
KupangKota.com, NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt, mendorong Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sektor pertanian dan ketahanan pangan di daerah. Dorongan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Provinsi NTT Periode 2026–2031 di Grha Cendana Universitas Nusa Cendana, Kupang, Rabu (16/9/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPN HKTI Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA, kemudian Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo, Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Prof.Dr.Ir.Jefri Semuel Bale,S.T.,M.Eng, jajaran Forkopimda NTT, Anggota HKTI, pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT serta insan pers.

Menurut Gubernur NTT Melki, sektor pertanian memiliki posisi penting dalam struktur ekonomi NTT sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat dalam jumlah besar. Pada 2024, sektor tersebut disebut menyerap sekitar 2,3 juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi 28,9 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTT. Di sisi lain, potensi lahan kering yang mencapai sekitar 1,8 juta hektare dinilai membuka peluang bagi NTT untuk mengembangkan diri sebagai salah satu kawasan penyangga pangan di wilayah timur Indonesia.

Atas dasar itu, Gubernur NTT Melki menilai keberadaan HKTI tidak sekadar penting sebagai organisasi profesi petani, tetapi juga dapat menjadi penghubung antara kebutuhan petani dengan kebijakan pemerintah. HKTI diharapkan mampu memperkuat kelembagaan petani, memperjuangkan kepentingan mereka, sekaligus mendorong lahirnya sistem pertanian yang modern, produktif, berdaya saing dan berkelanjutan.
Gubernur juga berharap HKTI dapat menjadi rumah bersama bagi petani NTT untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi ikut merumuskan serta mengawal kebijakan pembangunan pertanian agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat lapangan.
Melki mengakui pembangunan pertanian NTT masih menghadapi tantangan yang kompleks. Perubahan iklim, keterbatasan sumber air, kondisi geografis dan topografi, tingginya biaya produksi, akses pasar, fluktuasi harga komoditas hingga persoalan regenerasi petani menjadi sejumlah hambatan yang perlu dihadapi secara bersama. Karena itu, ia menekankan pentingnya transformasi pertanian yang lebih adaptif, inovatif dan memanfaatkan teknologi.
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Salah satu perhatian utama yang disoroti Gubernur NTT Melki adalah keberlanjutan generasi petani. Menurutnya, NTT membutuhkan lebih banyak petani muda yang mampu melihat pertanian bukan lagi sebagai pekerjaan tradisional, melainkan sebagai sektor ekonomi yang memiliki prospek masa depan. Regenerasi petani dinilai penting agar pembangunan pertanian tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan sumber daya manusia yang mampu mengelola sektor tersebut secara modern dan mandiri.
Dalam konteks tersebut, Melki berharap HKTI menjadi salah satu kekuatan yang mendorong lahirnya petani-petani muda NTT yang modern, mandiri dan memiliki daya saing. Organisasi petani tersebut diharapkan mampu menjembatani generasi muda dengan teknologi, akses pembiayaan, pasar dan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian.

Kepada jajaran pengurus DPD HKTI NTT periode 2026–2031, Gubernur NTT Melki menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan pemerintah, bukan sekadar koordinasi. HKTI diminta membangun hubungan konstruktif dengan Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten/kota serta memastikan keberadaan organisasi benar-benar dirasakan hingga tingkat petani.
Menurut Melki, keberhasilan pembangunan pertanian tidak semestinya hanya dilihat dari luas lahan yang ditanam maupun jumlah produksi yang dihasilkan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah pendapatan petani meningkat, kesejahteraan keluarga petani membaik, anak-anak petani memiliki masa depan yang lebih baik, dan semakin banyak generasi muda yang melihat pertanian sebagai pilihan kehidupan yang menjanjikan.
HKTI NTT Siap Turun Langsung ke Daerah
DPD HKTI Provinsi NTT periode 2026–2031 kini dipimpin Fernando Jose Osorio Soares. Dalam sambutannya, Fernando menegaskan bahwa kepengurusan baru akan berupaya menghadirkan HKTI secara langsung di tengah-tengah petani di seluruh wilayah NTT.
Fernando menyatakan HKTI NTT akan berkeliling ke 21 kabupaten dan satu kota untuk mendengarkan persoalan petani dari dekat. Organisasi tersebut akan menjalankan peran sebagai mata dan telinga petani dengan menyerap berbagai persoalan di lapangan sekaligus mendorong solusi yang konkret.

Komitmen turun ke daerah tersebut menjadi penting karena tantangan pertanian di NTT tidak selalu sama antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Kondisi lahan, ketersediaan air, komoditas unggulan, akses transportasi, pasar dan kemampuan petani dapat berbeda. Karena itu, pendekatan pembangunan pertanian membutuhkan pemetaan persoalan yang lebih dekat dengan kondisi masing-masing daerah.
Komitmen HKTI tersebut sekaligus menjawab harapan Gubernur Melki agar organisasi tidak berhenti pada struktur kepengurusan dan kegiatan seremonial. Kehadiran HKTI di lapangan akan menjadi ukuran penting sejauh mana organisasi tersebut mampu menerjemahkan aspirasi petani menjadi agenda dan solusi yang dapat dikawal bersama pemerintah.
Sementara itu, Ketua Umum DPN HKTI Sudaryono menegaskan pentingnya penguatan sektor pertanian sejalan dengan arah pembangunan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong swasembada pangan. Ia juga mendorong HKTI NTT memperkuat kolaborasi dengan para kepala daerah agar pembangunan pertanian dapat bergerak lebih terarah di seluruh wilayah NTT.
Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Ketua DPN HKTI) turut menyoroti persoalan stunting di NTT. Menurutnya, kondisi prevalensi stunting yang masih menjadi perhatian di daerah tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan dapur-dapur baru program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTT.
Pelantikan DPD HKTI NTT periode 2026–2031 akhirnya tidak hanya menjadi agenda pergantian dan pengukuhan kepengurusan organisasi petani. Momentum tersebut mempertemukan kepentingan petani, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam satu agenda besar, yakni memperkuat pertanian NTT. Tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen yang disampaikan tidak berhenti di forum pelantikan, tetapi diterjemahkan menjadi kerja nyata di lahan, sentra produksi dan komunitas petani.(Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Siaran Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT / Baldus Sae / Dio Ceunfin / Windy-John Wutu
Baca Juga : Sertijab Menteri Keuangan Digelar, Suahasil Nazara Lanjutkan Tongkat Estafet Pengelolaan Keuangan Negara
Baca Juga : Ekonomi NTT Dipandang Makin Positif, Konsumsi Masyarakat Tembus 66,46 Persen
Baca Juga : Sertijab Menteri Keuangan Digelar, Suahasil Nazara Lanjutkan Tongkat Estafet Pengelolaan Keuangan Negara
Baca Juga : “Money Wise, Future Rise” : Bank Indonesia NTT Dorong Generasi Muda Cerdas Kelola Uang, Waspada Investasi Ilegal
Baca Juga : "Bersama Peduli, Bersama Bangkit," Bank Indonesia Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores NTT
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
.
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 18 September 2026
- Hits: 61






















