BI NTT01

7 September 2020, jam 11:00WITA, bertempat di lantai II Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, dilaksanakan Sosialisasi Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun Republik Indonesia (UPK75). Menurut Kepala Bank Indonesia NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, mengatakan acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia ini bertujuan untuk lebih memberikan informasi kepada seluruh masyarakat di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengenai fungsi Uang Peringatan (Commemorative Money) yakni Uang Rupiah yang dikeluarkan secara khusus untuk tujuan tertentu atau untuk memperingati suatu peristiwa yang berskala nasional atau internasional, yang meliputi: Peringatan HUT kemerdekaan, Peringatan HUT peristiwa sejarah nasional, atau Pelaksanaan kegiatan olahraga berskala internasional yang diselenggarakan di Indonesia.

Perbedaan Uang Peringatan dengan uang Rupiah biasa, Uang Peringatan hanya diterbitkan dalam waktu tertentu untuk memperingati peristiwa yang berskala nasional maupun internasional. Uang Rupiah biasa diterbitkan secara rutin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyediakan uang Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di dalam bertransaksi di wilayah NKRI. Total uang yang ada di Bank Indonesia wilayah NTT mencapai 900.00 lembar, dan baru terdistribusi ±4000 lembar (update 7 september 2020).

Dasar Hukum  dan Ketentuan yang mengatur Uang Peringatan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia diatur dalam ketentuan UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang,  PBI No.21/10/PBI/2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah (antara lain Pasal 2, Pasal 11),  Keppres No.13 Tahun 2020 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta Sebagai Gambar Utama Pada Bagian Depan Rupiah Kertas Khusus Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Di dalam sejarah penerbitan Uang Peringatan di Indonesia, Bank Indonesia pernah mengeluarkan uang Peringatan sebanyak 10 (sepuluh) kali yang 3 (tiga) kali diantaranya dikeluarkan untuk memperingati hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia diantaranya :
HUT Kemerdekaan RI ke-25 berupa uang logam emas :
Rp25.000, Rp.20.000, Rp10.000, Rp.5000, Rp.2000 , Uang logam Perak : Rp.1000, Rp750, Rp500, Rp250, Rp200.
HUT kemerdekaan RI ke-45 berupa Uang Logam Emas : Rp.750.000, Rp250.000, Rp125.000.
HUT kemerdekaan RI ke-50 berupa Uang logam emas : Rp850.000, Rp.300.000.

BI NTT02


Latar Belakang pengeluaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI, yakni sebagai Wujud syukur atas anugerah kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan Indonesia selama 75 tahun sekaligus simbol kebangkitan dan optimisme dalam menghadapi tantangan melanjutkan pembangunan bangsa menyongsong masa depan Indonesia Maju, Memperkokoh kedaulatan negara melalui Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah NKRI, serta Bentuk berbagi kebahagiaan kepada Rakyat Indonesia untuk memiliki Uang Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan RI dalam peringatan HUT RI ke-75.

Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI dikeluarkan dalam rangka bertujuan memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-75 sebagai wujud dalam mensyukuri anugerah kemerdekaan dan pencapaian hasil pembangunan Indonesia selama 75 tahun merdeka, simbol memperteguh kebhinekaan, dan optimisme menyongsong masa depan Indonesia yang gemilang. Sesuai dengan tujuan pengeluaran Uang Peringatan adalah untuk memperingati HUT Kemerdekaan 75 Tahun RI, maka Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI ini dikeluarkan, diedarkan, dan mulai berlaku sebagai alat pembayaran yang sah tepat pada hari kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2020.

BI NTT03BI NTT05BI NTT07
Filosofi, Desain, Bahan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI memiliki Tema besar dalam desain Uang Peringatan 75 Tahun Kemerdekaan RI yaitu Mensyukuri Kemerdekaan, Memperteguh Kebhinekaan, Menyongsong Masa Depan Gemilang.
Adapun makna/filosofi umum desain Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI, yaitu Mensyukuri Kemerdekaan digambarkan dengan peristiwa Pengibaran Bendera pada saat proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, gambar Proklamator Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta, serta gunungan yang memiliki filosofi pembuka dan permulaan lembaran baru, Memperteguh Kebhinekaan digambarkan dengan anak Indonesia menggunakan pakaian adat yang mewakili daerah barat, tengah, dan timur NKRI serta beragam kain motif kain Nusantara yaitu tenun Gringsing Bali, batik kawung Jawa, dan songket Sumatera Selatan yang menggambarkan kebaikan, keanggunan, dan kesucian.

Menyongsong Masa Depan Gemilang digambarkan dengan Satelit Merah Putih sebagai jembatan komunikasi NKRI, peta Indonesia Emas pada bola dunia yang melambangkan peran strategis Indonesia dalam kancah global, serta anak Indonesia yang digambarkan sebagai SDM unggul di era Indonesia Maju.

Cara untuk mengenali ciri-ciri Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI, yaitu Bagian Muka :
1. Gambar utama Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno - Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta;
2. gambar bunga Anggrek Bulan yang di dalamnya berisi logo Bank Indonesia yang akan berubah warna dan memiliki efek gerak dinamis apabila dilihat dari sudut pandang berbeda;
3. Hasil cetak yang akan terasa kasar apabila diraba pada bagian gambar utama pahlawan, dan tulisan nominal tujuh puluh lima ribu rupiah pada sisi muka uang;
4. Tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta serta electrotype berupa angka “75” yang dapat diterawang;
5. Gambar saling isi (rectoverso) dari logo Bank Indonesia yang dapat dilihat secara utuh apabila diterawangkan ke arah cahaya.
6. Hasil cetak yang memendar dalam 1 (satu) atau beberapa warna apabila dilihat dengan sinar ultraviolet berupa : gambar pengibaran bendera pada peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945, gambar motif songket yang berasal dari daerah Sumatera Selatan dan jembatan Youtefa Papua.
Bagian Belakang UPK75 : Gambar anak Indonesia menggunakan pakaian adat daerah, serta nomor seri yang meliputi 3 (tiga) huruf dan 6 (enam) angka. Hasil cetak yang terasa kasar apabila diraba pada bagian anak indonesia, peta indonesia dalam bola dunia, dan tulisan “DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MENGELUARKAN RUPIAH SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN YANG SAH DENGAN NILAI TUJUH PULUH LIMA RIBU RUPIAH”.

Tanda air berupa gambar Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta serta electrotype berupa angka “75” yang dapat diterawang; dan 5. gambar saling isi (rectoverso) dari logo Bank Indonesia yang dapat dilihat secara utuh apabila diterawangkan ke arah cahaya; dan 6. Hasil cetak yang memendar dalam 1 (satu) atau beberapa warna apabila dilihat dengan sinar ultraviolet berupa:

1) gambar motif tenun Gringsing yang berasal dari Bali;
2) angka “75000”;
3) angka “75”;
4) bidang persegi empat yang berisi tulisan “NKRI”; dan
5) nomor seri yang meliputi 3 (tiga) huruf dan 6 (enam) angka. Agar masyarakat dapat mengenali ciri-ciri keaslian Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI, Bank Indonesia telah menyediakan media komunikasi dan edukasi kepada masyarakat melalui poster serta informasi yang dapat diunduh melalui website Bank Indonesia atau melalui tautan https://pintar.bi.go.id.

Mekanisme Mendapatkan Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI  masyarakat dapat menukarkan uang Rupiah senilai Rp75.000 secara tunai dengan 1 (satu) lembar UPK 75 Tahun RI yang memiliki nilai nominal senilai Rp75.000.
Sebelum melakukan penukaran, masyarakat harus melakukan pemesanan jadwal dan lokasi penukaran secara online pada aplikasi PINTAR di website Bank Indonesia melalui tautan https://pintar.bi.go.id. 
Jumlah Uang Peringatan yang boleh ditukar setiap orang dengan Setiap 1 (satu) KTP hanya dapat ditukarkan untuk memperoleh 1 (satu) lembar Uang Peringatan Kemerdekaan Ke-75 RI dengan nominal Rp 75.000.

 

BI NTT04

Masyarakat melakukan pemesanan penukaran secara online dengan mengisi formulir pemesanan pada aplikasi PINTAR di website Bank Indonesia melalui tautan https://pintar.bi.go.id. 

Periode pemesanan penukaran, jadwal dan lokasi penukaran terdiri dari 2 (dua) tahap, yaitu:

a. Periode pemesanan penukaran tahap 1 (tanggal 17 Agustus 2020 Pukul 15.00 WIB – 30 September 2020), dengan tempat penukaran di Kantor Pusat (KP) Bank Indonesia dan 45 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN) di seluruh provinsi dan beberapa kota/kabupaten;

b. Periode pemesanan penukaran tahap 2 (tanggal 1 Oktober 2020 – selesai), dengan tempat penukaran di Bank Indonesia (KP dan KPwDN) dan Bank Umum yang ditunjuk.

Persyaratan dalam melakukan pemesanan jadwal dan lokasi penukaran yakni :  Warga Negara Indonesia, Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Aplikasi PINTAR dapat diakses melalui website Bank Indonesia (web browser) melalui tautan https://pintar.bi.go.id sehingga bukan berbentuk aplikasi yang dapat diunduh melalui Android atau iOS.

penukaran dapat dilakukan di :

a. Kantor Pusat Bank Indonesia dan 45 Kantor Perwakilan Dalan Negeri Bank Indonesia terhitung mulai 18 Agustus 2020 – 30 September 2020;.

b. Bank Umum yang ditunjuk dan Kantor Pusat Bank Indonesia serta 45 Kantor Perwakilan Dalam Negeri Bank Indoensia terhitung mulai 2 Oktober 2020 – selesai.

