Home
Aplikasi Pembayaran Pajak Kendaraan " B'Sonto Sa" diluncurkan Samsat Kupang NTT

9 November 2021, Jam 09:00WITA, Kantor Samsat Kupang NTT yang berlokasi di jl.polisi militer kota kupang NTT, resmi meluncurkan aplikasi untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor yang disebut B'Sonto Sa . Aplikasi ini bisa diunduh di HP Android google playstore yang menyajikan kemudahan dalam pembayaran pajak kendaraan. Nampak hadir dalam acara ini yaitu Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Daniel Agus Prasetyo, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Bapak Ir.Benediktus Polo Maing, Kepala Badan Keuangan Daerah NTT Bapak Drs.Zakarias Moruk,MM, Dirlantas Polda NTT, Kepala Badan Aset dan Daerah NTT, Pimpinan Asuransi Jasa Raharja, dan Samsat Kupang NTT serta pihak Bank NTT.
Baca Juga : Semarak Gebyar Pameran Virtual Bank Indonesia (BI) NTT Hadirkan Duta Rupiah Flobamorata
Menurut Deputi Kepala BI NTT Bapak Daniel Agus Prasetyo dalam sambutannya mengatakan, aplikasi ini adalah pengembangan dari sistem pembayaran dam kemudahan transaksi non tunai, dengan menggunakan QRIS dan juga kartu Debit berbagai bank yang berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Pajak itu sangatlah bermanfaat untuk pembangunan perekonomian di suatu daerah, termasuk di NTT, sebagai WNI yang baik maka harus taat membayar pajak, salah satunya adalah pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Pajak ini karena banyak yang memanfaatkan jalan raya, termasuk pemanfaatan sumber energi (BBM), sehingga diperlukan biaya dalam pemeliharaan dan perawatan infrasturktur jalan raya serta infrastruktur sumber daya energi, yang diambil dari pajak pembayaran kendaraan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi, pungkas Daniel Agus Prasetyo.

Dalam pelaksanaannya, pembayaran pajak ini banyak warga yang tidak taat, dan juga terjadi keterlambatan bayar pajak kendaraan oleh masyarakat, oleh karena itu diperlukan suatu inovasi dan terobosan dalam sistem pembayaran pajak yang praktis, seperti aplikasi B'Sonto Sa, yang bisa dilakukan pembayaran pajak kendaraan dimana saja dan kapan saja, walaupun sedang berada di kantor saat bekerja. Bank Indonesia , salah satu tugas adalah menjaga dan mengatur sistem pembayaran, agar efisien dan tepat sasaran, apalagi di jaman digitalisasi saat ini banyak orang ingin yang praktis dalam membayar pajak kendaraan. Ada dua hal agar sistem pembayaran digital ini bisa berjalan yaitu saling keterhubungan dan saling dapat dioperasikan. Misalnya sistem transaksi digital seperti Pembayaran dengan fitur QRIS bisa digunakan berbagai dompet digital apapun, dan juga bisa gunakan semua kartu debit berlogo GPN diterapkan dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui Aplikasi B'Sonto Sa. Menurut Daniel, gambaran pertumbuhan ekonomi provinsi NTT triwulan III bertumbuh 2,37% , melambat dengan triwulan II yaitu 4,22%, dan diharapkan di triwulan IV nanti ekonomi NTT bisa bertumbuh lebih baik dengan pencapaian vaksinasi sudah capai 85% di kota Kupang, agar aktifitas masyarakat di bidang ekonomi bisa berlangsung secara new normal dengan tetap protokol kesehatan.



Sekda Provinsi NTT, Bapak Benediktus Polo Maing, dalam sambutannya mengatakan sebagai ASN harus menjadi contoh dan taat terhadap protokol kesehatan. Dengan adanya pandemi ini telah merubah tata cara kita dalam beradaptasi, dan merubah tatanan kehidupan termasuk dalam pembayaran pajak kendaraan, berbasis aplikasi. Apresiasi kepada samsat kupang NTT yang membuat inovasi dalam sistem kemudahan pembayaran pajak kendaraan, serta pelayanan publik yang lebih mudah, lebih cepat, dan jangan menjadi beban dalam melayani masyarakat NTT, pungkas Benediktus Polo Maing. Dalam melayani masyarakat Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh berawajah asam, harus senyum , melayani , yang humanis dan mau untuk berikan yang terbaik bagi masyarakat. Untuk memasuki tatanan kehidupan baru, diperlukan inovasi dan kreasi, sangat diharapkan oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur, seperti halnya aplikasi B'Sonto Sa yang akrab dengan bahasa Kupang, berguna untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor. Kemudahan dalam transaksi pembayaran pajak kendaraan , di masa pandemi ini adalah mengurangi kerumunan dan transaksi non tunai, bisa berupa QRIS maupun kartu ATM Debit yang berlogo GPN saat ini sudah bisa dilakukan melalui aplikasi B'Sonto Sa.

Menurut Bapak Zakarias Moruk, Kepala Badan Keuangan Daerah NTT mengatakan hingga awal November 2021 ini pendapatan Provinsi NTT, baru mencapai 58,5% dari dana transfer dan dana bagi hasil dari total 1,2 triliun, baru sekitar 600 miliar lebih dicapai dari Pendapatan Asli Daerah, sedangkan dana transfer DAU dan DAK sudah mencapai 92%, Diharapkan PAD NTT tahun ini bisa mencapai 60-70% seperti tahun lalu walau alami pandemi. Terkait dana renovasi Kantor Gubernur NTT dan gedung di jl.Basuki Rahmat yang rusak akibat badai seroja mencapai 10 miliar dari dana tak terduga (DTT), dan juga untuk bantuan badai seroja, menurut Zakarias mencapai sebesar 10 miliar 600 juta, dana bantuan sudah masuk ke Kas BPBD NTT guna didistribusikan kepada pihak-pihak sesuai dengan keputusan dan SOP di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah NTT, terkait pemberian bantuan bahan-bahan bangunan ataukah bantuan tunai pada korban badai seroja, semuanya kembali pada keputusan di BPBD NTT,
Aplikasi B'Sonto Sa Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Kupang NTT bisa didownload di aplikasi google Playstore, KLIK DISINI. (Guntara)



- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 09 November 2021
- Hits: 2169
Semarak Gebyar Pameran Virtual Bank Indonesia (BI) NTT Hadirkan Duta Rupiah Flobamorata

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur meluncurkan Pameran Virtual Reality (VR) Museum Bank Indonesia dalam rangkaian event GEBYAR Gema Edukasi Beta Sayang Rupiah NTT. Acara 6 November 2021, jam 15:00WITA di Atrium Lippo Mall Kupang oleh BI NTT ini adalah merupakan rangkaian kegiatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) pada 30 Oktober 2021 untuk menumbuhkan Cinta , Bangga dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat. Nampak hadir pada acara ini diantaranya Walikota Kupang Bapak Jefirstson R. Riwu Kore, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Bapak Lery Rupidara, Dandim 1604/Kupang diwakili Kasdim 1604/Kupang Bapak Letkol Inf Sugeng Prihatin , Kapolres Kupang Kota yang diwakili Wakapolres Kupang Kota Bapak Kompol Iwan Iswahyudi , Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak Catur Ariyanto Widodo , Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT yang diwakili Wakil Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT Bapak Setia Arianto, Mall Director Lippo Plaza Kupang Bapak Irwan Setiadi, rekan media jurnalis pers, GENBI, Ketua Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) NTT Ibu Kadek Hemamalini, dan juga para konsultan serta pegawai BI NTT.


Launch Pameran Virtual Reality (VR) Museum Bank Indonesia Pusat yang berlangsung di Lippo Mall Kupang NTT ini dilaksanakan selama 3 minggu, dan Walikota Kupang serta Karo Ekonomi turut serta tes kacamata Virtual Reality, untuk merasakan pameran virtual dan sensasi kacamata Virtual Reality dengan Headset guna melihat secara langsung uang-uang yang berada di museum Bank Indonesia Pusat Jakarta bersama Kepala Bank Indonesia NTT secara virtual. Kacamata VR yang digunakan membuat seolah-olah dan seakan-akan pengunjung sedang berada di dalam museum Bank Indonesia di Jakarta dan melihat serta merasakan sensasi virtual Reality , seperti keadaan sesungguhnya di berbagai sudut ruangan gedung Museum Bank Indonesia dan bisa touring berkeliling melihat berbagai koleksi uang rupiah Indonesia dari masa ke masa, serta dari jaman Indonesia Merdeka.
Baca Juga : Training of Trainers BI NTT untuk Cinta, Bangga dan Paham Rupiah Meriahkan Hari Uang Nasional
Walikota Kupang, Bapak Jefri Riwu Kore menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia khususnya kepada Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT atas terselenggaranya Pameran Virtual Museum Bank Indonesia ini, sehingga menjadi edukasi kepada masyarakat di kota kupang NTT untuk cinta, bangga dan paham rupiah. Serta berterima kasih atas segala dukungan yang diberikan BI NTT kepada Pemerintah Kota Kupang selama ini, dengan berbagai kerjasama di bidang Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan sinergi yang baik untuk pemulihan ekonomi nasional khususnya di Kota Kupang dan NTT secara menyeluruh. Menurut Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja Kepala BI NTT, juga berupaya untuk mengangkat ekonomi sektor riil di Kotamadya Kupang, dengan membangun juga Dekranasda Kota Kupang berupa gallery, karena pelaku UMKM hampir 90% di Kota Kupang NTT, agar ekonomi Kupang NTT bisa bertumbuh secara positif walau di masa Pandemi. Sedangkan Karo Ekonomi Setda Provinsi NTT, Bapak Lery Rupidara mengungkapkan Rupiah sebagai kedaulatan bangsa, dan sebagai fungsi pokok di alat pembayaran, bisa terjaga secara maksimal ketersediaannya di pelosok negeri terkhusus 22 Kabupaten/Kota di NTT dan pemerintah provinsi NTT mendukung secara optimal berbagai kegiatan Bank Indonesia NTT.

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan, fungsi dari Bank Indonesia sebagai lembaga negara adalah memastikan kelancaran peredaran uang Rupiah di masyarakat. Hal ini menjadi sangat penting, mengingat fungsi uang yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai alat penyimpan nilai, pungkas Nyoman Ariawan. Adanya gangguan pada peredaran uang Rupiah akan menyebabkan terganggunya juga sistem perekonomian secara keseluruhan. Bank Indonesia memiliki peran secara end-to-end dalam hal pengelolaan uang Rupiah. Mulai dari perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan / penarikan, hingga pemusnahan uang Rupiah, semuanya harus dilaksanakan secara baik dan benar, agar kelancaran sistem pembayaran dapat senantiasa terjaga.

(Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, bersama Para Pemenang Duta Rupiah Flobamorata)
Bank Indonesia juga selalu mengedepankan efisiensi dan kepentingan nasional dalam merumuskan kebijakan terkait Pengelolaan Uang Rupiah. Menurut Nyoman Ariawan adapun perkembangan inflow pada triwulan III 2021 di Provinsi NTT tercatat mengalami kontraksi sebesar 16,66% year on year (yoy), dengan posisi outflow uang tunai yang juga mengalami kontraksi sebesar 23,92% (yoy). Kendati terdapat perlambatan transaksi dengan menggunakan uang tunai akibat pemberlakuan PPKM Level 4 di Provinsi NTT beberapa waktu sebelumnya dan saat ini sudah turun ke level 2, sehingga inflow dan outflow tersebut selalu dijaga, guna menjamin ketersediaan Uang Rupiah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Bank Indonesia, bersama dengan para stakeholders khususnya dari pihak perbankan, juga selalu berusaha untuk menjaga ketersediaan uang di seluruh pelosok daerah, sekaligus menjaga agar kualitas uang yang beredar di masyarakat adalah memang uang yang betul-betul layak edar (ULE). Berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya melalui program BI Jangkau, Kas Titipan, hingga Kas Keliling, untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki akses terhadap uang Rupiah dengan kualitas yang baik. Rupiah sebagai satu-satunya mata uang yang sah dan berlaku di Indonesia merupakan salah satu bentuk kedaulatan negara. Untuk menjaga kedaulatan tersebut, peran serta seluruh masyarakat sangat diperlukan untuk sama-sama mencintai, memahami, dan bangga akan Rupiah. Sejalan dengan hal itu, Bank Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih mengenal Rupiah melalui edukasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah (CBP Rupiah). Cinta Rupiah yang dimaksudkan agar masyarakat memiliki kecintaan untuk mengenali filosofi Rupiah, merawat Rupiah, dan menjaga diri dengan pengetahuan agar dapat terhindar dari kejahatan pemalsuan uang. Bangga Rupiah, agar masyarakat memiliki rasa bangga terhadap Rupiah dengan menjaga kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara yang berdaulat dengan menggunakannya dalam transaksi dan memaknainya sebagai alat pemersatu bangsa. Paham Rupiah, dengan harapan masyarakat dapat memahami Rupiah sesuai dengan fungsinya, serta dapat mewujudkan hal tersebut dalam perilaku sehari-hari, baik itu ketika melakukan transaksi pembayaran, berbelanja dengan Rupiah, serta mengoptimalkan nilai Rupiah.
Baca Juga : Bank Indonesia NTT Gebyar Rupiah dengan Talkshow Rupiah Pemersatu Bangsa

