
Sumber Foto : Kementerian Keuangan RI
KupangKota.com, NTT - Jakarta – Kementerian Keuangan Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga ketahanan perekonomian nasional di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global. Menteri Keuangan RI Prof.Dr.Suahasil Nazara,S.E.,M.Sc.,Ph.D menyampaikan, kebijakan fiskal akan terus dioptimalkan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu menjalankan sejumlah fungsi sekaligus, mulai dari mendorong aktivitas ekonomi, menjaga daya beli masyarakat, hingga mempertahankan kredibilitas pengelolaan keuangan negara.
Menteri Keuangan RI Suahasil hingga 31 Agustus 2026, realisasi pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.055,6 triliun atau sekitar 65,2 persen dari target dalam APBN. Penerimaan tersebut berasal dari tiga sumber utama, yakni penerimaan perpajakan sebesar Rp1.409,0 triliun, kepabeanan dan cukai Rp210,2 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp435,1 triliun. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kemampuan pemerintah menghimpun sumber pembiayaan bagi pelaksanaan program dan belanja negara hingga akhir tahun anggaran.
Pada sisi belanja, pemerintah telah merealisasikan Rp2.295,7 triliun atau 59,7 persen dari total pagu anggaran hingga akhir Agustus 2026. Belanja tersebut terdiri atas Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.791,5 triliun dan Transfer ke Daerah sebesar Rp504,3 triliun. Penyaluran TKD menjadi bagian penting dalam menopang kapasitas fiskal daerah sekaligus memastikan program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan di tengah kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Video Live APBN Kita (18 September 2026) Kementerian Keuangan RI : Kunjungi Disini



Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara mengungkapkan dari sisi keseimbangan fiskal, posisi APBN hingga akhir Agustus 2026 mencatat defisit sebesar 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada saat yang sama, keseimbangan primer berada dalam posisi surplus sebesar Rp154,0 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa pendapatan negara setelah memperhitungkan belanja, tetapi sebelum pembayaran bunga utang, masih berada di atas pengeluaran primer. Kondisi ini menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam membaca ruang fiskal pemerintah secara keseluruhan, meskipun posisi akhir tahun tetap akan dipengaruhi perkembangan pendapatan dan belanja pada bulan-bulan berikutnya.
Fungsi APBN sebagai instrumen perlindungan masyarakat juga terlihat dari realisasi subsidi dan kompensasi sebesar Rp331,4 triliun, atau 74,2 persen dari pagu APBN. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah terealisasi sebesar Rp134,2 triliun, dengan cakupan sekitar 57 juta penerima manfaat melalui 27.485 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Besarnya realisasi tersebut menunjukkan bahwa belanja negara tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan administrasi pemerintahan, tetapi juga digunakan sebagai instrumen intervensi langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur



Dari sektor pasar keuangan, hingga pertengahan September 2026 tercatat akumulasi arus modal masuk (net inflow) sebesar Rp141,6 triliun. Data tersebut mencakup arus masuk pada sejumlah instrumen keuangan, antara lain Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp40,8 triliun, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp171,6 triliun, serta pasar saham sebesar Rp70,7 triliun secara akumulatif. Pergerakan arus modal menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati karena mencerminkan respons pelaku pasar terhadap kondisi ekonomi, kebijakan fiskal dan moneter, serta perkembangan pasar keuangan domestik.

Sementara itu, perekonomian Indonesia pada Semester I-2026 tumbuh 5,5 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan Semester I-2025 yang mencapai 5,0 persen. Berdasarkan data yang disampaikan, pertumbuhan tersebut berada di atas sejumlah negara pembanding, antara lain Tiongkok sebesar 4,7 persen, Malaysia 5,0 persen dan Amerika Serikat 2,4 persen. Capaian ini memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi domestik Indonesia masih mampu tumbuh di tengah perlambatan dan ketidakpastian ekonomi global.(Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Siaran Pers Kementerian Keuangan RI
Video Live APBN Kita (18 September 2026) Kementerian Keuangan RI : Kunjungi Disini
Baca Juga : Ketua HKTI Sudaryono Dan Gubernur Melki Dorong NTT Jadi Kekuatan Pangan Di Indonesia Timur
Baca Juga : Sertijab Menteri Keuangan Digelar, Suahasil Nazara Lanjutkan Tongkat Estafet Pengelolaan Keuangan Negara
Baca Juga : Ekonomi NTT Dipandang Makin Positif, Konsumsi Masyarakat Tembus 66,46 Persen
Baca Juga : Sertijab Menteri Keuangan Digelar, Suahasil Nazara Lanjutkan Tongkat Estafet Pengelolaan Keuangan Negara
Baca Juga : “Money Wise, Future Rise” : Bank Indonesia NTT Dorong Generasi Muda Cerdas Kelola Uang, Waspada Investasi Ilegal
Baca Juga : "Bersama Peduli, Bersama Bangkit," Bank Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores NTT
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 19 September 2026
- Hits: 71






















