Home
Bank Indonesia (BI) NTT Rilis Perkembangan Ekonomi NTT Awal Tahun 2023

Kupangkota.com - NTT , Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada tanggal 17 januari 2023, melaksanakan press release kondisi ekonomi NTT terkini sekaligus juga berkenalan temu media jurnalis dan pers dengan Kepala Perwakilan BI NTT yang baru yaitu Bapak Stevanus Donny Handoko Heatubun, yang menggantikan Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja pindah tugas menjadi Direktur pada Departemen Pengelolaan Logistik dan Fasilitas Bank Indonesia Jakarta. Bapak Donny Heatubun , sebagai Kepala Kpw BI NTT mengungkapkan media jurnalis sebagai sobat dan mitra Bank Indonesia di dalam menyampaikan informasi dan kondisi ekonomi dan stabilitas moneter kepada masyarakat, dan BI akan terus berkolaborasi, bersinergi untuk memberikan informasi terkini kepada insan pers di NTT. Beliau sebelum menjabat di Kepala Kpw BI NTT yaitu menjabat sebagai Deputi Direktur Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali, dan juga pernah juga menjabat sebagai Kepala Kpw. BI Provinsi Papua Barat.
Pengalaman Bapak Donny H. Heatubun , di bidang kebijakan moneter BI Pusat Jakarta pun tak diragukan karena menjabat hampir 16 tahun, serta dipercaya sebagai ekonom ahli Bank Indonesia.

Acara yang berlangsung di lantai 3 , rooftop outdoor Kantor Bank Indonesia NTT ini dimulai dengan perkenalan, dan pemaparan singkat mengenai kondisi pertumbuhan ekonomi NTT 2022. Di Triwulan ke IV tahun 2022 pertumbuhan ekonomi di angka 3,1% dan perkembangan inflasi NTT di Triwulan IV tahun 2022 tercatat di angka 6,65% yoy, ini berarti daya beli masyarakat pun menjadi menurun, pungkas Donny Heatubun.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur


(Rary Triguntara, Bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak Stevanus Donny Handoko Heatubun)
Terkait inflasi sesuai data rilis dari BPS NTT, per tanggal 2 Januari 2023, Deflasi bulan ke bulan (Des 2022) provinsi Nusa Tenggara Timur di angka 0,81% mtm, dan Inflasi tahun ke tahun (Des 2022) Provinsi NTT di angka 6,65% yoy.
Deflasi adalah penurunan harga barang secara umum dan terus menerus. Inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.
Inflasi menurut kelompok Pengeluaran bisa dilihat pada gambar dibawah ini (Sumber BPS NTT : No. 01/01/5300/Th. XXVI, 2 Januari 2023)


Bank Indonesia NTT akan terus melakukan berbagai kebijakan makroprudensial dengan menjaga stabilitas sistem keuangan, selain itu BI NTT juga mendukung Gerakan Nasional Pengendalian inflasi Pangan (GNPIP) bersama Pemerintah Daerah, seperti Urban Farming, guna menjaga komoditi barang yang terkait inflasi bisa terkendali.
Selama lebih 2 jam acara berlangsung dengan keakraban, dan diselingi tanya jawab dari media jurnalis baik cetak maupun elektronik dan media online bersama Bapak Donny Heatubun Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, yang dipandu oleh Bapak Daniel Agus Prasetyo, Deputi Kepala BI NTT. Usai tanya jawab, acara berlanjut dengan ramah tamah bersama insan pers. (Guntara/Kupangkota)
Baca Juga :Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur

(Foto Kiri Ke Kanan : Bersama Garda Indonesia / Wakil Sekjen Ikatan Media Online (IMO) Bapak Rony Banase, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak Stevanus Donny Handoko Heatubun, Deputi Kepala BI NTT Bapak Daniel Agus Prasetyo, dan Rary Triguntara / Kupangkota.com)


- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 17 January 2023
- Hits: 717
Bank Indonesia (BI) NTT Tahun 2023 Fokus Program "pro Growth, pro Stability, Digitalization" untuk Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kupangkota.com - NTT, 10 Januari 2023, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, melaksanakan Media Gathering kondisi Makro ekonomi terkini di awal tahun 2023. Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, bidang Humas BI NTT Bapak Henry A. Djo Wenyi, dan juga insan jurnalis media pers, baik media cetak , media elektronik, serta media online, bertempat di Restoran Popeye, kota Kupang NTT.
Acara Bank Indonesia (BI) NTT yang berlangsung selama 2 jam ini, diisi dengan ucapan selamat natal dan tahun baru 2023 bersama insan media, kemudian Doa syukur, dan makan siang bersama , sekaligus menjadi ajang perpisahan bersama Bapak Nyoman Ariawan Atmaja yang dipromosikan naik jabatan menuju BI Pusat Jakarta, dan memegang bagian logistik Bank Indonesia untuk 34 Provinsi seluruh wilayah Indonesia.
Berdasarkan wawancara singkat kupangkota.com , Bapak Nyoman Ariawan sebagai kepala Kpw BI NTT yang akan menggantikan dan melanjutkan tugasnya adalah Bapak Donny H.Heatubun, dari Kpw BI Bali.
Baca Juga : Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 Provinsi Nusa Tenggara Timur
Usai makan siang bersama di Restoran Popeye, dengan menu seafood, ikan laut dan chinese food, berlokasi di W.J.Lalamentik Oebufu kota kupang, dilanjutkan dengan pemaparan kondisi makro ekonomi dan mikro ekonomi serta proyeksi , outlook ekonomi untuk tahun 2023 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, oleh Kepala Bank Indonesia BI NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, beserta pemaparan data ekonomi NTT selama tahun 2022.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT diperkirakan terus meningkat mencapai 4,31-5,11% cycle to cycle (ctc). Peningkatan ini sejalan dengan semakin terkendalinya penyebaran covid19 dan pelonggaran kebijakan pembatasan oleh pemerintah sehingga mengakselerasi aktivitas ekonomi masyarakat di tengah persiapan tahun politik 2023-2024.
Disamping itu, program pemerintah seperti Food Estate, Ekosistem Pola Kemitraan Komoditas Utama yaitu jagung, sapi dan rumput laut terus dikembangkan, kemudian penyelesaian pembangunan infrastruktur Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan PerPres 116, serta penyelenggaraan ASEAN SUMMIT 2023 turut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Kondisi ekonomi NTT di akhir triwulan IV tahun 2022 , inflasi provinsi NTT mencapai 6,65% year on year (yoy), yang lebih tinggi dari tahun 2021 yang sebesar 1,67% (yoy). Kemudian pada tahun 2023 inflasi provinsi NTT di perkirakan akan melandai dan berada para rentang 2,91% sampai 3,91% (yoy) pada akhir tahun 2023, atau kembali pada rentang sasaran 3±1% .

Faktor pendorong inflasi provinsi NTT pada tahun 2023 antara lain pandemi yang semakin melandai sehingga mendorong meningkatnya aktivitas perekonomian, di sisi lain laju inflasi NTT juga diperkirakan tertahan oleh meningkatnya suku bunga BI7DRR yang menurunkan ekpektasi inflasi masyarakat, keberlanjutan Gerakan nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) maupun Kerjasama Antar Daerah (KAD) dan program pemerintah lainnya, serta tarif angkutan udara yang melandai seiring dengan high-based effect di tahun 2022.
Adapun Fokus Program Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur di tahun 2023, mencakup pro growth, pro stability, digitalization, sesuai gambar di bawah ini :

Arah program Bank Indonesia NTT untuk pertumbuhan ekonomi NTT, dengan kebijakan transformasi sektor riil di daerah yang perlu ditingkatkan untuk mendorong lebih lanjut kebangkitan ekonomi. Dari pendekatan endogenous growth model, kebijakan transformasi untuk meningkatkan kapasitas ekonomi mencakup lima aspek penting yang saling mendukung dan perlu diintegrasikan yakni pembangunan infrastruktur, hilirisasi, reformasi struktural, digitalisasi ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia.

(Foto kupangkota.com dengan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT), Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja,ST,MDM, bersama media jurnalis pers media cetak, media elektronik , dan media online lainnya)
Pertumbuhan Ekonomi, dimulai dengan pertama mendorong hilirisasi dan ekosistem pembiayaan komoditas unggulan NTT seperti sapi, jagung, rumput laut, Babi, dan lainnya.
Kemudian yang kedua Pengembangan UMKM di NTT, dengan membangun kolaborasi dengan designer untuk mengangkat kembali kain tenun NTT ke kancah Nasional dan Internasional, menambah klaster pangan strategis, dan digitalisasi UMKM. Ketiga dengan mendorong investasi dan UMKM melalui forum investasi dan gerakan bangga Buatan Indonesia (GBBI). Keempat memperkuat sinergi dalam mendorong optimalisasi realisasi belanja pemerintah dan digitalisasi transaksi Pemda. Kelima dengan bekerjasama dengan akademisi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan sebagai Prime Mover Ekonomi NTT.
Berikut ini adalah arah program Bank Indonesia untuk NTT bidang pariwisata , sesuai gambar dibawah :

Kemudian berbagai arah program Bank Indonesia untuk NTT bagi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sesuai gambar dibawah ini :

Arah Program bank Indonesia untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur pada sektor Hilirisasi, sesuai gambar dibawah ini :

Acara diakhiri dengan pembagian souvenir dari Bank Indonesia NTT, dan juga foto bersama Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, selamat dan sukses selalu. (Kupangkota.com/Guntara)
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 11 January 2023
- Hits: 747
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022, Inflasi Provinsi NTT Capai 7,37 Persen di Triwulan Ketiga

NTT, Kupangkota.com - Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022, dilaksanakan 30 November 2022, jam 11:00WITA yang bertempat di lantai III Aula Nembrala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun Tema PTBI 2022 dan Temu Responden tahun ini di Provinsi NTT adalah "Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju." Sedangkan untuk di Jakarta , acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 secara Nasional juga dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Bapak Perry Warjiyo, pada pelaksanaan event hari yang sama 30 November 2022. Untuk Event PTBI Nasional 2022 nonton live streaming kunjungi disini.

PTBI Nasional 30 Nov 2022 di Jakarta,
Kiri Ke Kanan : Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja (Kepala Perwakilan BI NTT), Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT Bapak Harry Alexander Riwu Kaho, Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur NTT Bapak Josef A Nesoi
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) dan Temu Responden 2022 di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dihadiri oleh Gubernur NTT yang diwakilkan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Ibu Yohanna E. Lisapaly,SH.,M.Si , Kemudian hadir Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun, bersama para Deputi BI NTT, PIPEBI NTT dan Pegawai BI NTT, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT Bapak Japarmen Manalu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT Bapak Catur Ariyanto Widodo, Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Daerah Provinsi NTT Bapak Dr. Drs. Jusuf Lery Rupidara, M.Si, Penjabat Walikota Kupang Bapak George Melkianus Hadjoh,S.H., Unsur Forkompimda, DPRD NTT, Perwakilan dari Danrem 161 Wirasakti, Danlantamal VII, Danlanud Eltari, Stakeholder, Media Jurnalis Pers, Akademisi, Para Pimpinan Bank di 22 Kabupaten & Kota Wilayah Provinsi NTT yang diikuti secara luring maupun daring (online).

Sambutan Gubernur NTT yang dibacakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Ibu Yohanna E. Lisapaly,SH.,M.Si menyampaikan Pemerintah Daerah NTT sangat mengapresiasi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT (BI NTT) dalam kerja kolaborasi dan sinergi, Sesuai tema PTBI 2022, "Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju."
Apalagi bertahan dalam kondisi ekonomi global yang belum menentu, maka NTT harus bangkit guna mewujudkan NTT sejahtera. Pemerintah NTT juga terus akan mendorong pembiayaan yang terintegrasi, program kemandirian pangan seperti Tanam jagung Panen Sapi (TJPS), mendorong digitalisasi pembayaran, kemajuan koperasi, BUMDes, Percepatan anggaran, TP2DD agar terus dilaksanakan. Kemudian mendorong iklim investasi yang produktif, perlu terus dijaga di Provini NTT ini.
Momentum PTBI 2022 agar bisa semakin menginpirasi, dan memberi semangat, Kolaborasi dan sinergi dengan berbagai stakeholder, masyarakat, dan Pemda NTT. Seperti fungsi advisory, dan BI NTT, laporan pengendalian inflasi daerah, perlu terus ditingkatkan. Penggunaan Digitalisasi pembayaran, QRIS, TTPKAD, TPID, TP2DD, BI-YES, Exotic Tenun Fes (ETF), BI corner (Perpustakaan), Beasiswa Genbi, Semua kegiatan BI untuk terus dipertahankan dan dikembangkan secara adaptif dan kreatif.
Untuk Provinsi NTT mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dengan cara extraordinary, yang perlu terobosan, seperti Pertanian, TJPS, peternakan, penggunaan Energy baru terbarukan (ETB), pendampingan dan pembinaan UMKM, pariwisata, perikanan,dll sehingga Provinsi Kepulauan NTT ini bisa kuat secara Ketahanan pangan dan juga ketahanan Energy.

Acara yang dibuka dengan Sambutan Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun, mengatakan secara tahunan, Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur pada triwulan III 2022 terus menguat dengan pertumbuhan mencapai 3,35% year on year (Data BPS NTT). Hal ini tumbuh meningkat ditopang oleh berlanjutnya perbaikan permintaan domestik di tengah normalisasi mobilitas masyarakat, diantaranya adalah pelonggaran kebijakan pembatasan aktivitas, peternakan provinsi NTT yang bebas penyakit mulut dan kuku pada sapi yang mendorong produksi dan pengiriman ternak, meningkatnya kunjungan wisatawan dan penyelenggaraan event secara offline, penyaluran Gaji ke13 dan akselerasi belanja barang jasa pemerintah, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang meningkat.
Sumber pertumbuhan Ekonomi Provinsi NTT Triwulan III di tahun 2022 diantaranya sektor Pertanian 29%, Administrasi Pemerintahan 13%, Sektor Perdagangan 12%, Sektor Konstruksi 10%, Jasa Pendidikan 9%, Sektor Lain-Lain 26%.
Plt.Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun, mengungkapkan untuk Inflasi Provinsi NTT mencapai angka sebesar 7,37% yoy (year on year) di Triwulan Ketiga atau di bulan Oktober 2022, sehingga tekanan inflasi NTT meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dan juga inflasi meningkat di tengah ketidakpastian global.
Berbagai cara dilakukan oleh Bank Indonesia perwakilan Provinsi NTT Bersama Pemerintah Daerah diantaranya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam melakukan extra effort pengendalian inflasi, seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Pulau Flores dan Pulau Sumba NTT, Urban Farming 77ribu Gerakan tanam Hortikultura di Pekarangan Rumah, serta Operasi Pasar Murah dan Sidak Pasar di Seluruh Provinsi NTT.
Sehingga TPID Provinsi NTT dan TPID Kota Kupang terpilih sebagai Nominasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Awards 2022 dan meraih penghargaan di tingkat Nasional, Pungkas Donny Heatubun.




Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) perkembangan bertumbuh di Triwulan III 2022 mencapai 4,14% yoy, dengan pangsa DPK yakni Giro 14%, Tabungan 55% dan Deposito 31%. Pertumbuhan Kredit juga terus meningkat di Triwulan III tahun 2022, dengan nilai pertumbuhan kredit mencapai angka sebesar 12,08% yoy, dan NPL terjaga di 1,60% (Gross). Pangsa Kredit ini berdasarkan jenis Kredit Konsumsi 56%, Kredit Modal Kerja 38% dan Investasi 6%.
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT, dengan Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025 diantaranya yaitu integrasi ekonomi keuangan digital nasional, digitalisasi perbankan melalui Open Banking, interlink antara Fintech dan Perbankan, keseimbangan antara inovasi dengan consumers prorections integritas dan stabilitas serta persaingan usaha yang ketat, serta menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi keuangan digital antar negara. Semua dengan 5 inisiatif utama yakni standar open API, SP Ritel, Data, SP Nilai Besar dan pengaturan yang adaptif, ungkap Donny Heatubun.


Transaksi Digital, dan QRIS juga mengalami peningkatan mencapai 21,52Milyar, dengan jumlah pengguna QRIS mencapai 139.385 merchant. Untuk Elektronifikasi Transaksi Pemerintah juga terus didorong melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Di tahun 2021 terdapat 18 Pemda kategori berkembang, 5 Pemda kategori Maju. untuk di Tahun 2022 terdapat 6 Pemda Berkembang , 14 Pemda kategori Maju dan 3 Pemda Kategori Digital.
Bank Indonesia perwakilan Provinsi NTT juga sudah Distribusi Uang Kertas dan Logam (KARTAL) atau uang Tunai Rupiah yang beredar di wilayah 22 Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2022 ini mencapai 1,57 Triliun rupiah dengan bantuan 9 kas pembantu dan kas titipan yang tersebar di berbagai daerah.






Bank Indonesia NTT juga terus berkomitmen membangun UMKM , melalui 19 UMKM Binaan BI, 22 UMKM Mitra, dengan klaster pangan strategis, potensi ekspor, pendukung pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Wirausaha Binaan sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi dan stabilitas inflasi.
Berbagai klaster pangan dan komoditas Unggulan Binaan Bank Indonesia di NTT yaitu beras di Kabupaten Manggarai, Bijih Kopi di Kabupaten Ngada, Cabai & Kopi di Kabupaten Sumba Barat, Bawang Merah di Kabupaten Belu, Sapi dan Bawang serta Hortikultura di kabupaten Kupang dan kota Kupang.
Kopi Arabika Flores Bajawa NTT dan Rumah Tenun Ina Ndao Binaan Bank Indonesia NTT juga diikutsertakan dalam pameran di Expo Dubai , ENT Handycraft juga event di Paris Fashion week 2022.
Di Event Moto GP Mandalika, Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT juga berhasil mengirimkan 14 UMKM asal NTT untuk mengikuti showcasing, yaitu : Komodo Gift Shop, Cuing Bajo, Bajo Bloom, Kompiang Bajo, Sibakloang coffee, Now Eden Moringa, La Bajo Coffee, ASOG Ikat, JB Ethnic, Emanuel All Shop, Kampung Tenun Alor, CV.Beomapu Elba Jaya, La Moringa, Arabica Flores Bajawa.
Pengembangan UMKM Bank Indonesia Young Entrepreneur School (BI-YES), di Tahun 2022 diikuti 100 peserta BI-YES dengan pelatihan melalui 10 kelas reguler dan 9 kelas pengayaan mentor tamu.
Plt.Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun mengatakan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) di tahun 2022 diantaranya adalah penyaluran Beasiswa bagi Generasi BI untuk 100 Mahasiswa/mahasiswi, peningkatan kapasitas ekonomi sebanyak 23 UMKM di bidang pertanian, peternakan , pariwisata dan budaya, serta untuk Kepedulian Sosial dari BI NTT sebanyak 38 Lembaga Sosial yaitu pembangunan sarana dan prasarana rumah ibadah di 22 Kabupaten dan Kota wilayah provinsi NTT.
Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT juga disalurkan melalui berbagai acara, seperti Sasando DIA, CBP Rupiah Beraksi, BI NTT Batanya, BI Smart, Bincang kekinian, Instagram Live Streaming Bank Indonesia NTT, dan lainnya.
Baca Juga : Portal Berita di Kota Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Plt.Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun mengungkapkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi NTT untuk tahun 2023 diperkirakan tumbuh 4,31%-5,11% dibandingkan dengan tahun 2022, melalui investasi, konsumsi, dan Fiskal.
Sedangkan proyeksi Inflasi Provinsi NTT mendatang di tahun 2023 diperkirakan ke rentang sasaran 3±1% dibandingkan tahun 2022.
Fokus Program Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2023 yaitu pertama Pro Growth yang meliputi : mendorong hilirisasi dan ekosistem pembiayaan sektor produktif, Bekerjasama dengan akademisi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan sebagai Prime Mover Ekonomi NTT, Membangun Kolaborasi dengan designer untuk mengangkat mengankat kembali tenun NTT ke Kancah Nasional dan Internasional, Mendorong Investasi dan UMKM melalui forum investasi dan Gerakan bangga Buatan Indonesia (GBBI), Memperkuat sinergi dalam mendorong optimalisasi realisasi belanja pemerinta daerah NTT.
Kedua Pro Stability yang mencakup : Penguatan Sinergi pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) , Melakukan kajian analisis terkait dengan perdagangan antar daerah, inflasi, struktur konsumsi di NTT, distribusi komoditas strategis, Memperkuat Koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Mitra Strategis dalam TPID, Memperkuat kolaborasi dalam stabilisasi makroekonomi dan keuangan daerah.
Ketiga Digitalization yang meliputi : Digitalisasi pertanian dengan smart digital farming, Greenhouse, mengakselerasi digitalisasi UMKM, Mendorong penggunaan QRIS dan mendorong implementasi digitalisasi sistem pembayaran termasuk melanjutkan akseptasi BI-FAST kepada masyarakat, Mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah melalui TP2DD.
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Privinsi NTT tahun 2022 ini diisi dengan berbagai hadiah merchandize bagi para peserta online dan juga hadiah untuk para tamu undangan (onsite) sampai acara berakhir adalah emas Antam 0,5gram sebanyak 5 keping, kemudian 5 Keping emas masing-masing 1 gram dan hadiah utama 2 gram emas 1 keping yang diundi secara acak diraih oleh Penjabat Walikota Kupang Bapak George Melkianus Hadjoh, S.H. Acara pun ditutup dengan Apresiasi Penganugerahan BI Awards 2022, kepada para Stakeholder dan Temu Responden yang telah berpartisipasi dalam berbagai pengendalian inflasi NTT dan sinergi serta kolaborasi bersama Bank Indonesia NTT selama 2022. (Guntara/Kupangkota.com)




- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 30 November 2022
- Hits: 707
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) RI, Rilis Perkembangan Hasil Pengawasan dan Penindakan terkait Sirup Obat yang mengandung Cemaran Etilen Glikol atau Dietilen Glikol.

Penjelasan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) RI, sesuai nomor HM.01.1.2.11.22.179 Tanggal 17 November 2022, tentang Informasi Ke 9 mengenai Perkembangan Hasil Pengawasan dan Penindakan terkait Sirup Obat yang mengandung Cemaran Etilen Glikol / Dietilen Glikol.
Berdasarkan hasil investigasi lebih lanjut mengenai temuan sirup obat yang mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) / Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas, BPOM menyampaikan informasi sebagai berikut :
BPOM terus berproses menelusuri dan menindaklanjuti kejadian cemaran EG/DEG pada sirup obat hingga ke akar permasalahannya. Tidak hanya sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat, tetapi hal ini juga menjadi upaya dalam perbaikan sistem jaminan keamanan dan mutu obat di Indonesia.
Berdasarkan hasil pengawasan BPOM melalui penelusuran data registrasi dan sampling post market, sebanyak 168 (seratus enam puluh delapan) produk sirup obat tidak mengandung 4 (empat) pelarut (Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol), sehingga tidak mengandung cemaran EG/DEG dan aman untuk diedarkan. Daftar produk sirup obat yang aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai dapat dilihat pada Lampiran 1.
Kemudian BPOM melakukan Intensifikasi surveilans mutu produk sirup obat beredar dan bahan baku tambahan dengan metode penelusuran balik sebagai pengembangan pengawasan di jalur distribusi. Verifikasi hasil pengujian bahan baku obat dilakukan secara mandiri oleh Industri Farmasi (IF), termasuk untuk cemaran EG/DEG, dalam rangka memastikan terjaminnya keamanan dan mutu sirup obat. Verifikasi ini dilakukan berdasarkan pemenuhan kriteria, antara lain kualifikasi pemasok, pengujian bahan baku pada setiap kedatangan dan setiap wadah, serta memastikan metode pengujian mengikuti standar/ farmakope terkini.
Berdasarkan verifikasi hasil pengujian bahan baku obat tersebut, terdapat 126 (seratus dua puluh enam) produk dari 15 (lima belas) IF yang dinyatakan telah memenuhi ketentuan sesuai kriteria, sehingga direkomendasikan untuk dapat diedarkan. Daftar produk yang memenuhi ketentuan dan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai dapat dilihat pada Lampiran 2.
Dengan penjelasan ini, maka informasi produk sirup obat pada Penjelasan BPOM Tentang Informasi Kelima (23 Oktober 2022) dan Keenam (27 Oktober 2022) Hasil Pengawasan BPOM Terkait Sirup Obat yang Tidak Menggunakan Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, dan/atau Gliserin/Gliserol, yang sebelumnya dinyatakan aman termasuk dari kelima industri farmasi yang mengandung cemaran EG/DEG, dinyatakan tidak berlaku.
Saat ini, tingkat maturitas IF masih perlu ditingkatkan, utamanya pada 24% IF yang tingkat maturitasnya minimal. Untuk itu, BPOM akan melakukan prioritas pembinaan pada IF tersebut. Selanjutnya, untuk dapat menggambarkan maturitas IF yang lebih komprehensif, maka penilaian maturitas IF, selain penerapan CPOB juga akan mencakup kriteria rekam jejak industri, penerapan farmakovigilans, Good Registration Management (Manajemen Registrasi yang Baik), dan Good Clinical Practice (Cara Uji Klinik yang Baik).
Dalam rangka penanganan kasus Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) dan pencegahan agar kasus ini tidak terjadi lagi, BPOM telah melakukan komunikasi dengan World Health Organization (WHO) melalui WHO Global Surveillance and Monitoring System (GSMS) dalam bentuk Medical Product Alert terkait penanganan kasus KTD GGAPA. Selain itu, BPOM juga menjalin komunikasi terkait standar uji cemaran EG/DEG pada produk jadi dan metode pengujian dengan United States FDA, Thailand FDA, Saudi Arabia FDA, dan National Medical Products Administration (NMPA) Malaysia.
Dari hasil pengawasan dan pengujian terhadap produk jadi dan bahan baku sebelumnya pada 5 (lima) IF diketahui mengandung cemaran EG/DEG hingga mencapai 433-702 kali melebihi ambang batas. Kelima IF tersebut telah diberikan sanksi administratif berupa pencabutan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), pencabutan izin edar produk sirup obat, penghentian kegiatan produksi, penarikan semua sirup obat dari peredaran, dan pemusnahan semua persediaan (stock) sirup obat. Selain itu, BPOM juga telah memberikan sanksi administratif berupa pencabutan Sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) terhadap 2 (dua) Pedagang Besar Farmasi (PBF) yang terlibat dalam peredaran bahan baku Propilen Glikol yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Industri Farmasi (IF) sebagai pemegang izin edar obat perlu untuk bertanggung jawab terhadap mutu, keamanan, dan khasiat produk, termasuk mutu bahan baku yang digunakan, serta wajib melakukan pemantauan khasiat, keamanan, dan mutu obat selama obat diedarkan dan wajib melaporkan hasilnya kepada BPOM. IF harus mematuhi ketentuan, standar, dan regulasi yang berlaku antara lain Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, dan Peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2017 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat.
Dalam pengawasan obat di peredaran, BPOM telah mengidentifikasi adanya gapdalam sistem jaminan keamanan dan mutu obat dari hulu ke hilir, antara lain :
pemasukan Bahan Pelarut yang merupakan komoditi non-lartas yang tidak melalui pengawasan dan tidak memiliki Surat Keterangan Impor (SKI) BPOM;
tidak adanya ketentuan batas cemaran EG/DEG dalam produk obat jadi pada Farmakope Indonesia maupun internasional;
kondisi maturitas IF yang beragam, yang harus dijadikan dasar untuk penetapan kebijakan yang berdampak pada masyarakat luas dan ekonomi);
shortage (kelangkaan) bahan baku obat dan perbedaan harga antara pelarut pharmaceutical grade dengan chemical grade dalam periode tertentu yang dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan, sehingga perlu membangun kemandirian bahan baku pelarut;
sistem pelaporan Monitoring Efek Samping Obat (MESO) tidak digunakan oleh tenaga Kesehatan;
tidak adanya efek jera dari perkara hukum selama ini pada kasus kejahatan obat dan makanan (karena belum pernah ada bukti yang menyebabkan kematian).
Terkait perkembangan penindakan yang dilakukan BPOM, telah teridentifikasi beberapa pihak yang memanfaatkan gap (celah) dalam sistem jaminan keamanan dan mutu dari hulu ke hilir, serta kelalaian pihak industri dalam menjalankan tanggung jawab pengawasan dan penjaminan mutu produk, sehingga kejahatan tidak tercegah pada saat masuknya pasokan bahan baku atau eksipien pada rantai produksi.
Untuk memberikan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan bagi masyarakat, BPOM telah menindak 5 (lima) IF yang melakukan tindak pidana memproduksi sirup obat mengandung cemaran EG/DEG di atas ambang batas dan 1 (satu) distributor bahan kimia yang melakukan pemalsuan/pengoplosan propilen glikol (PG). Kelima IF dan distributor tersebut adalah PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries, PT Afi Farma, PT Samco Farma, PT Ciubros Farma, dan CV Samudra Chemical.
Dari keenam sarana tersebut, BPOM menangani investigasi dan penyidikan terhadap 4 sarana IF. PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries saat ini dalam status penyidikan dan telah dilakukan penetapan tersangka. Terhadap PT Ciubros Farma tengah dilakukan proses penyidikan dan masih dilakukan pemeriksaan saksi dan ahli, untuk selanjutnya dilakukan penetapan tersangka. Sementara terhadap PT Samco Farma, masih dilakukan investigasi dan pendalaman informasi, serta pemeriksaan saksi-saksi untuk segera dapat menetapkan tersangka. Penyidikan terhadap 2 sarana lain, yaitu PT Afi Farma dan CV Samudra Chemical, telah berproses bersama antara BPOM dan Bareskrim Polri.
BPOM telah berkoordinasi dengan pihak terkait seperti Kepolisian dan Kejaksaan Agung untuk dukungan kelancaran proses penindakan dan penegakan hukum sehingga dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.
Penindakan terhadap kejahatan kemanusiaan ini telah dan akan dilakukan secara tegas. BPOM dengan segera berkomitmen melakukan upaya perbaikan dan pencegahan agar tragedi ini tidak terulang. Belajar dari kasus GGAPA dan adanya bukti tindak kejahatan pemalsuan bahan baku obat, IF harus selalu menegakkan sistem jaminan keamanan-mutu obat secara konsisten. BPOM meminta komitmen IF, Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia, dan International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) untuk :
memenuhi persyaratan mutu produk sesuai dengan peraturan perundang-undangan, termasuk melakukan kualifikasi pemasok bahan baku;
melakukan penjaminan mutu produk selama beredar di jalur distribusi sampai ke konsumen;
melaporkan kepada BPOM apabila terjadi KTD yang diduga disebabkan produk obat, sebagai early warning pencegahan dan penanggulangan KTD;
melakukan penarikan produk secara sukarela jika terdapat produk yang tidak memenuhi ketentuan, terutama jika terbukti terkait dengan KTD; dan
meningkatkan pembinaan anggota asosiasi dalam menjaga mutu obat guna perlindungan kesehatan masyarakat dan keberlangsungan usaha IF.
BPOM melakukan upaya transformasi untuk memperkuat sistem jaminan keamanan dan mutu obat melalui penguatan BPOM, sehingga lebih independen dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai regulator dan pengawas obat dan makanan. Peningkatan peran, tugas, dan fungsi BPOM, selain terkait aspek kesehatan, juga pada aspek ekonomi-industri-perdagangan dan penegakan hukum untuk melindungi masyarakat dari kejahatan terkait obat dan makanan, perlu perkuatan legal payung hukum berupa Undang-undang dan kelembagaan.
Selain itu, perlu upaya sinergi berbagai pihak, termasuk sektor swasta, dalam membangun kemandirian bahan baku obat produksi dalam negeri untuk meningkatkan ketahanan sistem kesehatan nasional (resiliensi industri farmasi), serta lebih menjamin mutu dan keamanan obat.
BPOM akan terus memperbaharui informasi terkait hasil pengawasan sirup obat dalam KTD GGAPA. Komunikasi publik akan efektif jika informasi yang akurat, benar, dan valid dilakukan berkolaborasi dalam kerangka pentahelix (pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas masyarakat, dan media) sebagai sinergi kita membangun konsumen cerdas dan berdaya melindungi diri dari obat dan makanan yang berisiko terhadap keseahatan. (BPOM/Kupangkota)
Lampiran 2. Daftar Sirup Obat yang Berdasarkan Hasil Verifikasi Pelaksanaan Pengujian Mandiri Industri Farmasi Aman Digunakan Sepanjang Sesuai Aturan Pakai
________________________________________________________________________________________
Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. , Instagram @bpom_ri, Facebook Page @bpom.official, Twitter @bpom_ri, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia.
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 18 November 2022
- Hits: 808
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB





















