Home
Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Jadi Tuan Rumah Spektakuler Puncak Hari Maritim Nasional (HMN) Ke 59 dengan Semangat "Layar Terkembang Menuju Indonesia Maju"

Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI
Kupangkota.com - NTT, Perayaan Puncak Hari Maritim Nasional (HMN) ke-59 tahun 2023, yang digelar dengan sukses di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah menciptakan momen megah dan bersejarah. Acara yang berlangsung di Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Mako Lantamal) VII Kupang pada Kamis (12/10/2023) dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan berlangsung dalam suasana meriah dan hikmat. Hari Maritim Nasional (HMN) ditetapkan pada tanggal 23 September 1964 dan pada tahun 2023 ini dirayakan rangkaian Perayaan Puncak Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 Tahun di Kupang Kota KASIH : Karya, Aman, Sehat, Indah dan Harmonis.
Dalam daftar tamu Undangan turut hadir secara langsung yaitu Menteri Perhubungan RI, Dr.(H.C.) Ir. Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Laksamana TNI H. Yudo Margono,S.E.,M.M.,C.S.F.A, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake,SH.,MDC, Pimpinan DPRD NTT, Komandan Lantamal VII Laksamana Pertama TNI I Putu Darjatna,M.Tr.Opsla , serta sejumlah Pejabat Tinggi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) RI, Kepala Otoritas jasa Keuangan (OJK) NTT, Kanwil DJPb NTT, BI NTT, BPS NTT, Polda NTT, PolAirud, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Forkompimda NTT, Balai Karantina, PELINDO, PLN NTT, perwakilan ASN, pelajar, mahasiswa, jurnalis, pers media, dan masyarakat umum.

Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI


Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI
Menteri Perhubungan RI, Dr.(H.C.) Ir. Budi Karya Sumadi, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa perayaan HMN kali ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Proyek Prioritas Strategis Nasional (Major Project) di Provinsi NTT. Ia menggarisbawahi bahwa perayaan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan sejumlah PSN dan Major Project yang telah berhasil diselesaikan, serta yang masih dijadwalkan untuk selesai hingga akhir tahun 2023 hingga 2024, sesuai dengan janji prioritas Presiden untuk Provinsi NTT.
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi juga menyoroti tema Peringatan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 tahun ini, yaitu "Layar Terkembang Menuju Indonesia Maju", yang sejalan dengan atraksi kapal yang menawan oleh para nelayan serta personel Prajurit TNI dalam latar belakang perayaan HMN, dan lokasi Mako Lantamal VII TNI Angkatan Laut dipilih sebagai lokasi Perayaan Hari Maritim Nasional karena sebagai kekuatan menjaga kedaulatan NKRI keamanan Maritim , wilayah Laut Nusantara Indonesia , sesuai semangat TNI AL yaitu Jalesveva Jayamahe , yang berarti kejayaan Kita ada di Laut.
Sementara itu, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake, SH., MDC, mengucapkan apresiasi atas kehormatan yang diberikan kepada Nusa Teggara Timur sebagai tuan rumah puncak Hari Maritim Nasional. Dalam sambutannya, ia juga menekankan pentingnya perayaan tersebut sebagai sarana untuk mendorong pemanfaatan sumber daya maritim secara optimal dan berkelanjutan, dengan komitmen kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI

Dengan penuh semangat dan antusiasme, perayaan Puncak Hari Maritim Nasional ke-59 di Kota Kupang berhasil menggugah kesadaran akan pentingnya laut dan maritim bagi Indonesia, serta menguatkan tekad untuk menjaga dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab demi kemajuan negara.
Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ayodhia, dalam sambutannya, menggarisbawahi potensi maritim yang luar biasa yang dimiliki oleh provinsi kepulauan ini. Dikatakan bahwa NTT memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Meskipun potensi perikanan tangkap mencapai 393.360 ton per tahun, pemanfaatannya baru sekitar 48%. Begitu pula dengan potensi lahan rumput laut yang mencapai 89.110,10 hektar, hanya dimanfaatkan sekitar 16%. Lahan garam, yang memiliki potensi mencapai 52 ribu hektar, baru dimanfaatkan sekitar 11 ribu hektar. Ia juga menyoroti potensi energi baru terbarukan yang bersumber dari laut dan pulau-pulau kecil, yang bisa menjadi sumber penggerak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat NTT.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur



Panglima TNI Bapak Laksamana TNI H. Yudo Margono,S.E.,M.M.,C.S.F.A, Bersama Komandan Lantamal VII Bapak Laksamana Pertama TNI I Putu Darjatna,M.Tr.Opsla dalam Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, 12 Oktober 2023, sumber foto : Kemenko Marves RI
Pihak berwenang di NTT terus berupaya mengoptimalkan potensi kemaritiman melalui kebijakan, alokasi anggaran, dan kolaborasi antara pemangku kepentingan. Mereka juga menggelar Gerakan Masuk Laut (GEMALA) untuk mendorong masyarakat NTT agar lebih terlibat dalam pemanfaatan dan pelestarian laut.
Penjabat Gubernur menyampaikan sejumlah harapan masyarakat dan pemerintah provinsi, termasuk dukungan untuk pembangunan kemaritiman melalui kebijakan afirmatif, regulasi yang mendukung pemanfaatan sumber daya alam, dan solusi terhadap kenaikan harga tiket pesawat antar-wilayah yang berdampak pada inflasi.

Pada momen yang sama, Video Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Bapak Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A, menyampaikan, pesan “Pada perayaan Hari Maritim Nasional ini, mari kita manfaatkan untuk lebih berkomitmen dalam menjaga, melindungi, dan mengelola sumber daya maritim dengan bijak. Dengan memanfaatkan potensi maritim secara optimal, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan konektivitas antar pulau, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.


Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI
Selain itu, dalam peringatan Hari Maritim Nasional ini, juga dilakukan peluncuran Buku Produk Domestik Bruto (PDB) Maritim 2017 – 2021 oleh Kemenko Marves bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), dan juga pemberian Penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan NTT, DJPb NTT, BI NTT, BPS NTT, Balai Karantina, Pelindo, dan seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah di NTT. Kemudian dalam peringatan Hari Maritim Nasional ke 59 tahun ini, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada keluarga Laksamana Malahayati, penyerahan penghargaan kepada keluarga Laksamana Malahayati adalah seorang perempuan Nusantara pertama di dunia yang menyandang Panglima tertinggi di Angkatan Laut, serta pemberian hadiah kepada empat nelayan yang berpartisipasi dalam lomba kapal hias dan produk UMKM, termasuk produk tenun ikat.
Pesan dari Presiden Joko Widodo dan Menko Marves RI Bapak Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A, juga disampaikan dalam acara tersebut. Pesan Presiden Jokowi dan Menko Marves RI Dalam acara tersebut turut ditayangkan video pesan singkat dari Presiden Joko Widodo dan juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
“Laut bukanlah pemisah. Laut adalah penghubung antar pulau. Laut adalah tempat kita bersandar hidup. Laut adalah sumber penghidupan dimana banyak rejeki tersimpan didalamnya. Laut adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga untuk kepentingan sekarang dan juga generasi yang akan datang. Selamat hari maritim nasional, mari kita wujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” Demikian diungkapkan Presiden RI Jokowi melalui penayangan video.
Presiden Jokowi menekankan pentingnya menjaga laut sebagai sumber penghidupan dan anugerah Tuhan untuk kepentingan sekarang dan generasi yang akan datang. Menko Marves menekankan komitmen dalam menjaga, melindungi, dan mengelola sumber daya maritim dengan bijak sebagai langkah menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Dengan semangat ini, perayaan Hari Maritim Nasional menjadi momentum untuk meraih Indonesia sebagai poros maritim dunia.(Kupangkota/Guntara)
Video Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Mako Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Bisa Kunjungi Disini. (Youtube Kemenko Marves RI)

Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 13 October 2023
- Hits: 875
Menggugah Kesadaran Kesehatan Siswa SD di Desa Oelomin Melawan Tuberkulosis Dalam Peningkatan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Pemberdayaan Siswa Sekolah dalam Pencegahan Tuberkulosis Paru : Peningkatan Pengetahuan dan Tantangan di Desa Oelomin
oleh : I Gede Putu Arnawa, Ni Made Susilawati
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tidak hanya mencerminkan kualitas hidup seseorang, tetapi juga dapat menjadi faktor kunci dalam mencegah penyebaran penyakit paru yang serius seperti Tuberkulosis Paru (TBC Paru). Inilah pemahaman yang mendasari sebuah kegiatan pengabdian masyarakat yang baru-baru ini dilakukan di SDN 2 Tunfeu, Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini sekaligus Mengedukasi Siswa Sekolah Dasar tentang Pentingnya PHBS dalam Pencegahan TBC Paru di masa sekarang ini.

Foto : Koordinasi dengan Kepala Sekolah SDN 2 Tunfeu Desa Oelomin Nekamese
TBC Paru, penyakit peradangan paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, menjadi sorotan dalam kegiatan ini. Sekolah dianggap memiliki peran yang potensial dalam mencegah penyebaran penyakit ini, terutama jika siswa tidak menjaga kebersihan diri dan lingkungan mereka.
Tujuan utama dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada siswa-siswa sekolah dasar tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya dalam upaya pencegahan penularan TBC Paru. Kegiatan ini digelar di SDN 2 Tunfeu, Desa Oelomin, dengan melibatkan siswa dari kelas 1 hingga 6.
Selama kegiatan pengabdian pada masyarakat, siswa-siswa diajari tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan TBC Paru, termasuk pencegahannya, cara penularan penyakit, serta bagaimana menjalani gaya hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit tuberkulosis. Sebelum kegiatan dimulai, siswa-siswa diminta mengisi kuesioner tentang tuberculosis untuk mengukur tingkat pengetahuan mereka tentang penyakit ini.
Kemudian, dilakukan praktik perilaku cuci tangan dengan sabun di sekolah, sebuah langkah penting dalam menjaga kebersihan dan mengurangi risiko penularan penyakit. Setelah kegiatan selesai, siswa-siswa diberikan pertanyaan seputar pencegahan TBC dan teknik mencuci tangan yang benar. Mereka juga diminta untuk mengisi kuesioner lagi untuk mengukur pemahaman mereka setelah mendapatkan edukasi.
Tuberkulosis sebagai Ancaman Tersembunyi bagi Masyarakat, Edukasi di Sekolah Dasar untuk Pencegahan Tuberkulosis (TB) masih merupakan permasalahan utama kesehatan masyarakat yang meresahkan. Selain menghambat produktivitas kerja masyarakat, penyakit ini juga menjadi penyebab utama kematian. TB tidak mengenal batasan usia, menyerang baik kelompok produktif maupun anak-anak, dan merupakan salah satu penyakit paling menular.
Penularan TB terutama berasal dari pasien TB yang mengandung bakteri TB dalam dahaknya. Ketika pasien batuk atau bersin, mereka melepaskan partikel-partikel kecil yang mengandung bakteri TB ke udara, disebut dengan percikan dahak (droplet nuclei/percik renik). Kehebatan TB terletak pada kemampuannya untuk dengan mudah menyebar, dengan satu orang penderita TB dengan bakteri tahan asam (BTA) positif dapat menularkan penyakit ini kepada 10-15 orang di sekitarnya setiap tahun.
Angka kesakitan dan kematian akibat TB tertinggi terjadi di negara-negara berkembang, dan Indonesia tidak terkecuali. Pada tahun 2016, Indonesia mencatat 274 kematian akibat TB setiap hari. Pada tahun yang sama, lebih dari satu juta orang didiagnosis menderita TB paru. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah kasus TB terbanyak kedua di dunia, hanya setelah India. Ironisnya, sebagian besar penderita TB berada dalam kelompok usia yang paling produktif secara ekonomi, yaitu usia 15-50 tahun. Dampaknya sangat signifikan, dengan penderita TB diperkirakan kehilangan waktu kerja selama 3-4 bulan, dan pendapatan rumah tangga berkurang sekitar 20-30 persen per tahun.
Pencegahan TB menjadi suatu keharusan, dan salah satu pendekatannya adalah melalui peningkatan pengetahuan dan sikap penderita. Salah satu alat penting dalam upaya ini adalah edukasi. Metode konseling dua arah telah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang TB. Selain itu, flip chart, sebuah media edukasi sederhana namun efektif, telah digunakan dengan sukses di berbagai tempat.
Hasil dari penelitian oleh Umammi (2016) tentang dampak pendidikan kesehatan terhadap perubahan tingkat pengetahuan dan sikap penderita terhadap TB paru di Puskesmas Simo, Kabupaten Boyolali pernah menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan sikap terhadap pencegahan penularan TB paru.
Di tengah masalah serius ini, Sekolah Dasar Negeri 2 Tunfeu, yang terletak di Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese, Kupang, Nusa Tenggara Timur, berdiri sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan. Desa ini masih menjadi tempat ditemukannya kasus penderita TB, dan edukasi kesehatan kepada para siswa di sekolah dasar ini menjadi langkah penting dalam membantu mengatasi masalah ini, terutama di kalangan anak-anak.
Edukasi kesehatan yang diberikan diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa tentang penyebab penyakit, gejala, pengobatan, dan pencegahan TB. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa-siswa sekolah dasar di Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese, Kupang Barat, sebagai langkah proaktif dalam melawan penyebaran penyakit mematikan ini di kalangan masyarakat.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur

Foto : Pelaksanaan Kegiatan di Ruangan 1 Pada Sekolah SDN 2 Tunfeu Desa Oelomin Nekamese, Kabupaten Kupang NTT
Pada Bulan Juli hingga September tahun 2023 menjadi periode penting bagi siswa sekolah dasar di Desa Oelomin, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur -. Mereka terlibat dalam sebuah inisiatif pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pencegahan Tuberkulosis Paru (TB Paru). Kegiatan ini melibatkan siswa dari kelas 1 hingga 6, yang dibagi menjadi dua kelompok. Edukasi PHBS dan Pencegahan Tuberkulosis Paru di Desa Oelomin terhadap Siswa-siswa SDN 2 Tunfeu mulai Bergerak untuk sadar arti pentingnya Kesehatan.
Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah edukasi pada siswa-siswa SDN 2 Tunfeu. Rincian kegiatan mencakup beberapa tahap yang melibatkan interaksi langsung dengan siswa, melalui kegiatan seperti Pengumpulan Data Awal mencakup Kegiatan dimulai dengan membagikan kuesioner kepada setiap siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan awal siswa tentang TB Paru dan PHBS.
Kegiatan Kedua dengan Penyuluhan Edukasi melalui Metode edukasi dilakukan dengan mengumpulkan siswa di ruang kelas. Materi disampaikan dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan buku saku dan leaflet yang dirancang semenarik dan sesederhana mungkin untuk memudahkan pemahaman siswa.
Kegiatan Ketiga dengan Praktik Cuci Tangan yakni Siswa dilibatkan dalam praktik perilaku cuci tangan dengan menggunakan sabun dengan tujuh langkah yang benar. Ini adalah salah satu langkah penting dalam menjaga kebersihan dan mencegah penularan penyakit.
Kegiatan Keempat yaitu Evaluasi Awal dan Akhir mencakup Evaluasi program dilakukan dengan dua kali pengujian. Pre-test digunakan untuk mengukur pengetahuan siswa sebelum kegiatan dimulai, sedangkan post-test dilakukan setelah kegiatan berlangsung. Ini membantu dalam mengukur efektivitas edukasi yang diberikan.
Dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dalam mengikuti program ini. Mereka menerima pengabdian tim dengan baik, dan kegiatan dimulai dengan sambutan dari kepala sekolah. Siswa kemudian dibagi menjadi dua kelompok besar, di mana kelas 1 hingga 3 digabungkan dalam satu kelas, sementara kelas 4 hingga 6 digabungkan dalam kelas yang sama. Sebelum edukasi dimulai, siswa diminta untuk mengisi kuesioner tentang TB Paru untuk mengukur tingkat pengetahuan mereka. Selanjutnya, penyuluhan dimulai dengan perkenalan diri oleh tim pengabdian. Di akhir sesi, siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan mereka yang menjawab dengan baik mendapatkan hadiah sebagai penghargaan. Setelah edukasi, siswa praktik cuci tangan dengan sabun, dan hasil pemahaman mereka diukur melalui kuis. Siswa juga diberikan masker dan camilan sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam praktik PHBS dan pemahaman tentang TB Paru. Sebanyak 52% siswa dalam kelompok dengan pengetahuan kurang baik memiliki praktik PHBS yang kurang baik, dibandingkan dengan hanya 20% dalam kelompok dengan pengetahuan baik. Sebanyak 66,5% siswa tidak mengetahui penyebab penyakit TB Paru, dan pengetahuan yang kurang sekitar 75% siswa tentang gejala TB Paru.
Edukasi di sekolah memiliki dampak yang signifikan pada perilaku siswa. Mereka saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan dan menghindari penyakit TB Paru. Selain itu, mereka juga diberikan paket PHBS dan buku saku tentang TB Paru sebagai dukungan untuk penerapan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.
Inisiatif ini bukan hanya tentang memerangi penyakit, tetapi juga tentang memberdayakan generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang dapat melindungi mereka dan komunitas mereka dari ancaman penyakit menular.
Dari kegiatan ini juga menunjukkan hasil bahwa masih ada banyak siswa yang memiliki praktik PHBS yang kurang baik, terutama pada kelompok siswa dengan pengetahuan kurang baik tentang TBC Paru. Lebih dari setengah siswa (52%) dalam kelompok ini memiliki perilaku PHBS yang kurang baik, sementara hanya 20% siswa dalam kelompok dengan pengetahuan baik yang memiliki perilaku serupa.
Dalam hal pengetahuan tentang TBC Paru dan PHBS, 75% siswa tidak mengetahui gejala utama TBC Paru, seperti batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu. Sebanyak 66,5% siswa tidak menyadari penyebab penyakit ini, yaitu infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Lebih lanjut, 40% responden tidak mengetahui bahwa penyakit ini dapat menyebar ketika penderita bersin, dan 54% tidak mengetahui bahwa penyakit ini dapat ditularkan melalui percakapan.
Kegiatan ini pun diharapkan akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya PHBS dalam pencegahan TBC Paru. Diharapkan pula bahwa siswa akan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah mereka, serta menggunakan masker saat mereka sakit, sebagai langkah-langkah konkrit dalam melawan penyebaran penyakit tuberkulosis di masyarakat.