Apa persyaratan bagi masyarakat untuk dapat melakukan penukaran? Dalam melakukan penukaran untuk memperoleh Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh penukar, yaitu:

a. Telah melakukan pemesanan melalui aplikasi PINTAR;

b. Membawah Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli;

c. Membawa bukti pemesanan dalam bentuk hardcopy atau digital;

d. Melakukan penukaran pada waktu dan lokasi yang telah dipilih sesuai yang tertera pada bukti pemesanan; dan Data Nama dan NIK yang tercantum pada bukti pemesanan sesuai dengan KTP asli yang dibawa pada saat penukaran.

 BI NTT06

Jadwal penukaran paling cepat dapat dilakukan 1 (satu) hari setelah pemesanan dilakukan, sepanjang kapasitas penukaran UPK 75 Tahun RI pada waktu dan lokasi yang dipilih masih tersedia.

Bagi Penukaran bisa diwakilkan oleh orang lain (perwakilan penukar) secara kolektif dengan syarat membawa bukti pemesanan dalam bentuk hardcopy atau digital, surat kuasa bermaterai cukup, KTP asli pemesan sesuai dengan data yang tertera pada bukti pemesanan, KTP/SIM/Paspor asli perwakilan penukar, serta mengisi form template (file excel) dari pihak Bank Indonesia.

Hal-hal yang harus diperhatikan masyarakat saat melakukan penukaran Uang Peringatan di Kantor Bank Indonesia dan/atau Bank Umum Memperhatikan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 sesuai kebijakan Pemerintah setempat.

Periode penukaran di Bank Indonesia dimulai pada tanggal 18 Agustus 2020 sampai dengan seluruh lembar uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI ditukarkan oleh masyarakat. Penukaran di Bank Indonesia dapat dilakukan pada pukul 08.00-11.00 waktu setempat Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPwDN) Bank Indonesia. Dalam aplikasi pemesanan penukaran, masyarakat dapat memilih waktu penukaran sebagai berikut: Pukul 08.00-09.00 waktu setempat, Pukul 09.00-10.00 waktu setempat, Pukul 10.00-11.00 waktu setempat

Periode penukaran di Bank Umum yang ditunjuk Bank Indonesia dimulai pada tanggal 2 Oktober 2020 sampai dengan seluruh lembar uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI ditukarkan oleh masyarakat.

Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Tahun RI oleh masyarakat dengan Penunjukkan bank umum  oleh Bank Indonesia, dikarenakan bank umum tersebut memiliki jaringan kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia, sehingga jangkauan layanan penukaran UPK 75 Tahun RI kepada masyarakat diharapkan dapat lebih luas dan merata. Cabang bank umum sebagai lokasi penukaran UPK 75 Tahun RI dapat dilihat dalam menu aplikasi saat memilih lokasi penukaran.

 

 

BI NTT1Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT pada triwulan I tahun 2020 tercatat 2,84% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,32% (yoy). Hal tersebut didorong oleh dampak dari penanganan Pandemi Covid19 yang mulai mempengaruhi kegiatan ekonomi Provinsi NTT, terutama permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga tercatat 4,41% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV 2019 yang mencapai 7,79% (yoy). Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh curah hujan yang rendah mengganggu produktivitas pertanian serta virus flu babi Afrika yang menahan kinerja sublapangan usaha peternakan.

Sementara itu, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi NTT pada April 2020 tercatat 0,07% (mtm) atau 1,71% (yoy), lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 2,67% (yoy). Hal ini menunjukkan bahwa faktor rendahnya permintaan mulai mengurangi tekanan inflasi seiring langkah-langkah penanganan Pandemi Covid19 antara lain physical distancing dan pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah. Rendahnya inflasi juga dipengaruhi oleh terjaganya inflasi kelompok bahan makanan, didukung sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah dalam lingkup Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Bank Indonesia meyakini sampai akhir tahun 2020, inflasi Provinsi Nusa Tenggara Timur akan terkendali di bawah kisaran sasaran inflasi nasional 3+1 % atau 3-1% .

Sejak merebaknya Pandemi Covid10, Bank ndonesia terus memperkuat seluruh instrumen bauran kebijakan yang dimiliki. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, mendukung stabilitas sistem keuangan, dan pada saat yang sama mencegah penurunan kegiatan ekonomi lebih lanjut berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Bauran kebijakan Bank Indonesia tersebut terdiri dari 6 aspek penting yakni :
1. Menurunkan BI 7 day (Reverse)  Repo rate dua kali, masing-masing sebesar 25 bso, dari 5,00% di Januari menjadi 4,50% di April 2020.
2. Menggunakan cadangan devisa untuk melakukan intervensi di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menstabilisasi nllai tukar Rupiah terhadap US Dollar yang sebelumnya hampir menyentuh Rp17.000 menjadi di bawah Rp15.000 saat ini.
3. Memperluas instrumen dan transaksi di pasar uang dan pasar valas, seperti lindung nilai (hedging), swap valas, dan penyediaan term repo untuk kebutuhan perbankan.
4. Melakukan injeksilikuiditas (quantitative easing) ke pasar uang dan perbankan melalui pembelian SBN dari pasar sekunder, penyediaan likuiditas perbankan dengan repo SBN, swap valas, serta penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah.
5. Pelonggaran kebijakan makroprudensial seperti Loan to Value Ratio (LTV), Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), serta penurunan GWM Rupiah untuk pembiayaan dunia usaha khususnya untuk ekspor impor maupun untuk UMKM dalam rangka memitigasi dampak Covid19.
6. Meningkatkan kemudahan dan kelancaran sistem pembayaran, seperti mengedarkan uang yang higienis, mendorong transaksi non tunai (uang elektronik, internet banking, dan Quick Respons Indonesia Standard / QRIS) serta elektronifikasi penyaluran bantuan sosial Pemerintah yaitu PKH, BPNT, kartu Pra Kerja, dan lainnya.

BI NTT4

Sementara itu, berbagai upaya yang telah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, terkait Covid19 antara lain :
1. Melaksanakan upaya pengendalian inflasi dalam lingkup TPID untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi bahan makanan serta komunikasi efektif untuk mencegah panic buying di masyarakat.
2. Mendukung pencegahan dan penanganan Covid19 di Provinsi NTT melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa penyediaan wastafel portabel di tempat umum, APD kepada tenaga medis, masker dan hand sanitizer kepada masyarakat, serta sembako kepada masyarakat terdampak secara ekonomi.
3. Melaksanakan program pemberdayaan UMKM berupa pelatihan online untuk meningkatkan komptenesi, kualitas produk dan inovasi UMKM di tengah covid19.
4. Melakukan karantina setoran Bank selama 14 hari sebelum diolah dan diedarkan kepada masyarakat.
5. Bekerja sama dengan Polairud Polda NTT untuk distribusi uang ke sembilan kas titipan (Atambua, maumere, Waingapu, Ende, Ruteng, Lembata, Waikabubak, Kalabahi, dan Labuan Bajo) di tengah pembatasan moda transportasi.
6. Melaksanakan protokol kesehatan di lingkungan Bank Indonesia NTT untuk mencegah Covid19 antara lain pengecekan suhu tubuh, kewajiban penggunaan masker, penerapan work from home, meniadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, penyediaan hand sanitizer, serta penyemprotan disinfektan secara berkala.

BI NTT3

Perlambatan ekonomi Provinsi NTT diperkirakan berlanjut pada triwulan II tahun 2020 seiring berlanjutnya kebijakan penanganan Pandemi Covid19. Perekonomian NTT diperkirakan membaik mulai triwulan III tahun 2020 dan pada akhir tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT diperkirakan pada kisaran 2,85% - 3,35% (yoy). Untuk meredam dampak negatif Pandemi Covid19 terhadap perekonomian Provinsi NTT, Bank Indonesia merekomendasikan 5 hal sebagai berikut :
1. Memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Covid19 di wilayah NTT.
2. Mempercepat penyaluran bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat serta melaksanakan monitoring agar tepat sasaran.
3. Melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, OJK, dan Stakeholder terkait untuk menyiapkan program pemulihan ekonomi di Provinsi NTT.
4. Memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dalam lingkup TPID.
5. Melakukan fasilitasi pemasaran produk UMKM secara online serta memperluas penggunaan transaksi non tunai diantaranya melalui QRIS, eletronifikasi bantuan sosial dan lainnya.

BI NTT2
 Kepala Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja (tengah)

IMG-20200224-WA0025
 
Kunjungan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Ibu Destry Damayanti,SE, M.Sc di Kampung Adat Praliu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan berbagai rangkaian acara 
Launching kampung wisata digital , diantaranya :
1. Apps untuk layanan.
2. Pembayaran non tunai dan Quick Response Indonesian Standard (QRIS)
3. Info produk, jasa dan destinasi dengan qrcode
4. E-siskamling
5. E-Learning

Read more: Bank Indonesia NTT mendukung Kampung Adat Destinasi Pariwisata