IMG-20200224-WA0025
 
Kunjungan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Ibu Destry Damayanti,SE, M.Sc di Kampung Adat Praliu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan berbagai rangkaian acara 
Launching kampung wisata digital , diantaranya :
1. Apps untuk layanan.
2. Pembayaran non tunai dan Quick Response Indonesian Standard (QRIS)
3. Info produk, jasa dan destinasi dengan qrcode
4. E-siskamling
5. E-Learning
 
Di kampung adat Praliu, Kabupaten Sumba Timur ini juga dihadiri Kepala Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, dan acara pun diisi dengan pementasan berbagai hasil kain tenun adat, dan Bank Indonesia NTT akan mendukung Kampung Adat sebagai destinasi Pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, dan menjaga inflasi di masyarakat karena sektor jasa dan pariwisata turut berkontribusi dalam indikator inflasi. (Guntara)
 
IMG-20200224-WA0024
 
IMG-20200224-WA0028

kk2

Perkembangan Ekonomi Terkini di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2019 Inflasi terjaga di bawah sasaran Nasional, hal ini terungkap dalam acara Santai-Santai Duduk Omong Dengan Media (Sasando Dia) seluruh media TV, Radio, pers, wartawan, bersama Bank Indonesia Provinsi NTT, pada 9 Januari 2020, jam 16:00wita yang bertempat di Kopi Petir, Oebobo kota Kupang. 

Acara ini dihadiri oleh : Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja (kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT), Bapak Eddy Junaedi (Kepala Tim Sistem Pembayaran,Pengedaran Uang dan Layanan Administrasi) , serta Ibu Rut Eka Trisilowati (Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi).

yang membahas laporan keuangan dan inflasi 0,67% di NTT, sedangkan inflasi untuk nasional 2,71%, serta sistem pembayaran non tunai QR code (QRIS), tentang Perputaran uang yang beredar selama 2019 dari BI tersalurkan sebesar 8,6 Triliun, untuk kota kupang 3,2 Triliun.  

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi NTT pada bulan Desember 2019 tercatat terkendali sebesar 0,80% (mtm). Meskipun meningkat sesuai pola musiman dibandingkan dengan inflasi bulan November 2019 sebesar 0,32% (mtm), inflasi IHK bulan Desember 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan rerata inflasi IHK Desember lima tahun terakhir sekitar 1,65% (mtm). Perkembangan ini ditopang oleh terkendalinya inflasi kelompok bahan makanan, meskipun sesuai pola musiman akhir tahun naik dari bulan lalu sebesar 1,46% (mtm) menjadi tercatat 2,02% (mtm). Inflasi kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga terkendali, sebesar 1,36% (mtm), meskipun berlawanan dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,35% (mtm). Secara tahunan, inflasi IHK Provinsi NTT tahun 2019 tercatat 0,67% (yoy) dan di bawah kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 3,5±1% (yoy). Pencapaian ini tidak terlepas dari konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga serta ditopang sinergi kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah terutama dalam lingkup Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga sehingga inflasi nasional pada tahun 2020 terjaga dalam kisaran sasaran 3,0±1% dan inflasi Provinsi NTT pada kisaran 2,5% - 2,9% (yoy). Inflasi IHK 2019 tercatat menurun dibandingkan dengan inflasi IHK 2018 sebesar 3,07% (yoy). Kondisi ini dipengaruhi inflasi kelompok bahan makanan yang terkendali pada level rendah 0,75% (yoy), didukung oleh sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah sehingga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi kelompok bahan makanan tetap terjaga, khususnya komoditas utama seperti beras, daging dan telur ayam ras, ikan segar, dan sayur-sayuran. Sementara itu, inflasi kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat deflasi sebesar -0,40% (yoy), didorong oleh penurunan tarif angkutan udara pasca kebijakan Pemerintah menurunkan tarif batas atas sejak bulan Mei 2019.

kk

Untuk Kinerja perbankan di Provinsi NTT baik dari sisi intermediasi, efisiensi, maupun ketahanan masih terjaga dengan baik. Sampai dengan November 2019, kredit yang disalurkan di Provinsi NTT mencapai Rp 33,61 triliun atau tumbuh 12,76% (yoy), didominasi oleh kredit konsumsi mencapai 58,65%. Pangsa kredit UMKM di NTT mencapai 34,67%, melampaui target penyaluran kredit UMKM secara nasional yakni 20%. Kualitas penyaluran kredit perbankan secara umum juga terpantau baik tercermin dari rendahnya rasio kredit bermasalah sebesar 2,31%. Penghimpunan dana pihak ketiga di perbankan, baik yang berasal dari masyarakat maupun pemerintah, sampai dengan November 2019 mencapai Rp 30,82 triliun atau tumbuh 16,91% (yoy).

Perkembangan Pengedaran Uang Rupiah di Provinsi NTT,  Jumlah uang Rupiah yang keluar dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT (outflow) pada bulan Desember 2019 sebesar Rp 2,36 triliun, meningkat 21% (yoy). Tingginya kebutuhan uang Rupiah pada bulan Desember 2019 terutama dipengaruhi oleh perayaan Natal dan Tahun Baru serta penyelesaian proyek pada akhir tahun. Secara tahunan, jumlah outflow pada tahun 2019 mencapai Rp 8,6 triliun. Jumlah tersebut meningkat 14% (yoy) dibandingkan tahun 2018 sebesar Rp 7,5 triliun. Bank Indonesia senantiasa berupaya memenuhi kebutuhan uang Rupiah masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan sesuai, tepat waktu, dan layak edar. Untuk memenuhi kebutuhan Rupiah masyarakat pada bulan Desember 2019, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama perbankan membuka layanan penukaran uang baik melalui loket penukaran di dalam kantor maupun kegiatan kas keliling. Kegiatan kas keliling dilakukan di 55 titik lokasi yang tersebar di Kota Kupang dan kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTT. Di samping itu, layanan penukaran juga dilakukan di delapan titik kas titipan yang tersebar di Maumere, Atambua, Waingapu, Ende, Ruteng, Lewoleba, Waikabubak dan Kalabahi. Temuan uang palsu selama tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan. Sepanjang tahun 2019, temuan uang palsu di Provinsi NTT mencapai 247 lembar, turun -28,82% (yoy) dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 347 lembar. Sebagian besar temuan uang palsu pada tahun 2019 berasal dari permintaan klarifikasi perbankan dan didominasi oleh pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000. Adapun rincian temuan uang palsu adalah sebagai berikut :

 

Asal Temuan Uang Palsu

2017

2018

2019

Dalam lembar

Loket Bank Indonesia

5

3

21

Setoran Perbankan

19

57

61

Klarifikasi Perbankan

31

287

158

Klarifikasi Polisi

387

0

7

Total

442

347

247

 

Mengenai Perkembangan Sistem Pembayaran Non Tunai, Sejak 1 Januari 2020 semua merchant yang telah menggunakan QR Code pembayaran tidak diperkenankan menggunakan QR Code yang belum sesuai QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Hal ini sesuai dengan Peraturan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia No 21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code untuk Pembayaran (PADG QRIS). Dalam hal terdapat merchant atau pedagang yang belum menggunakan QRIS diharapkan agar segera berkoordinasi dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) untuk pergantian QR Code pembayaran. Merchant juga dapat mendaftarkan atau migrasi QR Code menjadi QRIS di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT pada tanggal 9-11 Januari 2020. Sementara itu, Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) sejak 1 September 2019 telah mengalami penyempurnaan peraturan untuk jenis layanan transfer dana dari sisi biaya, waktu dan batas nominal transaksi. Hal ini berdampak pada peningkatan nominal transaksi kliring di Provinsi NTT secara total pada triwulan IV 2019 sebesar 16,79% (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yakni sebesar 1,22% (yoy). Secara keseluruhan, nominal transaksi kliring pada tahun 2019 mencapai Rp 12,74 triliun atau tumbuh 4,66% (yoy) dibandingkan tahun 2018. Semoga bermanfaat karena berbagi kebaikan takkan pernah merugi dan selalu beruntung.  (Siaran Pers BI, KupangKota (KK) Guntara)

 

Google Logo Jaya Phita adalah guest house yang terletak di kota Kupang. Kenyamanan dan ketenangan bisa didapatkan saat anda menginap disini dengan total kamar sebanyak 19 unit dan akan datang mencapai 34 kamar. Guest house ini hanya berjarak 6 menit dari Bandar Udara El Tari Kupang, dan 10 menit menuju pusat kota.

Read more: Jaya Phita Guest House Kupang NTT