupaten dan Kota di NTT, penebalan PPKM dimulai 5 juli 2021.
Agustus Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT menyusun rekomendasi terkait pengembangan Local Value Chain di Provinsi NTT, khususnya untuk komoditas garam, kopi, rumput laut dan sapi. BI NTT dan TPID NTT kemudian menyampaikan rekomendasi tersebut kepada kementerian koordinator Perekonomian yang dilaksanakan pada 16 Agustus 2021.
September BI NTT melaksanakan webinar topik Balinusra menuju pertanian 4.0, yang hadir yaitu Wakil Gubernur Bali, Gubernur NTB, Gubernur NTT.
Gubernur NTT juga mencetuskan pembiayaan khusus bagi jagung sebagai komoditas unggulan di Provinsi NTT.
Dan tanggal 19 September penandatanganan nota kesepahaman ekosistem pembiayaan pertanian.
Oktober 2021, BI NTT melakukan Spatial Assessment dan Kajian KUR kepada masing-masing 22 Kabupaten/Kota dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan diwujudkan melalui rapat dengan kepala Daerah maupun Rakor Kajian KUR di tanggal 27 Oktober 2021.
Dan di Akhir Oktober , BI NTT melaksanakan GEBYAR, Gema Edukasi Beta Sayang Rupiah, untuk Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, menjaga rupiah di selatan Negeri , dalam semangat Sumpah Pemuda dan Peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI), rangkaian acara 18 Okt - 30 Nov 2021, dan Pameran Virtual BI di Lippomall.
November 2021, BI NTT melakukan kegiatan talkshow Pariwisata dan temu responden dengan berbagai narasumber dari BPOLBF, Grab, Traveloka dan ASITA NTT. Guna mensinergikan berbagai potensi wisata yang ada di NTT mulai dari alamnya, pantainya, komoditas, hingga Kampung adat budayanya.
19 Nov BI NTT juga fasilitasi capacity building, dan pengukuhan TP2DD oleh Gubernur NTT di 23 Pemda di Provinsi NTT.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja , mengungkapkan Inovasi Kantor BI NTT selama 2021, yakni database Terintegrasi, Kompilasi Data yang disebut KomodoData.id dari BI NTT, data statistik dasar dari BPS NTT, data sektoral dari OPD, data khusus dari DJPb, OJK NTT, dan lembaga vertikal lainnya di NTT. Sehingga bisa dilakukan kajian dan kebijakan kepada Pemda.
BI NTT juga sudah Digitalisasi office, tanda tangan digital, efisiensi proses kerja, dll. seperti Manggarai : menggapai ilmu ramai-ramai, kegiatan knowledge sharing antar pegawai, podcast BI NTT melalui sosmed, dan water sensor.


Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Optimisme pertumbuhan NTT, di tahun 2022 di antara 5,15% - 5,95% dibandingkan tahun 2021. Sasaran inflasi 3%±1% di 2022.
Serta Fokus Program Bank Indonesia NTT di 2021 diantaranya yaitu :
mendorong optimalisasi realisasi Belanja Pemerintah terutama PEN, memperkuat UMKM melalui strategi nasional UMKM dan GerNas Bangga Buatan Indonesia, Mendorong hilirisasi dan pembiayaan di sektor produktif, Mendorong implementasi dan sertifikasi CHSE, mendukung Pariwisata "Prime Mover Economy", Memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas Makroekonomi, Mempercepat pemulihan dan mendorong investasi, mendorong Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan.

Kepala Dinas Pariwisata NTT mewakili Pemerintah NTT, Bapak Dr. Drs.Zet Sony Libing,M.Si , Beliau hadir dan membacakan sambutan Bapak Josef Nae Soi sebagai Wakil Gubernur NTT yang mengatakan pemerintah provinsi NTT akan mendorong sinergi antar berbagai pemangku kepentingan, bergandengan tangan untuk bisa memberikan stimulan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT.
Pemerintah NTT dalam hal ini juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BI NTT atas kontribusinya di sektor riil dalam mendukung perkembangan ekonomi di NTT dan juga UMKM, serta menjaga sistem pembayaran perbankan, ketersediaan Uang rupiah layak edar (tidak lusuh dan rusak) semua uang baru bisa tersedia di berbagai pelosok wilayah 22 kabupaten/kota Provinsi NTT , serta transaksi non tunai menggunakan QRIS.

Acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2021 Provinsi Nusa Tenggara Timur ini diakhiri dengan pemberian Penghargaan apresiasi Penyedia Jasa kepada bank dan Non Bank serta Pelaku UMKM tahun 2021 dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, diantaranya untuk kategori :
Bank Penyalur Kredit UMKM terbanyak di NTT Tahun 2021 diraih oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (PERSERO) TBK Cabang Kupang,
Bank Penarik Uang Pecahan Kecil (UPK) Terbanyak Di NTT Tahun 2021 diraih oleh PT. Bank NTT Kantor Cabang Khusus Kupang,
Bank Penyusun Proyeksi Setoran dan Bayaran Terbaik di NTT Tahun 2021 diraih oleh PT. Bank Mandiri (PERSERO) TBK Cabang Kupang,
PJP Bank Pendukung Implementasi QRIS Terbaik di NTT Tahun 2021 diraih PT.Bank NTT ,
PJP Non Bank Pendukung Implementasi QRIS Terbaik di NTT Tahun 2021 diraih oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, TBK (T-Money QREN),
KUPVA Bukan Bank Pelapor Terbaik di NTT Tahun 2021 diraih oleh PT.Dolar Valasindo,
Peserta BI Young Entrepreneur School (BI YES) Terbaik Kategori Basic Tahun 2021 diraih oleh Oenikhe Pa Padja,
Peserta BI Young Entrepreneur School (BI YES) Terbaik Kategori Advance Tahun 2021 diraih oleh Antonius Sanan.
Video Live Streaming Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 Provinsi Nusa Tenggara Timur Kunjungi KLIK DISINI.
Sebagai Penutup acara PTBI 2021, diisi dengan ramah tamah dan pembagian souvenir dari BI NTT berupa produk-produk khas UMKM NTT seperti kopi, gula semut, coklat sumba, kaca mete, teh celup kelor, dan lain sebagainya. (Guntara)



- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 24 November 2021
- Hits: 974
Bank Indonesia NTT, Temu Responden dan Talkshow Pariwisata 2021

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 17 November 2021, melaksanakan Temu Responden dan Talkshow Pariwisata 2021 dengan tema “Reviving Super Priority Tourism Destination (DPSP) and MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) Post COVID-19 Perspective for East Nusa Tenggara. Acara ini diselenggarakan jam 09:30WITA, secara online dalam jaringan / daring (melalui zoom, youtube, Instagram Bank Indonesia NTT) dan juga offline luar jaringan / luring melalui pemeriksaan Swabtes bagi para Undangan dan peserta yang memasuki aula Nembrala lantai 3 Bank Indonesia NTT dan wajib sudah vaksin kedua dengan scan Aplikasi Peduli Lindungi. Kegiatan ini menghadirkan sebagai Opening Speech Bapak Ahmad Yohan, Anggota Komisi XI DPR RI, kemudian Launching Database Komododata.id oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Bapak Trisno Nugroho, serta Welcome Remarks dari Bapak Suryono Kepala Grup Operasionalisasi Kebijakan Utama Departemen Regional Bank Indonesia. Nampak para tamu undangan disambut dengan pementasan tarian dari Sanggar Lopo Gaharu yaitu tarian Bunga Sepe. Pembukaan dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya bersama ± 700 Peserta Zoom, dan tamu undangan dan dilanjutkan pembacaan Doa oleh Ibu Pendeta Ofi Magang Moy. Untuk Narasumber Talkshow yang dipandu oleh MC Meysna Wonda, menghadirkan Moderator Talkshow Ibu Stela Nau, Head of Public Affairs East Territory Grab Indonesia, dengan tiga Narasumber yakni Bapak John Safenson , VP of Market Management & Accommodation Traveloka, Ibu Raisa L. Niloperbowo Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), dan Bapak Abednego Frans Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia / ASITA NTT.
Nampak juga hadir Kepala Departemen Regional Bank Indonesia, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Grup Operasionalisasi Kebijakan Utama Departemen Regional, Bapak Suryono, Bapak/Ibu Kepala Satuan Kerja Bank Indonesia , Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan DJPb Prov. NTT, Bapak Catur Aryanto Widodo, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan SETDA Provinsi NTT, Bapak Dr. Lerry Lupidara yang mewakili, Wakil Kepala OJK NTT Bapak Setia Arianto, General Manager Garuda Indonesia NTT Bapak I Made Agus Mertha Yasa, Seluruh Kepala OPD di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Para Pimpinan Instansi/Lembaga Vertikal/BUMN dan BUMD di Provinsi NTT, para jurnalis pers media, Responden (Liaison), Surveyor, Para Pelaku Usaha dan Penggiat UMKM.

