
(Foto Bersama : ASEAN Summit, 10 Mei 2023, Pimpinan ASEAN Negara-Negara di Kawasan Asia Tenggara, sumber : BPMI, Sekretariat Presiden)
Kupangkota.com - NTT, Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke 42 Asosiasi Negara-Negara di Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) mengambil tema ASEAN Matters Epicentrum of Growth.
KTT ke 42 ASEAN Summit yang berlangsung 9-11 Mei 2023 di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, ini memiliki berbagai acara pertemuan bilateral serta multilateral para pemimpin negara di Asia Tenggara. Terdapat 11 Pimpinan Negara Asia Tenggara yang hadir dalam ASEAN Summit ke 42 ini. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negara-Negara ASEAN kali ini dihadiri oleh delegasi dari 11 negara-negara anggota kawasan Asia Tenggara.
Adapun daftar negara-negara anggota ASEAN itu yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Singapura, Thailand, Myanmar, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Timor Leste. Di tahun 2023 ini Indonesia memegang tampuk kekuasaan sebagai ketua umum ASEAN yang berlangsung selama setahun dari Januari hingga Desember tahun 2023.
Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir.H.Joko Widodo mengatakan keketuaan Indonesia di ASEAN yang diterima Indonesia tahun ini ketika dunia tengah dihadapkan dengan beragam situasi global yang tak menentu. Namun Presiden Joko Widodo optimis jika Indonesia mampu berkontribusi bagi penemuan solusi dari berbagai persoalan regional dan global yang banyak dihadapi oleh negara-negara di kawasan ASEAN.
“Tahun ini, Indonesia menjadi Ketua ASEAN di tengah-tengah situasi global yang sangat tidak mudah. Krisis ekonomi, krisis energi, krisis pangan, perang, semuanya sedang terjadi,” kata Presiden Jokowi, namun ditengah berbagai tantangan, ASEAN pasti mampu berdiri kuat dan tangguh menjadi Pusat pertumbuhan Dunia. Lebih lanjut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa ASEAN memiliki aset kuat sebagai pusat pertumbuhan atau epicentrum of growth. Selain itu, ASEAN juga memiliki pertumbuhan ekonomi yang tumbuh jauh di atas rerata dunia, bonus demografi, hingga kestabilan kawasan yang terjaga.

ASEAN adalah Akronim yang merupakan singkatan dari The Association of South East Asian Nations atau Perhimpunan Bangsa-bangsa di Asia Tenggara, yang dibentuk pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Terdapat lima negara pendiri ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Oleh karena itu, setiap tanggal 8 Agustus, kita memperingati Hari ASEAN atau ASEAN Day.
Seiring dengan dampak positif yang dirasakan dari perhimpunan ini, hingga tahun 2022, anggota ASEAN bertambah enam negara lainnya menjadi total sebelas negara anggota. Enam negara yang dimaksud ialah Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste. Indonesia sendiri, telah berperan menjadi Keketuaan ASEAN sebanyak tiga kali (1976, 2003, 2011) dan menghasilkan capaian yang terbukti, dapat mendorong kemajuan negara ASEAN.
Mengambil tema "ASEAN Matters: Epicentrum of Growth", sejumlah pemimpin negara-negara di Kawasan Asia Tenggara hadir langsung, seperti Presiden Joko Widodo sebagai tuan rumah Keketuaan ASEAN 2023, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, PM Malaysia Anwar Ibrahim, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Vietnam Pham Minh Chinh, PM Kambona Hun Sen, PM Laos Sonexay Siphandone, Deputi PM Thailand Don Prawudwinai, dan PM Timor Leste Taur Matan Ruak sebagai observer.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur



Di tahun 2023 ini, Indonesia kembali didapuk memegang Keketuaan ASEAN, dengan mengambil tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth" yang bermakna bahwa Indonesia ingin menjadikan ASEAN tetap penting dan relevan bagi masyarakat ASEAN dan dunia. Indonesia juga ingin membawa ASEAN menjadi kawasan yang memiliki peran penting, bagi negara kawasan dan dunia yang mampu berperan sentral sebagai penggerak perdamaian maupun kesejahteraan kawasan. Selain itu, Indonesia juga ingin menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia.
Untuk mewujudkannya, telah disusun 3 Pilar Priorities Economic Deliverables, yaitu :
1. Recover-Rebuilding
ASEAN bertujuan untuk mengeksplorasi Policy Mix yang terkalibrasi, direncanakan dan dikomunikasikan dengan baik untuk memastikan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, serta memitigasi risiko seperti inflasi dan volatilitas aliran modal.
2. Digital Economy
Untuk memperkuat inklusi keuangan dan literasi digital, negara anggota ASEAN perlu meningkatkan kapasitas masing-masing dalam memformulasikan strategi edukasi finansial secara nasional dan meningkatkan interkonektivitas sistem pembayaran regional.
3. Sustainability
Sebagai kawasan yang paling terdampak oleh bencana alam dan risiko terkait iklim, ASEAN juga perlu merapatkan barisan guna mempersiapkan dan mengarah ke tujuan yang sama dalam kaitan transisi menuju ekonomi hijau, diantaranya melalui penyusunan ASEAN Taxonomy on Sustainable Finance dan Study on the Role of Central Banks in Managing Climate and Environment-Related Risk.

(Foto Bersama ASEAN Summit 10 mei 2023, saat Berlayar Joy Sailing, dengan kapal Pinisi, Sumber Foto : BPMI , Sekretariat Presiden)
ASEAN Summit 9-11 Mei 2023 juga mengangkat berbagai isu-isu seputar pertumbuhan ekonomi, stabilitas kawasan, keamanan hingga politik. Berbagai keamanan berlapis juga dikerahkan Panglima TNI dan Kapolri, untuk menjaga Para Delegasi dan Keamanan ASEAN Summit 2023. Pada Sore hari berbagai Pimpinan dan Kepala Negara ASEAN juga diajak Presiden RI Joko Widodo menikmati suasana Joy Sailing diatas Kapal Pinisi menyaksikan Keindahan Senja Matahari terbenam di Perairan Lautan Labuan Bajo, serta Presiden RI Joko Widodo juga memperkenalkan potensi Pariwisata Labuan Bajo NTT , Wonderful Indonesia ke berbagai Pimpinan Negara ASEAN, seperti keindahan The Dragon (Naga) Taman Nasional Komodo (TNK), Pulau Rinca, Pulau Padar, Kawasan Wisata Bawah Laut Snorkling, Gua Batu Cermin serta Panorama Alam di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT. Kemeriahan Acara Welcoming Dinner ASEAN Summit 2023, Video Kunjungi Disini , Acara Makan malam pun nampak diisi dengan pagelaran tarian khas Nusa Tenggara Timur, yaitu Tari Caci (Manggarai NTT) dan Tari Likurai (Belu NTT), Alunan Musik Sasando (Rote NTT) hingga lagu Gemu Fa Mi Re (Flores NTT), dan berbagai musik artis dari Ibukota. Selamat dan Sukses ASEAN Summit 2023.(BPMI/SetPres-KK/Guntara)
Sumber Foto : BPMI, Sekretariat Negara dan Bapak Agus Suparto.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur

(Foto Pimpinan Negara ASEAN , 10 Mei 2023 ASEAN Summit, Joy Sailing, Menikmati Senja Matahari Terbenam Berlayar dengan kapal Pinisi di lautan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, Sumber Foto Bapak Agus Suparto)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 11 May 2023
- Hits: 700






















