
NTT, Kupangkota.com - Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022, dilaksanakan 30 November 2022, jam 11:00WITA yang bertempat di lantai III Aula Nembrala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun Tema PTBI 2022 dan Temu Responden tahun ini di Provinsi NTT adalah "Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju." Sedangkan untuk di Jakarta , acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 secara Nasional juga dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Bapak Perry Warjiyo, pada pelaksanaan event hari yang sama 30 November 2022. Untuk Event PTBI Nasional 2022 nonton live streaming kunjungi disini.

PTBI Nasional 30 Nov 2022 di Jakarta,
Kiri Ke Kanan : Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja (Kepala Perwakilan BI NTT), Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTT Bapak Harry Alexander Riwu Kaho, Gubernur Jawa Tengah Bapak Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur NTT Bapak Josef A Nesoi
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) dan Temu Responden 2022 di Provinsi Nusa Tenggara Timur, dihadiri oleh Gubernur NTT yang diwakilkan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Ibu Yohanna E. Lisapaly,SH.,M.Si , Kemudian hadir Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun, bersama para Deputi BI NTT, PIPEBI NTT dan Pegawai BI NTT, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT Bapak Japarmen Manalu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT Bapak Catur Ariyanto Widodo, Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Daerah Provinsi NTT Bapak Dr. Drs. Jusuf Lery Rupidara, M.Si, Penjabat Walikota Kupang Bapak George Melkianus Hadjoh,S.H., Unsur Forkompimda, DPRD NTT, Perwakilan dari Danrem 161 Wirasakti, Danlantamal VII, Danlanud Eltari, Stakeholder, Media Jurnalis Pers, Akademisi, Para Pimpinan Bank di 22 Kabupaten & Kota Wilayah Provinsi NTT yang diikuti secara luring maupun daring (online).

Sambutan Gubernur NTT yang dibacakan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Ibu Yohanna E. Lisapaly,SH.,M.Si menyampaikan Pemerintah Daerah NTT sangat mengapresiasi Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT (BI NTT) dalam kerja kolaborasi dan sinergi, Sesuai tema PTBI 2022, "Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju."
Apalagi bertahan dalam kondisi ekonomi global yang belum menentu, maka NTT harus bangkit guna mewujudkan NTT sejahtera. Pemerintah NTT juga terus akan mendorong pembiayaan yang terintegrasi, program kemandirian pangan seperti Tanam jagung Panen Sapi (TJPS), mendorong digitalisasi pembayaran, kemajuan koperasi, BUMDes, Percepatan anggaran, TP2DD agar terus dilaksanakan. Kemudian mendorong iklim investasi yang produktif, perlu terus dijaga di Provini NTT ini.
Momentum PTBI 2022 agar bisa semakin menginpirasi, dan memberi semangat, Kolaborasi dan sinergi dengan berbagai stakeholder, masyarakat, dan Pemda NTT. Seperti fungsi advisory, dan BI NTT, laporan pengendalian inflasi daerah, perlu terus ditingkatkan. Penggunaan Digitalisasi pembayaran, QRIS, TTPKAD, TPID, TP2DD, BI-YES, Exotic Tenun Fes (ETF), BI corner (Perpustakaan), Beasiswa Genbi, Semua kegiatan BI untuk terus dipertahankan dan dikembangkan secara adaptif dan kreatif.
Untuk Provinsi NTT mendorong pertumbuhan ekonomi adalah dengan cara extraordinary, yang perlu terobosan, seperti Pertanian, TJPS, peternakan, penggunaan Energy baru terbarukan (ETB), pendampingan dan pembinaan UMKM, pariwisata, perikanan,dll sehingga Provinsi Kepulauan NTT ini bisa kuat secara Ketahanan pangan dan juga ketahanan Energy.

Acara yang dibuka dengan Sambutan Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun, mengatakan secara tahunan, Perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur pada triwulan III 2022 terus menguat dengan pertumbuhan mencapai 3,35% year on year (Data BPS NTT). Hal ini tumbuh meningkat ditopang oleh berlanjutnya perbaikan permintaan domestik di tengah normalisasi mobilitas masyarakat, diantaranya adalah pelonggaran kebijakan pembatasan aktivitas, peternakan provinsi NTT yang bebas penyakit mulut dan kuku pada sapi yang mendorong produksi dan pengiriman ternak, meningkatnya kunjungan wisatawan dan penyelenggaraan event secara offline, penyaluran Gaji ke13 dan akselerasi belanja barang jasa pemerintah, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang meningkat.
Sumber pertumbuhan Ekonomi Provinsi NTT Triwulan III di tahun 2022 diantaranya sektor Pertanian 29%, Administrasi Pemerintahan 13%, Sektor Perdagangan 12%, Sektor Konstruksi 10%, Jasa Pendidikan 9%, Sektor Lain-Lain 26%.
Plt.Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun, mengungkapkan untuk Inflasi Provinsi NTT mencapai angka sebesar 7,37% yoy (year on year) di Triwulan Ketiga atau di bulan Oktober 2022, sehingga tekanan inflasi NTT meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dan juga inflasi meningkat di tengah ketidakpastian global.
Berbagai cara dilakukan oleh Bank Indonesia perwakilan Provinsi NTT Bersama Pemerintah Daerah diantaranya bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam melakukan extra effort pengendalian inflasi, seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Pulau Flores dan Pulau Sumba NTT, Urban Farming 77ribu Gerakan tanam Hortikultura di Pekarangan Rumah, serta Operasi Pasar Murah dan Sidak Pasar di Seluruh Provinsi NTT.
Sehingga TPID Provinsi NTT dan TPID Kota Kupang terpilih sebagai Nominasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Awards 2022 dan meraih penghargaan di tingkat Nasional, Pungkas Donny Heatubun.




Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) perkembangan bertumbuh di Triwulan III 2022 mencapai 4,14% yoy, dengan pangsa DPK yakni Giro 14%, Tabungan 55% dan Deposito 31%. Pertumbuhan Kredit juga terus meningkat di Triwulan III tahun 2022, dengan nilai pertumbuhan kredit mencapai angka sebesar 12,08% yoy, dan NPL terjaga di 1,60% (Gross). Pangsa Kredit ini berdasarkan jenis Kredit Konsumsi 56%, Kredit Modal Kerja 38% dan Investasi 6%.
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT, dengan Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025 diantaranya yaitu integrasi ekonomi keuangan digital nasional, digitalisasi perbankan melalui Open Banking, interlink antara Fintech dan Perbankan, keseimbangan antara inovasi dengan consumers prorections integritas dan stabilitas serta persaingan usaha yang ketat, serta menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi keuangan digital antar negara. Semua dengan 5 inisiatif utama yakni standar open API, SP Ritel, Data, SP Nilai Besar dan pengaturan yang adaptif, ungkap Donny Heatubun.


Transaksi Digital, dan QRIS juga mengalami peningkatan mencapai 21,52Milyar, dengan jumlah pengguna QRIS mencapai 139.385 merchant. Untuk Elektronifikasi Transaksi Pemerintah juga terus didorong melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Di tahun 2021 terdapat 18 Pemda kategori berkembang, 5 Pemda kategori Maju. untuk di Tahun 2022 terdapat 6 Pemda Berkembang , 14 Pemda kategori Maju dan 3 Pemda Kategori Digital.
Bank Indonesia perwakilan Provinsi NTT juga sudah Distribusi Uang Kertas dan Logam (KARTAL) atau uang Tunai Rupiah yang beredar di wilayah 22 Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2022 ini mencapai 1,57 Triliun rupiah dengan bantuan 9 kas pembantu dan kas titipan yang tersebar di berbagai daerah.






Bank Indonesia NTT juga terus berkomitmen membangun UMKM , melalui 19 UMKM Binaan BI, 22 UMKM Mitra, dengan klaster pangan strategis, potensi ekspor, pendukung pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Wirausaha Binaan sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi dan stabilitas inflasi.
Berbagai klaster pangan dan komoditas Unggulan Binaan Bank Indonesia di NTT yaitu beras di Kabupaten Manggarai, Bijih Kopi di Kabupaten Ngada, Cabai & Kopi di Kabupaten Sumba Barat, Bawang Merah di Kabupaten Belu, Sapi dan Bawang serta Hortikultura di kabupaten Kupang dan kota Kupang.
Kopi Arabika Flores Bajawa NTT dan Rumah Tenun Ina Ndao Binaan Bank Indonesia NTT juga diikutsertakan dalam pameran di Expo Dubai , ENT Handycraft juga event di Paris Fashion week 2022.
Di Event Moto GP Mandalika, Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT juga berhasil mengirimkan 14 UMKM asal NTT untuk mengikuti showcasing, yaitu : Komodo Gift Shop, Cuing Bajo, Bajo Bloom, Kompiang Bajo, Sibakloang coffee, Now Eden Moringa, La Bajo Coffee, ASOG Ikat, JB Ethnic, Emanuel All Shop, Kampung Tenun Alor, CV.Beomapu Elba Jaya, La Moringa, Arabica Flores Bajawa.
Pengembangan UMKM Bank Indonesia Young Entrepreneur School (BI-YES), di Tahun 2022 diikuti 100 peserta BI-YES dengan pelatihan melalui 10 kelas reguler dan 9 kelas pengayaan mentor tamu.
Plt.Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun mengatakan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) di tahun 2022 diantaranya adalah penyaluran Beasiswa bagi Generasi BI untuk 100 Mahasiswa/mahasiswi, peningkatan kapasitas ekonomi sebanyak 23 UMKM di bidang pertanian, peternakan , pariwisata dan budaya, serta untuk Kepedulian Sosial dari BI NTT sebanyak 38 Lembaga Sosial yaitu pembangunan sarana dan prasarana rumah ibadah di 22 Kabupaten dan Kota wilayah provinsi NTT.
Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT juga disalurkan melalui berbagai acara, seperti Sasando DIA, CBP Rupiah Beraksi, BI NTT Batanya, BI Smart, Bincang kekinian, Instagram Live Streaming Bank Indonesia NTT, dan lainnya.
Baca Juga : Portal Berita di Kota Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Plt.Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun mengungkapkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi NTT untuk tahun 2023 diperkirakan tumbuh 4,31%-5,11% dibandingkan dengan tahun 2022, melalui investasi, konsumsi, dan Fiskal.
Sedangkan proyeksi Inflasi Provinsi NTT mendatang di tahun 2023 diperkirakan ke rentang sasaran 3±1% dibandingkan tahun 2022.
Fokus Program Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2023 yaitu pertama Pro Growth yang meliputi : mendorong hilirisasi dan ekosistem pembiayaan sektor produktif, Bekerjasama dengan akademisi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan sebagai Prime Mover Ekonomi NTT, Membangun Kolaborasi dengan designer untuk mengangkat mengankat kembali tenun NTT ke Kancah Nasional dan Internasional, Mendorong Investasi dan UMKM melalui forum investasi dan Gerakan bangga Buatan Indonesia (GBBI), Memperkuat sinergi dalam mendorong optimalisasi realisasi belanja pemerinta daerah NTT.
Kedua Pro Stability yang mencakup : Penguatan Sinergi pengendalian inflasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) , Melakukan kajian analisis terkait dengan perdagangan antar daerah, inflasi, struktur konsumsi di NTT, distribusi komoditas strategis, Memperkuat Koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Mitra Strategis dalam TPID, Memperkuat kolaborasi dalam stabilisasi makroekonomi dan keuangan daerah.
Ketiga Digitalization yang meliputi : Digitalisasi pertanian dengan smart digital farming, Greenhouse, mengakselerasi digitalisasi UMKM, Mendorong penggunaan QRIS dan mendorong implementasi digitalisasi sistem pembayaran termasuk melanjutkan akseptasi BI-FAST kepada masyarakat, Mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah melalui TP2DD.
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Privinsi NTT tahun 2022 ini diisi dengan berbagai hadiah merchandize bagi para peserta online dan juga hadiah untuk para tamu undangan (onsite) sampai acara berakhir adalah emas Antam 0,5gram sebanyak 5 keping, kemudian 5 Keping emas masing-masing 1 gram dan hadiah utama 2 gram emas 1 keping yang diundi secara acak diraih oleh Penjabat Walikota Kupang Bapak George Melkianus Hadjoh, S.H. Acara pun ditutup dengan Apresiasi Penganugerahan BI Awards 2022, kepada para Stakeholder dan Temu Responden yang telah berpartisipasi dalam berbagai pengendalian inflasi NTT dan sinergi serta kolaborasi bersama Bank Indonesia NTT selama 2022. (Guntara/Kupangkota.com)




- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 30 November 2022
- Hits: 707






















