prokopim-kupangkota1

KupangKota.com, NTT – Pemerintah Kota Kupang memasuki triwulan terakhir 2026 dengan dua pekerjaan besar yang berjalan beriringan, yakni memperkuat kapasitas keuangan daerah sekaligus membenahi tata kelola aparatur sipil negara (ASN). Dua agenda tersebut mengemuka dalam rangkaian kegiatan Pemkot Kupang pada 14 hingga 15 September 2026.

Komitmen memperkuat kemampuan fiskal daerah disampaikan Wali Kota Kupang, dr.Christian Widodo, saat menyampaikan Pengantar Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna Ke-14 Sidang III di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Kupang, Selasa (15/9).

Dalam rancangan perubahan APBD tersebut, target pendapatan daerah Kota Kupang diproyeksikan meningkat menjadi Rp1,298 triliun dari target awal sebesar Rp1,286 triliun. Dari angka tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp332,965 miliar melalui optimalisasi berbagai potensi daerah yang selama ini dinilai belum tergarap secara maksimal.

Namun, peningkatan PAD tidak diarahkan semata-mata melalui penambahan beban kepada masyarakat dan pelaku usaha. Christian menegaskan, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta pengembangan objek PAD baru harus dilakukan dengan tetap menjaga iklim usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dalam rangka optimalisasi pengelolaan keuangan daerah, Pemerintah bertekad meningkatkan intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Asli Daerah melalui pengembangan obyek PAD yang baru maupun sumber-sumber PAD yang potensial untuk mendongkrak penerimaan daerah tanpa membebani dan memberatkan masyarakat pelaku usaha,” tegas Christian di hadapan anggota DPRD Kota Kupang.

Tantangan peningkatan penerimaan tersebut terlihat dari realisasi hingga awal September 2026. Pendapatan daerah baru mencapai Rp766,091 miliar atau sekitar 59,56 persen dari target, sedangkan realisasi PAD tercatat Rp177,590 miliar atau 53,97 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi Pemkot Kupang untuk mengevaluasi capaian sekaligus menyesuaikan kebutuhan anggaran hingga akhir tahun.

prokopim-kupangkota2

Di sisi lain, penguatan tata kelola pemerintahan mendapat pengakuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kepala BKN Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh,S.H.,M.H., menyebut Kota Kupang sebagai daerah dengan implementasi kebijakan kepegawaian terbaik dari 44 kabupaten/kota di wilayah NTT, NTB dan Bali. Pengakuan tersebut disampaikan saat mengikuti Apel Kekuatan Gabungan bersama ASN Pemkot Kupang di Lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Senin (14/9).

Menurut Zudan, penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama diberikan atas komitmen, dedikasi, implementasi dan kontribusi Pemkot Kupang dalam menerapkan kebijakan kepegawaian yang mendukung pengembangan karier ASN. Sejumlah praktik yang menjadi perhatian antara lain kemudahan pencantuman gelar akademik, penerapan e-kinerja harian serta kenaikan pangkat secara periodik setiap bulan.

Zudan menegaskan, penghargaan tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi jajaran Pemkot Kupang untuk berpuas diri. Ia meminta pembenahan birokrasi terus dijaga dan diperkuat, terutama melalui produktivitas, digitalisasi serta pola kerja yang lebih cepat, efisien dan berorientasi pada hasil.

“Ini tolong dijaga, jangan kasih kendor. Gas pol, rem tetap pakem,” ujar Kepala BKN Prof.Zudan. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi harus bermuara pada pelayanan publik yang lebih cepat, mudah dan fleksibel sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Memasuki triwulan terakhir 2026, Prof.Zudan mengingatkan para kepala perangkat daerah agar memastikan berbagai target pembangunan dapat diselesaikan. Target tersebut mencakup pendapatan dan belanja daerah, penanganan stunting, kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur, pengendalian inflasi hingga peningkatan akses pendidikan. Menurutnya, profesionalisme ASN tidak sekadar diukur dari kepatuhan terhadap jam kerja, tetapi juga dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan dan memastikan hak masyarakat dilayani tepat waktu.

Wali Kota Christian Widodo menyambut pengakuan BKN tersebut sebagai momentum untuk menjaga konsistensi pembenahan tata kelola pemerintahan. Bagi Pemkot Kupang, Adhi Manawa Nugraha Utama tidak hanya menjadi penghargaan, tetapi juga penanda bahwa transformasi pengelolaan ASN mendapat pengakuan dari lembaga yang menangani manajemen kepegawaian secara nasional.

prokopim-kupangkota3

Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo menilai capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan agar birokrasi yang semakin tertata dapat menghasilkan pelayanan publik yang semakin nyata. Pada titik ini, penguatan PAD dan reformasi birokrasi memiliki hubungan yang erat: peningkatan kapasitas keuangan membutuhkan aparatur yang mampu bekerja efektif, sementara birokrasi yang semakin profesional dituntut menghasilkan pengelolaan anggaran dan pelayanan publik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan target pendapatan yang masih harus dikejar dan berbagai agenda pembangunan yang memasuki fase akhir tahun, Pemkot Kupang kini menghadapi tuntutan untuk menerjemahkan dua capaian tersebut ke dalam hasil konkret. Peningkatan penerimaan daerah perlu berjalan seimbang dengan perlindungan terhadap aktivitas ekonomi, sementara penghargaan atas tata kelola ASN perlu dibuktikan melalui pelayanan publik yang cepat, transparan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.(Rygun)

Editor : Guntara

Sumber dan Foto : Siaran Pers oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang , PKP enjel lasbaun/ansel ladjar

Baca Juga : Sertijab Menteri Keuangan Digelar, Suahasil Nazara Lanjutkan Tongkat Estafet Pengelolaan Keuangan Negara

Baca Juga : Ekonomi NTT Dipandang Makin Positif, Konsumsi Masyarakat Tembus 66,46 Persen

Baca Juga : “Money Wise, Future Rise” : Bank Indonesia NTT Dorong Generasi Muda Cerdas Kelola Uang, Waspada Investasi Ilegal

Baca Juga : Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Pemerintah Pastikan Transisi Kepemimpinan Berjalan Sesuai UU, Dengan Destry Damayanti Pimpin BI Sementara

Baca Juga : "Bersama Peduli, Bersama Bangkit," Bank Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores NTT

Baca Juga : Komandan Kodim 1604/Kupang Ajak Media Bersinergi , Letkol Didit Prasetyo Siapkan Program Nyata Untuk Masyarakat

Baca Juga : IPEBI Dan BMPD NTT Salurkan Bantuan Tahap II Kepada Korban Gempa Flores Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT

Baca Juga : Bank Indonesia Bawa 12 UMKM Unggulan Produk Wastra Dan Kuliner NTT Di Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Bidik Pasar Nasional Hingga Internasional

Baca Juga : Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 Bank Indonesia NTT Bersama KRI Hiu-634 TNI AL Menuju 5 Pulau 3T NTT Membawa Rupiah Layak Edar Dan Bantuan Gempa

Baca Juga : Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 Bank Indonesia NTT Kolaborasi Mitra Kerja Perluas Digitalisasi Di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Baca Juga : Kartu Kredit Indonesia dan Kebijakan MDR 0 Persen Perkuat Ekosistem Ekonomi Keuangan Digital

Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur