Home
Situasi Terkini Ekonomi dan Keuangan Provinsi NTT di masa Pandemi Covid19
Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT pada triwulan I tahun 2020 tercatat 2,84% (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,32% (yoy). Hal tersebut didorong oleh dampak dari penanganan Pandemi Covid19 yang mulai mempengaruhi kegiatan ekonomi Provinsi NTT, terutama permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga tercatat 4,41% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan IV 2019 yang mencapai 7,79% (yoy). Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh curah hujan yang rendah mengganggu produktivitas pertanian serta virus flu babi Afrika yang menahan kinerja sublapangan usaha peternakan.
Sementara itu, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi NTT pada April 2020 tercatat 0,07% (mtm) atau 1,71% (yoy), lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 2,67% (yoy). Hal ini menunjukkan bahwa faktor rendahnya permintaan mulai mengurangi tekanan inflasi seiring langkah-langkah penanganan Pandemi Covid19 antara lain physical distancing dan pembatasan aktivitas masyarakat di luar rumah. Rendahnya inflasi juga dipengaruhi oleh terjaganya inflasi kelompok bahan makanan, didukung sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah dalam lingkup Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Bank Indonesia meyakini sampai akhir tahun 2020, inflasi Provinsi Nusa Tenggara Timur akan terkendali di bawah kisaran sasaran inflasi nasional 3+1 % atau 3-1% .
Sejak merebaknya Pandemi Covid10, Bank ndonesia terus memperkuat seluruh instrumen bauran kebijakan yang dimiliki. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, mendukung stabilitas sistem keuangan, dan pada saat yang sama mencegah penurunan kegiatan ekonomi lebih lanjut berkoordinasi erat dengan Pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Bauran kebijakan Bank Indonesia tersebut terdiri dari 6 aspek penting yakni :
1. Menurunkan BI 7 day (Reverse) Repo rate dua kali, masing-masing sebesar 25 bso, dari 5,00% di Januari menjadi 4,50% di April 2020.
2. Menggunakan cadangan devisa untuk melakukan intervensi di pasar spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menstabilisasi nllai tukar Rupiah terhadap US Dollar yang sebelumnya hampir menyentuh Rp17.000 menjadi di bawah Rp15.000 saat ini.
3. Memperluas instrumen dan transaksi di pasar uang dan pasar valas, seperti lindung nilai (hedging), swap valas, dan penyediaan term repo untuk kebutuhan perbankan.
4. Melakukan injeksilikuiditas (quantitative easing) ke pasar uang dan perbankan melalui pembelian SBN dari pasar sekunder, penyediaan likuiditas perbankan dengan repo SBN, swap valas, serta penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah.
5. Pelonggaran kebijakan makroprudensial seperti Loan to Value Ratio (LTV), Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), serta penurunan GWM Rupiah untuk pembiayaan dunia usaha khususnya untuk ekspor impor maupun untuk UMKM dalam rangka memitigasi dampak Covid19.
6. Meningkatkan kemudahan dan kelancaran sistem pembayaran, seperti mengedarkan uang yang higienis, mendorong transaksi non tunai (uang elektronik, internet banking, dan Quick Respons Indonesia Standard / QRIS) serta elektronifikasi penyaluran bantuan sosial Pemerintah yaitu PKH, BPNT, kartu Pra Kerja, dan lainnya.

Sementara itu, berbagai upaya yang telah dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, terkait Covid19 antara lain :
1. Melaksanakan upaya pengendalian inflasi dalam lingkup TPID untuk menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi bahan makanan serta komunikasi efektif untuk mencegah panic buying di masyarakat.
2. Mendukung pencegahan dan penanganan Covid19 di Provinsi NTT melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa penyediaan wastafel portabel di tempat umum, APD kepada tenaga medis, masker dan hand sanitizer kepada masyarakat, serta sembako kepada masyarakat terdampak secara ekonomi.
3. Melaksanakan program pemberdayaan UMKM berupa pelatihan online untuk meningkatkan komptenesi, kualitas produk dan inovasi UMKM di tengah covid19.
4. Melakukan karantina setoran Bank selama 14 hari sebelum diolah dan diedarkan kepada masyarakat.
5. Bekerja sama dengan Polairud Polda NTT untuk distribusi uang ke sembilan kas titipan (Atambua, maumere, Waingapu, Ende, Ruteng, Lembata, Waikabubak, Kalabahi, dan Labuan Bajo) di tengah pembatasan moda transportasi.
6. Melaksanakan protokol kesehatan di lingkungan Bank Indonesia NTT untuk mencegah Covid19 antara lain pengecekan suhu tubuh, kewajiban penggunaan masker, penerapan work from home, meniadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, penyediaan hand sanitizer, serta penyemprotan disinfektan secara berkala.
Perlambatan ekonomi Provinsi NTT diperkirakan berlanjut pada triwulan II tahun 2020 seiring berlanjutnya kebijakan penanganan Pandemi Covid19. Perekonomian NTT diperkirakan membaik mulai triwulan III tahun 2020 dan pada akhir tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT diperkirakan pada kisaran 2,85% - 3,35% (yoy). Untuk meredam dampak negatif Pandemi Covid19 terhadap perekonomian Provinsi NTT, Bank Indonesia merekomendasikan 5 hal sebagai berikut :
1. Memperkuat upaya pencegahan dan penanganan Covid19 di wilayah NTT.
2. Mempercepat penyaluran bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat serta melaksanakan monitoring agar tepat sasaran.
3. Melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, OJK, dan Stakeholder terkait untuk menyiapkan program pemulihan ekonomi di Provinsi NTT.
4. Memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dalam lingkup TPID.
5. Melakukan fasilitasi pemasaran produk UMKM secara online serta memperluas penggunaan transaksi non tunai diantaranya melalui QRIS, eletronifikasi bantuan sosial dan lainnya.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja (tengah)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 19 May 2020
- Hits: 1037
Jaya Phita Guest House Kupang NTT
Jaya Phita adalah guest house yang terletak di kota Kupang. Kenyamanan dan ketenangan bisa didapatkan saat anda menginap disini dengan total kamar sebanyak 19 unit dan akan datang mencapai 34 kamar. Guest house ini hanya berjarak 6 menit dari Bandar Udara El Tari Kupang, dan 10 menit menuju pusat kota.
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 12 May 2016
- Hits: 4701
Perkembangan Ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2019

Perkembangan Ekonomi Terkini di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2019 Inflasi terjaga di bawah sasaran Nasional, hal ini terungkap dalam acara Santai-Santai Duduk Omong Dengan Media (Sasando Dia) seluruh media TV, Radio, pers, wartawan, bersama Bank Indonesia Provinsi NTT, pada 9 Januari 2020, jam 16:00wita yang bertempat di Kopi Petir, Oebobo kota Kupang.
Acara ini dihadiri oleh : Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja (kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT), Bapak Eddy Junaedi (Kepala Tim Sistem Pembayaran,Pengedaran Uang dan Layanan Administrasi) , serta Ibu Rut Eka Trisilowati (Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi).
yang membahas laporan keuangan dan inflasi 0,67% di NTT, sedangkan inflasi untuk nasional 2,71%, serta sistem pembayaran non tunai QR code (QRIS), tentang Perputaran uang yang beredar selama 2019 dari BI tersalurkan sebesar 8,6 Triliun, untuk kota kupang 3,2 Triliun.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi NTT pada bulan Desember 2019 tercatat terkendali sebesar 0,80% (mtm). Meskipun meningkat sesuai pola musiman dibandingkan dengan inflasi bulan November 2019 sebesar 0,32% (mtm), inflasi IHK bulan Desember 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan rerata inflasi IHK Desember lima tahun terakhir sekitar 1,65% (mtm). Perkembangan ini ditopang oleh terkendalinya inflasi kelompok bahan makanan, meskipun sesuai pola musiman akhir tahun naik dari bulan lalu sebesar 1,46% (mtm) menjadi tercatat 2,02% (mtm). Inflasi kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan juga terkendali, sebesar 1,36% (mtm), meskipun berlawanan dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar -0,35% (mtm). Secara tahunan, inflasi IHK Provinsi NTT tahun 2019 tercatat 0,67% (yoy) dan di bawah kisaran sasaran inflasi nasional sebesar 3,5±1% (yoy). Pencapaian ini tidak terlepas dari konsistensi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga serta ditopang sinergi kebijakan yang kuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah terutama dalam lingkup Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ke depan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga sehingga inflasi nasional pada tahun 2020 terjaga dalam kisaran sasaran 3,0±1% dan inflasi Provinsi NTT pada kisaran 2,5% - 2,9% (yoy). Inflasi IHK 2019 tercatat menurun dibandingkan dengan inflasi IHK 2018 sebesar 3,07% (yoy). Kondisi ini dipengaruhi inflasi kelompok bahan makanan yang terkendali pada level rendah 0,75% (yoy), didukung oleh sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah sehingga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi kelompok bahan makanan tetap terjaga, khususnya komoditas utama seperti beras, daging dan telur ayam ras, ikan segar, dan sayur-sayuran. Sementara itu, inflasi kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat deflasi sebesar -0,40% (yoy), didorong oleh penurunan tarif angkutan udara pasca kebijakan Pemerintah menurunkan tarif batas atas sejak bulan Mei 2019.

Untuk Kinerja perbankan di Provinsi NTT baik dari sisi intermediasi, efisiensi, maupun ketahanan masih terjaga dengan baik. Sampai dengan November 2019, kredit yang disalurkan di Provinsi NTT mencapai Rp 33,61 triliun atau tumbuh 12,76% (yoy), didominasi oleh kredit konsumsi mencapai 58,65%. Pangsa kredit UMKM di NTT mencapai 34,67%, melampaui target penyaluran kredit UMKM secara nasional yakni 20%. Kualitas penyaluran kredit perbankan secara umum juga terpantau baik tercermin dari rendahnya rasio kredit bermasalah sebesar 2,31%. Penghimpunan dana pihak ketiga di perbankan, baik yang berasal dari masyarakat maupun pemerintah, sampai dengan November 2019 mencapai Rp 30,82 triliun atau tumbuh 16,91% (yoy).
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 09 January 2020
- Hits: 1239
Read more: Perkembangan Ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2019
Gigabit Computer
"Gigabit Computer", solusi dalam perawatan komputer Anda. Usaha ini bergerak di bidang barang & jasa dalam menangani perawatan komputer Anda, serta update Software laptop yang mengalami gangguan virus.
Gigabit Computer berdiri sejak 2008 dan berlokasi di jalan Sam Ratulangi 1/9 walikota Kupang akan siap memberi pelayanan jasa perawatan CPU, Laptop dan desktop anda yang mengalami gangguan. Dengan berbagai pengalaman di bidang hardware serta software, GIGABIT ini pun memiliki ruang pelatihan dengan 8 unit komputer untuk kursus di bidang ICT (information communication techology).
Adapun harga perawatan komputer yang diberikan oleh Gigabit sangatlah terjangkau, mulai dari 75rb hingga 150rb sesuai dengan analisa kerusakan yang terjadi diantaranya, laptop/CPU lambat, membersihkan debu pada hardware, sampai dengan instal ulang aplikasi.
Perawatan (maintenance) yang Gigabit Komputer berikan pada anda diantaranya :
1. Perawatan Hardware : membersihkan debu, pengecekan hardware, dll
2. Perawatan Software : membersihkan virus, mengupdate data antivirus, jasa instal ulang software, backup data, dll
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 26 January 2015
- Hits: 7551
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB





