Dalam rangka mendukung gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk GEBYAR: Gema Edukasi Beta Sayang Rupiah, dengan tagline “Menjaga Rupiah di Selatan Negeri”. Kegiatan ini terdiri dari tiga rangkaian kegiatan, yaitu pre-event, main event, serta post-event, dan telah dilaksanakan sejak tanggal 18 Oktober lalu hingga direncanakan selesai pada tanggal 30 November 2021. Sedangkan kegiatan pre-event yang telah dilaksanakan meliputi lomba pembuatan flyer dan artikel CBP Rupiah, serta lomba Duta Rupiah Flobamorata, sekaligus pengumuman pemenang Duta Rupiah Flobamorata. Kegiatan main event yang juga telah terlaksana yaitu seremonial penerbangan 3 balon udara di 3 lokasi yang berbeda di NTT yaitu Kota Kupang, Atambua, dan Rote, serta Talkshow “Rupiah Pemersatu Bangsa” yang diikuti dengan antusias oleh masyarakat NTT. Training of trainer para Teller Perbankan terkait cinta, bangga paham Rupiah, serta terakhir kegiatan post-event mulai hari ini hingga nanti 30 November 2021, meliputi pameran dan edukasi Rupiah melalui Museum Virtual Bank Indonesia di Lippo Mall Kupang. Adapun Pameran ini akan terdiri atas : Virtual tour experience (dipandu oleh guide Museum Bank Indonesia) , Jelajah Rupiah web experience , Museum Bank Indonesia virtual reality experience, Fun games quiz Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, Hiburan live acoustic music, Virtual show case koleksi Museum Bank Indonesia. Serta BI NTT akan mengadakan kegiatan Virtual Run dan Cooking Class untuk menambah semarak acara GEBYAR Rupiah ini.
Rangkaian kegiatan GEBYAR NTT ini, bertujuan mengajak seluruh stakeholders termasuk seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa bersinergi dalam menyukseskan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sehingga kedaulatan Rupiah di negeri ini dapat bersama-sama terjaga. Acara ditutup dengan Pantun dari kepala BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja yaitu :
Ingin sehat jangan lupa makan buah
Membeli buah harus dengan uang asli
Sukseskan Cinta Bangga Paham Rupiah
Menjaga Rupiah di Selatan Negeri.
Acara berlangsung dengan tetap protokol kesehatan, dan juga penyerahan Plakat Penghargaan dari Kepala BI NTT Kepada Walikota Kupang serta pemberian penghargaan kepada para Juara Pertama Duta Rupiah Flobamorata kategori Putra, yaitu Alfons Bertu Turu, Juara 2 Axl Alanso Lubalu , Juara 3 Paul Semuel Amalo. Untuk Juara Pertama Duta Rupiah Flobamorata Kategori Putri yaitu Luiza Aleksandra Abanit, Juara 2 Renya Rosari Maria Kabu Mau dan Juara 3 Imel Fega Putri.
Pameran Virtual Museum Bank Indonesia di Lippo Mall ini bisa disaksikan oleh masyarakat selama 3 minggu hingga 30 November 2021, dan ada berbagai hadiah menarik dari BI NTT kepada para pengunjung stand pameran museum virtual BI.(SP-BI/Guntara)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 06 November 2021
- Hits: 1015
Training of Trainers BI NTT untuk Cinta, Bangga dan Paham Rupiah Meriahkan Hari Uang Nasional

Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) atau dikenal sebagai Hari Uang Nasional diperingati setiap tanggal 30 Oktober 2021 yang saat ini sudah 75tahun. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada hari sabtu, 30 Oktober 2021, jam 08:00-13:00WITA bertempat di aula BnB Hotel Sotis,Kota Kupang NTT, melaksanakan pelatihan Training Of Trainers (TOT) kepada para Teller Bank-Bank yang ada di kupang , Bendaharawan SKPD, Lembaga Jasa Keuangan Non Bank, Pegadaian, Kantor Pos, dan Kas beberapa rumah sakit yaitu RSIA Dedari, RSU. Prof.W.Z Johanes , RSU Leona, RS. Kartini, RS.Siloam, dengan total sebanyak 92 peserta.
Adapun Narasumber dalam Pelatihan Training of Trainers (TOT) dari BI NTT adalah mengenai Ciri-Ciri Keaslian Uang Rupiah, serta Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah, diantaranya yakni Narasumber : Bapak Tonih Royanih , terkait ciri dan keaslian Uang Rupiah , Bapak Hatsarmawit Y. Hadjo dengan topik Edukasi Cinta Bangga dan Paham Rupiah, serta Bapak Made Gilang S. Bagaskara mengenai Digitalisasi di era New Normal , transaksi Non Tunai menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) , Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan Pengawasan Sistem Pembayaran.

Kupangkota.com bersama Bapak Daniel Agus Prasetyo Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT , Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTT, dan juga Bapak Aries Chandra Wijaya Manajer Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) BI NTT

(Para Panitia TOT Bank Indonesia NTT)
Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah diharapkan semua teller perbankan, baik bank umum dan BPR, serta semua penerima kas, agar bisa menjadi deteksi dini secara detail di dalam menerima setiap transaksi dari masyarakat, sebab semua peserta pelatihan adalah ujung tombak pertama dalam menerima uang serta diharapkan para peserta bisa lebih mengetahui bagaimana uang palsu dan mengenali ciri-ciri uang rupiah asli sehingga bisa Cinta, Bangga dan Paham Rupiah. Acara ini turut dihadiri juga oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Bapak Daniel Agus Prasetyo Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT dan juga Bapak Aries Chandra Wijaya Manajer Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) BI NTT. Kegiatan ini adalah merupakan rangkaian event GEBYAR , Gema Edukasi Beta Sayang Rupiah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi NTT.
Baca Juga : Bank Indonesia NTT Gebyar Rupiah dengan Talkshow Rupiah Pemersatu Bangsa
Untuk materi pelatihan mengenali Ciri Uang Rupiah , Cinta, Bangga dan Paham Rupiah dari ketiga Narasumber bisa diakses di KLIK DISINI.
Acara berlangsung sangat interaktif dan edukatif serta meriah yang bertepatan juga dengan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke 75tahun dan tersedia berbagai macam hadiah Quis menarik lainnya untuk para peserta. Selamat Hari Uang Nasional ke 75 . (KK/Guntara)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 30 October 2021
- Hits: 945
Bank Indonesia NTT Gebyar Rupiah dengan Talkshow Rupiah Pemersatu Bangsa

Bank Indonesia (BI) NTT Menjaga Rupiah di Selatan Negeri , itulah tema dalam acara 28 Oktober 2021, jam 09:00wita, yang bertepatan di hari semangat Sumpah Pemuda sekaligus guna menyambut Hari Oeang Republik Indonesia (ORI) 30 Oktober 2021, dilakukan Talkshow Rupiah Pemersatu Bangsa, secara daring dan Luring. Acara Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah adalah bagian dari Gema Edukasi Beta Sayang Rupiah (GEBYAR) menjaga Rupiah di Selatan Negeri ini bersama Kepala BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala BI Bali Bapak Trisno Nugroho , dan DPR RI Komisi XI Bapak Ahmad Yohan, bertempat di Aula Nembrala lt.3 Kantor Bank Indonesia (BI) NTT yang berlangsung sesuai protokol kesehatan dengan semua peserta wajib di swabtes sebelum masuk aula BI NTT. Peserta yang hadir diantaranya adalah Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) NTT, Perwakilan Kapolda NTT, Perwakilan Danrem 161 Wirasakti, Perwakilan Danlantamal VII, Perwakilan Danlanud Eltari , Perwakilan Kejaksaan Tinggi NTT, Perwakilan Pengadilan Tinggi, Wakil Kepala OJK NTT Bapak Setya Arianto, Wakil Ketua Pegadilan Tinggi Agama, Perwakilan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, seluruh pimpinan Bank-Bank yang ada di Kupang NTT, Perwakilan Pemda NTT Biro Ekonomi, para akademisi, tokoh - tokoh agama, rekan media pers jurnalis, hingga mahasiswa-mahasiswi secara daring online.