Penghargaan Plakat diberikan oleh Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT kepada para Narasumber dan moderator Talkshow Bank Indonesia terkait pariwisata NTT yang menghadirkan dari Traveloka, Grab, ASITA NTT, dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF). Selain itu penghargaan plakat dari Kepala BI NTT juga diberikan kepada para responden terbaik (Liaison) Tahun 2021 diantaranya Kadek Adi Nugraha dari PT.Mitra Pinasthika Mustika (Honda) Cabang Kupang, untuk responden terbaik Survei Kegiatan Dunia Usaha yaitu Theresia L. Lagho dari Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus (UNIKA), responden terbaik survei pemantauan harga Yohannes W. Gelu, responden terbaik survei penjualan eceran Robert Lie Kase dari PT.Ramayana Lestari Sentosa, responden terbaik PIHPS Data Pasokan & Pedagang Besar Haji Umar dari UD. Ratna Mulia, serta responden terbaik PIHPS Pedagang Eceran Supriantoro.

Talkshow Pariwisata 2021 oleh Bank Indonesia NTT ini berlangsung sangat interaktif, dan tanya jawab dari pelaku UMKM yaitu Bapak Gesti Sino dari GS.Organik dan juga Pelaku Industri Hotel Pariwisata Bapak Edwin Perwakilan Manager Hotel Aston Kupang ,kepada ketiga narasumber dari BPOLBF, ASITA NTT, dan Traveloka terkait topik pemulihan ekonomi nasional di bidang Pariwisata khususnya provinsi NTT. Menurut Bapak Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala BI NTT tujuan kegiatan talkshow BI NTT dengan Pandemi ini dampaknya luar biasa terhadap pariwisata, terjadi kontraksi sehingga perlu merumuskan strategi untuk memulihkan pariwisata pasca covid19. Kemudian dari hasil talkshow yang telah dijelaskan oleh ibu Stela Nau sebagai moderator, sebenarnya sangat dimungkinkan pariwisata NTT ini dipulihkan lebih cepat dibandingkan Bali karena sebagian besar yang ke NTT adalah wisatawan domestik, bukan asing, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperbaiki dan improvement, yaitu yang pertama seluruh stakeholder melakukan kolaborasi, kemudian harus adaptif terhadap perubahan, dan yang ketiga inovasi dibandingkan dengan kondisi seadanya. Tantangan terpenting di Provinsi NTT ini adalah masih adanya infrastruktur yang belum begitu bagus, dibanding daerah lain, Ini harus menjadi perhatian serius bila ingin membangun pertumbuhan di sektor Pariwisata, pungkas Nyoman Ariawan Atmaja. Tantangan yang kedua adalah Sumber Daya Manusia (SDM), yang memang perlu keahlian di bidang Hospitality, service pelayanan, industri jasa Pariwisata, keramahtamahan , jangan sampai anak-anak NTT tidak bisa kerja di daerah Pariwisata karena memang kemampuannya belum cukup sebagai pekerja di bidang Pariwisata.


(Kepala Bank Indonesia NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja dan Master of Ceremony Meysna Wonda)

Kepala BI Provinsi NTT bersama kepala BI Provinsi Bali, juga secara serempak Launching Komododata.id yang adalah merupakan aplikasi mencakup 3 data dasar, yaitu yang pertama statistik dasar yang dikeluarkan oleh BPS, yang kedua adalah data-data sektoral yang dikeluarkan oleh OPD baik Provinsi maupun Kabupaten & Kota, yang ketiga adalah data-data statistik khusus yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga vertikal seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) dan lainnya, sehingga data ini hampir sangat lengkap guna melakukan asesment, kondisi pengambilan kebijakan di NTT baik Provinsi maupun Kabupaten/kota, agar diketahui potensi yang ada di daerah masing-masing dan pengembangan arah ekonomi di NTT. Aplikasi Komodo Data ini bisa nantinya diakses oleh Kepala Daerah masing-masing di 22 kabupaten/kota sebagai rujukan dasar, Data ini akan berupa Website dan Apps /Mobile aplikasi di perangkat HP, misalnya cek data kemiskinan dari tahun ke tahun sudah bisa melalui perangkat gadget, baik itu level kota, kabupaten maupun provinsi, yang akan dipakai oleh Bank Indonesia dan instansi terkait seperti Pemerintah Daerah, instansi Vertikal yang ada di NTT , sehingga tahu data dasar secara statistik terkini sebulan terakhir.
Wawancara khusus kupangkota.com sdr,Guntara bersama Kepala Bank Indonesia NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, mengatakan output yang diharapkan Bank Indonesia (NTT) kepada Pemerintah Provinsi NTT, dengan talkshow Pariwisata 2021 sebagai prime mover di NTT agar benar-benar perspektif dilaksanakan dengan strategi yang kuat, dan implementasi yang cukup kuat, sehingga pariwisata NTT menjadi penopang utama selain sektor yang lainnya, sedangkan sektor lainnya akan menunjang sektor pariwisata. Untuk itu diperlukan kolaborasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder pariwisata, Bank Indonesia NTT berharap Pemerintah Daerah NTT bisa melakukan itu. Kemudian yang kedua terkait data-data statistik NTT yang ada semua data bisa menjadi satu, sehingga memudahkan kajian kebijakan , memudahkan laporan , dan BI NTT mengucapkan terima kasih kepada DJPb NTT yang terus memberikan data terupdate baik dari sisi fiskal maupun program pengentasan kemiskinan seperti PKH, Sembako dan lainnya, kemudian dari OJK NTT datanya juga selalu terkini (update) mengenai kredit , Non Performing Loan (NPL), kemudian dari pemerintah daerah data fiskal mengenai realisasinya juga selalu mendapat informasi terkini, termasuk juga data dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, terkait Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), SDG dan inflasi.
Baca Juga : Semarak Gebyar Pameran Virtual Bank Indonesia (BI) NTT Hadirkan Duta Rupiah Flobamorata
Sebagai gambaran pertumbuhan Ekonomi NTT dirilis setiap Triwulan (3 Bulanan) , untuk triwulan III pertumbuhan ekonomi NTT 2,37% melambat dibandingkan triwulan II sebesar 4,22% . Menurut I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, hal ini biasa trendnya demikian terjadi karena triwulan III adalah masa tanam, sedangkan triwulan II adalah masa Panen, nanti di Triwulan IV akan naik, pertama ada panen, kedua ada NATARU , suasana Natal dan Tahun Baru karena masyarakat NTT biasanya akan melakukan konsumsi yang lebih besar di suasana hari raya keagamaan, serta tahun baru.

Pembukaan Tarian Bunga Sepe NTT dari Sanggar Lopo Gaharu

Kehadiran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dalam perekonomian Indonesia memiliki tujuan tunggal yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah baik melalui harga barang dan jasa maupun terhadap nilai tukar mata uang negara lain Hal ini dilakukan Bank Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat berkelanjutan dan inklusif serta menjaga tingkat inflasi yang rendah dan stabil.
Demi mencapai tujuan tunggal tersebut Bank Indonesia memiliki fungsi advisory kepada Pemerintah untuk menyusun rekomendasi kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan daerah terutama dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi. Pandemi COVID-19 menimbulkan berbagai dampak negatif yang signifikan hingga mengakibatkan krisis kesehatan dan ekonomi tidak terkecuali di Provinsi NTT. Aktivitas ekonomi tertahan dengan diberlakukannya pembatasan aktivitas masyarakat sehingga banyak pelaku usaha dan sektor produktif yang terkena dampak langsung pandemi ini.
Salah satu sektor prioritas yang paling terdampak pandemi adalah Sektor Pariwisata dengan kinerja lapangan usaha akomodasi dan makan minum pada tahun 2020 terkontraksi hingga 26,92% (yoy), melambat dibandingkan dengan tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,99% (yoy). Sehingga vaksinasi sebagai game changer terhadap pelaku pariwisata terus dilakukan oleh Pemerintah ditengah percepatan pembangunan infrastruktur dalam mendukung pengembangan pariwisata Prov. NTT sebagai prime mover economy.
Pada triwulan III tahun 2021, khusus sektor pariwisata mulai menunjukkan pemulihan sehingga mampu tumbuh sebesar 7,17% (yoy) didorong oleh meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan tumbuhnya kredit, akomodasi makan dan minum (akmamin), serta optimisme masyarakat yang terus membaik. Untuk itu perlu dilakukan sinergi antar lembaga , optimalisasi peran seluruh pihak dan juga keterlibatan pelaku usaha dan UMKM, untuk mendukung upaya perbaikan pariwisata dalam mengakselerasi pemulihan ekonomi secara berkelanjutan di Provinsi NTT.

Oleh sebab itu, dalam rangka pemulihan sisi supply dan demand pariwisata pasca COVID-19,, BI NTT mengajak Pemerintah, perusahaan teknologi dan Asosisasi untuk menyelenggarakan Talkshow Pariwisata ini, agar bersama-sama mempromosikan Labuan Bajo meningkatkan kapasitas dan kemitraan pelaku usaha melalui ekosistem digital untuk mempercepat transformasi digital UMKM di Provinsi NTT khususnya sektor Pariwisata .
Pelaksanaan Kegiatan Temu Responden dan Talkshow Pariwisata menurut Kepala BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja , bertujuan pertama untuk menjalin hubungan baik sebagai bentuk apresiasi kepada responden survei dan liaison yang telah bersinergi khususnya menjaga kontinuitas data dan informasi. Kemudian tujuan kedua adalah launching komododata.id , sebuah platform online database internal terintegrasi sebagai sarana penyimpanan dan pengolahan data dan informasi secara lengkap , terstruktur , komprehensif dan valid demi mendukung kegiatan advisory Bank Indonesia. Dan tujuan ketiga dalam rangka mendukung pemulihan pariwisata Provinsi NTT pasca COVID-19 maka kita akan bersama-sama berdiskusi dengan seluruh narasumber yaitu BPOLBF, ASITA, dan Traveloka yang akan dipandu oleh moderator dari Grab Indonesia untuk mengidentifikasi tantangan, strategi, program pariwisata NTT dan Labuan Bajo dalam mendukung pemulihan pariwisata dengan melibatkan UMKM.
Baca Juga : Berita Ekonomi dan Informasi Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Melalui rangkaian kegiatan Temu Responden dan Talkshow Pariwisata 2021 ini, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT mengajak Pemerintah , Asosiasi , Pelaku Usaha , Perusahaan Teknologi dan Pelaku USaha untuk bersama – sama bersinergi untuk mengetahui dan terlibat langsung dalam program pemulihan pariwisata dan UMKM pasca COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya Labuan Bajo agar perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur tumbuh tinggi , berkelanjutan dan inklusif, pungkas Nyoman Ariawan Atmaja.
Mengutip dari United Nations World Tourism Organization (UNWTO) bahwa priorities for tourism recovery pasca COVID-19 membutuhkan : Pemulihan kepercayaan dari wisatawan lewat safety dan security, Kolaborasi sektor publik dan swasta untuk meningkatkan efisiensi pembukaan pariwisata, Harmonisasi dan Koordinasi protokol dan prosedur kesehatan, Menambahkan value dari pelaku usaha lewat teknologi, Serta Inovasi dan Sustainability yang terus dibangun pada era new normal.(KupangKota/Guntara-SPBI).
Siaran Live Streaming Video Talkshow Pariwisata 2021 Bisa Kunjungi Klik Disini
Materi Narasumber dari Traveloka, BPOLBF, dan ASITA NTT Bisa Kunjungi Klik DIsini.




- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 17 November 2021
- Hits: 1032
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB





















