Home
Bank Indonesia rilis Perkembangan Ekonomi NTT di Masa Pandemi

Bank Indonesia Kantor Wilayah Provinsi NTT bersama Otoritas Jasa Keuangan NTT serta Kantor Kementerian Keuangan Provinsi NTT melaksanakan Virtual Meeting dalam acara SASANDO DIA , sante-sante duduk baomong deng media, atau Bincang bersama insan pers media serta Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, mengenai Perkembangan Perekonomian masa Pandemi pada Triwulan kedua di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur , yang dilaksanakan pada 20 Agustus 2021, jam 08:15-11:30Wita, secara daring melalui aplikasi Zoom. Adapun peserta yang hadir diantaranya : Karo Ekonomi dan Kerjasama Pemerintah Darah Provinsi NTT : Bapak Dr. Lery Rupidara,M.Si, dan Ketiga Narasumber :
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, dengan topik perkembangan ekonomi terkini di NTT.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT : Bapak Robert HP. Sianipar, dengan topik perkembangan sektor industri jasa keuangan di NTT.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT : Bapak Tri Budhianto, dengan topik kajian fiskal regional di wilayah NTT.
Dengan Moderator Bapak James Adam , Ketua ISEI Cabang Kupang dan MC Henda Diara Penyiar Radio SK FM, acara online daring ini dikuti lebih dari 134 peserta, yang juga diikuti oleh Kepala beberapa Bank dari berbagai kantor cabang , yaitu Dirut Bank NTT, Bank BNI, BRI, serta Lembaga Jasa Keuangan, finance, GenBI dan lainnya.
Topik yang dibawakan oleh Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT yaitu Perkembangan Ekonomi NTT Di Tengah Pandemi Covid19.
Beliau mengatakan kasus positif COVID-19 di Provinsi NTT kembali meningkat, dengan akumulasi sampai dengan tanggal 17 Agustus 2021 mencapai 54,282 orang. Sementara itu, peta zonasi risiko menunjukkan terdapat 8 kabupaten yang berisiko tinggi (zona merah). Disamping itu, Case Fatality Rate sebesar 1,95%, dan Positivity Rate mencapai 23,7%. Berdasarkan Instruksi Mendagri No. 31 Tahun 2021 dan ditindaklanjuti dalam Instruksi Walikota Kupang No. 058/Bag.HK.443.1/VII/2021, Kota Kupang, Kab. Ende, Kab. Sikka dan Sumba Timur menerapkan PPKM Level 4 sampai dengan 23 Agustus 2021 dengan menerapkan pembatasan kegiatan dan percepatan vaksinasi. Menurut I Nyoman Ariawan, Perekonomian Provinsi NTT pada triwulan II 2021 tumbuh sebesar 4.22% (yoy), meningkat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 0.12% (yoy). Pertumbuhan ekonomi NTT tersebut lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang tumbuh sebesar 7.07% (yoy). Percepatan kinerja ekonomi NTT pada triwulan II 2021 terutama dipengaruhi oleh percepatan konsumsi Rumah Tangga dan konsumsi Pemerintah. Sementara dari sisi lapangan usaha, kinerja Lapangan Usaha Perdagangan, Lapangan Usaha Transportasi, dan Lapangan Usaha Pertanian menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi NTT. Perekonomian Provinsi NTT tahun 2021 diperkirakan tumbuh sebesar 2.78 – 3.58% secara cumulative-to-cumulative (ctc), akan tetapi Penebalan PPKM dan Penerapan PPKM Level 4 di Provinsi NTT berpotensi menahan percepatan pertumbuhan Provinsi NTT di Triwulan III 2021, pungkas Nyoman Ariawan.

Narasumber kepala BI NTT, Bapak Nyoman Ariawan Atmaja mengungkapkan, Kinerja Lapangan Usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan ikut melambat pada Triwulan II 2021, tercermin dari penyaluran kredit pertanian pada TW. II yang tumbuh 11,3% (yoy) lebih kecil dibandingkan dengan triwulan I 2021 yang tumbuh 30,5% year on year (yoy). Di samping itu, luas panen pada Triwulan II 2021 juga melambat, disebabkan oleh Badai Siklon Tropis Seroja yang terjadi pada tanggal 4-5 April 2021 di Provinsi NTT menyebabkan kerusakan dan mempengaruhi hasil musim panen raya sektor Pertanian dan hilangnya ternak serta kerusakan kapal nelayan.

Adapun perkembangan inflasi di NTT pada Juli 2021, Provinsi NTT mengalami inflasi sebesar 0,08%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,72% month to month (mtm). Inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga ikan kembung dan daging babi. Di sisi lain, harga komoditas hortikultura terus melanjutkan tren penurunan pasca siklon seroja. Secara tahunan, inflasi pada Juli 2021 tercatat sebesar 1,75% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,52% (yoy). Dampak Siklon Seroja terhadap inflasi ternyata lebih rendah dibandingkan perkiraan semula. Namun bila dilihat lebih rinci per kelompok, inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau masih tercatat sangat tinggi sebesar 6,90% (yoy), sehingga perlu menjadi perhatian, pungkas I Nyoman Ariawan Atmaja.

Inflasi yang tinggi terutama terjadi pada subkelompok bahan makanan (tidak termasuk minuman, tembakau, dan makanan olahan), yang tercatat sebesar 6,52% (yoy). Jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 2,11% (yoy). Inflasi bahan makanan, terutama di Kota Kupang, didorong oleh daging babi, cabai rawit, dan kangkung. Meskipun harga cabai rawit sudah mulai menurun, tingkat harga daging babi dan kangkung masih perlu menjadi perhatian stakeholder terkait.
Seperti pada minggu pertama Agustus 2021, harga komoditas utama di Kota Kupang cenderung stabil. Komoditas cabai merah dan cabai rawit mengalami penurunan harga didorong oleh penurunan harga dari produsen di Makassar. Sementara itu, harga bawang merah, dan daging ayam sedikit mengalami peningkatan dibanding minggu sebelumnya.

Masih Menurut Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala BI NTT mengatakan Ketersediaan Pasokan Daging sapi, daging ayam ras, dan bawang putih di NTT menipis pada Minggu I Agustus 2021, sementara pasokan komoditas lainnya masih cukup terjaga. Sementara itu, berdasarkan hasil survei BI pada minggu IV Juli, pasokan kota Kupang, stok beras dan cabai gula pasir mengalami penurunan.
Terkait Perkembangan Sistem Pembayaran Transaksi Tunai di Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT sesuai dengan pola historis, transaksi tunai di KPw BI NTT mengalami kondisi net outflow di akhir tahun dan sepanjang tahun 2020. ini berarti pada Juni 2021, nominal transaksi RTGS mengalami perlambatan begitupula dengan transaksi kliring. Selain itu jumlah Uang Tidak Layak Edar (UTLE) yang dimusnahkan pada Triwulan II 2021 ini meningkat sebesar 53%(yoy) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Disamping itu, Temuan Uang palsu di Provinsi NTT mencapai 14 lembar temuan, yang mengalami peningkatan di Tw. II 2021 sebesar 250% (yoy).
Jumlah merchant QRIS terus berkembang, tercatat sampai bulan Juli 2021 mencapai 40.1 ribu merchant dengan jumlah transaksi sebesar 25.1 ribu transaksi. Adapun perkembangan QRIS secara spasial didominasi oleh Kota Kupang, Kab. Ende, dan Kab. Sikka.
Berikut Tabel dan Data Perkembangan Ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur update 20 Agustus 2021, dan Materi dari ketiga narasumber (BI NTT, OJK NTT, Kemenkeu) terkait Highlight Ekonomi NTT Triwulan II Tahun 2021 bisa Download Disini :
https://drive.google.com/drive/folders/15k6d9GjXXUj5q85tQtOkHnA5zo5Ltcpg?usp=sharing
Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT Bapak Robert HP. Sianipar , mengatakan Optimalisasi Kebijakan Stimulus dan Percepatan Pemulihan Ekonomi sangat penting di NTT. Dengan berbagai tantangan Sektor Jasa Keuangan seperti penurunan aktivitas perekonomian yang mempengaruhi kemampuan keuangan debitur, penerapan pembatasan interaksi sosial dan protokol kesehatan yang memicu kenaikan intensitas penggunaan Teknologi Informasi, kompetisi antar lembaga jasa keuangan yang semakin ketat dan pemberian layanan jasa keuangan yang terkonsentrasi pada sektor ekonomi yang masih bertahan di era pandemi , dukungan permodalan dan likuiditas yang memadai sebagai buffer untuk mengantisipasi kondisi krisis, Kebutuhan terhadap pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan usaha pelaku sektor keuangan. Dan juga Eksposur risiko cyber atas pemanfaatan teknologi informasi dalam pemberian layanan di sektor jasa keuangan. Adapun Implementasi tata kelola, risiko dan kepatuhan memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas, di awal Memasuki triwulan III 2021, perekonomian nasional dihadapkan pada tantangan meningkatnya penyebaran varian Delta Covid-19 yang mendorong diberlakukannya pembatasan mobilitas (PPKM Darurat).
Kebijakan Pemulihan Ekonomi di Tahun 2021 diantaranya Restrukturisasi Kredit dan Pembiayaan Kebijakan Kredit/Pembiayaan Beragun Rumah Tinggal, Kebijakan Kredit Kendaraan Bermotor, Kebijakan Stabilisasi Pasar Modal, Dukungan pada Lembaga Pengelola Investasi (LPI)/Sovereign Wealth Fund (SWF), Kebijakan Asuransi Terhadap Kendaraan Bermotor, Kebijakan Kredit Sektor Kesehatan, dan Digitalisasi UMKM
Menurut Robert, Implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional Di Provinsi NTT yaitu Selain restrukturisasi kredit pembiayaan, LJK di Provinsi Nusa Tenggara Timur juga telah menjalankan realisasi program pemulihan ekonomi antara lain Penyaluran Uang Negara, Pemberian Subsidi Bunga, penjaminan kredit. Sebagai Langkah lanjutan dalam mendorong PEN yaitu : Penerbitan surat penegasan No. S-19/D.03/2021 tanggal 29 Maret 2021 kepada perbankan untuk meningkatkan implementasi kebijakan stimulus lanjutan yang ditetapkan melalui POJK 48/POJK.03/2020 , yang mengusulkan Program Kredit untuk Usaha Menengah yang bersifat sementara agar mendapatkan skema subsidi bunga maupun penjaminan Pemerintah.

Kepala OJK NTT mengatakan peranan Implementasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam Mendorong Ekonomi Daerah, dimana TPAKD dapat membantu akselerasi pemulihan ekonomi di daerah dengan bentuk koordinasi antara Pemerintah Daerah, OJK, BI, LJK, dan stakeholders terkait lainnya. Adapun Program Kerja TPAKD di Provinsi NTT yang telah berjalan dalam rangka mendukung Program PEN : Implementasi Ekosistem Pembiayaan Peternakan Sapi, Launching akan dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2021 di Desa Otan Kabupaten Kupang, Implementasi Penyaluran Kredit Melawan Rentenir , Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) , Fasilitasi pembiayaan usaha kelautan dan perikanan di Provinsi NTT. Selain itu telah dibentuk SK Pokja dan selanjutnya dilakukan sosialisasi KUR kepada debitur yang telah diklasifikasikan, serta Pembuatan Portal KUR NTT, Pungkas Robert.
Kebijakan OJK NTT atas Dampak Badai Siklon Seroja yang melanda wilayah NTT dengan KDK Nomor 7/KDK.01/2021 tentang Penetapan Beberapa Daerah di Provinsi NTT Sebagai Daerah yang Memerlukan Perlakuan Khusus Terhadap Kredit Atau Pembiayaan Bank. Adapun daerah yang mendapatkan perlakuan khusus yaitu 16 Kabupaten/Kota di Provinsi NTT. Perlakuan khusus terhadap kredit atau pembiayaan bank mengacu pada POJK 45/POJK.03/2017 tanggal 12 Juli 2017 tentang Perlakuan Khusus Terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank Bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam . Perlakuan khusus mencakup : Penetapan kualitas kredit/pembiayaan dengan plafon s.d. Rp5 miliar hanya didasarkan ketepatan membayar. Kredit/pembiayaan yang direstrukturisasi ditetapkan dengan kualitas lancar, Pemberian kredit/pembiayaan tambahan dengan penetapan kualitas yang terpisah dari fasilitas sebelumnya.
Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Provinsi NTT, Otoritas Jasa Keuangan bersama dengan Bank Indonesia bekerjasama dengan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Provinsi NTT telah melaksanakan vaksinasi massal Covid-19 bagi pegawai, keluarga pegawai, dan nasabah LJK untuk Tahap 1 pada tanggal 16 s.d. 21 Juli 2021. sebagai upaya mendukung program percepatan vaksinasi dalam menciptakan kekebalan komunal yang mendukung mobilitas masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga perekonomian khususnya di Provinsi NTT bisa kembali bergerak.
Menurut Bapak Robert HP.Sianipar, Kepala OJK NTT, mengatakan Berbagai Dukungan OJK Selama Masa PPKM Darurat Beberapa kebijakan strategis OJK dalam mengawal pelaksanaan PPKM Darurat (Level 3-4), khususnya terkait pelaksanaan peran sektor jasa keuangan sebagai sektor esensial yakni Operasi terbatas sektor keuangan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat serta memaksimalkan teknologi online/digital. Pegawai di sektor keuangan yang melakukan Work From Home diminta tetap tinggal di rumah dan menghindari mobilitas yang tidak perlu. Membuka jalur komunikasi dengan Nasabah atau debitur, khususnya pada sektor-sektor yang terdampak kebijakan PPKM Darurat (Level 3-4). Serta Pembatasan mobilitas masyarakat akibat meningkatnya angka yang terpapar COVID-19 mempengaruhi upaya pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, terdapat potensi untuk melakukan perpanjangan lanjutan restrukturisasi kredit/pembiayaan di sektor Perbankan dan Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank dengan keputusan paling lambat Agustus 2021.

