BI-Yogya

Kupangkota.com, NTT - Yogyakarta , Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Bank Indonesia Provinsi NTT terus memperkuat langkah transformasi sektor pertanian melalui pendekatan digital. Salah satu upaya konkret dilakukan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan studi banding ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait implementasi platform dipanen.id. Program ini diarahkan untuk mempercepat digitalisasi komoditas pertanian, sekaligus menciptakan ekosistem usaha tani yang modern, transparan, dan berkeadilan bagi para petani.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis (GPIPS), yang berfokus pada stabilitas harga pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan fluktuasi harga bahan pokok dan distribusi hasil pertanian, digitalisasi dinilai menjadi instrumen penting untuk mempertemukan petani, pasar, dan pemerintah dalam satu sistem yang terintegrasi. Dengan teknologi, rantai distribusi dapat dipangkas, efisiensi meningkat, dan harga jual di tingkat petani menjadi lebih kompetitif.

Pertemuan strategis yang berlangsung di Yogyakarta pada Senin, 27 April 2026 itu dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, jajaran organisasi perangkat daerah, serta perwakilan Bank Indonesia dari kedua provinsi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong pengendalian inflasi berbasis inovasi digital dan kerja sama antardaerah.

Dalam forum itu, Pemerintah Provinsi NTT mempelajari praktik baik yang telah diterapkan DIY dalam mengembangkan digitalisasi sektor pertanian. Model yang dijalankan DIY dinilai berhasil menjaga kesinambungan produksi, memperkuat posisi tawar petani, serta menjaga stabilitas harga komoditas. Keberhasilan tersebut menjadi referensi penting bagi NTT, yang selama ini memiliki potensi pertanian besar namun masih menghadapi tantangan infrastruktur, distribusi, dan akses pasar.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, Setiap kebijakan pembangunan merupakan proses berkelanjutan yang tidak lepas dari dinamika keberhasilan dan tantangan. Sangat penting fondasi infrastruktur digital dalam mendorong percepatan transformasi. Pemda DIY telah mengembangkan jaringan fiber optik yang mendukung digitalisasi lintas sektor, mulai dari pendidikan hingga pelayanan publik, yang kini diperluas ke sektor pertanian, transportasi, perpajakan, dan sektor strategis lainnya.

BI-Yogya1

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menilai, kolaborasi lintas daerah sangat penting untuk mempercepat pembangunan sektor strategis. Menurutnya, keterbukaan Pemda DIY dalam berbagi pengalaman, mulai dari level pimpinan hingga perangkat daerah kabupaten/kota, membuka peluang besar bagi NTT untuk melakukan transfer pengetahuan, penguatan kapasitas SDM, hingga replikasi program yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Adidoyo Prakoso mengatakan studi banding ini bisa memberikan manfaat bagi perekonomian NTT melalui modernisasi sektor pertanian, serta mendorong stabilitas harga pangan strategis.

Ke depan, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi digitalisasi pertanian sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah. Digitalisasi juga diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal NTT di pasar nasional maupun internasional.(RyGuN) 

Editor : Guntara

Sumber dan Foto : Kupangkota.com , Bank Indonesia NTT, Humas Jogja, Pemprov NTT

Baca Juga : Kupang Rayakan HUT ke-140 dan 30 Tahun Daerah Otonom, Wali Kota Kupang Christian Widodo Paparkan Capaian Pembangunan

Baca Juga : Flobamorata Forum 2026 Jadi Momentum Transformasi Ekonomi NTT yang Inklusif dan Berdaya Saing

Baca Juga : Paripurna DPRD NTT Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Melki-Johni Fokus Fondasi Pembangunan Dan Ekonomi Tumbuh 5,14 Persen Serta Penurunan Kemiskinan

Baca Juga : Kepemimpinan Wali Kota Christian Dan Wakil Wali Kota Serena, Pemerintah Kota Kupang Ukir Prestasi Fiskal 2025 Dengan Realisasi PAD Rp134,04 Miliar Melampaui Target Pimpin Capaian seluruh NTT

Baca Juga : "Literamove" Sinergi Bank Indonesia Dan Pemerintah Daerah Kota Kupang Perkuat Budaya Literasi Baca Anak NTT

Baca Juga : Inflasi NTT Terjaga di Angka 3,34 Persen, Fokus Tim Pengendali Inflasi Daerah Stabilitas Harga Pangan Semester I 2026 Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional

Baca juga : Laporan Perekonomian Indonesia LPI 2025 Tekankan Arah Kebijakan Bank Indonesia Dalam Memperkuat Stabilitas Dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Baca Juga : OJK dan IASC Bersinergi, Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan

Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur