Home
Bank Indonesia (BI) NTT, Bersama OJK NTT, DJPb NTT dan Bursa Efek Indonesia (BEI) NTT Media Gathering dengan insan Jurnalis Media dan Pers Tahun 2022

Pertemuan Media, Jurnalis dan Pers, 26 Oktober 2022, jam 17:00WITA bertempat di Hotel Tribe Kuta , Kabupaten Badung Provinsi Bali dilaksanakan Acara "Media Gathering" bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Bursa Efek Indonesia (BEI) NTT, dan Juga Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan RI (Kanwil DJPb) Provinsi NTT.

Acara berlangsung dengan mulai Pembukaan "Media Gathering" dan Kata Sambutan dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI KPw NTT) yang diwakili oleh ibu Frida Ernawati S, sebagai Kepala Seksi Kehumasan KPw BI Provinsi NTT, kemudian Sambutan dari Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT yaitu Bapak Setia Ariyanto.
Dana Pihak Ketiga (DPK) Perbankan di Provinsi NTT posisi September 2022 terkonsentrasi dalam bentuk kredit konsumsi sebesar 58,10%, diikuti modal kerja sebesar 36,77% dan investasi sebesar 5,13%. Secara year on year (yoy) dan year to date (ytd) kredit modal kerja dan konsumsi mengalami peningkatan, sedangkan kredit investasi masih mengalami penurunan, pungkas Setia Ariyanto.

Adapun dari Pihak BI NTT Bapak Putra Rizki, Asisten Manager seksi kehumasan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dalam penyampaian "Kebanksentralan" & kondisi terkini perekonomian NTT , dan juga perkembangan inflasi dan stagflasi yang terjadi di Kuartal ketiga (Q3) tahun 2022 secara tahunan yoy inflasi Triwulan III 2022 sudah mencapai 6,97%, sementara pertumbuhan ekonomi hanya 3%, itu menandakan artinya kesejahteraan Sosial (social welfare) masyarakat mengalami penurunan, dengan inflasi cukup tinggi, pertumbuhan ekonomi rendah ini yang disebut dengan Stagflasi.
Pemaparan berikutnya dari Kanwil DJPb NTT Bapak Herbudi Adrianto, Kepala Bagian Umum - Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara NTT, mengenai Perkembangan Kebijakan Fiskal di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang sampai saat ini masih dalam proses di Kuartal ketiga, bersama Bapak Dwi Harivarman sebagai Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran - Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara NTT
Bapak Danang Purbo Executive Trainer Kantor Perwakilan BEI Nusa Tenggara Timur, menyampaikan perkembangan pasar modal indonesia dan juga perkembangan investor di NTT serta investasi yang legal dengan perlu dipahami oleh masyarakat dengan berbagai kriterianya, serta selalu waspada investasi bodong atau investasi ilegal di masyarakat.

Narasumber dari Bank Indonesia KPw NTT , mengungkapkan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral, memiliki tujuan tunggal yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. BI Sebagai Bank Sentral adalah bank yang memegang simpanan bank lain dan menggunakannya untuk settlement pembayaran antarbank, menurut John Singleton (2011). Menurut Charles Goodhart (1991, paragraf 5) Bank Sentral menyediakan uang dan juga likuiditas ekstra pada saat bank umum mengalami kesulitan.

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur Tugas dan Wewenang Bank Indonesia (BI) sebagai Bank Sentral yaitu mengeluarkan alat pembayaran yang sah dari suatu negara, merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta menjalankan fungsi sebagai "lender the last resort", yang berarti Bank Indonesia sebagai Bank dari bank (banker's bank) dan sumber pinjaman terakhir (lender of last resort) ini berarti bahwa bank Indonesia merupakan bank dari bank-bank lainnya dan merupakan sumber terakhir pinjaman jika bank-bank umum tidak dapat memperoleh dari sumber lainnya.
Baca Juga : Berita di Wilayah Kota Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kunjungi Disini)

Untuk tugas dan kewenangan Bank Indonesia (BI) tentang ruang lingkup kebijakan moneter, adalah yang pertama menetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi. Kedua dengan melakukan pengendalian moneter dengan tidak terbatas pada operasi pasar terbuka di pasar uang, baik rupiah maupun valuta asing. Dan yang ketiga menetapkan tingkat diskonto , menetapkan cadangan minimum dan mengatur kredit atau pembiayaan.
Di dalam ruang lingkup Kebijakan Sistem Pembayaran, tugas dan wewenang Bank Indonesia mencakup instrumen tunai berupa uang kartaL atau uang kertas dan uang logam (koin), serta instrumen non tunai diantaranya paper based seperti cek, bilyet giro, wesel, kemudian electronic based seperti RTGS dan juga Card Based diantaranya Kartu debet, ATM dan kartu kredit.
Kebijakan sistem pembayaran diantaranya melaksanakan penyelenggaraan jasa sistem pembayaran yang dapat dilaksanakan oleh Bank Indonesia. Memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran (SP) dalam hal ini persetujuan terhadap penyelenggaraan jasa SP oleh pihak lain memenuhi persyaratan , khususnya keamanan dan efisiensi.
Mewajibkan penyelenggara jasa SP untuk menyampaikan laporan kegiatannya, dan BI dapat memantau penyelenggaraan SP, informasi yang diperoleh dari penyelenggara SP juga diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas Bank Indonesia.
Menetapkan penggunaan alat atau instrumen pembayaran agar alat pembayaran yang digunakan dalam masyarakat memenuhi persyaratan keamanan bagi pengguna.

(Kupangkota.com bersama insan media pers jurnalis NTT dalam Media Gathering 26 Oktober 2022, Bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia BI NTT, OJK NTT, Kanwil DJPb NTT, dan BEI NTT di Aula Hotel Tribe Kuta Bali)
Untuk Ruang lingkup Kebijakan stabilitas Sistem Keuangan , tugas dan wewenang Bank Indonesia yakni Kebijakan Mikroprudensial dan Makroprudensial. Mikroprudensial adalah lebih mengarah kepada analisis perkembangan individu lembaga keuangan. Makroprudensial adalah merupakan kebijakan yang ditetapkan Bank Indonesia untuk ikut mendorong terpeliharanya Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), melalui pengaturan dan pengawasan sistem keuangan, dalam rangka upaya pencegahan dan pembatasan resiko sistemik, peningkatan fungsi intermediasi, dan peningkatan akses dan efisiensi sistem keuangan. Makroprudensial lebih mengarah kepada analisis sistem keuangan secara keseluruhan sebagai kumpulan dari individu lembaga keuangan.
Acara Media Gathering tahun 2022 diakhiri dengan sesi tanya jawab diantara narasumber BI NTT, OJK NTT, DJPb NTT, BEI NTT bersama para insan pers media jurnalis, yang hadir sekitar 15 diantaranya baik media nasional, media lokal dan portal media online, surat kabar cetak dan media elektronik. (Guntara/Kupangkota).


- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 26 October 2022
- Hits: 913
Bank Indonesia (BI) NTT Kolaborasi Gerakan Petani Milenial Bersama Sekolah Lapang Iklim Tematik BMKG

SEKOLAH LAPANG IKLIM (SLI) TEMATIK BMKG KOLABORASI BERSAMA KPw BANK INDONESIA
PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
“Gerakan Petani Milenial Dalam Menjaga Stabilitas Pangan Berkelanjutan” dibuka secara Resmi Bapak Daniel Agus Prasetyo selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kupang Timur (04/10/2022), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi (Staklim) Nusa Tenggara Timur Kembali melakukan kolaborasi kegiatan Sekolah lapang Iklim (SLI) Tematik bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengusung tema “Gerakan Petani Sadar Iklim, untuk Ketahanan Pangan Nasional”. Adapun kegiatan ini dilaksanakan di salah satu lokasi mitra binaan Bank Indonesia yaitu GS Organik yang bertempat di Jalan Nomelaktosi-Matani, Penfui Timur-Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, selama 2 (dua) hari yaitu pada tanggal 4 dan 5 Oktober 2022 dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang.
Ada yang berbeda dari kegiatan SLI tematik kali ini, dimana para peserta terdiri dari beberapa kelompok tani yang berada di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, diantaranya Kelompok Tani GS Organik-Kab. Kupang, Kelompok Tani Sehati-Kota Kupang dan Kelompok Tani Noetnana-Kota Kupang dari lintas generasi. Adapun peserta didominasi oleh para petani milenial.
Pembukaan SLI Tematik ini dilakukan secara hybrid dan Luring dengan dihadiri oleh beberapa pejabat tingkat Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat seperti Kepala UPT Bidang Hortikultura Provinsi NTT, Kepala Desa Penfui Timur, para Kepala Unit Pelaksana Teknis BMKG yang berada dilingkungan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG melalui Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.
Rahmattulloh Adji selaku Kepala Stasiun Klimatologi NTTmenyampaikan sambutan sekaligus laporan kegiatan SLI Kolaborasi BMKG-Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur bersama Perwakilan Bank Indonesia Prov. NTT, bahwa akhir-akhir ini cuaca maupun iklim mengalami pergeseran dari kondisi normalnya yang ditandai dengan beberapa kondisi ekstrim yang kerap terjadi di wilayah NTT seperti kekeringan, kejadian hujan lebat di periode musim kemarau hingga kejadian ekstrim yang paling menggemparkan dan membekas di pikiran masyarakat NTT adalah Siklon Tropis Seroja. Beliau juga menambahkan bahwa salah satu komitmen utama BMKG khususnya Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Timur adalah melakukan kegiatan Sekolah Lapang Iklim baik tematik maupun operasional dengan berkolaborasi bersama lembaga pemerintah/swasta dan pelaku usaha yang memiliki konsen yang sama dalam peningkatan literasi dan edukasi terkait informasi cuaca dan iklim sehingga dapat memperkuat ketahanan pangan baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional yang kemudian akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

Kegiatan SLI kolaborasi ini secara resmi dibuka oleh Daniel Agus Prasetyo selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa lapangan usaha pertanian menjadi penopang utama perekonomian di Prov. NTT sebesar 29.17% pada tahun 2021. Sejalan dengan hal tersebut, BI senantiasa mendukung sektor-sektor penopang perekonomian melalui 3 pilar yaitu: pertama, Korporatisasi atau kelembagaan – pilar pertama ini adalah mendorong setiap kelompok untuk memiliki ijin yang memadai agar menikmati berbagai fasilitas dan dukungan dari pemerintah. Kedua, Pengembangan Kapasitas SDM - pilar ini difokuskan untuk adanya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk memahami informasi iklim yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi NTT, dan Ketiga, Pembiayaan – setelah pilar pertama dan kedua telah dilalui maka pilar ketiga ini merupakan yang tidak kalah penting untuk kelangsungan usaha pertanian, dimana BI akan memfasilitasi kelompok tani untuk bisa mendapatkan akses modal dari lembaga perbankan. Diakhir sambutan, beliau juga menyampaikan harapan yang besar atas kegiatan SLI Kolaborasi BMKG-BI ini dapat membantu para petani dalam merencanakan periode musim tanam hingga dapat menentukan waktu panen yang tepat sehingga dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian yang lebih baik lagi di masa yang akan datang sehingga pertumbuhan ekonomi tercapai dan menjaga inflasi tetap terjaga.
Beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan SLI ini diantaranya, Pengenalan Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim dan Proses Pembentukan awan dan hujan, kemudian materi terkait pengenalan alat-alat meteorologi yang digunakan sebagai dasar adanya informasi iklim, kemudian materi terkait Kearifan Lokal dan kaitannya terhadap informasi iklim yang dikeluarkan oleh BMKG, kemudian materi terkait Pemahaman dan Pemanfaatan Informasi Iklim, kemudian materi terkait Neraca Air Lahan, kemudian Pemahaman Informasi Iklim Ekstrem.
Yang paling menarik dari kegiatan kolaborasi ini Bank Indonesia KPw NTT menghadirkan lembaga perbankan nasional (BUMN) yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memberikan ruang dalam menyampaikan informasi terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan tujuan, setelah masyarakat atau petani muda ini memahami informasi tentang cuaca/iklim mereka mampu mendapatkan modal usaha melalui lembaga keuangan. Selain itu,Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. NTT juga memberikan materi mengenai bagaimana peran petani sebagai pahlawan yang selalu berkontribusi untuk ketahanan pangan nasional sehingga inflasi tetap terjaga untuk tercapainya stabilitas ekonomi suatu negara. Materi yang disampaikan juga mencakup bagaimana petani di era digital seperti saat ini juga dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dalam menghadapi berbagai tantangan perubahan, baik pengetahuan perubahan Iklim maupun pemanfaatan teknologi pertanian. Adapun materi lainnya adalah mengenai sistem pembayaran di Indonesia yang dikembangkan oleh BI yaitu sistem pembayaran menggunakan QR Code Indonesia Standard (QRIS). (KK/SP-BI)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 07 October 2022
- Hits: 786
Bank Indonesia NTT Hibah Barang Inventaris Layak Pakai Pada Organisasi Agama dan Kelurahan di Kota Kupang NTT

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 23 September 2022 jam 14:00WITA, melaksanakan Hibah inventaris layak pakai dari Bank Indonesia kpw NTT kepada organisasi keagamaan, Majelis Ulama Indonesia, GMIT Klasis Kota Kupang, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Kupang Bapak I Wayan Wira Susana,SE, Majelis agama Buddha Theravada Indonesia (MAGABUDHI) Bapak Tjendra, Kelurahan Oebobo, Lurah Oetete Ibu Dessy Lay,S.Sos,M.Si, Pengurus Panti asuhan Sonaf Manekat, Masjid dan Gereja.
Hibah yang diberikan BI Kpw NTT mencakup AC Pendingin ruangan (Air Conditioner) dan juga beberapa Kursi.
Baca Juga : Berita di Wilayah Kota Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kunjungi Disini)

Acara yang berlangsung siang hari dimulai dengan Ucapan Terima Kasih yang diwakili oleh Lurah Oetete yaitu Ibu Dessy Lay,S.Sos,M.Si atas berbagai barang hibah inventaris layak pakai dari BI Kpw NTT, dilanjutkan kata Sambutan dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja,ST,MDM, yang mengatakan Hibah berbagai barang ini digunakan untuk mendukung segala aktifitas baik itu dalam kegiatan Yayasan sekolah, organisasi dan juga kelurahan, karena semua barang-barang hibah ini masih sangat layak pakai, dan tidak boleh dijual karena dalam beberapa tahun akan ada audit dari pihak BI untuk penggunaannya agar sesuai dan tepat sasaran.

(Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja Kepala Bank Indonesia NTT, Bapak Daniel Agus Prasetyo Deputi BI NTT, dan Rary Triguntara, kupangkota.com)


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur , Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja pun mengajak semua pihak, baik pimpinan keagamaan, Bapak dan Ibu lurah dan juga berbagai stakeholder lainnya untuk bersama-sama di dalam pengendalian inflasi daerah. Saat ini data inflasi per agustus 2022 Provinsi NTT mencapai 4,93% year on year (yoy), serta deflasi 0,93 month to month (mtm) pada akhir agustus 2022, Pungkas Nyoman Ariawan Atmaja.




Pembentukan Kampung Sadar inflasi yang sudah diluncurkan BI NTT di Kelurahan Oebufu, Kota Kupang diharapkan bisa di aplikasikan kepada kelurahan lainnya, dengan bermacam kegiatan seperti kampung sadar inflasi yang menanam bibit cabe, benih bawang, dan berbagai bahan pokok lainnya yang merupakan tanaman pengendali inflasi.
Acara pun diakhiri dengan penandatanganan serah terima barang hibah, serta foto bersama para penerima barang inventaris layak pakai dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Kupangkota.com/Guntara)






- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 23 September 2022
- Hits: 922
Bank Indonesia Resmikan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 di HUT RI Ke 77

Kupangkota.com | 18 Agustus 2022 Bertempat di YES Cafe, di kelurahan Kayu putih, kecamatan Oebobo, Kota Kupang NTT , diselenggarakan "Sosialisasi Mata Uang Tahun Edisi 2022 dari Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur." Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja,ST,MDM , kemudian Deputi Kepala Perwakilan BI NTT Bapak Daniel Agus Prasetyo, dan Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah Bapak Aris Chandra Wijaya, serta Bapak Dicky di Bidang Pengendalian Inflasi BI NTT, dan juga Kehumasan BI NTT, dengan insan media pers jurnalis di NTT.
Baca Juga : Perkembangan Ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur Triwulan II Tahun 2022
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja,ST,MDM menyampaikan uang kertas Tahun Edisi (TE) 2022 ini sudah diluncurkan pagi ini jam 08:00WIB oleh Gubernur Bank Indonesia Bapak Perry Warjiyo dan juga Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani dengan pecahan 100 ribu, 50 ribu, 20 ribu, 10 ribu, 5000 , 2000 dan 1000 rupiah.

Peluncuran Uang kertas TE 2022 ini masih mempertahankan gambar Pahlawan, dan tempat wisata serta Tarian yang sesuai Uang Tahun Edisi 2016 namun perbedaannya pada Uang Tahun Emisi (TE) 2022 ini adalah pertama memiliki penguatan design yang lebih cerah, terang, warna yang lebih mudah dikenali, yang kedua fitur keamanan (Security feature) pada Uang Kertas RI yang lebih sulit untuk dipalsukan, dan yang ketiga ketahanan mata uang (durability) yang lebih kuat dan tahan lama dalam pengedarannya, pungkas I Nyoman Ariawan Atmaja.
Latar belakang dikeluarkan Uang Tahun Emisi (TE) 2022, Amanat UU No.7 Tahun 2011 tentang mata Uang, BI menyediakan uang rupiah dalam jumlah yang cukup dan pecahan yang sesuai sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI, ungkap I Nyoman Ariawan Atmaja.

Menurut Bapak Daniel Agus Prasetyo (Tengah), Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Ada beberapa aspek yang dimunculkan oleh Bank Indonesia dalam Uang Tahun Emisi 2022 ini, yang disingkat 3M diantaranya :
Mudah dikenali dengan design yang lebih tegas dan ukuran yang lebih praktis, dari sisi ukuran uang kertas TE 2022 lebih pendek untuk pecahan 1000, 2000, 5000, ada perbedaan sedangkan pecahan 100 ribu, ukuran panjangnya dan lebarnya masih sama, kemudian Memiliki fitur Keamanan yang lebih mumpuni,serta Mempunyai daya tahan Uang kertas yang lebih tahan lama, karena sudah Coating.

Bank Indonesia meluncurkan 7 (tujuh) pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022) pada Kamis, 18 Agustus 2022 di Jakarta. Ketujuh pecahan Uang TE 2022 tersebut secara resmi berlaku, dikeluarkan dan diedarkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bertepatan pada HUT-77 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2022. Menurut I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Perwakilan BI NTT, Uang Kertas Tahun Edisi (TE) 2022 ini tetap mempertahankan gambar utama pahlawan nasional pada bagian depan, serta tema kebudayaan Indonesia (gambar tarian, pemandangan alam, dan flora) pada bagian belakang sebagaimana Uang TE 2016. Ada tiga aspek inovasi penguatan Uang TE 2022, yakni desain warna yang lebih tajam, unsur keamanan pada uang kertas yang lebih mumpuni (sulit dipalsukan), dan ketahanan bahan uang yang lebih baik, pungkas I Nyoman Ariawan Atmaja.
Baca Juga : Berita informasi di Kota Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Pengeluaran dan pengedaran Uang TE 2022 merupakan salah satu pelaksanaan amanat UU Mata Uang sebagai bagian dari perencanaan pemenuhan kebutuhan uang masyarakat tahun 2022 dan dengan tetap menerapkan tata kelola yang baik sesuai Undang-Undang. Adapun pengeluaran Uang TE 2022 tidak memiliki dampak pencabutan atau penarikan Uang Rupiah yang telah dikeluarkan sebelumnya. Seluruh Uang Rupiah kertas ataupun logam yang telah dikeluarkan sebelumnya Tahun Emisi 2016 dinyatakan masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI sepanjang belum dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia. Sebagaimana diatur pada UU Mata Uang, pencabutan dan penarikan uang Rupiah dari peredaran ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia dan diumumkan melalui media massa.
Pengeluaran Uang TE 2022 yang bertepatan dengan momentum HUT RI ke-77 menjadi wujud semangat kebangsaan, nasionalisme, dan kedaulatan untuk menumbuhkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi nasional. Hal ini selaras pula dengan tema HUT RI ke-77 : Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat. Masyarakat dapat melakukan penukaran Uang TE 2022 melalui perbankan atau kas keliling yang disediakan Bank Indonesia. Pemesanan penukaran melalui kas keliling dilakukan melalui aplikasi PINTAR yang dapat diakses melalui laman https://pintar.bi.go.id.
Aplikasi penukaran tersebut dapat diakses oleh masyarakat mulai tanggal 18 Agustus 2022 pukul 11.00 WIB dengan jadwal penukaran uang mulai tanggal 19 Agustus 2022. Pelaksanaan penukaran dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan COVID-19 yang telah ditetapkan Pemerintah.

Kepala Unit Pengelolaan Uang Rupiah, Bapak Aris Chandra Wijaya (Foto Kanan), mengatakan tingkat pemusnahan uang lusuh dan rusak tidak layak edar di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk tahun 2021 sudah mencapai total Rp2.258.000.000 (rata-rata diatas 2,2 triliun rupiah uang lusuh di NTT). Untuk di NTT penukaran uang lusuh bisa dilaksanakan setiap hari Kamis jam 09:00-12:00WITA , di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT, dan akan ada Kas Keliling yang juga melayani penukaran uang lusuh di pasar-pasar dan tempat umum/ ruang publik, agar uang tidak layak edar (UTLE) bisa segera tergantikan dengan Uang Rupiah Layak Edar (URLE).
Adapun ciri Design Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi (TE) 2022 bisa kunjungi disini :
https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Documents/sp_2421922_Desain_Uang_Rupiah_Kertas_Tahun_Emisi_2022.png
Ciri-ciri dari Keaslian Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 bisa kunjungi disini :
https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/PublishingImages/Pages/sp_2421922/sp_2421922_Ciri-ciri_Keaslian_Uang_Rupiah_Kertas_Tahun_Emisi_2022.png


Bapak Dicky (Foto Kiri) di Bidang Pengendalian Inflasi perwakilan BI NTT mengungkapkan, peran berbagai stakeholder yakni TPID, Tim Pengendali Inflasi Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur perlu terus ditingkatkan, khususnya terkait harga pangan di masyarakat agar tetap terkendali. Bank Indonesia NTT meluncurkan Kampung Sadar Inflasi di Oebufu Kota Kupang NTT, dengan menanam 3000 bibit benih cabe rawit , lombok keriting, agar masyarakat bisa menghasilkan sendiri tanaman pengendali inflasi dan tidak terpengaruh harga di pasar karena bisa hasilkan cabe di pekarangan rumah masing-masing. Kampung sadar inflasi ini akan terus dikembangkan di daerah lainnya terkait dengan tanaman - tanaman pengendali inflasi seperti cabe dan bawang merah & putih.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, juga mengatakan strategi pengendalian inflasi di NTT total bibit yang akan dibagikan mencapai 77.000 bibit tanaman pengendali inflasi, sesuai dengan HUT RI ke 77 di tahun 2022. Dalam Sesi tanya jawab dari kupangkota.com menanyakan apa langkah taktis Pemerintah NTT dalam menjaga stok pangan dan pengendalian pasca produksi hasil panen di NTT yang berlimpah, dan Kepala BI NTT menyampaikan saat high level meeting bersama Bank Indonesia NTT dan Pemerintah Daerah NTT, pada 12 agustus 2022 Pemerintah NTT yaitu Gubernur NTT sudah memberikan instruksi kepada semua Kepala Daerah di 22 kabupaten dan Kota untuk segera menyediakan, bahkan menyewa cold storage penyimpanan bahan makanan di beberapa pasar untuk menjaga produksi pangan dan penyimpanan bahan makanan seperti ikan, sayur, daging agar terjaga kondisi layak jual dan tidak cepat rusak karena tersimpan dengan baik di cold storage container, semua bahan pangan dengan higienis serta harga yang terjangkau di masyarakat, ujar I Nyoman Ariawan Atmaja. Peran Bank Indonesia NTT siap berkomitmen selalu sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak khususnya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang akan melaksanakan kegiatan bulan september 2022 di Waingapu (Pulau Sumba) dan juga Maumere (Pulau Flores NTT), serta di Kota dan Kabupaten Kupang (Pulau Timor). Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) ini akan melibatkan Pemerintah Daerah NTT, dan 22 Bupati dan walikota di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Baca Juga : Berita informasi di Kota Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur



Acara sosialisasi Uang Kertas Tahun Emisi 2022 ini berlokasi di YES Cafe dengan penanggung jawab ibu irene, dimana YES Cafe menurut I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala BI NTT adalah merupakan muara dari Bank Indonesia Young Entrepreneur School (BIYES). Di YES Cafe ini terdapat berbagai booth UMKM, dagang kuliner, susu rempah, kopi NTT, nasi, serta fasilitas permainan ayunan anak, taman bermain, lopo (bale bengong), toilet, serta tempat cuci tangan dan tempat sampah yang strategis, rumput halaman nampak asri dan sejuk untuk berbagai aktifitas outdoor, media pers jurnalis serta masyarakat bisa datang dan menikmati suasana YES CAFE di halaman outdoor kompleks Perumahan BI NTT jalan perintis kemerdekaan I kelurahan Kayu putih, yang juga kedepannya akan tersedia wifi internet, dan berbagai produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari BI YES yang terpilih untuk tersaji di YES Cafe ini. (KK/Guntara)
Narasi, Photo, Editor : Rary Triguntara





- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 18 August 2022
- Hits: 1040
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB





