Foto : Pelaksanaan Kegiatan di Ruangan 2 Pada Sekolah SDN 2 Tunfeu Desa Oelomin Nekamese, Kabupaten Kupang NTT
Upaya pemberdayaan siswa sekolah dalam rangka pencegahan Tuberkulosis Paru (TB Paru) di Desa Oelomin, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Kegiatan yang melibatkan 240 siswa di SDN 2 Tunfeu ini mengungkapkan sejumlah temuan yang penting dalam upaya melawan penyakit yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat ini.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan yang perlu dilakukan dalam meningkatkan praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pemahaman tentang TB Paru di kalangan siswa. Dari data yang diperoleh, sekitar 52% siswa dalam kelompok dengan pengetahuan kurang baik memiliki praktik PHBS yang kurang baik, sedangkan hanya 20% siswa dalam kelompok dengan pengetahuan baik yang memiliki praktik serupa.
Pentingnya pemahaman tentang penyakit ini juga terlihat dalam fakta bahwa sekitar 66,5% siswa tidak mengetahui penyebab penyakit TB Paru, yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain itu, sekitar 40% responden tidak menyadari bahwa penyakit ini dapat menular saat penderita bersin, dan 54% tidak mengetahui risiko penularan saat penderita TB Paru berbicara.
Dalam menghadapi tantangan ini, ada beberapa saran yang dapat diambil. Pertama, penting bagi petugas kesehatan untuk terus memberikan edukasi tentang bahaya penyakit TB di masyarakat, terutama di kalangan anak sekolah. Edukasi yang berkelanjutan akan membantu menekan penyebaran kasus TB Paru dan memotivasi masyarakat yang mengalami gejala penyakit untuk segera memeriksakan diri di puskesmas terdekat.
Pengabdian masyarakat ini tidak hanya menggugah kesadaran siswa, tetapi juga karena dukungan berbagai pihak. Ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan kegiatan ini yaitu kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Bupati Kupang, Kepala Puskesmas Nekamese, Kepala Sekolah SDN 2 Tunfeu, guru, serta semua tim pengabdian masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya memerangi TB Paru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Oelomin. (*ppm)
Baca Juga : Pemberdayaan Kader Sebaya Desa Bone Dalam Pencegahan Tuberkulosis di wilayah Nekamese Kabupaten Kupang
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 10 October 2023
- Hits: 706
Pemberdayaan Kader Sebaya Desa Bone Dalam Pencegahan Tuberkulosis di wilayah Nekamese Kabupaten Kupang
Upaya Pencegahan Tuberkulosis Melalui Pemberdayaan Remaja di Desa Bone, Kecamatan Nekemese, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Oleh : Ni Made Susilawati, Neiny Prisy Foekh, Meliance Bria
Tuberkulosis (TB) terus menjadi masalah serius dalam kesehatan masyarakat, mempengaruhi produktivitas kerja, dan menjadi penyebab utama kematian. Penyakit ini menyerang berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak, dan merupakan salah satu penyakit paling menular. Penularan TB terutama terjadi saat pasien TB mengeluarkan percikan dahak yang mengandung kuman TB ke udara saat batuk atau bersin. Bahkan satu pasien TB dengan Baksil Tahan Asam (BTA) positif dapat menularkan penyakit ini kepada 10-15 orang di sekitarnya setiap tahun.
Menurut laporan Global Tuberculosis Control oleh WHO pada tahun 2009, Indonesia merupakan negara penyumbang kasus TB terbesar kelima di dunia. Pada tahun 2007, prevalensi semua tipe TB di Indonesia mencapai 244 kasus per 100.000 penduduk, dengan insidensi kasus TB BTA positif sebesar 228 per 100.000 penduduk dan angka kematian sebesar 39 per 100.000 penduduk. Kasus TB yang tinggi terutama terdapat di negara-negara berkembang. Di Indonesia, pada tahun 2016, terdapat 274 kasus kematian per hari akibat TB, dan kasus baru TB paru mencapai 1.020.000 pengidap. Mayoritas penderita TB berada dalam kelompok usia paling produktif, yaitu rentang usia 15-50 tahun, yang berpotensi kehilangan waktu kerja dan pendapatan keluarga yang signifikan.
Pencegahan Tuberkulosis (TB) menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini. Edukasi adalah salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penyakit ini. Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Bone, Kecamatan Nekemese, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada remaja sebagai agen perubahan. Remaja diberikan edukasi tentang penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan TB.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan selama Juli hingga September 2023, melibatkan 30 remaja dari SMPN 5 Nekamese. Metode yang digunakan termasuk penyuluhan, pengumpulan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan, pemantauan oleh kader sebaya, serta koordinasi dengan pihak pengelola TB di Puskemas Nekamese untuk pengobatan pasien TB yang ditemukan.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur

Foto : Koordinasi dengan Kepala Sekolah SMPN 5 Nekamese
Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta setelah kegiatan, dengan tingkat jawaban benar meningkat dari 35% menjadi 85% dalam post-test. Selain itu, pemasangan poster dan pembagian masker juga dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang TB.
Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan remaja dalam pencegahan TB melalui edukasi dapat berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat. Saran yang diberikan termasuk kerjasama yang lebih baik antara pemerintah dan pendidik dalam hal promosi kesehatan, serta dorongan untuk masyarakat agar menjalankan pola hidup bersih dan sehat.
Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini layak mendapatkan apresiasi dan terima kasih karena upaya mereka dalam mengatasi masalah TB ini memiliki dampak positif dalam masyarakat.

Foto : Pemberian Hadiah Kepada Peserta
Meningkatkan Kesadaran Remaja Terhadap Bahaya Tuberkulosis sangatlah penting di era masa kini. Tuberkulosis (TBC) bukan lagi penyakit yang bisa diabaikan. Penyakit ini menjadi salah satu dari sepuluh penyebab kematian utama di seluruh dunia. TBC adalah infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, dan Indonesia, sayangnya, menempati peringkat ketiga dalam jumlah penderita TBC di dunia, hanya di bawah India dan China.
Kabupaten Kupang, bagian dari Nusa Tenggara Timur, juga berkontribusi signifikan terhadap angka kasus TBC di Indonesia. Salah satu daerah di Kupang yang masih memiliki angka kejadian yang tinggi adalah Kecamatan Nekamese. Sayangnya, pengetahuan tentang gejala, penularan, dan pengobatan penyakit ini masih kurang di kalangan masyarakat, terutama di kalangan para remaja.
Para remaja adalah harapan masa depan, dan pemberdayaan mereka dalam hal kesehatan adalah kunci untuk mengatasi masalah TBC ini. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka tentang TBC dapat membantu mengurangi penularan penyakit ini. Pemberdayaan remaja sebagai agen perubahan dalam pencegahan dan pemantauan TBC menjadi tujuan utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini.
Kegiatan ini melibatkan konseling komprehensif tentang TBC, memberikan informasi yang terstruktur tentang penyakit ini, dan memperkuat peran kader sebaya di bidang kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan pemantauan di masyarakat, terutama pada anak-anak yang berisiko terkena TBC.
Hasil dari kegiatan ini sangat menggembirakan. Tingkat pemahaman remaja tentang TBC meningkat signifikan, dengan tingkat jawaban benar naik dari 35% menjadi 85%. Bahkan pada tahap pemantauan di masyarakat, tidak ditemukan gejala TBC di kalangan remaja yang telah mendapatkan edukasi ini. Harapannya adalah bahwa para kader sebaya ini akan menjadi contoh dalam menjalani pola hidup bersih dan sehat, serta menjadi pelopor dalam pemantauan gejala TBC di masyarakat.
Mereka akan mentransfer pengetahuan yang mereka dapatkan tentang TBC kepada sesama remaja dan masyarakat luas. Dengan upaya bersama, diharapkan penularan TBC dapat berkurang, dan penderita dapat lebih cepat mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.
Inisiatif seperti ini menjadi langkah yang sangat positif dalam upaya mengatasi TBC di Indonesia. Kesadaran remaja adalah kunci untuk melawan penyakit ini, dan dengan pendekatan yang komprehensif dan terstruktur seperti yang dilakukan dalam kegiatan ini, kita memiliki harapan untuk masa depan yang lebih sehat dan bebas dari TBC.

Sebuah program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penyuluhan dan pemberdayaan remaja dalam pencegahan tuberkulosis (TBC) telah sukses dilaksanakan selama tiga bulan, mulai dari bulan Juli hingga September 2023. Program ini terbagi dalam lima tahap kegiatan yang dimulai dengan survei lokasi pada tanggal 26 Juli 2022. Tim pengabdian masyarakat bertemu dengan kepala Puskesmas Pembantu Nekamese serta kepala sekolah SMPN 5 Nekamese untuk meminta izin dan persetujuan pelaksanaan program di daerah pelayanan Puskesmas pada tanggal 12 Agustus 2023.
Dalam pertemuan tersebut, tim pengabdian masyarakat berkoordinasi dengan tenaga kesehatan di Pustu Desa Bone terkait pelaksanaan program yang bertujuan untuk membentuk para remaja sebagai kader sebaya dalam upaya pencegahan penyakit TBC. Namun, yang menarik adalah informasi bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sputum TBC masih sangat rendah. Terdapat stigma sosial terhadap penderita TBC, dan penularan penyakit ini masih terjadi di kalangan remaja.
Berdasarkan pertimbangan ini, tim pengabdian masyarakat memutuskan untuk mengalihkan fokus mereka kepada remaja usia 12 hingga 15 tahun yang dapat menjadi agen perubahan di masyarakat. Mereka diberikan edukasi terkait TBC dengan harapan agar informasi tentang penyakit ini lebih luas tersampaikan dan masyarakat dapat dengan lebih terbuka melakukan pemeriksaan dan pengobatan jika positif TBC. Pilihan sasaran kegiatan jatuh pada SMPN 5 Nekamese yang berada di wilayah terdekat.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan koordinasi dengan kepala sekolah SMPN 5 Nekamese, dan penyuluhan dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Agustus 2023. Edukasi dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada peserta agar mereka menjadi pionir dalam pencegahan TBC. Mereka diajak untuk mengerti tentang penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan penyakit TBC. Tujuan utama adalah agar bersama-sama mereka dapat "temukan TBC, obati sampai sembuh" (TOSS TB).
Antusiasme kelompok remaja yang menjadi sasaran program ini sangat tinggi. Hal ini tercermin dari interaksi yang aktif terjadi setelah setiap materi disampaikan. Tim pengabdian masyarakat juga memberikan reward kepada peserta yang aktif bertanya kepada konselor dan juga kepada mereka yang bisa menjawab pertanyaan dengan baik.
Selain penyuluhan, tim membagikan kuesioner sebelum dan sesudah konseling untuk mengevaluasi perubahan pemahaman peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan tingkat jawaban benar meningkat dari 35% menjadi 85% setelah kegiatan.
Selama program, tim juga memasang poster dan spanduk edukasi anti-TB serta membagikan masker. Poster dan spanduk ditempatkan di gereja tempat program berlangsung, sehingga menjadi sumber informasi yang dapat diakses oleh jemaat gereja yang hadir setiap minggunya. Selain itu, pembagian masker juga dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pengendalian COVID-19 serta sebagai bagian dari upaya pencegahan TBC.
Semua peserta program ini juga mendapatkan paket Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang terdiri dari masker, sabun cuci tangan, antiseptik, buku cetak, buku tulis, dan bolpoin. Ini adalah langkah konkret dalam mendukung program pemerintah dan upaya pencegahan TBC.
Dengan hasil yang positif ini, program pemberdayaan dan edukasi remaja terhadap TBC telah membuka jalan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini. Semangat para remaja yang menjadi kader sebaya dalam upaya pencegahan TBC adalah kunci keberhasilan, dan harapannya adalah bahwa upaya ini akan terus berlanjut dan membantu mengurangi beban penyakit TBC di masyarakat.
Upaya pemberdayaan remaja dalam upaya pencegahan tuberkulosis (TBC) di SMPN 5 Nekamese, Desa Bone, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, telah mencapai hasil yang memuaskan. Program ini melibatkan 30 peserta remaja, dan evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman mereka, dari 35% menjadi 85%.

Foto : Pembagian Paket PHBS , Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
Kegiatan ini berhasil mengajak remaja untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat terkait TBC. Mereka mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahan TBC melalui sesi konseling yang dilakukan selama program ini.
Mengacu pada hasil positif ini, ada beberapa saran yang dapat diberikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam program ini:
Untuk Pemerintah Diharapkan kerja sama yang baik antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, khususnya Puskesmas Nekamese, untuk melakukan edukasi dan promosi kesehatan terkait pencegahan TBC di masyarakat. Langkah ini termasuk menggerakkan kembali program "TOSS TB." Adapun arti dari TOSS TBC itu sendiri merupakan singkatan dari Temukan dan Obati Sampai Sembuh TBC. Salah satu pendekatan untuk menemukan, mediagnosis, mengobati, dan menyembuhkan pasien TBC, untuk menghentikan penularan TBC di masyarakat.
Bagi Masyarakat Para remaja muda diharapkan senantiasa menjalankan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan penyakit. Pola hidup bersih dan sehat harus menjadi prioritas dalam semua aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah. Orang tua juga memiliki peran penting dalam mendukung pola hidup sehat ini.
Dalam rangka pencegahan TBC yang lebih efektif, diharapkan petugas kesehatan terus memberikan edukasi tentang bahaya penyakit ini kepada masyarakat, terutama kalangan remaja. Hal ini akan membantu menekan penularan TBC dan memberikan motivasi kepada mereka yang memiliki gejala penyakit untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat. Ucapan terima kasih dari berbagai dukungan dalam Kegiatan ini kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Bupati Kupang, Kepala Puskesmas Nekamese, Kepala Sekolah SMPN 5 Nekamese, guru, siswa, dan seluruh tim pengabdian masyarakat yang telah berperan aktif dalam keberhasilan program ini. Semangat dan kerja keras mereka telah membawa manfaat besar dalam upaya pencegahan TBC di komunitas ini. (*ppm)
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 10 October 2023
- Hits: 722
Menginspirasi Kemandirian Keuangan : 500 Perempuan NTT dan Peluncuran 5 Galeri Investasi BEI di Kupang NTT

Kupangkota.com - NTT, Bursa Efek Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Otoritas Jasa Keuangan Indonesia NTT bersama Pemda NTT melaksanakan Kegiatan Pencanangan Literasi Dan Inklusi Pasar Modal Kepada 500 Perempuan Berdaya Di Nusa Tenggara Timur sekaligus Peresmian 5 Galeri Investasi BEI di Kota Kupang, pada senin 2 Oktober 2023. Dalam Semarak Kemeriahan Hari Batik Nasional 2 Oktober ini pun Acara yang mulai berlangsung jam 09:30 WITA di Aula lantai III Gedung Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT dihadiri secara langsung oleh Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Bapak Jeffrey Hendrik, yang ditemani oleh Bapak Dimas Prayoga sebagai Marketing and Communication Coorporate Division Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT Bapak Japarmen Manalu, Kemudian Penjabat Gubernur NTT yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu Ibu drg.Iien Adriany,M.Kes, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi NTT Ibu Adevi Sabath Sofani , Kepala Cabang PT Mandiri Sekuritas Bali Bapak Achmad Rasyid Abidin, Head of Business Development PT Phintraco Sekuritas Bapak Ivan Chandra Putra, dan Representative Officer PT Phillip Sekuritas Indonesia Bapak Aden Mahesta Lakapu, para Mitra Pasar Modal, Pihak Sekuritas, organisasi perempuan , dan juga perwakilan berbagai Universitas, Kampus dan Sekolah.

Dalam Sambutan Direktur Pengembangan BEI, Bapak Jeffrey Hendrik mengatakan rangkaian acara sudah dimulai 2 hari sebelumnya dengan melaksanakan Kegiatan CSR dan bantuan sumur bor air di Desa Oefafi Kupang Timur dan juga ke beberapa Gereja dan Yayasan. Di hari senin ini dalam semangat hari Batik Nasional, melaksanakan Pencanangan Literasi Dan Inklusi Pasar Modal Kepada 500 Perempuan Berdaya Di Nusa Tenggara Timur sekaligus Peresmian 5 Galeri Investasi BEI, yakni diantaranya di Politeknik Negeri Kupang, Universitas Aryasatya Deo Muri, STIKOM Arthabuana, SMA Kristen Citra Bangsa Mandiri dan SMK Negeri 1 Kupang. Direktur Pengembangan BEI, Bapak Jeffrey Hendrik pun mengungkapkan Pernyataan Pendiri Bangsa Indonesia yakni “Jika kamu mendidik satu laki-laki, maka kamu mendidik satu orang. Namun, jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi” (Moh. Hatta).
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur


Sehingga Kegiatan Pencanangan Literasi Dan Inklusi Pasar Modal Kepada 500 Perempuan Berdaya Di Nusa Tenggara Timur sangat bagus bisa menambah pengetahuan bagi 500 generasi tentang literasi investasi yang benar, serta Peresmian 5 Galeri Investasi BEI di Kota Kupang ini bisa menjadi jembatan informasi terkait investasi pasar Modal Indonesia kepada masyarakat NTT. Dulu saat awal BEI baru tercatat transaksi 6000Triliun, dan Saat ini sudah mencapai 10.300 Triliun pertumbuhan transaksi di Bursa efek Indonesia, dan masyarakat indonesia harus mengambil banyak peran dan menjadi bagian di dalam pertumbuhan Pasar Modal Indonesia ini, ungkap Bapak Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pencanangan Literasi dan Inklusi Pasar Modal ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman perempuan mengenai pengelolaan keuangan sekaligus investasi pasar modal. Hal tersebut dikarenakan pada umumnya perempuan adalah perencana keuangan keluarga, sehingga perempuan butuh dibekali dengan edukasi pengelolaan keuangan dan investasi pasar modal yang tepat.

Kepala OJK NTT Bapak Japarmen Manalu, dalam sambutannya mengatakan sangat mendukung kegiatan inklusi keuangan di Kupang maupun NTT agar masyarakat bisa semakin cerdas dalam memilih investasi dan juga mewaspadai segala bentuk investasi bodong. Kepala OJK menyampaikan pertumbuhan ekonomi NTT di Triwulan kedua 2023 mengalami peningkatan menjadi 4,03 persen dari 3,73 persen pada Triwulan pertama, angka tersebut masih di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, yang mencapai 5,17 persen.
Adapun sesuai data OJK NTT yang tercatat saat ini sudah 16 Galeri Investasi yaitu di Kota Kupang , di Kabupaten Manggarai dan Sikka, dan pada hari ini bertambah 5 sehingga menjadi 16 Galeri Investasi (GI) di wilayah NTT, Ungkap Japarmen Manalu, yang disambut oleh tepuk tangan para tamu undangan.
Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur , Pada Perguruan Tinggi Per September 2023 diantaranya yaitu Galeri Investasi :
1. Universitas Nusa Cendana
2. Universitas Muhammadiyah
3. Universitas Nusa Nipa Indonesia
4. Akademi Keuangan Dan Perbankan Effata
5. Politeknik El Bajo Commodus
6. Universitas Kristen Wira Wacana
7. Universitas Katolik Widya Mandira
8. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM)
9. Universitas Citra Bangsa
10. Universitas Aryasatya Deo Muri
11. Politeknik Negeri Kupang
12. Stikom Arthabuana.
Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada SMA/SMK Per September 2023
1. SMA Muhammadiyah
2. SMK Muhammadiyah
3. SMK Negeri 01 Kupang
4. SMA Kristen Citra Bangsa Mandiri
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor lokal di pasar modal Indonesia tumbuh signifikan sepanjang tahun 2023. Sampai dengan 31 Agustus 2023, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 11.514.149 Single Investor Identification (SID) dan jumlah investor saham sebanyak 4.915.744 SID. Namun, masih terdapat masyarakat di NTT yang terjerat investasi bodong. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberikan edukasi pengelolaan keuangan dan investasi pasar modal secara tepat.

Foto Kupangkota.com : Rary Triguntara,SKM Bersama Bapak Dimas Prayoga sebagai Marketing and Communication Coorporate Division Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)

“Program ini tidak hanya untuk melindungi perempuan dari penipuan berkedok investasi, tetapi juga merupakan upaya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di masa depan melalui peran perempuan yang cerdas berinvestasi di pasar modal” ujar Direktur BEI Jeffrey Hendrik. Kantor Perwakilan BEI NTT akan menjalankan program ini secara berkelanjutan hingga mencapai target sebanyak minimal 500 Perempuan Berdaya di Provinsi NTT.
Program pencanangan dan peresmian ini merupakan bagian dari kampanye “Aku Investor Saham” yang bertujuan untuk mendorong peningkatan jumlah investor, sehingga semakin banyak masyarakat bisa menikmati potensi pertumbuhan pasar modal Indonesia. Ke depannya, diharapkan agar sinergi serta kolaborasi antar stakeholders dapat semakin meningkat dan seluruh pihak dapat berperan secara aktif mengembangkan pasar modal Indonesia.
Sambutan Penjabat Gubernur NTT Bapak Ayodhia G.L.Kalake,SH,MDC yang diwakili dan dibacakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu Ibu drg.Iien Adriany,M.Kes mengatakan bahwa Provinsi NTT menjadi saksi peristiwa bersejarah hari ini ketika 500 perempuan berdaya berkumpul untuk merayakan acara Pencanangan Literasi Dan Inklusi Pasar Modal. Suasana syukur memenuhi tempat ini, dengan penghargaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat dan rahmat-Nya yang telah mempertemukan semua yang hadir dalam acara ini.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur

Ibu drg.Iien Adriany,M.Kes dalam Sambutan Penjabat Gubernur NTT mengungkapkan Penduduk NTT, yang berjumlah 5.466.285 jiwa menunjukkan komposisi yang seimbang antara penduduk perempuan dan laki-laki, menurut data BPS tahun 2022. Namun, terdapat perbedaan yang mencolok dalam Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), dimana perempuan hanya mencapai 67,87% sementara laki-laki mencapai 82,85%. Ini mengindikasikan adanya kesenjangan sebesar 14,98%, yang memerlukan intervensi melalui berbagai strategi dan program, berdasarkan data BPS tahun 2023.



Foto Kupangkota.com : Penandatanganan Plakat Kerjasama 5 Galeri Investasi (GI) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Galeri Investasi di Politeknik Negeri Kupang, Universitas Aryasatya Deo Muri, STIKOM Arthabuana, SMA Kristen Citra Bangsa Mandiri dan SMK Negeri 1 Kupang

Foto Kupangkota.com : Penandatanganan Plakat Kerjasama 5 Galeri Investasi (GI) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Galeri Investasi di Politeknik Negeri Kupang, Universitas Aryasatya Deo Muri, STIKOM Arthabuana, SMA Kristen Citra Bangsa Mandiri dan SMK Negeri 1 Kupang

Foto Kupangkota.com : Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Bapak Jeffrey Hendrik, yang ditemani oleh Bapak Dimas Prayoga sebagai Marketing and Communication Coorporate Division Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT Bapak Japarmen Manalu, Kemudian Penjabat Gubernur NTT yang diwakili oleh Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu Ibu drg.Iien Adriany,M.Kes, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Provinsi NTT Ibu Adevi Sabath Sofani , Kepala Cabang PT Mandiri Sekuritas Bali Bapak Achmad Rasyid Abidin, Head of Business Development PT Phintraco Sekuritas Bapak Ivan Chandra Putra, dan Representative Officer PT Phillip Sekuritas Indonesia Bapak Aden Mahesta Lakapu, para Mitra Pasar Modal, Pihak Sekuritas.

Kendala terbesar yang dihadapi adalah rendahnya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja perempuan, yang membutuhkan tindakan segera. Selain itu, akses perempuan terhadap pekerjaan berbasis keahlian atau profesional masih rendah, mencapai hanya 50,22% berdasarkan data BPS tahun 2022. Untuk mengatasi tantangan ini, kerja sama komprehensif dan berkelanjutan dari semua pihak diperlukan.
Situasi sosial budaya juga menjadi faktor penghambat, menyebabkan perempuan kesulitan dalam mengakses pekerjaan, berpartisipasi, memiliki kendali, dan mendapatkan manfaat dalam pembangunan ekonomi. Namun, perempuan NTT tetap memberikan kontribusi signifikan dalam sektor pekerjaan informal, yang berpotensi untuk dikembangkan melalui program literasi inklusif, ungkap Ibu drg.Iien Adriany,M.Kes.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur

Pemerintah Daerah Provinsi NTT mengucapkan penghargaan yang tinggi kepada Pimpinan Bursa Efek Indonesia dan semua pihak yang terlibat dalam Kegiatan Pencanangan Literasi Dan Inklusi Pasar Modal Kepada 500 Perempuan Berdaya di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan ekonomi NTT dan pemberdayaan ekonomi perempuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki wilayah 22 Kabupaten dan Kota.
Harapan besar terletak pada dampak positif yang akan dihasilkan dari kegiatan ini, bukan hanya bagi 500 perempuan yang menjadi sasaran program, tetapi juga untuk semua perempuan di NTT. Perempuan NTT memiliki potensi besar dalam berinvestasi dan mengelola aset mereka untuk keuntungan keluarga dan masyarakat.
Dengan dibukanya 5 Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di NTT, diharapkan jumlah investor pasar modal di wilayah ini akan terus meningkat, yang saat ini sudah mencapai 71.249 orang. Namun, hal ini harus disertai dengan upaya peningkatan literasi digital untuk mendukung pemahaman pasar modal dan investasi yang aman. Kami percaya bahwa pemahaman akan cara berinvestasi yang aman dan kecerdasan dalam memilih instrumen investasi adalah modal penting untuk melindungi perempuan dari segala bentuk penipuan. Kami juga mengharapkan dukungan aktif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam semangat kolaborasi ini.
Di akhir sambutan pernyataan Penjabat Gubernur NTT, mengajak mari terus bersinergi untuk mewujudkan NTT Maju dan NTT Sejahtera, melalui pemberdayaan dan partisipasi perempuan dalam upaya meningkatkan perekonomian NTT. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati dan memberikan kesuksesan atas semua usaha dan karya kita.
Sambutan Penjabat Gubernur NTT yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Nusa Tenggara Timur (PPPA Prov.NTT), Ibu drg.Iien Adriany,M.Kes, memberi penekanan tersendiri terhadap seluruh elemen masyarakat NTT agar mari Bersama Lindungi Anak, kata Kadis PPPA NTT. Dengan Perempuan berdaya, Anak terlindungi, Keluarga berkualitas, dengan Salam BERLIAN : Bersama Lindungi Anak.
Acara diakhiri dengan Penandatanganan Plakat bersama dan juga Penyerahan Cinderamata kepada 5 Galeri Investasi BEI dilanjutkan doa syukur dan foto bersama seluruh undangan.(Kupangkota/Guntara)


Foto Kupangkota.com : Rary Triguntara,SKM bersama Bapak Japarmen Manalu Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur

Foto Kupangkota.com : Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Bapak Jeffrey Hendrik bersama Perwakilan Organisasi WHDI NTT dalam Pertemuan Bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Pasar Modal dan OJK NTT


Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 02 October 2023
- Hits: 795
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB





















