
KupangKota.com, NTT – Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah NTT akan menyelenggarakan Flobamorata Creative Expo (FCE). Kehadiran Junior John Rorimpandey atau yang lebih dikenal sebagai Chef Juna dalam Masterclass Flobamorata Creative Expo (FCE) pada 2-4 Oktober 2026 di Kupang NTT akan menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian pengunjung. Chef Juna dikenal luas sebagai chef dan juri MasterChef Indonesia. Kehadirannya dalam kegiatan yang digelar Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama pemerintah daerah NTT tersebut diarahkan tidak hanya sebagai tontonan kuliner, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM NTT.
Menurut Kepala Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso dalam "Sasando Dia, santai duduk baomong dengan media", pada 22 September 2026 di Subasuka Resto mengungkapkan, Salah satu materi yang akan menjadi perhatian dalam Masterclass adalah pengolahan cabai atau lombok menjadi produk bubuk. Materi ini memiliki relevansi dengan persoalan harga pangan, khususnya ketika harga cabai segar mengalami kenaikan di pasar. Pengolahan cabai menjadi bubuk dapat menjadi salah satu bentuk diversifikasi produk pangan yang memungkinkan masyarakat memiliki alternatif penggunaan cabai tanpa selalu bergantung pada ketersediaan cabai segar. Dalam konteks UMKM, inovasi tersebut juga membuka peluang agar komoditas pertanian tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk dengan nilai tambah.
Gagasan tersebut menjadi semakin relevan apabila dikembangkan melalui produk cabai bubuk produksi UMKM NTT. Ketika cabai lokal dapat diproses, dikemas, memiliki kualitas yang konsisten dan dipasarkan secara luas, maka pelaku usaha tidak hanya menjual komoditas, tetapi membangun produk olahan yang mempunyai umur simpan dan nilai ekonomi lebih tinggi. Namun, cabai bubuk tentu tidak serta merta menggantikan seluruh kebutuhan cabai segar maupun menjadi satu-satunya instrumen pengendalian inflasi. Posisi yang lebih tepat inilah sebagai salah satu alternatif produk pangan olahan yang dapat membantu diversifikasi konsumsi sekaligus menciptakan peluang ekonomi bagi UMKM.
Dari sisi pengendalian inflasi pangan, pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa upaya menjaga stabilitas harga tidak hanya berbicara mengenai intervensi ketika harga komoditas meningkat. Ada pula ruang untuk mendorong inovasi pada sisi produksi, pengolahan dan konsumsi. Jika UMKM NTT mampu mengolah cabai segar yang dirubah menjadi produk bubuk cabai yang memenuhi standar mutu, memiliki kemasan yang baik, serta mudah diperoleh masyarakat, maka komoditas tersebut dapat memiliki rantai pasok dan pola konsumsi yang lebih beragam.
Menurut Kepala BI NTT Adidoyo Prakoso, nantinya kehadiran Chef Juna di ajang Flobamora Creative Expo 2026 Kota Kupang NTT menjadi penting karena masterclass dapat menjembatani pengetahuan profesional kuliner dengan potensi bahan pangan lokal di NTT. Pengalaman Chef Juna di dunia kuliner dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan teknik pengolahan, pemanfaatan bahan lokal dan pengembangan produk kepada pelaku UMKM maupun masyarakat. Sebelumnya pada April 2026, Chef Juna juga tercatat terlibat dalam kegiatan Bank Indonesia di Sulawesi Tenggara sebagai juri kompetisi kuliner berbasis pangan lokal, menunjukkan bahwa keterlibatannya dalam kegiatan kuliner berbasis potensi daerah bukan hal yang baru.
Selain Masterclass, FCE 2026 juga akan membawa unsur edukasi publik melalui sejarah uang Rupiah serta kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah). Edukasi tersebut dirancang menjadi pengalaman yang dapat ditemui pengunjung ketika memasuki area labirin pada setiap stan UMKM. Konsep ini membuat pesan mengenai Rupiah tidak disampaikan hanya melalui materi sosialisasi formal, tetapi dikemas bersamaan dengan pengalaman masyarakat saat berinteraksi dengan produk-produk UMKM NTT.
Konsep tersebut mempertemukan dua pesan yang saling berkaitan, yakni mencintai produk lokal dan memahami peran Rupiah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Pengunjung dapat mengenal produk kreatif daerah sekaligus memperoleh edukasi mengenai sejarah dan makna Rupiah. Dengan demikian, FCE 2026 tidak hanya menjadi ruang transaksi dan promosi, tetapi juga ruang pembelajaran ekonomi yang dikemas lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.

Acara "Sasando Dia" bersama Kepala Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso , Dan Deputi Kepala BI NTT : Ari Setyo Wibowo Dan Alfin Ari Wijayanto
Serta Bidang UMKM NTT Reza (Foto : Kupangkota.com)
Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung 2–4 Oktober 2026 dan direncanakan melibatkan 53 UMKM NTT. Bank Indonesia NTT bidang UMKM Reza, menyebut kegiatan sebelumnya bernama Exotic Tenun Fest (ETF) yang telah berubah nama selanjutnya menjadi Flobamorata Creative Expo (FCE) dengan pengembangan dari agenda sebelumnya dengan cakupan yang lebih luas, produk UMKM NTT tidak hanya sebatas tenun namun juga ada kuliner Makan minum (MakMin), serta produk kreatifitas lainnya, meliputi juga berbagai potensi ekonomi kreatif NTT. Area kegiatan akan memanfaatkan kawasan parkiran Lippo Mall Kupang dan area atrium Lippo Mall, sehingga masyarakat dapat menikmati rangkaian expo, masterclass, pameran produk, edukasi serta berbagai kegiatan kreatif dalam satu kawasan.
Pada akhirnya, kehadiran Chef Juna dan materi pengolahan cabai bubuk diharapkan bisa memberikan dimensi berbeda terhadap FCE 2026. Pesan yang dibangun bukan sekadar bagaimana produk UMKM NTT terlihat menarik di etalase, tetapi bagaimana bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, memiliki peluang pasar dan dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Di saat yang sama, edukasi sejarah Rupiah dan CBP Rupiah memperkuat pesan bahwa aktivitas ekonomi lokal juga berkaitan erat dengan pemahaman masyarakat terhadap mata uang dan sistem pembayaran nasional. Dengan konsep tersebut, FCE 2026 diarahkan menjadi ruang pertemuan antara kuliner, inovasi UMKM, edukasi, budaya dan penguatan ekonomi lokal.(Guntara)
Editor : Rygun
Sumber Dan Foto : Kupangkota.com dan Humas Bank Indonesia NTT
Baca Juga : Bank Indonesia Siap Hadirkan Flobamorata Creative Expo 2026 Di Kupang, Satukan UMKM, Kopi, Wastra Dan Kuliner NTT Menuju Ekonomi Berkelanjutan
Baca Juga : Kartu Kredit Indonesia dan Kebijakan MDR 0 Persen Perkuat Ekosistem Ekonomi Keuangan Digital
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 23 September 2026
- Hits: 49






