Kesimpulan Kondisi Sektor Jasa Keuangan TW II 2021 Hingga Semester I-2021 sektor jasa keuangan tetap stabil dengan terjaganya sejumlah indikator seperti intermediasi perbankan dan non bank, penghimpunan dana di pasar modal serta terjaganya rasio kehati-hatian (prudential) di lembaga jasa keuangan. Untuk Kredit perbankan menunjukkan pertumbuhan positif 8,49% (YoY) atau 3,51% (YtD) di atas pertumbuhan kredit nasional 0,64% (YoY) atau 1,84% (YtD). Pertumbuhan kredit di sektor produktif tercatat positif (investasi : 13,12% dan modal kerja : 8,24%). Komposisi kredit produktif utama di Provinsi NTT antara lain perdagangan besar dan eceran, konstruksi, pertanian, perburuan, dan kehutanan, serta penyediaan akomodasi yang turut merupakan komponen PDRB utama dalam pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT di Triwulan II 2021.
Kredit sektor konsumsi menunjukan pertumbuhan positif YoY 8,17% yang turut mendorong konsumsi masyarakat sebagai komponen PDRB tertinggi di Prov. NTT pada TW II 2021 yaitu 68,79%. Penyaluran kredit konsumsi didukung dengan berbagai kebijakan OJK di tengah pandemi antara lain kebijakan kredit rumah tinggal dan kendaraan bermotor. Untuk Risiko kredit terkendali tercermin dari rasio NPL perbankan posisi Juni 2021 sebesar 1,73% di bawah NPL perbankan nasional 3,33%. Pengendalian NPL turut didukung dengan pelaksanaan kebijakan PEN dalam bentuk restrukturisasi kredit kepada debitur terdampak COVID-19.
Permodalan BPD dan BPR di wilayah NTT tercatat baik dan kuat di tengah pandemi tercermin dari rasio CAR pada Juni 2021 sebesar 19,18% (BPD) dan 38,87% (BPR). Likuiditas BPD dan BPR juga dapat terjaga di tengah pandemi dengan rasio LDR pada Juni 2021 sebesar 82,19%(BPD) dan 94,79%(BPR). Menurut Kepala OJK NTT, Industri keuangan non bank mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif di tahun 2021. Piutang pembiayaan secara YoY menunjukkan penurunan sebesar -5,79% namun kembali mengalami tren peningkatan secara positif s.d. TW II 2021. Risiko pembiayaan dapat terjaga dengan parameter NPF 2,18% pada Juni 2021, lebih rendah dibandingkan NPF Nasional 3,96%. Penyediaan jasa lembaga Fintech menunjukkan pertumbuhan positif berupa outstanding pinjaman sebesar 295,90% YoY. Pertumbuhan juga tercermin dari peningkatan jumlah transaksi maupun rekening lender dan borrower. Untuk Pasar modal di Provinsi NTT menunjukkan pertumbuhan positif baik dari jumlah investor maupun transaksi dan kepemilikan saham.
Adapun Upaya Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Dan Keuangan Sektor Jasa Keuangan yaitu mendukung belanja pemerintah sebagai salah satu struktur PDRB utama di Provinsi Nusa Tenggara Timur agar pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 dapat menunjukkan kinerja yang positif. Untuk Peningkatan kredit maupun pembiayaan di sektor produktif yang masih menunjukkan pertumbuhan positif dan merupakan sektor prioritas antara lain industri pengolahan, perikanan, pertanian, perburuan, dan kehutanan, konstruksi, perdagangan besar & eceran, serta jasa perorangan yang melayani rumah tangga. Penyaluran kredit dan pembiayaan dapat memanfaarkan generic model yang telah disusun oleh OJK. Permintaan restrukturisasi kredit ke perbankan pun sudah mulai melandai pada bulan Juni ini. Karena itu perbankan didorong untuk mulai kembali menyalurkan kredit kepada dunia usaha. Namun, pemberian kredit harus tetap esktra hati-hati karena trend rasio kredit bermasalah menunjukkan peningkatan. Perbankan diimbau lebih teliti dalam memberikan restrukturisasi kredit bagi debitur, sehingga bank terhindarkan dari risiko negatif yang akan timbul dikemudian hari, pungkas Robert.
Pemberlakuan PPKM berdampak pada penurunan kinerja ekonomi maupun kinerja sektor keuangan. Namun demikian, kondisi ekonomi masih diproyeksikan dapat bertumbuh secara positif, dengan pertimbangan sebagai berikut : OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit secara YoY hingga akhir tahun termasuk di Provinsi NTT masih dapat bertumbuh positif sebesar 6% ± 1% walaupun proyeksi tersebut menurun dari sebelumnya yang diprediksikan sebesar 7% + 1% *) agar sektor jasa keuangan dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT.
OJK akan memantau rencana bisnis bank hingga Desember bahkan hingga ke sektor-sektor terutama sektor yang melakukan restrukturisasi. Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT tahun 2021 sesuai Laporan Perekonomian Provinsi NTT yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia diperkirakan di kisaran 3,18% s.d. 4,18% yang ditopang oleh investasi dan keberlanjutan pengerjaan konstruksi dan infrastruktur pemerintah, kinerja konsumsi masyarakat sejalan dengan program vaksinasi dan meningkatnya aktivitas ekonomi, serta percepatan peran fiskal sebagai kebijakan counter cyclical. Pengerjaan konstruksi dan infrastruktur pemerintah agar didukung dengan percepatan belanja negara melalui perubahan jenis kontrak tahun 2020 menjadi multiyear sehingga pembayaran termin pun dapat dilakukan lebih cepat, kata Robert.

Narasumber berikutnya yakni Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi NTT : Bapak Tri Budhianto, dengan topik kajian fiskal regional di wilayah NTT, beliau mengatakan Ekonomi NTT mampu tumbuh sebesar 4,22% pada triwulan II 2021 (y-on-y) dan 5,03% (q-to-q). Konsumsi pemerintah menjadi yang terbesar pertumbuhannya (q-to-q) diantaranya sebagai akibat percepatan belanja pemerintah diantaranya pembayaran gaji ke-13 dan THR ASN Jika diamati trend pertumbuhan PDRB secara triwulanan (q-to-q) dalam 3 tahun terakhir, meskipun PDRB NTT selalu mengalami kontraksi di triwulan I namun masih mampu kembali tumbuh positif di triwulan berikutnya secara seasonal.
Rekomendasi Untuk Kinerja Fiskal Regional Wilayah NTT untuk Satker Kementerian atau Lembaga (K/L) diantaranya Identifikasi kegiatan/belanja yang dapat dilakukan percepatan realisasi belanja, Mengidentifikasi alokasi yang pasti tidak terserap untuk segera direvisi ke belanja lain; Koordinasi dengan unit vertikal di atasnya dan DJPb untuk memastikan kendala pelaksanaan anggaran segera diatasi.
Untuk Pemda NTT (OPD terkait penyaluran DFDD) agar Segera merealisasikan BLT Desa dan dana dukungan covid dari DAU dan Dana Desa , serta mematuhi ketentuan earmark min 8% untuk dana dukungan covid dari TKDD. Percepatan penyaluran DAK Fisik dengan percepatan PBJ dan penginputan kontrak pada ompsan. Rekomendasi bagi Kanwil/KPPN agar Melakukan monitoring dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan anggaran,termasuk memastikan capaian output tercapai ; Mendorong satker untuk percepatan belanja dengan tetap memperhatikan akuntabilitasnya. (SP-BI,KK/Guntara)
Materi dari ketiga narasumber (BI NTT, OJK NTT, Kemenkeu) terkait Highlight Ekonomi NTT Triwulan II Tahun 2021 bisa Download Disini :
https://drive.google.com/drive/folders/15k6d9GjXXUj5q85tQtOkHnA5zo5Ltcpg?usp=sharing
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 23 August 2021
- Hits: 1006
Gelar Wicara Vaksinasi Covid19 bersama Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan UNICEF NTT

UNICEF Perwakilan Kupang NTT bersama Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan Gelar Wicara Interaktif dengan topik Vaksinasi Covid19 di Provinsi NTT pada 19 Agustus 2021, jam 08:45-14:00Wita bertempat di Aula Hotel Neo Kota Kupang NTT, sesuai protokol kesehatan yakni wajib swabtes antigen sebelum memasuki aula dan dilaksanakan sesi dialog interaktif secara luring (offline) maupun daring (online) melalui zoom serta youtube.
Turut hadir dalam acara dialog terkait perkembangan Vaksinasi Covid19 di wilayah Provinsi NTT ini diantaranya Keynote Speech dari Sekretaris Daerah Provinsi NTT Bapak Ir.Benediktus Polo Maing, kemudian Narasumber : Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan & Pencatatan Sipil Provinsi NTT Bapak dr.Messerassi B.V. Ataupah, Kepala UNICEF Indonesia kantor Perwakilan Kupang NTT Ibu dr.VAMA Chrisnadarmani, Ketua KOMDA KIPI Provinsi NTT Bapak dr.Frans Taolin,Sp.A, Wakil Direktur Pelayanan RSU.Prof.WZ.Yohanes Bapak dr.Stev D.Soka,Sp.PD, serta selaku Moderator Dinkes NTT Bapak Dr.drg.Jeffrey Jap,M.Kes. Selain itu hadir pula undangan perwakilan Lansia, kelompok perempuan, penyintas Covid19 NTT, Rektor Universitas Nusa Cendana, Rektor Universitas Citra Bangsa, Rektor Universitas Kristen Artha Wacana, Rektor Universitas Widya Mandiri, Perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah, HIPMI NTT, DPD REI NTT, para undangan Pimpinan Kopdit Swastisari, Kopdit Solidaritas, Kopdit Pintu Air, Perwakilan Tokoh Agama Katolik (keuskupan Kupang), Kristen (Sinode GMIT), islam (MUI NTT), Hindu Kupang NTT (ketua Tim Hindu Peduli), Komisi Informasi Publik (KIP) NTT, Asosiasi Jurnalis Indonesia, insan pers media.

Pelaksanaan vaksinasi Covid19 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah memasuki bulan ke7 sejak diluncurkan pada januari 2021 namun hasil data cakupan masih jauh di bawah rata-rata angka cakupan nasional. Data pada minggu pertama bulan agustus 2021 menunjukkan cakupan dosis pertama baru mencapai sekitar 16% dan dosis kedua baru mencapai 8,9% dari total sasaran di Provinsi NTT sebanyak 3.831.439 orang untuk divaksin. Ada beberapa faktor yang diidentifikasi mempengaruhi laju vaksinasi Covid19 di Provinsi NTT, diantaranya adalah faktor alokasi vaksin yang terbatas dari Kementerian Kesehatan ke Dinkes NTT, dan faktor eksternal seperti kekuatiran sasaran tentang keamanan vaksin, keresahan masyarakat tentang efek setelah divaksin, informasi negatif vaksinasi Covid19 yang beredar luas di media sosial dan minimnya ketersediaan informasi yang tepat tentang manfaat dan pentingnya vaksinasi dalam menanggulangi pandemi Covid19 di NTT.

Penyampaian Keynote Speech dari UNICEF Indonesia Kantor Perwakilan Kupang Provinsi NTT , menyampaikan kegiatan United Nations Children's Fund, atau Dana Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa juga fokus pada imunisasi umum pada anak harus tetap terus dilakukan walau di masa Pandemi ini, serta Vaksinasi Covid19 pada rentang usia remaja dan anak sekolah semoga bisa dilakukan sesuai petunjuk Kementerian Kesehatan RI, dan kesenjangan ketersediaan distribusi vaksin di berbagai wilayah kepulauan provinsi NTT bisa segera teratasi. Menurut Sekda NTT pencapaian Vaksinasi Covid19 NTT pun terus dikejar, karena data pertengahan agustus 2021 menunjukan masih jauh dari target vaksinasi Covid19 yang baru sekitar 16% (dosis1) dan 8,9% (dosis2) karena harapan Pemerintah Provinsi NTT adalah tercapainya kekebalan kelompok (Herd immunity) masyarakat di wilayah 22 kabupaten dan Kota di NTT pada Desember 2021 sekaligus bertepatan dengan HUT Provinsi Nusa Tenggara TImur.

(Keynote Speech, Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak Ir. Benediktus Polo Maing)




Gelar Wicara Interaktif dengan topik Vaksinasi Covid19 di wilayah Provinsi NTT dari ketiga Narasumber , pertama yakni Kepala Dinas Kesehatan, Kependudukan & Pencatatan Sipil Provinsi NTT Bapak dr.Messerassi B.V. Ataupah, menyampaikan perkembangan vaksinasi Covid19 di wilayah NTT masih tetap dilaksanakan dan sudah terus bergerak, khususnya vaksin ketiga bagi para tenaga kesehatan (Nakes) saat ini beberapa masih mendapat immune booster (vaksin Moderna) , selain ketersediaan vaksin untuk masyarakat juga sudah tiba di NTT dari Kemenkes RI, yaitu vaksin Sinovac (coronavac) dan juga AstraZaneca. Adapun jumlah yang sudah menerima vaksin Covid19 dosis pertama sesuai data 18 Agustus 2021, mencapai 645.667 orang, dan yang menerima vaksin Covid19 dosis kedua sebanyak 399.492 orang, jumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang sudah menerima Vaksin 3 (imun booster) sebanyak 7.655 orang. Para nakes juga tidak boleh gaduh apalagi takut terkait vaksinasi, begitu pula berita hoax mengenai vaksin covid19 wajib segera diluruskan, demikian kata Kadinkes NTT. Beliau juga baru saja menghadiri pemberian vaksin Covid19 (sinovac) perdana kepada ibu-ibu hamil bersama Gubernur NTT, TP.PKK NTT, pada hari yang sama pagi tadi, dengan syarat usia kehamilan yang boleh menerima vaksin yaitu lebih dari 12 minggu. Jumlah vaksin untuk NTT sudah cukup dan vaksinator juga akan ditambah, serta diharapkan pula kerjasama dengan kampus-kampus kesehatan serta LSM yang ada di NTT sebagai tenaga vaksinator. Mengenai Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) NTT sendiri baru tercapai 4% penyerapannya, disinilah perlu percepatan kata Kepala Dinas Kesehatan NTT.
Narasumber kedua, Ketua KOMDA KIPI Provinsi NTT Bapak dr.Frans Taolin,Sp.A , dengan penyampaian topik Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) terkait vaksinasi Covid19, beliau mengatakan tidak perlu takut dan khawatir dengan KIPI, karena vaksin Covid19 aman, sudah diteliti berbagai ilmuwan, dan efek yang ditimbulkan masih bisa dikendalikan, yang perlu diantisipasi adalah ketika terjadi panas, demam, diare, bengkak/radang, alergi, mual/muntah, agar segera melaporkan kepada fasilitas kesehatan terdekat untuk bisa terpantau oleh tenaga kesehatan guna penanganan tindakan pengobatan.
Pemateri/narasumber ketiga Wakil Direktur Pelayanan RSU.Prof.WZ.Yohanes Bapak dr.Stev D.Soka,Sp.PD dengan topik tinjauan medis manfaat vaksinasi Covid19. Beliau mengatakan meskipun tidak 100% bisa melindungi seseorang dari infeksi virus corona, namun vaksin dapat memperkecil kemungkinan terjadinya gejala yang berat dan komplikasi akibat virus corona (Covid19). selain itu vaksinasi covid19 bertujuan mendorong terbentuknya Herd immunity atau kekebalan kelompok, sehingga bisa mendorong kembali aktifitas normal masyarakat di berbagai bidang sosial, ekonomi, politik dan keagamaan,dll. Vaksinasi juga merupakan upaya pencegahan penularan sekaligus mencegah pembentukan varian baru dari virus corona. Dari tanya jawab para peserta yang hadir dan penyintas covid19 NTT pun menyampaikan akan siap menerima vaksin covid19 ketika sudah melewati 3 bulan dinyatakan sembuh dari virus corona serta semua sepakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan. (KK-CJ/Guntara).

(Narasumber : Wakil Direktur Pelayanan RSU.Prof.WZ.Yohanes Bapak dr.Stev D.Soka,Sp.PD)
(Dialog tanya Jawab Komisioner Informasi Publik / KIP NTT Bpk.Achan Pua Upa)
(Dialog tanya Jawab dari Tokoh Hindu Peduli NTT Ibu Ni Nyoman Yuliani)

- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 20 August 2021
- Hits: 1027
"AfroFarm" Peternakan Ayam Kampung Kupang NTT
Perjalanan kunjungan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari minggu, 8 Agustus 2021 kali ini menuju wilayah Baumata Timur, Taebenu Kabupaten Kupang NTT , guna melihat secara langsung suasana peternakan ayam kampung yang ada di AFROFARM milik Bapak Mardianus Epafroditus ili , dan juga di Peternakan Ayam milik Bapak Viktorinus Manek. Kunjungan Kepala BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja didampingi juga oleh Bapak Viktorinus Manek Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Kadis PMD NTT) melihat potensi ayam kampung di Baumata Timur yang mensuplai kebutuhan ayam untuk masyarakat di wilayah Kota Kupang, dan beberapa kabupaten lainnya.

Kunjungan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja di AfroFarm bertujuan melihat secara langsung potensi peternakan ayam kampung, dan diharapkan bisa turut mengentaskan stunting dan membantu pemberdayaan perempuan, melalui program daging ayam dan telur ayam kampung serta daging olahan. Di Afrofarm Adapun total ayam petelur sebanyak 108 ekor , Telur Ayam Tetas sebanyak 50 butir dan ayam kampung sekitar 3000 ekor. AfroFarm pun diharapkan bisa dijadikan role model untuk lahirnya peternak ayam kampung lainnya, guna pemenuhan nutrisi rumah tangga. Di Afrofarm memiliki produksi Per hari ayam kampung bisa bertelur hasilkan 60 butir bahkan bisa mencapai 90 butir (3 papan) setiap harinya.
Kepala Bank Indonesia NTT menurut Nyoman Ariawan berfokus pada : solusi pengurangan angka stunting di NTT melalui pemenuhan nutrisi gizi keluarga, Pemberdayaan Kemandirian Ekonomi, Pengendalian inflasi , di beberapa cluster, yaitu bawang di semau, cabe di sumba, hortikultura di timor, Beras di Flores, dan beberapa lokasi lainnya.
Kebutuhan Ayam Kampung ini cukup tinggi sesuai permintaan pasar, sesuai data Per Kabupaten di NTT yang dikompilasi oleh Advocacy and Research of Rural Farming Development (AFRO) Farm , yaitu Bapak Mardianus Epafroditus ili , mengenai data sebaran DOC (Day Old Chick/Bibit anak ayam) dan Para Peternak Ayam yang difasilitasi oleh AfroFarm Pada Periode 2020-2021, nampak pada diagram berikut : 
Menurut Bapak Mardianus Epafroditus ili yang akrab disapa Afro Making lulusan BI-YES selaku pemilik AFROFARM yaitu Peternakan Ayam Kampung KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) Wilayah NTT, yang berlokasi di Baumata Timur Kabupaten Kupang ini, juga bekerja sama dengan PT. Sumber Unggas Indonesia di Bogor Jawa Barat selaku pemasok DOC (bibit ayam Kampung). Pada awalnya Afro Making memulai AfroFarm ini dengan mengubah hobby ternak ayam ke arah bisnis ayam kampung, sehingga berkeinginan membuat suatu model bisnis yang mudah diadopsi oleh masyarakat NTT sebagai calon-calon peternak ayam. Afro Making seorang Putra Lembata NTT ini tamatan Fakultas Peternakan Undana dengan gigih tetap merintis usaha Ayam mulai 2007 dan fokus pada ayam Kampungnya tahun 2015 dengan mengambil beberapa ekor ayam kampung milik warga desa lainnya dan dipelihara serta dikawinkan, sehingga memperoleh jumlah ayam kampung yang mulai banyak. Total ayam Kampung KUB di AfroFarm yang dimilikinya mencapai 3000 ekor, dan ditunjang juga dari peternak-peternak dampingan. Luasan peternakan ayam kampung di Afrofarm ini kurang lebih 8000 meter persegi, dengan berbagai jenis kandang ayam yang terbuat dari bambu , kayu dan bahan alami lainnya, sehingga biaya awal untuk pembuatan kandang ayam bisa ditekan, serta nampak juga beberapa ayam Kampung pun dibiarkan berlarian diluar kandang.
Dalam satu bulan AfroFarm ini bisa hasilkan sekitar 500ekor untuk DOC bibit anak ayamnya, dan berbagai aneka produk AfroFarm : DOC (day old chicken), telur ayam kampung, telur tetas, Ayam Kampung Hidup usia 70-90hari, Ayam indukan, Serta Karkas / Daging Ayam yang sudah bersih bulunya.


(AfroFarm Siap Maju : Sinergi, Inovasi, Aktif, Profesional, Mandiri , Amanah, Jujur, Unggul) , "Kesuksesan dalam hidup tidak diukur oleh apa yang anda capai tetapi oleh hambatan yang anda lalui," Menyambut di Pintu Masuk menuju Peternakan Ayam Kampung ini.
Pemenuhan ayam kampung saat masa pandemi di NTT cukup tinggi, dan Afrofarm menurut Bapak Mardianus Epafroditus ili hanya fokus pada edukasi para peternak, serta tidak ingin juga mengambil semua atau monopoli sendiri, karena diharapkan peternak ayam kampung lainnya juga bisa memenuhi permintaan pasar yang tinggi ini , sehingga peternak ayam kampung lainnya bersama-sama Afrofarm juga bisa mampu turut mensuplai ayam kampung untuk wilayah kota kupang dan berbagai kabupaten lainnya di NTT. Afrofarm pun siap memberikan edukasi bagi para peternak - peternak ayam yang ingin belajar dan juga memenuhi kebutuhan permintaan ayam kampung di NTT ini, dengan motto Afrofarm yaitu : Hidup dari menghidupkan Petani ternak.
Menurut Bapak Afro Making dalam 1 Bulan permintaan ayam kampung khusus di Kota Kupang saja mencapai sekitar lebih dari 500ekor, ini pun masih berkekurangan, sehingga sangat diperlukan lebih banyak lagi peternak-peternak ayam kampung yang lain untuk memenuhi permintaan pasar, begitupun halnya telur ayam kampung.
Omset dari Afrofarm dengan margin sekitar 10.000-15.000 rupiah per ekor ayam, itu pun baru dari 1 sektor yaitu ayam kampung, dengan berbagai varian harga dan beratnya. Kisaran harga ayam kampung sendiri 85.000-100.000 rupiah, untuk telur ayam kampung 150.000 per papan, atau per butir senilai 5000 rupiah.
Harga pokok produksi (HPP) dari 1 ekor ayam kampung itu 55.000 rupiah, namun tergantung lagi dari harga pakan saat ini apalagi di masa pandemi , namun paling rendah HPP di angka 45.000 rupiah, dari total 3000 ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang diternakkan AfroFarm.
Bila tidak terserap pasar, maka solusi dari AfroFarm ada berbagai aneka produk, yaitu ke pengemasan daging ayam beku (Frozen), Ayam betina tidak terserap maka dialihkan menjadi ayam petelur, dan yang ayam jantan menjadi Karkas / ayam yang sudah dibersihkan bulunya dan dibekukan.

Ayam Kampung merubah Hidup, bahkan di negara berkembang, beternak ayam adalah pekerjaan perempuan atau ibu-ibu yang secara telaten dan tekun memelihara ayam guna pemenuhan konsumsi rumah tangga dan sisanya dijual ke pasar. Pakan ternak di Afrofarm sendiri menggunakan Pakan yang dicampur dengan jagung, serta adanya minuman "Jamu" dari bahan herbal guna memperkuat ayam kampung yang terbuat dari berbagai pohon daun pepaya, sere dll. Ide kreatif di Afrofarm pun muncul agar bisa meningkatkan hasil produksi dan memenuhi permintaan pasar terkait pemenuhan ayam kampung di NTT ini, sehingga Afrofarm dipercaya membina kurang lebih dari 20 kabupaten/kota wilayah NTT terkait jenis ayam kampung KUB ini. Bank Indonesia NTT melalui program Young Entrepreneur School (BI-YES) juga telah membekali Pemilik Afrofarm dengan berbagai hal guna mempertahankan bisnis ayamnya serta bisa mampu lebih meningkatkan kapasitas produksi ternak ayam kampung KUB dikemudian hari. (KK/Guntara)



- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 08 August 2021
- Hits: 4611
Pameran Expo Virtual UMKM Bangga Buatan Indonesia dalam Kilau Digital Permata Flobamora NTT

Kilau Digital Permata Flobamora NTT, Puncak Pameran Virtual EXPO UMKM Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GerNas BBI) digelar pada 18 Juni 2021, jam 08:30-11:00 WITA yang berlokasi di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Puncak acara ini turut dihadiri secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Komunikasi dan Informatika , Bapak Johnny G. Plate, Gubernur NTT Bapak Viktor Bungtilu Laiskodat, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Bupati Manggarai Barat Bapak Edistasius Endi, serta Anggota DPR RI Komisi XI Bapak Ahmad Yohan.

Berbagai apresiasi juga diberikan secara online daring terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GerNas BBI), Kilau Digital Permata Flobamora NTT diantaranya yaitu video Menteri Dalam Negeri Bapak Tito Karnavian, Menteri BUMN Bapak Erick Thohir, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Bapak Teten Masduki, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bapak Sandiaga Uno, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Bapak Abdul Halim Iskandar, Gubernur Bank Indonesia Bapak Perry Warjiyo, dan beberapa yang nampak di lokasi Puncak Waringin Labuan Bajo NTT juga hadir Direktur Strategic dan Portofolio TELKOM Bapak Budi Setiawan Wijaya, CEO LinkAja Ibu Haryati Lawidjaja, Direktur Utama BAKTI Bapak Anang Achmad Latif, dan berbagai undangan lainnya.
Dalam video sambutannya, Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak K.H. Ma’ruf Amin mengatakan Puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), secara online daring dengan tema “Kilau Digital Permata Flobamora” Pulau Flores, Sumba, Timor dan Alor di Provinsi NTT , dalam hal ini Pemerintah terus mendorong penggunaan produk Bangga Buatan Indonesia (BBI) produksi dalam negeri khususnya produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baca Juga : Kilau Permata Digital Flobamora NTT Mendukung Bangga Buatan Indonesia
Hal ini juga telah diamanatkan dalam Perpres Nomor 12 Tahun 2021, yaitu dengan adanya kewajiban alokasi 40% bagi UMKM, dalam setiap kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk mengutamakan penggunaan produk-produk lokal dari masyarakat. Diiharapkan juga melalui Perpres No.12 tahun 2021 ini, UMKM memiliki kesempatan guna berperan lebih besar dan lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan.
Pengawasan di dalam realisasi menurut Wapres juga harus dipublikasikan secara transparan kepada masyarakat, agar melalui Gernas BBI pemerintah bisa terus menekankan pentingnya dan mendorong penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Hal ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GerNas BBI) karena pemerintah sangat serius, tidak saja dalam mendorong pertumbuhan tapi juga kemandirian ekonomi nasional.
Pemasaran produk UMKM secara online diharapkan mampu menciptakan multiplier effects yang memberikan manfaat lebih besar dan lebih luas bagi para pelaku UMKM sehingga mampu menyumbang pada peningkatan kesejahteraan dan perekonomian nasional.
Pemerintah juga mendorong UMKM untuk masuk ke dalam pasar digital, melalui Gernas BBI dan Tahun 2020 lalu Gernas BBI telah berhasil mengikutsertakan 3,7 juta pelaku UMKM bergabung dengan platform online untuk memasarkan produknya. Tak hanya mendorong para pelaku UMKM untuk Go Digital, Gernas BBI juga diarahkan untuk mempersiapkan transformasi ekonomi menuju digitalisasi. Oleh sebab itu, Wapres menekankan bahwa penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi menjadi hal paling mendasar dan mutlak untuk dipenuhi.
Pembangunan infrastruktur tersebut terus dilaksanakan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) hingga ke seluruh penjuru Tanah Air. Dengan adanya jaringan koneksi internet, ujar Wapres, maka akses untuk memasuki ekosistem digital bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, akan terbuka lebar. Diharapkan pada tahun 2023, seluruh wilayah Indonesia sudah terjangkau internet. Keterbukaan akses digital ini diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi karya dan kreasi lokal karena lahan bisnisnya mampu menembus pasar nasional dan bahkan pasar global. Di situlah letak nilai strategis dari transformasi ekonomi melalui digitalisasi yang merupakan salah satu prioritas pemerintah,” tuturnya.
Wapres pun mendorong para pelaku UMKM untuk dapat memanfaatkan berbagai platform digital yang ada untuk mendukung usaha yang dijalankan.
Dalam era digital ini, UMKM juga harus memanfaatkan platform digital termasuk media sosial untuk mendukung perkembangan usahanya, serta mempermudah akses pada pembiayaan, distribusi, dan pemasaran produknya,” ujarnya. Pelaku UMKM, juga dituntut untuk lebih adaptif, kreatif dan inovatif menciptakan produk yang sesuai dengan selera dan kebutuhan pasar.
Menutup sambutannya, Wapres berharap Gernas BBI dapat mendorong national branding produk lokal unggulan, sehingga menciptakan industri, kreasi dan inovasi baru serta pasar yang lebih besar sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Puncak Gernas BBI kali ini juga diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional, khususnya di Labuan Bajo, NTT, yang merupakan tempat gelaran berlangsung.
Wakil Presiden RI Bapak K.H. Ma'ruf Amin membuka secara resmi Acara Puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Kilau Digital Permata Flobamora dan berharap, kegiatan ini dapat memberikan hasil yang nyata guna mendukung pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi, dan mendukung pemulihan pariwisata nasional, khususnya Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo, NTT.
Bapak Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan investasi, mengatakan dalam acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GerNas BBI), UMKM on boarding wajib didorong agar tercapai 30 juta dari total 64 juta UMKM menjadi backbone kekuatan ekonomi indonesia, dan selain itu wilayah Destinasi super prioritas bisa selalu terjaga kebersihan wilayah Labuan Bajo , Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT. Menko Marves mengatakan membuat itu mudah, namun menjagalah yang sulit, maka diharapkan Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat agar konsentrasi betul terhadap kebersihan wilayah Destinasi Super Prioritas di Labuan Bajo, apalagi tahun depan lokasi ini Labuan Bajo menjadi bagian site event G20.
Dalam sambutan Bupati Kabupaten Manggarai Barat Bapak Edistasius Endi mengimbau kepada para pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan platform digital untuk bisa memasarkan dan menjual karya atau kreasinya secara online daring, sehingga jangkauan konsumen bisa lebih luas. Kita bisa keluar dari keterpurukan yang disebabkan oleh Covid-19, dengan bangkit bersama digitalisasi. Hari ini Pemerintah Provinsi NTT meluncurkan aplikasi Go NTT sebagai marketplace bagi produk-produk lokal NTT,” kata Endi.
Pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk mendorong penguatan branding produk-produk artisan lokal melalui pemanfaatan berbagai platform digital, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menyatakan pihaknya melakukan penggelaran infrastruktur TIK secara merata ke seluruh pelosok Nusantara dengan disertai berbagai pilihan dan kombinasi teknologi.
Dalam rapat kerja bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara tegas dan konsisten menugaskan Kemkominfo dan ekosistemnya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur telekomunikasi mulai dari penggelaran fiber optic di darat dan di dasar laut, pemanfaatan dan pembangunan akses-akses internet untuk titik-titik pelayanan publik di seluruh pelosok tanah air sesuai kapasitas satelit yang ada.

(Kiri-Kanan : Salam QRIS , Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Bapak Johnny G. Plate bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja)
Menteri Johnny menyatakan Kementerian Kominfo membangun Base Transceiver Station (BTS) di seluruh tanah air. Secara khusus di desa dan kelurahan yang masih belum terjangkau sinyal internet dengan menggunakan insentif fiskal untuk tahun anggaran 2021 dan tahun anggaran 2022.
Dalam sambutan acara itu, Menkominfo juga memaparkan pesan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengenai deployment rollout ICT Infrastructure Indonesia yang harus sejalan dengan pengembangan talenta digital atau sumber daya manusia. Hal itu diperlukan agar ruang digital Indonesia tidak disalahgunakan, seperti say no to hoax, disinformasi, malinformasi, misinformasi, dan hate speech. Sebaiknya isilah ruang digital untuk hal-hal yang bermanfaat secara khusus untuk menjadi ruang usaha dan ruang peluncuran ekonomi digital kita,” ungkapnya.
Baca Juga : Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia melalui Kilau Digital Permata Flobamora NTT
Bank Indonesia , Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan virtual expo Gernas BBI di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat NTT, ini sangat semarak dan menciri khas digital, dengan mendatangkan berbagai UMKM dari NTT dengan pameran di Airport Komodo labuan bajo, dan juga Pameran Expo di Puncak Waringin, hingga pameran 3 Dimensi secara virtual, transaksi digital UMKM dengan QRIS yang mudah, cepat dan aman, hingga launching aplikasi Pikampung yakni suatu aplikasi yang mengulas destinasi kampung adat di NTT guna meningkatkan sektor pariwisata sebagai prime mover Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengembang Aplikasi Pikampung bersama BI NTT, mengatakan aplikasi pikampung jelajahi kampung adat di Provinsi Nusa Tenggara Timur berfokus pada relasi manusia, alam dan budaya, dengan berbagai akses data dan informasi wisata Kampung Adat guna mendukung gerakan nasional bangga buatan indonesia, aplikasi pikampung dapat diakses melalui www.pikampung.com atau Pikampung di aplikasi android google playstore.
Berbagai aplikasi yang di launch dalam acara Virtual Expo NTT Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Labuan Bajo ini diantaranya : Aplikasi Pikampung (Bank Indonesia NTT), Aplikasi JP-HUB Hub Jaringan Pariwisata Wonderin.id bersama www.indonesia.travel (Kemenparekraf, TELKOM, Kemenkominfo), Toko Online BUMDES Mart (BAKTI, Kominfo dan Kementerian Desa PDTT) , Gerbang Online GO NTT (Pemprov NTT bersama Bank NTT).
Acara Kilau Digital Permata Flobamora ini berlangsung secara virtual (hybrid system) dari Puncak Waringin, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan disiarkan secara live melalui aplikasi Zoom Meeting, Youtube Kemkominfo TV, serta platform e-Commerce, dan stasiun Televisi yaitu Metro TV, iNews dan TVRI. Video live streaming GerNas Bangga Buatan Indonesia di Labuan Bajo NTT, dapat diakses melalui : https://www.youtube.com/watch?v=aqbHxl4wkq0 (KK/guntara)



(Kupangkota.com bersama Anggota DPR RI Komisi XI Bapak Ahmad Yohan,M.Si)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 19 June 2021
- Hits: 1378
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB





















