6323346287251623861

Kupangkota.com, NTT – Tekanan harga di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada periode April 2026 masih berada dalam tren terkendali, meski menunjukkan kenaikan moderat. Inflasi tahunan (year on year/y-on-y) tercatat sebesar 2,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,89. Dari seluruh wilayah, Kota Waingapu menjadi daerah dengan inflasi tertinggi yakni 3,49 persen, sementara Kabupaten Ngada mencatat inflasi terendah sebesar 2,03 persen. Data Ekonomi ini sesuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 4 Mei 2026.

Inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 2,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,89. Inflasi tertinggi terjadi di Waingapu sebesar 3,49 persen dengan IHK sebesar 112,91 dan Inflasi terendah terjadi di Kabupaten Ngada sebesar 2,03 persen dengan IHK sebesar 110,38.
Inflasi y-on-y April 2026 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 dari 11 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,36 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,06 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,42 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,68 persen; kelompok transportasi sebesar 3,45 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,77 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,52 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,18 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,39 persen. Sementara, kelompok yang mengalami penurunan indeks harga, yaitu kelompok pedidikan sebesar 2,25 persen pada April 2026.
Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,43 persen pada April 2026. Dan terjadi inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 1,79 persen pada April 2026

Kenaikan inflasi tersebut dipicu oleh meningkatnya harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran. Dari total 11 kelompok, sebanyak 10 kelompok mengalami kenaikan, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 16,39 persen. Sementara itu, sektor transportasi juga memberikan andil signifikan dengan kenaikan sebesar 3,45 persen. Di sisi lain, hanya kelompok pendidikan yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 2,25 persen. Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi tercatat sebesar 0,43 persen, sedangkan secara tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 1,79 persen.

6323346287251623858

Di tengah tekanan harga tersebut, daya beli petani justru mengalami penurunan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada April 2026 tercatat sebesar 99,41 atau turun 0,86 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini terjadi akibat melemahnya indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 0,49 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) meningkat 0,37 persen. Kondisi ini mengindikasikan bahwa biaya produksi dan konsumsi petani meningkat lebih cepat dibandingkan pendapatan yang mereka peroleh.

Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib), yang digunakan untuk mengukur kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. Selain itu, NTP juga mencerminkan daya tukar (terms of trade) antara produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
Perhitungan NTP April 2026 menggunakan tahun dasar 2018 (2018=100) dan mencakup lima subsektor, yaitu tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan. Pada April 2026, NTP Provinsi Nusa Tenggara Timur tercatat sebesar 99,41 atau turun 0,86 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 100,27. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya It sebesar 0,49 persen, sementara Ib meningkat sebesar 0,37 persen.
Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mengalami kenaikan sebesar 0,41 persen, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga tercatat sebesar 104,17 atau turun 0,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski demikian, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) menunjukkan peningkatan sebesar 0,41 persen, terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga mengalami penurunan menjadi 104,17 atau turun 0,55 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencerminkan tekanan pada profitabilitas usaha pertanian di daerah tersebut.

6323346287251623859

Di sektor perdagangan luar negeri, kinerja Ekspor Impor NTT masih menunjukkan surplus. Neraca perdagangan periode Januari hingga Maret 2026 mencatat Ekspor non migas pada periode Januari hingga Maret 2026 yang mencapai US$ 13,43 juta, turun sebesar 22,14 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Nilai ekspor Nusa Tenggara Timur bulan Maret 2026 mencapai US$ 4,46 juta atau turun 22,14 persen dibanding Maret 2025. Ekspor non migas Maret 2026 mencapai US$ 4,1 juta, turun 25,99 persen dibandingkan Maret 2025.

Sedangkan Impor Nusa Tenggara Timur Januari hingga Maret 2026 mencapai US$ 1,24 juta dengan total volume mencapai 3.395,45 ton. Nilai ini turun 41,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Nilai impor Nusa Tenggara Timur Maret 2026 sebesar US$ 0,53 juta, turun 69,42 persen dibandingkan Maret 2025.

6323346287251623862

Sektor pariwisata justru menunjukkan geliat positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Maret 2026 mencapai 33,29 persen atau naik 23,20 persen secara tahunan. Kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 23.065 kunjungan, meningkat 24,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju Provinsi NTT pada Maret 2026 mencapai 867.965 perjalanan, naik 13,39 persen (y-on-y). Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Maret 2026 mencapai 7.230 perjalanan, naik 29,06 persen (y-on-y).

6323346287251623860

Aktivitas transportasi juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah penerbangan pada Maret 2026 naik 25,45 persen jika dibandingkan dengan Februari 2026 dan naik 46,59 persen jika dibandingkan dengan Maret 2025. Jumlah penerbangan angkutan udara pada Maret 2026 sebanyak 3.184 penerbangan, jumlah tersebut terbagi menjadi 1.593 penerbangan berangkat dan 1.591 penerbangan datang.

Bandara dengan andil penerbangan terbesar adalah Bandara Eltari, Kupang dengan total andil sebesar 36,87 persen, diikuti oleh Bandara Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat dengan total andil 23,93 persen. Pada Maret 2026, jumlah penumpang angkutan udara sebanyak 223.302 orang. Jumlah tersebut naik 38,10 persen jika dibandingkan Februari 2026 dan naik 33,40 persen jika dibandingkan dengan jumlah penumpang angkutan udara Maret 2025.
Jumlah pelayaran angkutan laut pada Maret 2026 sebanyak 5.640 pelayaran, naik 25,72 persen jika dibandingkan dengan Februari 2026 dan naik 16,67 persen jika dibandingkan dengan Maret 2025.

Periode Maret 2026, jumlah penumpang angkutan laut tercatat sebanyak 431.469 orang. Jumlah tersebut naik 18,65 persen jika dibandingkan dengan jumlah penumpang angkutan laut Februari 2026 dan turun 37,68 persen jika dibandingkan dengan jumlah penumpang angkutan laut Maret 2025.
Jumlah penumpang angkutan laut terbagi menjadi penumpang turun (213.048 orang) dan penumpang naik (218.421 orang)

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur merilis pada Periode April 2026, inflasi di NTT berada di level 2,62 persen dengan kenaikan harga pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Di sisi lain, daya beli petani melemah yang tercermin dari penurunan NTP. Neraca perdagangan masih surplus meski ekspor dan impor sama-sama menurun. Sektor pariwisata dan transportasi menunjukkan pertumbuhan positif dengan peningkatan kunjungan wisatawan serta aktivitas penerbangan dan pelayaran.

Data ekonomi NTT periode April 2026 menunjukkan gambaran yang kontras antara stabilitas makro dan tekanan pada sektor riil. Inflasi yang relatif terkendali di kisaran 2–3 persen mencerminkan keberhasilan pengendalian harga, namun lonjakan tajam pada kelompok perawatan pribadi mengindikasikan adanya tekanan spesifik yang perlu diwaspadai, terutama terkait daya beli masyarakat perkotaan.

Penurunan Nilai Tukar Petani menjadi sinyal serius bagi sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ketidakseimbangan antara harga jual hasil pertanian dan biaya produksi berpotensi menekan kesejahteraan petani jika berlangsung dalam jangka panjang. Hal ini menuntut intervensi kebijakan yang lebih terarah, seperti stabilisasi harga komoditas dan efisiensi distribusi.

Di sisi eksternal, surplus neraca perdagangan lebih banyak ditopang oleh penurunan impor ketimbang peningkatan ekspor, yang mengindikasikan lemahnya daya saing produk ekspor daerah. Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat hilirisasi dan diversifikasi komoditas unggulan.

Sementara itu, pertumbuhan sektor pariwisata dan transportasi menjadi titik terang yang dapat mendorong pemulihan ekonomi daerah. Peningkatan signifikan kunjungan wisatawan dan mobilitas penumpang menunjukkan adanya pemulihan kepercayaan pasar dan efektivitas promosi pariwisata. Namun, tantangan ke depan adalah menjaga keberlanjutan pertumbuhan ini agar berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.(Rygun)

Editor : Guntara

Sumber dan Gambar : Siaran Pers Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur

Video : Kunjungi Disini

Baca Juga : Momentum Hardiknas ke 67, Bank Indonesia Bersama Pemprov NTT Pertegas Komitmen Bangun Pendidikan Berkualitas, Literasi Keuangan Dan Generasi Kompetitif

Baca Juga : Bank Indonesia NTT Dorong Modernisasi Sektor Tani, PemProv NTT Replikasi Model Digitalisasi Pertanian Dipanen.id Dari Daerah Istimewa Yogyakarta

Baca Juga : Kupang Rayakan HUT ke-140 dan 30 Tahun Daerah Otonom, Wali Kota Kupang Christian Widodo Paparkan Capaian Pembangunan

Baca Juga : Flobamorata Forum 2026 Jadi Momentum Transformasi Ekonomi NTT yang Inklusif dan Berdaya Saing

Baca Juga : Paripurna DPRD NTT Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki-Johni Fokus Fondasi Pembangunan Dan Ekonomi Tumbuh 5,14 Persen Serta Penurunan Kemiskinan

Baca Juga : Kepemimpinan Wali Kota Christian Dan Wakil Wali Kota Serena, Pemerintah Kota Kupang Ukir Prestasi Fiskal 2025 Dengan Realisasi PAD Rp134,04 Miliar Melampaui Target Pimpin Capaian seluruh NTT

Baca Juga : "Literamove" Sinergi Bank Indonesia Dan Pemerintah Daerah Kota Kupang Perkuat Budaya Literasi Baca Anak NTT

Baca Juga : Inflasi NTT Terjaga di Angka 3,34 Persen, Fokus Tim Pengendali Inflasi Daerah Stabilitas Harga Pangan Semester I 2026 Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional

Baca juga : Laporan Perekonomian Indonesia LPI 2025 Tekankan Arah Kebijakan Bank Indonesia Dalam Memperkuat Stabilitas Dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Baca Juga : OJK dan IASC Bersinergi, Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan

Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur