
Diskusi Publik Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke 80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi NTT
Kupangkota.com, NTT - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya dalam memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt, saat menghadiri dan menjadi keynote speaker dalam Diskusi Publik Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang, Sabtu 21 Februari 2026. Diskusi ini mengangkat tema peran perbankan dalam mendorong pertumbuhan UMKM melalui optimalisasi KUR.
Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber strategis, antara lain Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus, serta Pengamat Ekonomi Regional James Adam. Turut hadir Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, mahasiswa, pelaku UMKM, dan insan pers. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menandai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

Dalam paparannya, Gubernur NTT Melki menekankan bahwa peluang penambahan plafon KUR dari pemerintah pusat terbuka lebar, selama daerah mampu menyerap alokasi yang tersedia. Ia menegaskan bahwa kunci utama terletak pada optimalisasi penyaluran oleh perbankan dan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan administratif serta kelayakan usaha. Pemerintah daerah, menurutnya, siap membantu mengusulkan calon penerima KUR yang mengalami kendala akses, namun tetap menghormati mekanisme analisis perbankan sebagai bagian dari prinsip kehati-hatian.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Adidoyo Prakoso (Atas) Dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata


Gubernur NTT Melki memproyeksikan potensi penyaluran KUR di NTT pada 2026 dapat menembus lebih dari Rp3 triliun apabila seluruh lembaga perbankan bergerak maksimal. Ia juga mengidentifikasi empat tantangan utama UMKM di NTT, yakni keterbatasan akses modal, kurangnya pendampingan usaha, rendahnya literasi keuangan, dan terbatasnya akses pasar. Untuk menjawab persoalan pasar, Pemprov NTT mendorong penguatan NTT Mart sebagai etalase produk lokal yang telah tersebar di 22 kabupaten/kota.
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menegaskan bahwa KUR bukanlah dana hibah, melainkan kredit produktif yang wajib dikembalikan. Ia mengingatkan agar dana tersebut tidak digunakan untuk kebutuhan konsumtif. Pada 2026, Bank NTT memperoleh alokasi KUR sebesar Rp350 miliar, termasuk Rp50 miliar yang dialokasikan bagi pekerja migran asal NTT. Sementara itu, Pengamat Ekonomi James Adam menekankan pentingnya fungsi pengawasan perbankan dan penguatan kolaborasi pemerintah-perbankan guna memastikan implementasi KUR berjalan tepat sasaran.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Hilarius F. Jahang, menyampaikan bahwa diskusi publik ini merupakan bagian dari implementasi tema HPN 2026, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Masyarakat Kuat.” Ia menegaskan perlunya dukungan pemerintah agar pers tetap dapat menjalankan fungsi kontrol sosial dan edukasi publik secara optimal. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan apresiasi atas capaian Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, yang menerima anugerah kebudayaan tingkat nasional atas revitalisasi 100 rumah adat di Manggarai sepanjang 2025.
PWI NTT juga menyoroti tantangan pers daerah di tengah disrupsi media sosial, termasuk kebijakan pembatasan kerja jurnalistik di sejumlah wilayah yang dinilai perlu disikapi secara proporsional. Dengan jumlah wartawan bersertifikasi yang masih terbatas di NTT, ruang kerja pers yang sehat dinilai penting untuk menjaga kualitas informasi publik. Melalui diskusi ini, PWI NTT berharap terbangun jembatan komunikasi antara pelaku UMKM dan perbankan sehingga akses pembiayaan semakin terbuka, profesional, dan berdampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat NTT.(Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT / Baldus Sae / Ocep Purek

Ketua Panitia HPN 2026 Pengurus PWI NTT Ryan Nong (Atas), Dan Sesi Tanya Jawab Bersama Wartawan Pers Media , Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA


Baca Juga : "Literamove" Sinergi Bank Indonesia Dan Pemerintah Daerah Kota Kupang Perkuat Budaya Literasi Baca Anak NTT
Baca Juga : OJK dan IASC Bersinergi, Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan
Baca Juga : Kegiatan Dunia Usaha di NTT Naik Pada Triwulan IV 2025 , Optimisme Pelaku Usaha NTT Menguat
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 22 February 2026
- Hits: 117






