(Foto bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja Bersama Perwakilan TNI POLRI, dan Perwakilan Kejaksaan Tinggi serta Pengadilan di NTT)
Baca Juga : Bank Indonesia (BI) NTT Gema Edukasi Beta Sayang Rupiah
Acara Gema Edukasi Beta Sayang Rupiah (GEBYAR) dengan Talkshow Rupiah Pemersatu Bangsa acara BI NTT ini digelar dengan menghadirkan berbagai Narasumber yakni Bapak I Ketut Oka Widiasa, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Ibu Deviana Anthony selaku Analis Senior Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, serta Bapak Uno seorang ahli Numismatik (kolektor uang kuno) Club Oeang Revolusi. Dalam sambutan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan Rupiah sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia, saatnya seluruh masyarakat untuk Cinta , Bangga dan Paham (CBP) Rupiah, dalam semangat kegiatan hari ini bertepatan Sumpah Pemuda ke 93tahun. Kehadiran BI NTT sebagai Bank Sentral mempunyai fungsi kebijakan moneter, inflasi yang stabil, dan juga menjaga stabilitas rupiah, dengan selalu sigap menjaga ketersediaan uang kertas & logam (Kartal) yang cukup kepada masyarakat di wilayah 22 Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bank Indonesia juga menjaga Makroprudensial, OJK NTT menjaga Mikroprudensial , dan juga BI mengatur serta menjaga kelangsungan kelancaran sistem pembayaran, seperti mentransfer uang melalui RTGS ataupun kliring pungkas Nyoman Ariawan Atmaja.

( Penyerahan Plakat dari Kepala BI NTT I Nyoman Ariawan Atmaja (Tengah) bersama Para Narasumber Bapak I Ketut Oka Widiasa, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTT, Ibu Deviana Anthony , Analis Senior Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, serta Bapak Uno ahli Numismatik Club Oeang Revolusi , MC Talkshow Acara Ibu Hestin Klaas)
Di dalam sistem pembayaran ada 2 yaitu ada sistem keuangan yang non tunai, seperti QRIS, kartu ATM debit, kartu kredit, dan lainnya. Sistem Keuangan tunai adalah penyediaan uang berbagai pecahan di pelosok-pelosok daerah terpencil, terdepan terluar (3T). Perbatasan wilayah NTT dengan Negara lain seperti Timor Leste, maka di perbatasan wajib gunakan Rupiah, begitupun di pulau terluar wilayah selatan negeri yaitu Kabupaten Rote NTT juga wajib menggunakan mata uang rupiah, sebagai bentuk kedaulatan Bangsa Indonesia kata Nyoman Ariawan Atmaja. Rupiah juga harus dan wajib hadir di seluruh pelosok negeri sebagai alat pembayaran yang sah di NKRI.

Data inflow NTT di Triwulan ke III tahun 2021 tercatat sebesar 16,66% year on year (yoy) dibandingkan tahun 2020, sedangkan outflow di NTT sebesar 23,92% yoy dibandingkan 2020, ini artinya Ekonomi di NTT sudah mulai menggeliat, bertumbuh, serta masyarakat sudah mulai beraktifitas dengan tetap ikuti protokol kesehatan di masa pandemi. Level inflow & outflow di NTT tersebut harus selalu dijaga sehingga uang-uang yang beredar di masyarakat haruslah layak edar, jangan sampai lecek, disteples, serta rupiah jangan sampai rusak. Menurut Nyoman Ariawan, untuk mencetak uang rupiah diperlukan dana sebesar 3-4 triliun per tahun, maka sudah sebaiknya kita menjaga rupiah dengan baik agar layak edar di masyarakat.
Talkshow Rupiah Pemersatu Bangsa acara BI NTT ini menjelaskan perjalanan sejarah Uang (Oeang) Rupiah, yang juga sekaligus menyambut Hari Uang Nasional pada 30 Oktober 2021 mendatang, agar masyarakat semakin Cinta, Bangga , Paham (CBP) Rupiah. Bahkan menurut ahli Numismatik Bapak Uno , ada tokoh NTT yang sangat berperan dengan sejarah uang rupiah dan merupakan teman akrab Presiden Soekarno, yakni bernama Moat Noeng. Selain itu beberapa seri emisi mata uang rupiah dalam sejarahnya juga pernah menampilkan Provinsi Nusa Tenggara Timur, diantaranya Danau kelimutu, Komodo, Alat Musik Sasando, Pakaian Adat NTT pada anak-anak di dalam UPK 75 tahun NKRI, serta keindahan rumah adat NTT dan Pulau Padar Labuan Bajo NTT. Cinta pada Rupiah agar masyarakat memiliki kecintaan untuk mengenali filosofi rupiah, bisa membedakan mana uang rupiah asli dan uang palsu. Bangga dengan Rupiah berarti masyarakat menggunakan uang rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di NKRI, serta menjaga kedaulatan negara dan rupiah pemersatu bangsa Indonesia. Paham Rupiah , agar masyarakat berperilaku bisa mengerti cara menggunakan rupiah dalam bertransaksi, berbelanja secara hemat, menabung dan investasi, sehingga masyarakat bisa mengelola rupiah secara bijak.

Kepala Kantor Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja bersama Para Pemenang Lomba Penulisan Artikel Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, dan Design Flyer CBP Rupiah

Rangkaian kegiatan Gebyar Rupiah NTT 2021 dibagi menjadi beberapa rangkaian kegiatan main event, pre event dan post event yang menyasar masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, komunitas isteri angkatan/ dharma wanita, dan industri jasa keuangan. Untuk memeriahkan kegiatan, maka dilakukan pula kegiatan pre-event dimulai tanggal 15-27 Oktober 2021 berupa lomba-lomba kreatif dengan tema Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah. Lomba-lomba yang diadakan adalah Lomba Pembuatan Flyers, Lomba Artikel, dan Pemilihan Duta Rupiah Flobamorata. Selain itu, untuk memperluas jangkauan edukasi CBP Rupiah, Gebyar Rupiah NTT 2021 tetap akan berlangsung s.d 4 Desember 2021 melalui berbagai kegiatan post event. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan adalah Pameran Museum BI secara virtual Pameran dilakukan di Mall Lippo, Workshop Baking Class Ide Usaha Kue Natal & Tahun Baru (Nataru), Train of Trainer (ToT) Cinta Bangga Paham Rupiah Perbankan dan Bendahara SKPD, dan Virtual Run. Lokasi penyelenggaraan edukasi adalah di wilayah Nusa Tenggara Timur dan beberapa kegiatan diselenggarakan pada 28 Oktober 2021 yakni pengumuman pemenang bagi lomba design Flyer Cinta Bangga Paham Rupiah dan Penulisan Artikel serta Pelepasan Balon Udara di kota kupang, daerah terselatan (Kab. Rote) serta di daerah perbatasan (Kab. Belu) menjaga rupiah di selatan negeri. Pada kegiatan ini sebagai simbol diterbangkan Balon Udara Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah di Kota Kupang, Atambua dan Pulau Rote. Acara diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba penulisan artikel cinta bangga paham (CBP) rupiah, serta juara design flyer CBP Rupiah sedangkan untuk lomba lainnya masih sementara berproses.
Semua peserta yang hadir secara daring pun berkesempatan mendapatkan door prize hadiah, berupa 3 smartwatch, 3 smartphone, dan sepeda dayung yang diundi dalam acara GEBYAR Rupiah Bank Indonesia NTT. (KK/Guntara)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 28 October 2021
- Hits: 1308
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB























