Lufut1

(Foto Bersama : Penjabat Walikota Kupang Bapak George Melkianus Hadjoh,S.H , Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak S. Donny H. Heatubun , Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT Bapak Japarmen Manalu dan Direktur Marketing Museum Rekor Indonesia (MURI) Bapak Ignasius Awan Rahargo, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Drs.Dumuliahi Djami,M.Si, dan Pimpinan Perbankan, serta Forkompinda Pemerintah Daerah Kota Kupang, Dalam Acara Rekor MURI Tari Lufut 2770 Penari Terbanyak, dalam meriahkan HUT 27 Otonom Daerah Kota Kupang bersama Pelajar sekota Kupang, Pemerintah Daerah Kota Kupang, & Bank Indonesia NTT)

Kupangkota.com - NTT, Acara Festa Rakyat Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tanggal 28 April 2023 jam 14:00-18:00 yaitu Gema Rupiah yang dilaksanakan di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT pecahkan Rekor MURI. Festa Rakyat NTT Gema Rupiah ini adalah akronim dari Festival Digital Gerakan Menjaga Rupiah bersama Bank Indonesia NTT dan Juga Pemerintah Daerah Kota Kupang dalam Suasana Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 27 Daerah Otonom Kota Kupang yang ditetapkan pada tanggal 25 April 1996.

Acara ini disaksikan langsung oleh Penjabat Walikota Kupang Bapak George Melkianus Hadjoh,S.H , Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak S. Donny H. Heatubun , Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT Bapak Japarmen Manalu dan Direktur Marketing Museum Rekor Indonesia (MURI) Bapak Ignasius Awan Rahargo dengan Penyerahan Piagam Penghargaan Rekor MURI yaitu Tari Lufut 2770 Penari Terbanyak, dalam meriahkan HUT 27 Otonom Daerah Kota Kupang bersama Pelajar seluruh kota Kupang, disaksikan Forkopinda Pemerintah Daerah Kota Kupang & Bank Indonesia NTT.

Festa Rakyat NTT GEMA Rupiah, Festival Digital Gerakan Menjaga Rupiah , dalam merayakan HUT Kota Kupang ke-27 sebagai daerah otonom sekaligus juga menyongsong HUT Bank Indonesia ke-70 pada tanggal 1 Juli mendatang, dengan penyelenggaraan Festa Rakyat 2023 Gema Rupiah dalam Pres Event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI).

Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur 

Dalam Festa Rakyat NTT GEMA Rupiah, Festival Digital Gerakan Menjaga Rupiah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT Bapak Donny H. Heatubun menyampaikan Event acara ini mencakup beberapa kegiatan bersinergi dengan berbagai stakeholder diantaranya Pertama Pre-event FEKDI, berupa onboarding merchant QRIS UMKM dan QRIS Experience. Kegiatan Kedua yaitu Pemecahan Rekor MURI Tari Lufut Formasi CBP (Cinta, Bangga, Paham) Rupiah, melibatkan 2770 pelajar SD dan SMP se-Kota Kupang. Angka 2770 juga memiliki makna khusus, yaitu 27 tahun HUT kota Kupang dan 70 tahun HUT Bank Indonesia (BI). Ketiga yaitu Inklusi keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT dan perbankan untuk memperkenalkan tabungan kepada pelajar.

Kegiatan ini juga ada Experience QRIS yakni undian berhadiah bagi siapapun yang mau bertransaksi dengan QRIS , Quick Respons Indonesia Standar, hanya dengan scan barcode melalui Aplikasi Dompet Digital (LinkAja, Ovo, Danaku, serta Aplikasi Perbankan) senilai Rp1 Rupiah saja bisa mendapatkan berbagai hadiah undian berupa minyak goreng, sabun detergen, tepung terigu, sembako dan lainnya.

Lufut7

Lufut6

Pada Pemecahan Rekor Muri Tari Lufut, di bawah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Kupang Bapak Drs.Dumuliahi Djami,M.Si, melibatkan 2770 pelajar SD dan SMP di seluruh Kota Kupang. Kegiatan ini juga memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2023 mendatang. Pelajar juga merupakan target edukasi untuk memperkenalkan Cinta, Bangga, Paham Rupiah lebih dini sehingga di masa depannya dapat menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang paham perekonomian.

Menurut Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Bapak Daniel Agus Prasetyo , dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan Festa Rakyat 2023, tema yang diangkat adalah mengenal Rupiah. Uang Rupiah yang kita pakai sehari-hari, mungkin bagi kita semua yang terbiasa bertransaksi dengan Rupiah, hanyalah sebuah alat tukar. Akan tetapi, Rupiah memiliki makna yang lebih dalam. Rupiah merupakan suatu simbol kedaulatan bangsa kita, pemersatu seluruh Indonesia, dan patut menjadi kebanggaan kita.

Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur 

Lufut4

Kepala Bank Indonesia NTT Bapak Donny H. Heatubun mengungkapkan Provinsi NTT yang memiliki keunikan geografis sebagai Provinsi Kepulauan di Indonesia juga memiliki perbatasan wilayah dengan negara asing. Maka dari itu, semakin penting bagi kita untuk menunjukkan kebanggaan kita dengan Rupiah. Jangan sampai, kita terpengaruh oleh bangsa lain dan akhirnya tidak dapat memahami pentingnya Rupiah sebagai kebanggaan kita, Pungkas Donny H.Heatubun.

Selain itu, transaksi dan digitalisasi pelan-pelan masuk ke seluruh aspek kehidupan kita. Penting bagi seluruh kalangan masyarakat untuk memahami sistem pembayaran non-tunai. Sistem pembayaran non-tunai memiliki berbagai keuntungan, yang diharapkan semua masyarakat telah merasakan. Bank Indonesia mengungkapkan keunggulan dari sistem pembayaran non-tunai sebagai Cepat, Murah, Mudah, Aman, dan Handal atau disingkat sebagai Cemumuah.

Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur 

Bank Indonesia senantiasa bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, perbankan, dan pelaku masyarakat untuk mendorong implementasi digitalisasi sistem pembayaran. Melalui pre event FEKDI 2023, Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan literasi keuangan masyarakat. Melalui kolaborasi bersama Tim Percepatan & Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah mendorong
implementasi sistem pembayaran non-tunai dalam transaksi pengeluaran dan penerimaan daerah. Dengan perbankan, Bank Indonesia mendorong implementasi sistem pembayaran retail yaitu QRIS dan BI FAST untuk masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah, aman, dan nyaman.

Lufut5

Lufut3

Kupangkota.com, Rary Triguntara,SKM bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Drs.Dumuliahi Djami,M.Si, dan Juga Direktur Marketing Museum Rekor Indonesia (MURI) Bapak Ignasius Awan Rahargo, dalam Acara Rekor MURI Tari Lufut 2770 Penari Terbanyak, dalam meriahkan HUT 27 Otonom Daerah Kota Kupang bersama Pelajar sekota Kupang, Pemerintah Daerah Kota Kupang,  & Bank Indonesia NTT,

Lufut2

(Foto Bersama : Penjabat Walikota Kupang Bapak George Melkianus Hadjoh,S.H , Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak S. Donny H. Heatubun , Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT Bapak Japarmen Manalu dan Direktur Marketing Museum Rekor Indonesia (MURI) Bapak Ignasius Awan Rahargo, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Drs.Dumuliahi Djami,M.Si, dan Pimpinan Perbankan, serta Forkompinda Pemerintah Daerah Kota Kupang, Dalam Acara Rekor MURI Tari Lufut 2770 Penari Terbanyak, dalam meriahkan HUT 27 Otonom Daerah Kota Kupang bersama Pelajar sekota Kupang, Pemerintah Daerah Kota Kupang, & Bank Indonesia NTT)

Bank Indonesia bersama perbankan juga turut serta mendukung program inklusi keuangan yaitu program simpanan pelajar, seperti yang dilakukan dalam kegiatan hari ini bersama perbankan membuka booth agar generasi muda terbiasa menabung di bank untuk masa depan yang cerah dan memiliki literasi keuangan yang baik.

Rangkaian kegiatan Penghargaan Rekor MURI dengan Tarian Lufut 2770 Penari terbanyak ini merupakan hasil Sinergi Pemerintah Kota Kupang, Dinas Pendidikan Kota Kupang, antara Bank Indonesia NTT, Pemerintah Daerah tingkat Provinsi NTT dan OJK NTT seluruh perbankan, dan instansi lainnya. Ungkapan Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat , serta terima kasih kepada siswa-siswi pelajar SD dan SMP yang secara semangat menunjukkan kolaborasinya dalam tarian Lufut untuk memecahkan rekor MURI. Mari selalu berperilaku bijak dalam menggunakan uang Rupiah kita sebagai bentuk merawat simbol kedaulatan bangsa kita, dan sekaligus mengajak semua masyarakat menggunakan sistem pembayaran non-tunai sebagai bentuk baru dari Rupiah kita, ungkap Bapak Donny Heatubun Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selesai Tarian, beberapa Pelajar dari SD Adi Widya Pasraman Saraswati Kupang , yang terakreditasi A dan berlokasi Sekolah di Kelurahan Fatubesi, bernama Radha Devicka asal Bali dan Pulau Sabu NTT ini merupakan siswi SD kelas 5 yang hadir turut serta dalam Tarian Lufut, dalam wawancara singkat bersama kupangkota.com menyampaikan mereka walau cuaca sore yang panas terik, turut senang dan bahagia bisa berpartisipasi di dalam event REKOR MURI Tari Lufut 2770 Penari Terbanyak, serta menjadi pengalaman yang berarti seumur hidupnya, sekaligus bisa melestarikan tarian adat dan budaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (SP-BI, Kupangkota/KK/Guntara)

Lufut8

(Sdri.Radha Devicka dan teman-teman Para Penari Lufut , Rekor MURI Partisipasi Siswi-Siswi SD Adi Widya Pasraman Saraswati Kupang)

Lufut9

Piagam Penghargaan MURI Pagelaran Tari Lufut 2770 Penari Terbanyak

Lufut13

Para Penari dari Sekolah Dasar Adi Widya Pasraman Saraswati bersama Guru, serta seluruh Peserta Tari Lufut dari SD dan SMP Seluruh Kota Kupang

Lufut11

Para Penari dari Sekolah Dasar Adi Widya Pasraman Saraswati bersama Guru, serta seluruh Peserta Tari Lufut dari SD dan SMP Seluruh Kota Kupang

Lufut10

Para Penari dari Sekolah Dasar Adi Widya Pasraman Saraswati bersama Guru, serta seluruh Peserta Tari Lufut dari SD dan SMP Seluruh Kota Kupang

Lufut12

Para Penari dari Sekolah Dasar Adi Widya Pasraman Saraswati bersama Guru, 28 April 2023, jam 14:00-17:30WITA

Lufut14

 Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur