
14 Desember 2021, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur meresmikan Green House Hidroponik Kelompok El Shaddai di kelurahan Bakunase dan Launching Program Gemar Tani serta Budi daya ikan air tawar. Turut hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Anggota Komisi XI DPR RI Bapak Ahmad Johan, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Bapak Ignasius R. Lega, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Bapak Iskandar Kapitan, Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Bapak Obed Kadji, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Bapak Orson G. Nawa, Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Kupang, Bapak Muhamad Khairil, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, Bapak K.H.Muhammad Wongso, Pengelola Kelompok El Shaddai sekaligus Gembala GPDI El-Shaddai Kupang Bapak Pendeta Meidy S.E. Mokolomban, dan Jemaat, Yayasan Ayub komunitas dari pendiri Ciputra yaitu Bapak Anton, Tim Teknis Hindu Berkebun PHDI Kota Kupang Bapak I Komang Sudarma,SP,MP, Camat Kota Raja Bapak Mohamad A. Abdul Jalil, Lurah Bakunase Bapak Wilhelmus Dikan, Babinsa & Bhabinkamtibmas, serta Rekan Media Pers Jurnalis.
Dalam Sambutan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja mengatakan BI sebagai Bank Sentral memiliki fungsi menjaga inflasi merupakan suatu kewajiban bersama sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebagaimana tertuang dalam Keppres dan Peraturan Menteri Perekonomian. Kantor Perwakilan Bank Indonesia di NTT selalu siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah, baik di level Provinsi maupun Kota/Kabupaten dalam upaya pengendalian inflasi.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur

Pada hari selasa, 14 Desember 2021 jam 09:30Wita, BI NTT Dedikasi untuk Negeri melakukan Peresmian PSBI Greenhouse dan Launching Gemar Tani merupakan wujud nyata Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai otoritas kebijakan moneter dalam rangka mengendalikan inflasi di daerah. Adapun acara peresmian greenhouse dan launching ini diharapkan mampu memberikan manfaat diantaranya Berkontribusi pada ketersediaan komoditas ketahanan pangan serta menjadi sumber protein hewani bagi masyarakat dalam rangka mencegah stunting di Provinsi NTT. Kemudian berkontribusi dalam menjaga Keterjangkauan harga & Ketersediaan Stok dalam kerangka pengendalian inflasi khususnya di komoditas Volatile Food (VF), Serta berkontribusi dalam peningkatan ekonomi masyarakat yang berdampak terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


I Nyoman Ariawan Atmaja, Kepala Perwakilan BI NTT dalam sambutan menjelaskan Fungsi dan tugasnya yang terdiri dari 3 hal utama yaitu mengatur Kebijakan Moneter, Kebijakan Stabilitas Keuangan dan Pengendalian inflasi. Ia juga mengapresiasi Pendeta Meidy sebagai ketua majelis jemaat El Shaddai dan Ketua Poktan serta Nelayan El Shaddai lewat program Green House yang sudah ikut membantu Bank Indonesia yakni pengendalian inflasi dan peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat lewat budi daya ikan air tawar dan pertanian hidroponik di dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat lewat tugas, fungsi dan peran BI, Nyoman Ariawan juga mengatakan bahwa pencapaian vaksinasi hingga 80% di NTT juga merupakan salah satu cara agar pemulihan ekonomi bisa tercapai.
“Saya titipkan pesan tolong bapak ibu sebagai pimpinan lembaga agama, para kepala wilayah tolong bantu edukasi dan sosialisasikan pentingnya vaksin bagi pemulihan ekonomi Harusnya hingga Desember 2021 pencapaian vaksinasi di NTT harus 80%, tapi faktanya di NTT pencapaian vaksin pertama baru 60% dan vaksin ke 2 baru 30,57% masih rendah dari target. Sedangkan target 100 persen vaksinasi akan diraih pada triwulan I tahun 2022.” Ujarnya.
Hal kedua untuk digitalisasi transaksi keuangan dan salah satunya dengan menggunakan QRIS, Quick Response Indonesia Standar , sistem pembayaran digital, sehingga meminimalisir perkembangan Covid 19.
Hal ketiga adalah menyiapkan masyarakat kelompok tani, kelompok ternak dan nelayan siap mendapatkan akses perbankan. Karena pemulihan ekonomi tidak bisa sendiri masyarakat harus kolaborasi dengan perbankan. Maka saya minta rohaniawan untuk siapkan masyarakat dalam kelompok-kelompok sehingga siap secara kelembagaannya untuk masuk ke akses perbankan.


