Home
Bank Indonesia (BI) NTT Gema Edukasi Beta Sayang Rupiah

Dalam semangat sambut Hari Sumpah Pemuda , dan juga Hari Oeang Republik Indonesia (HORI), Kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, melakukan GEBYAR , Gema Edukasi Beta Sayang Rupiah. Acara press conference ini dilaksanakan pada 18 Oktober 2021, jam 16:00WITA berlokasi di Kopi Seduh Kota Kupang NTT, dengan diikuti berbagai jurnalis, pers media yang ada di kupang NTT. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, serta Bapak Daniel Agus Prasetyo Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT dan juga Bapak Aries Chandra Wijaya Manajer Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah.
Peran Rupiah sebagai alat pemersatu bangsa di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merupakan wilayah paling Selatan dari NKRI yang berbatasan langsung dengan wilayah negara lain menjadi kritikal. Mengedukasi masyarakat akan sejarah dan perjuangan Rupiah dalam mempersatukan bangsa yaitu edukasi nilai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah di berbagai segmen masyarakat hingga ke wilayah perbatasan sangatlah perlu ditingkatkan melalui media yang lebih beragam. Edukasi mengenai sejarah, peran dan perjuangan Rupiah dalam menjalankan salah satu fungsinya sebagai pemersatu bangsa, serta mengakselerasi penetrasi edukasi nilai Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah di Masyarakat. Menjalin sinergi dengan stakeholder strategis dalam mencapai misi menjaga kedaulatan Rupiah dari wilayah bagian Selatan Indonesia.
Menurut Kepala BI NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, mengatakan Bank Indonesia secara kontinyu senantiasa mendukung terwujudnya stabilitas sistem pembayaran bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia, serta Rupiah juga berperan penting sebagai alat pemersatu bangsa. Apalagi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki 1.192 pulau, 16 etnis asli dan 72 bahasa daerah (mother language), peran Rupiah sebagai alat pemersatu sangat terasa. Selain itu, NTT juga memiliki perbatasan dengan luar negeri (Timor Leste) dan Benua Australia serta memiliki pulau terselatan Indonesia yaitu Pulau Rote. Dengan demikian upaya untuk menjaga Rupiah di Selatan Negeri menjadi salah satu kunci dalam menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia. Menjaga Rupiah dilakukan dengan Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah. Untuk itu, Bank Indonesia Provinsi NTT mengajak masyarakat untuk senantiasa mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah dan merawat uang Rupiah sebagai bentuk Cinta Rupiah, menjaga Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara sebagai bentuk Bangga Rupiah, dan mengenal fungsi Rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian sebagai bentuk Paham Rupiah.

Dalam menyambut peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober dan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) 30 Oktober 2021, akan dijadikan momentum untuk mengedukasi masyarakat akan sejarah dan perjuangan Rupiah dalam mempersatukan bangsa. Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT akan menyelenggarakan suatu event edukasi CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah dengan nama event GEBYAR RUPIAH NTT 2021 dengan tagline Menjaga Rupiah di Selatan Negeri.
Tujuan event ini yaitu memperkuat pemahaman nilai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah di masyarakat untuk menjaga kedaulatan di wilayah paling Selatan NKRI, turut mendukung pemulihan ekonomi nasional khususnya di NTT dengan mengadakan kegiatan pameran dan workshop, wujud peran serta KPw BI NTT mendukung program edukasi CBP Rupiah BI Wide, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendukung clean money policy.
Menurut Kepala BI NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi NTT saat ini Triwulan Ketiga 2021 di angka 4,22% dan diprediksi pada Triwulan keempat yaitu di angka ±4,76%, sesuai grafik berikut ini :

Dengan adanya PPKM yang sudah turun di level 2 wilayah Kupang dan beberapa daerah di provinsi NTT diharapkan pertumbuhan ekonomi di akhir tahun 2021 bisa sesuai harapan, dengan faktor pendorong pertumbuhan ekonomi bidang pertanian, konstruksi dan kebijakan pemda.
Rangkaian kegiatan Gebyar Rupiah NTT 2021 akan dibagi menjadi beberapa rangkaian kegiatan main event, pre event dan post event yang menyasar masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, komunitas isteri angkatan/ dharma wanita, dan industri jasa keuangan. Lokasi penyelenggaraan edukasi adalah di wilayah Nusa Tenggara Timur dan beberapa kegiatan diselenggarakan di daerah terselatan (Kab. Rote) serta di daerah perbatasan (Kab. Belu). Pada main event akan dilangsungkan Opening Ceremony dan Talkshow mengenai Rupiah Pemersatu Bangsa. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan target peserta sebanyak 1000 orang. Keynote speaker pada pembukaan adalah Bapak Ahmad Johan (Anggota Komisi XI DPR RI) dan Bapak Trisno Nugroho (Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali sebagai Koordinator Bali Nusra). Selain itu, pada kegiatan ini akan diudarakan pula Balon Udara CBP Rupiah di Kota Kupang, Atambua dan Pulau Rote. Untuk memeriahkan kegiatan, maka dilakukan pula kegiatan pre-event dimulai tanggal 15-27 Oktober 2021 berupa lomba-lomba kreatif dengan tema Cinta, Bangga dan Paham (CBP) Rupiah. Lomba-lomba yang akan diadakan adalah Lomba Pembuatan Flyers, Lomba Artikel, dan Pemilihan Duta Rupiah Flobamorata. Selain itu, untuk memperluas jangkauan edukasi CBP Rupiah, Gebyar Rupiah NTT 2021 tetap akan berlangsung s.d 4 Desember 2021 melalui berbagai kegiatan post event. Beberapa kegiatan yang akan dilakukan adalah Pameran Museum BI Pameran dilakukan di Mall Lippo, Workshop Baking Class Ide Usaha Kue Natal & Tahun Baru (Nataru), Train of Trainer (ToT) Cinta Bangga Paham Rupiah Perbankan dan Bendahara SKPD, dan Virtual Run.
Adapun berbagai rangkaian acara GEBYAR Cinta Bangga dan Paham (CBP) Rupiah ini diantaranya juga mencakup : Event Talkshow dengan Judul talkshow : Rupiah Pemersatu Bangsa, Narasumber : Ahli Numismatik Pak Uno Club Oeang Revolusi : Nilai seni, keindahan dan keragaman budaya dalam Rupiah Indonesia. Narasumber kedua dari Departemen Pengelolaan uang bank Indonesia : penerapan nilai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, serta Narasumber ketiga DJPB NTT : Sejarah uang dalam mempersatukan bangsa. Adapun rundown acara Kegiatan GEBYAR Gema Edukasi Beta Sayang Rupiah bisa diakses gambar dibawah ini atau : KLIK DISINI.(SP-BI/KK Gun)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 18 October 2021
- Hits: 952
Kunjungan Kerja Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kunjungan Kerja Bapak Wakil Presiden RI (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin beserta ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin pada hari ini, sabtu 16/10/2021 di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur seusai Acara Penutupan PON XX di Papua dan menghadiri kegiatan Peresmian Pembangunan BLK Komunitas Tahun 2021 di Jayapura, Papua pada jumat (15/10) kemarin.
PLT. kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT saat diwawancarai, menyampaikan terkait pelaksanaan kegiatan Kunjungan Kerja Wapres K.H. Ma’ruf Amin beserta Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin dan rombongan di Kota Kupang, Provinsi NTT.

"Wapres K.H. Ma’ruf Amin beserta Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin dan rombongan yang terdiri dari Menko bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian bersama istri, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki beserta rombongan lainnya, diperkirakan akan tiba di Bandar Udara Internasional El Tari, Kupang, NTT disambut oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi NTT. Kemudian Wapres beserta Ibu Hj.Wury Ma’ruf Amin akan bermalam di Kupang, NTT, ungkap Prisila.

"Kemudian pada kegiatan besok hari, 17 Oktober 2021, Bapak Wakil Presiden dijadwalkan akan memimpin rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di 5 Kabupaten Sasaran Prioritas 2021, antara lain Kabupaten Manggarai Timur, Sumba Timur, Sumba Tengah, Rote Ndao, dan Timor Tengah Selatan di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT. Pada waktu yang bersamaan, Ibu Hj.Wury Ma’ruf Amin direncanakan menuju ke Kantor Dekranasda, untuk memberikan sambutan pada acara Pembukaan Program Kecakapan Wirausaha (PKW) Komoditi Tenun di Provinsi Nusa Tenggara Timur".
"Usai memimpin rapat, Wapres didampingi Gubernur NTT beserta rombongan terbatas dijadwalkan akan melakukan peninjauan Produk Pemberdayaan Masyarakat Industri Mikro Kecil dan Menengah (IMKM), dilanjutkan dengan konferensi pers mengenai kunjungannya di Kupang NTT.
(sumber Foto : Radit/Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT , editor : Guntara)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 16 October 2021
- Hits: 938
Bank Indonesia NTT Sosialisasi Interconnected & Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS

Dalam rangka edukasi dan literasi masyarakat khususnya mahasiswa NTT terkait layanan sistem pembayaran dan juga QRIS, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama dengan Departemen Penyelenggara Sistem Pembayaran (DPSP) menyelenggarakan Acara "Sosialisasi Interoperabilitas Layanan Sistem Pembayaran dan QRIS" pada 12 Oktober 2021, jam 09:00WITA, secara Daring di Zoom dan channel Youtube serta IG Bank Indonesia NTT. Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan diantaranya :
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja,
Rektor Universitas Tribuana – Kalabahi , Bapak Alvonso F. Gorang, S.Sos., MM ,
Wakil Rektor Bidang kerja sama, Universitas Flores , Dr. Ernesta Leha
Wakil Rektor 2 Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya, Universitas Santu Paulus Ruteng , Dr Marselus Ruben Payong, MPd.
Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Universitas Widya Mandira , Dr.Rodriques Servaius M. Si
Kepala Bagian Kemahasiswaan, Universitas Wira Wacana , Bapak Yonathan Tulundima
Kepala Biro Mahasiswa dan Kerjasama, Universitas Nusa Nipa , Bapak Maximinus Adrianus Sarto
Bapak/Ibu Perwakilan Rektor serta Akademisi dari universitas/perguruan tinggi di NTT ,

Narasumber dari Asisten Direktur Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran (DPSP), Bapak Novi Cahyono
Narasumber dari Kantor Perwakilan BI Provinsi NTT , Bapak Daniel Agus Prasetyo 1 , Deputi Bank Indonesia NTT
Serta berbagai Mahasiswa-Mahasiswi dan insan media pers jurnalis di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, mengatakan saat ini dunia sudah bergerak ke arah DIGITALISASI. Revolusi digital dalam satu dekade terakhir mengubah secara drastis perilaku transaksi agen ekonomi. Bahkan dengan adanya platform digital berdimensi global, tidak ada lagi batasan- batasan yuridiksi (borderless). Semua orang bisa berbelanja produk- produk negara lain dengan mudah, bahkan bisa juga berwisata ke Eiffel-Paris, Pyramid-Mesir secara virtual. Begitu pula sebaliknya, orang luar negeri dapat berbelanja produk- produk kita dan dapat pula melihat keindahan wisata Indonesia melalui aplikasi digital.
Digitalisasi semakin cepat dan tumbuh secara eksponensial didorong oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan pembatasan mobilitas manusia. Salah satu keunggulan Digitalisasi adalah EFISIENSI. Inovasi digital mengubah interaksi sosial ke arah demokratisasi ekonomi, meningkatkan efisiensi karena tambahan kemampuan agen ekonomi dalam mengakses dan memanfaatkan informasi. Interkonektivitas agen ekonomi memotong rantai distribusi barang dan jasa, serta mendorong sebaran informasi secara lebih merata, dan secara keseluruhan mengefisienkan aktivitas ekonomi, Pungkas Nyoman Ariawan.
Meskipun demikian, pesatnya perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah digital, menuntut otoritas kebijakan untuk berINOVASI merespon berbagai perubahan yang terjadi. Jika dianalogikan bahwa teknologi digital menyebabkan mobil dapat melaju dengan super cepat, maka diperlukan perubahan pada kualitas jaringan seperti jalan raya, rambu-rambu lalu lintas, mengurangi simpul- simpul kemacetan, mengurangi risiko bahaya dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, Bank Indonesia yang salah satu tugasnya merupakan otoritas sistem pembayaran, juga harus memastikan bahwa aktivitas perekonomian digital dapat difasilitasi dengan metode pembayaran digital yang cepat, aman, mudah, murah dan handal. Selain itu sistem pembayaran juga dipastikan dapat saling terhubung (interconnected) dan saling dapat dioperasikan (interoperable), Kata Nyoman Ariawan Atmaja. Bank Indonesia (BI) terus mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan nasional dan sebagai bentuk konkret dalam menjalankan mandat menjaga kelancaran sistem pembayaran di Indonesia, BI telah mengeluarkan Blue Print Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Beberapa inisiatif implementasi dari BSPI 2025 yakni pengembangan infrastruktur sistem pembayaran ritel seketika (real time) dan tersedia sepanjang waktu selama 24 jam dalam 7 hari(24/7), BI FAST, penyusunan Standar Open Application Programming Interfaces (Open API) Pembayaran bagi para pelaku industry, Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan Quick Response Indonesia Standar (QRIS).

Adapun perkembangan digitalisasi ekonomi di NTT, saat ini juga turut mengejar ketinggalan dari daerah lain yang lebih maju dan digital di Indonesia. Secara transaksi, pada triwulan II 2021 jumlah transaksi e-Commerce di NTT mencapai Rp214,74 juta, atau mengalami peningkatan 87,45% year on year (yoy), lebih tinggi bila dibandingkan transaksi periode yang sama tahun sebelumnya. Transaksi Uang Elektronik atau dompet elektronik pada periode Januari s.d. Agustus 2021 mencapai Rp192,61 juta, meningkat 614,14% (yoy). Selanjutnya untuk transaksi pembayaran menggunakan QR Code atau QRIS dari Januari hingga Juli 2021 tercatat telah mencapai Rp18,74 miliar. Rata-rata transaksi yang relatif meningkat, menggambarkan Provinsi NTT telah mulai bergerak menuju digitalisasi dan pertumbuhan transaksinya cukup signifikan. Dengan adanya digitalisasi sistem pembayaran di NTT tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi di NTT juga dapat terakselerasi. Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II 2021 tumbuh sebesar 4,22% (yoy), dan BI NTT memperkirakan di triwulan III 2021 ini masih terus meningkat dan dapat tumbuh sebesar 3,49 % (yoy).
Tantangan dalam mengakselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan tentunya sangat banyak. Salah satunya adalah literasi digital Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang masih relatif rendah khususnya di NTT. Oleh karena itu, BI secara intensif melakukan sosialisasi dan edukasi secara terus menerus. Diharapkan semoga Akademisi dan Mahasiswa/Mahasiswi di NTT dapat menjadi agen perubahan dan berperan aktif dalam mendorong transformasi digital di Indonesia khususnya di NTT. Sebagai cara mudah dalam berpartisipasi adalah dengan menggunakan layanan Sistem Pembayaran secara non tunai dalam bertransaksi atau menggunakan dompet digital dan scan QRIS. Mari bersama dukung transformasi digital Indonesia seperti Pantun I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala BI NTT "Makan jagung bose pakai sambal matah, Minumnya ditambah tuak manis, Apapun jenis pembayarannya, Tinggal scan aja pakai QRIS. (SP-BI/KK-Gun)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 12 October 2021
- Hits: 1006
BI NTT, OJK NTT Bersama REI NTT Kolaborasi Vaksinasi Covid19 di Kota Kupang menuju Herd immunity NTT

16 September 2021, jam 16:30WITA, bertempat di Kopi Petir kota Kupang, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi NTT, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, melaksanakan Press Conference terkait Vaksinasi Covid19 sektor Jasa Keuangan bersama Real Estate Indonesia (REI) NTT dengan tema bersinergi memulihkan Ekonomi NTT. Turut hadir dalam acara ini diantaranya Kepala Biro Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Bapak Dr. Drs. Jusuf Lery Rupidara, M.Si, Kepala BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Deputi Perwakilan OJK NTT Bapak Setya, serta Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Bapak Bobby Pitoby.
Acara yang berlangsung selama 2 jam ini dengan protokol kesehatan dan para pers media telah wajib vaksin, membahas teknis pelaksanaan Vaksinasi Covid19 di Kota Kupang oleh OJK NTT, BI NTT, Lembaga Jasa Keuangan & REI NTT yang bekerja sama dengan tenaga kesehatan (NaKes) dari TNI AD, TNI AU, TNI AL, POLRI. Karo Ekonomi Setda provinsi NTT Bapak Dr. Drs. Jusuf Lery Rupidara, M.Si mengatakan Pemerintah Provinsi NTT sangat mendukung kegiatan seperti ini, untuk segera tercapainya herd immunity (kekebalan bersama) guna mempercepat pemulihan ekonomi di NTT. Menurut Ketua REI NTT Bapak Bobby Pitoby mengatakan, OJK, BI, REI NTT, bersama Lembaga Jasa Keuangan akan mengadakan vaksinasi Sinovac gratis bagi masyarakat umum dan anak usia 12 tahun ke atas, pada :
Tanggal : 20 - 24 September 2021 (selain sabtu/minggu)
Waktu : 08.00 - 15.00 WITA
Tempat : Pitoby Sport Center, Sikumana
Vaksinasi ini bersifat umum dan untuk pendaftaran Vaksin Covid19 kegiatan REI NTT wajib mengisi data di link web : https://reipeduli.id/
untuk mendapatkan nomor antrian, tanggal vaksin dan jadwal jam vaksinasi, dengan Kapasitas vaksinasi 1000 orang/hari.
Khusus bagi yang tidak memiliki KTP / NIK pun bisa dilayani, dengan standar protokol kesehatan dan pendaftaran di lokasi secara manual dan dijaga oleh polisi dari Polda NTT dan juga TNI, untuk tertibnya vaksinasi dan tetap jaga jarak, pungkas Bobby Pitoby.

Ketua REI NTT, Bobby Pitoby juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia NTT dan OJK NTT yang telah peduli terhadap perekonomian di NTT sehingga kegiatan Vaksin ini bisa terlaksana karena sebagai pengusaha di daerah dan perekonomian kita di daerah sangat tergantung terhadap herd imunity. Bila tidak tercapai hard imunity maka semua aktivitas masih tutup kita tidak bisa berbuat apapun, tidak bisa melakukan kegiatan oleh sebab itu inisiatif dari OJK, BI dan juga didukung oleh pemerintah NTT ini luar biasa agar kita bisa New Normal Life. Oleh sebab itu kita dari REI NTT mengambil kesempatan ini berkoordinasi dengan OJK dan BI untuk mempercepat vaksinasi yang ada di NTT karena Vaksinasi Covid19 di NTT pencapaiannya masih rendah dengan kondisi di 22 kabupaten/kota wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, Bobby proses vaksinasi ini pun di dukung penuh oleh Dinas Kesehatan NTT dalam hal nakes dan target 12.000 dosis untuk suntik pertama, yang dibagi 7000 dosis di Kabupaten Sikka yang sudah terlaksana dalam waktu empat hari didukung Bupati Sikka. Saat ini kita akan melaksanakan 5000 dosis untuk di Kota Kupang.

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, mengatakan untuk data 15 September 2021 di NTT vaksin tahap I baru mencapai 25,9% atau sebesar 995.781 orang dari target 3,8 juta masyarakat NTT, jadi pencapaian masih rendah sedangkan dosis II baru mencapai 13,21% atau 506.068 orang , kalau kita lihat Provinsi Bali dan DKI sudah hampir 100% dosis I , untuk provinsi DKI Jakarta justru lebih dari 100 persen itu yang kita dorong sehingga melalui kerja sama mengajak pemerintah provinsi dan REI NTT untuk percepatan vaksin Covid19 di NTT. Dan kita sudah mulai pada tanggal 15 Januari 2021 sampai dengan 14 September sebanyak 958 ribu orang yang menerima vaksin I dan sebanyak 500.035 orang menerima dosis II, pungkas Nyoman Ariawan.
Ia juga akan terus mendorong vaksinasi ini sampai 75% dari target 3,8 juta. Kita bisa mempercepat itu akan lebih baik lagi jangan di 2022 bulan Maret. Kalau bisa dipercepat akhir tahun 2021 ini tentu akan mempercepat pemulihan ekonomi kita di NTT. Untuk periode ini kita akan melakukan di Kupang dan Maumere. “Harapan saya tolong ini didukung oleh semua lapisan masyarakat terutama adalah sentra-sentra ekonomi agar aktivitas ekonomi kita bangkit, UMKM pulih, nasabah, pasar dan pertokoan sehingga ekonomi kita bisa berjalan dengan baik.
I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala BI NTT mengatakan kondisi Perekonomian Provinsi NTT pada triwulan II tahun 2021 ini tumbuh sebesar 4.22% (year on year), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 0.12% (yoy). Pertumbuhan ekonomi NTT tersebut lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang tumbuh sebesar 7.07% (yoy). Adapun percepatan kinerja ekonomi NTT pada triwulan II 2021 terutama dipengaruhi oleh percepatan konsumsi RT dan konsumsi Pemerintah sementara dari sisi lapangan usaha, kinerja lapangan usaha (LU) Perdagangan, LU Transportasi, dan LU Pertanian juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Struktur Ekonomi Provinsi NTT didominasi oleh Lapangan Usaha Pertanian dengan pangsa 29%, diikuti oleh LU Administrasi Pemerintah, LU Perdagangan, dan LU Konstruksi yang masing-masing memiliki pangsa 14%, 11%, dan 10%. Secara khusus, Kota Kupang berkontribusi sebesar 22% dari Perekonomian Provinsi NTT, dengan struktur ekonomi didominasi oleh LU Jasa Pendidikan dengan pangsa 15%, dan diikuti oleh LU Perdagangan dan LU Konstruksi dengan pangsa masing-masing sebesar 14,8% dan 14,9%. Sehingga ini menjadi Lapangan Usaha prioritas sebagai pendorong perekonomian Provinsi NTT dan Kota Kupang dimasa pandemi, pungkas Nyoman Ariawan Atmaja. Sementara itu, Provinsi NTT mengalami deflasi pada bulan Agustus sebesar 0,58% (month to month). Sedangkan secara tahunan, inflasi NTT tercatat sebesar 1,89% (yoy), lebih tinggi dari inflasi Nasional. Namun apabila dilihat lebih rinci, inflasi bahan makanan tercatat sangat tinggi sebesar 6,52% (yoy). Meskipun mulai melandai pasca Badai Siklon Seroja pada bulan April, inflasi bahan makanan di Provinsi NTT perlu terus menjadi perhatian bersama. Lapangan usaha (LU) Pertanian menjadi penting disamping sebagai LU Utama, juga lapangan usaha seperti nelayan , peternak, dan lapangan usaha lainnya yang berpengaruh secara langsung terhadap kebutuhan pokok masyarakat perlu dijaga kestabilan harga.

Sejalan dengan hal tersebut, inflasi Kota Kupang pada bulan Agustus juga mengalami deflasi sebesar -0,56% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi Provinsi NTT. Hal ini terutama didorong oleh penurunan harga cabai rawit dan daging ayam ras. Di sisi lain, harga komoditas ikan kembung, daun singkong, dan ikan tembang mengalami peningkatan harga. Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi NTT pada tanggal 14 September 2021 mencapai 61.617 orang, dengan Case Fatality Rate sebesar 2,04% dan Positivity Rate mingguan mencapai 2,5%. Berdasarkan Instruksi mendagri No. 41 Tahun 2021, Kota Kupang saat ini berada pada PPKM Level 3 sampai dengan 20 September 2021 dengan penerapan pembatasan kegiatan dan percepatan vaksinasi secara berkelanjutan, kata Nyoman Ariawan Atmaja.
Vaksinasi di Provinsi NTT telah dimulai sejak 15 Januari 2021, dan sampai dengan 14 September 2021, sebanyak 958 ribu orang sudah menerima vaksin dosis 1 (25.49%), dan sebanyak 503,5 ribu orang sudah menerima vaksin dosis 2 (13,14%). Adapun saat ini progress vaksinasi dosis pertama Kota Kupang sudah mencapai 222 ribu orang atau 66,56% dari target herd immunity, dan dosis kedua mencapai 137 ribu orang atau 41,31% dari target Provinsi NTT. Kegiatan vaksinasi harus terus dipercepat, sebagai game changer pemulihan ekonomi di Kota Kupang maupun Provinsi NTT. Sejalan dengan percepatan ekonomi, terdapat 5 strategi yang dapat dilakukan dalam mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, antara lain Mendorong pembukaan dan percepatan sektor produktif , Mendorong pembiayaan , Mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan , Mempercepat sinergi bauran kebijakan melalui stimulus ekonomi , serta Mendorong ekosistem digital melalui digitalisasi perbankan dan interkoneksi sistem keuangan, pungkas Nyoman Ariawan Atmaja.

Perwakilan Deputi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Bapak Setya mengatakan kegiatan vaksinasi covid19 ini bukanlah yang pertama, karena OJK NTT telah melakukan beberapa kali vaksinasi, khususnya bagi Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK), dan beliau mengatakan posisi data per 8 September 2021, Debitur terdampak (angka outstanding) mencapai nominal 4,43T, terdiri dari 19 Bank umum dan juga 12 BPR/BPR Syariah, atau sekitar 82,53% nominal kredit. Sedangkan Debitur Restrukturisasi (angka outstanding) mencapai nominal 3,66T, atau sekitar 92,69% debitur terdampak telah mendapatkan restrukturisasi. Bahkan aturan terbaru dari POJK juga memberikan relaksasi kredit yang dilonggarkan hingga tahun 2023, dengan tetap mempertimbangkan kelayakan dari penerima kelonggaran kredit dan Moral Hazard (kredit lancar). Adapun peraturan OJK bisa diakses disini terkait relaksasi kredit (KLIK DISINI) yang diperpanjang hingga 2023.
Acara press conference ini diakhiri dengan sesi tanya jawab, oleh para media, pers, dan jurnalis, serta juga kepastian vaksinasi dosis 1 dan dosis 2 akan tetap dilakukan di lokasi yang sama 2 minggu setelah vaksin 1 dilakukan, sesuai dengan data yang telah diinput dalam pendaftaran Vaksin covid19 yang wajib mengisi data di link web : https://reipeduli.id/ . (KupangKota/Guntara)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 17 September 2021
- Hits: 914
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB





