Kepala BI NTT mengatakan di Tahun 2022 untuk Ekosistem Pertanian Jagung yang direncanakan seluas 60 ribu hektar bersama dengan Pemerintah Provinsi NTT, OJK, BI dan stakeholder lainnya. Targetnya sekitar 60 ribu hektar bila dikalikan dengan 1 hektar jika pembiayaannya Rp10 juta sudah capai Rp600 M. Semuanya akan dibiayai oleh lembaga keuangan perbankan dan non perbankan sehingga produksi kita banyak dan ekonomi NTT semakin bagus. Program ekosistem juga akan dilaksanakan di sektor perikanan dan peternakan.” pungkas Nyoman Ariawan optimis.
Jadi Green House ini diresmikan dan melaunching Program Gemar Bertani yang merupakan Program TPID kota Kupang. Menurut Nyoman Ariawan Atmaja, pada Bulan November 2021, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kota Kupang masing – masing mengalami inflasi sebesar 1,55% (yoy) dan 1,67% (yoy). Nilai ini cukup rendah bila dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapai angka 1,75 (yoy). Nilai inflasi pada bulan November 2021 ini didorong oleh adanya kenaikan beberapa komoditas penyumbang inflasi terbesar yang terdiri atas komponen tiket pesawat angkutan udara, daging ayam ras, minyak goreng, sawi hijau, dan jeruk nipis. Nyoman Ariawan mengatakan bahwa rendahnya inflasi NTT sebenarnya akibat rendahnya daya beli masyarakat yang menandakan ekonomi masyarakat NTT belum pulih. Seharusnya inflasi struktur inflasi ideal berada pada kisaran 2-3%, jika ekonomi maayarakat pulih. Peningkatan daya beli masyarakat akan meningkat jika semua berproduksi maka ekonomi makin bagus.
Melihat salah satu komoditas penyumbang inflasi daerah berupa komoditas volatile food yang berasal dari tanaman hortikultura, maka melalui Program Sosial Bank Indonesia – Program Kemandirian Ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT memberikan bantuan kepada Kelompok Tani El-Shaddai Kupang dalam Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar dan Hortikultura Mengggunakan Media Hidroponik, serta juga penyediaan sumur bor guna penyediaan air untuk budi daya ikan air tawar di Kelompok Tani El Shaddai Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja Kota Kupang Provinsi NTT. Adapun bantuan yang diberikan berupa greenhouse, benih ikan lele, benih ikan nila, benih ikan bawal, sumur bor, terpal air, serta pakan ikan, Pungkas Nyoman Ariawan.
Selain menyalurkan bantuan PSBI, acara ini juga bertujuan untuk melaunching program Tim Pengendali Inflasi Daerah yang bertajuk GEMAR TANI (Gerakan Menanam Pekarangan Rumah Tanaman Pengendalian Inflasi) sebagai bagian dari Program Unggulan TPID Kota Kupang, Sehingga diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengendalian inflasi di daerah dengan cara memanfaatkan potensi lahan pekarangan rumah untuk ditanami dengan komoditas tanaman pengendali inflasi.
Peran serta masyarakat dalam mengendalikan laju inflasi melalui gerakan – gerakan sederhana seperti inilah yang akan mampu memberikan dampak yang besar bagi perekomian di daerah. Kantor Perwakilan Bank Indoesia Provinsi NTT melihat bahwa partisipasi, sinergi, dan kolaborasi bersama dari segala kalangan merupakan kunci utama dari suksesnya program pengendalian inflasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Kota Kupang. Oleh karena itu, diharapkan semua stakeholder mampu menjadi sarana dan motor penggerak upaya pengendalian inflasi di tingkat daerah dalam rangka mendukung pengendalian inflasi secara nasional. Kepala BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja menutup sambutannya dengan pantun
Pagi hari makan masakan mama,
Makan lahap bersama keluarga
Mari ciptakan sinergi bersama,
untuk pengendalian inflasi terjaga
Kemudian dilakukan sesi penandatanganan Prasasti sebagai tanda launching Greenhouse Hidroponik dan peresmian gerakan Gemar Tani, pada kelompok Tani El Shaddai.
Ketua Poktan dan Nelayan El Shaddai Pendeta Meidy S.E Mokolomban,S.Th dalam sambutannya mengatakan Poktan dengan luas lahan mencapai 6000 meter persegi ini sudah berdiri selama 13 tahun dengan budi daya ikan air tawar (ikan lele dan nila) namun sejak pandemi 2020 karena kondisi air yang sulit maka beralih ke pertanian hidroponik yang bisa ditanam disegala musim, hasil produknya bebas pestisida terjamin sehat dikonsumsi. Dan sudah memberikan pelatihan pertanian hidroponik bagi hampir semua anggota Poktan.
Demi menunjang program pemkot Kupang dalam pengembangan pertanian tanaman pekarangan, maka Poktan dan Nelayan El Shaddai juga menanam beberapa tanaman dengan harapan bisa mentransfer kegiatan tersebut kepada banyak orang terutama kepada jemaat dan masyarakat agar memberdayakan halaman/pekarangan rumah yang kosong menanam tanaman pertanian hortikultura agar mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan memberi penghasilan bagi keluarga dalam masa pendemi.

“Walau sempat rusak karena Badai Seroja tapi dengan dukungan pihak Bank Indonesia BI NTT dan diperoleh bantuan sumur bor sehingga mengatasi kebutuhan air bagi Poktan dan Nelayan El Shaddai Bakunase.” Ungkap Pdt.Meidy.
Pendeta Meidy berkomitmen akan memberikan pemberdayaan selain bagi anggota Poktan, juga masyarakat dan saat ini di Green House yakni lewat contoh langsung pola budi daya ikan Damber (dalam ember) dan instalasi tanaman sayur hidroponik. Siapa saja bisa datang belajar dengan dukungan BI NTT sebagai pilot project dan berharap bisa ditiru banyak orang. BI NTT sudah memberi contoh dan motivasi lewat program Dedikasi Untuk Negeri, maka saya sebagai lembaga dan saya ajak semua pemimpin agama mari kita juga Buat Dedikasi Untuk Negeri.” Pungkas Pendeta Meidy.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Kupang lewat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Kupang yang sudah membantu lewat anggaran Program Pertanian Tanaman Pekarangan yang memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura.
“Dengan program ini sangat mudah karena kita bisa ajak semua orang menanam tanaman sayuran demi ketahanan pangan keluarga.” Ujarnya.
Pendeta Meidy mengatakan Green House Poktan dan Nelayan El Shaddai juga memperoleh dukungan berupa sumur bor dan 1000 anakan cendana dan bunga Sakura dari ketua Yayasan Ayub, Antonius Mujiono.
“Yayasan Ayub ini sebuah yayasan untuk bangsa yang berpusat di Jakarta yang bergerak dalam wirausaha pertanian dan perikanan yang sudah dengan membantu kami dengan sumur bor, program pemberdayaan. Kami berencana 500 anakan bunga sakura akan ditanam dispot-spot taman kota dan alun-alun, sedangkan 100 anakan untuk 100 rumah ibadah dengan tujuan menghijaukan kota Kupang.” Tandasnya.
Sementara plt.Asisten 3 Setda kota Kupang Ignasius R.Lega dalam sambutannya mengatakan semoga tahun 2022 akan ada lagi perhatian dari pemerintah pusat lewat DPR RI bagi pemulihan ekonomi masyarakat kota Kupang.
Kepada Kepala BI NTT, Ignasius Lega menyatakan rasa terima kasih untuk kerjasama dan perhatiannya. Ia berharap kalau bisa perhatian terhadap pelaku UKM dapat dilaksanakan di semua kelurahan di kota Kupang lewat Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Ignas mengakui bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dan sangat mengharapkan peran gereja, juga bersama BI NTT dan DPR RI dan stakeholder lain untuk membangun sektor perekonomian di Kota Kupang.

Sementara Bapak Ahmad Yohan, anggota DPR RI komisi XI, dalam sambutannya mengatakan bahwa Kepala BI adalah orang Bali yang sangat mencintai orang NTT. BI juga sangat dan sudah memberi perhatian luar biasa kepada pemerintah dan masyarakat NTT. Sebagai anggota DPR RI Ahmad Yohan mengatakan sesuai fungsinya menyusun anggaran dan menyusun serta mensahkan UU maka ia sangat memperhatikan posisi NTT yang sebagai Provinsi 3 T, Rangking 3 Miskin dan tidak sehat.
Ia mengatakan sering sedih mendengar fakta ini padahal NTT punya banyak potensi baik pertanian, perikanan, perkebunan namun belum bisa digerakkan sebagai penggerak ekonomi NTT.
Dan ini yang sedang didorong lewat program pertanian, pariwisata,dll. Labuan Bajo jadi wisata premium tapi masyarakat belum merasakan dampaknya.
Sektor pariwisata bidang kuliner masih mendatangkan bahan masakan dari Surabaya padahal NTT kaya. Mari kita gerakan sektor pertanian, perikanan dan peternakan. Dan Kesadaran masyarakat harus tumbuh secara mandiri juga.
APBD NTT dikatakan 7 trilyun dan ini sangat rendah untuk membiayai semua program, sehingga Ahmad Yohan minta masyarakat mau bergerak secara mandiri ikut menggerakkan sektor ekonomi tadi.
“Saya harap lewat lembaga agama mulai memberikan penyadaran dan pemberdayaan bahwa masyarakat harus sejahtera agar taat beragama.” Ujar Ahmad Yohan berharap.
Tentang sebutan NTT bodoh dan miskin, Yohan mengatakan bahwa NTT tidak bodoh karena banyak tokoh profesor. Ia sebut Adrianus Mooy sebagai Putra NTT pernah menjabat Gubernur BI dll. Yohan sebut bahwa NTT belum maju karena di NTT masih kurang banyak fasilitas seperti internet dan sarana prasarana (SarPras) pendidikan, sarpras kesehatan yang sangat minim sehingga sebagai anggota DPR dengan BI sudah bantu banyak sekolah Rp7 M di berbagai wilayah NTT
Ahmad Yohan Anggota DPR RI Komisi XI sangat apresiasi BI NTT yang di bidang kesehatan sudah beri beberapa ambulance di Adonara dan beberapa wilayah NTT. Ia ajak semua pihak berkolaborasi menjadikan NTT sebagai Nusa Terindah Toleransi bukan Nasib Tidak Tentu, Nanti Tuhan Tolong, atau Nasi Tempe Tahu.


(Kupangkota.com sdr.Rary Triguntara bersama Bapak Ahmad Yohan Anggota Komisi XI DPR RI, dan Juga Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI NTT Bapak K.H.Muhammad Wongso)
“UMKM harus diangkat agar ekonomi NTT bisa terangkat. Ia berjanji akan dorong berbagai program terutama saat ini dirinya berada di Badan Anggaran (Banggar) agar 2022 ada anggaran Rp200 M yang disiapkan untuk berbagai program baik dibidang perumahaan layak huni, pendidikan dan kesehatan serta pemberdayaan ekonomi di wilayah Provinsi NTT, Pungkas Ahmad Yohan.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Provinsi Nusa Tenggara Timur
Launching Program Gemar Tani Program TPID kota Kupang di Kelompok Tani El Shaddai Kelurahan Bakunase ditandai dengan peninjauan Hidroponik dan Peninjauan lahan budi daya Ikan Air Tawar yaitu lele dan Nila serta peresmian Green House yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Perwakilan BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja bersama Bapak Ahmad Yohan komisi XI DPR RI serta para tamu Undangan. (KK/Guntara).


(Kupangkota.com bersama Kepala BI NTT Bapak I Nyoman Ariawan Atmaja, Anggota DPR RI Komisi XI Bapak Ahmad Yohan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kupang, Bapak Iskandar Kapitan, Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Bapak Obed Kadji, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang, Bapak Orson G. Nawa, Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Kupang, Bapak Muhamad Khairil, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT, Bapak K.H.Muhammad Wongso, Pengelola Kelompok El Shaddai sekaligus Gembala GPDI El-Shaddai Kupang Bapak Pendeta Meidy S.E. Mokolomban, dan Jemaat, Yayasan Ayub komunitas dari pendiri Ciputra yaitu Bapak Anton, Tim Teknis Hindu Berkebun PHDI Kota Kupang Bapak I Komang Sudarma,SP,MP, Camat Kota Raja Bapak Mohamad A. Abdul Jalil, Lurah Bakunase Bapak Wilhelmus Dikan, Babinsa & Bhabinkamtibmas, Sdr.Komar (Ketua HMI NTT 2015), serta Rekan Media Pers Jurnalis)


- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 15 December 2021
- Hits: 1420






















