
KupangKota.com, NTT – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt, bersama Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Dr.Drs.Johni Asadoma,S.I.K.,M.Hum, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTT, Jumat (20/2/2026), dalam rangka penyampaian pidato satu tahun masa kepemimpinan Melki–Johni periode 2025–2030. Rapat Paripurna ke-67 Masa Persidangan II Tahun 2025/2026 DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur secara resmi dibuka oleh Ketua DPRD NTT, Ir.Emelia Julia Nomleni. Agenda utama sidang tersebut adalah mendengarkan pidato satu tahun masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT sebagai bentuk pertanggungjawaban politik sekaligus evaluasi kinerja pemerintahan daerah.
Dalam forum resmi legislatif itu, Gubernur NTT Melki menegaskan bahwa satu tahun kepemimpinan bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi untuk menilai capaian yang telah diraih serta pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan. Evaluasi tersebut menjadi pijakan penting dalam merumuskan langkah korektif dan percepatan program pembangunan pada tahun berikutnya.
Pimpinan DPRD Provinsi NTT periode 2024–2029 yaitu Ketua DRPD NTT Emelia Julia Nomleni dari Partai PDI Perjuangan, Wakil Ketua I Fernando Jose Lemos Osorio Soares dari Partai Gerindra, Wakil Ketua II Petrus Berekmans Roby Tulus dari Partai Golkar, serta Wakil Ketua III Kristien Samiyati Pati dari Partai NasDem. Susunan pimpinan definitif tersebut telah dilantik pada Oktober 2024 melalui mekanisme pengambilan sumpah/janji jabatan untuk masa tugas 2024–2029, serta hadir juga 65 Anggota DPRD NTT.
Kehadiran unsur Pimpinan DPRD lintas partai dan 65 anggota DPRD NTT dalam rapat paripurna ini menegaskan fungsi pengawasan dan kemitraan antara legislatif dan eksekutif dalam sistem pemerintahan daerah. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang konstitusional bagi kepala daerah untuk menyampaikan laporan perkembangan pembangunan secara terbuka di hadapan wakil rakyat.
Dalam forum resmi tersebut, Gubernur NTT Melki memaparkan capaian makro pembangunan yang disebut sebagai fondasi awal pemerintahan mereka. Pada tahun pertama kepemimpinan (2024-2025), Pemprov NTT memfokuskan agenda pada penataan fondasi pembangunan dan tata kelola, menjaga stabilitas ekonomi serta layanan dasar, serta menggerakkan ekonomi lokal berbasis desa. Strategi ini diarahkan untuk membangun sistem yang lebih terstruktur sebelum memasuki fase percepatan pada tahun-tahun berikutnya.

Secara makro, pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2025 tercatat 5,14 persen. Angka kemiskinan turun menjadi 17,50 persen atau berkurang 1,52 poin, sementara tingkat pengangguran berada di angka 3,10 persen. Inflasi tercatat 2,40 persen dan dinilai terkendali, sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 69,89. Pemerintah menilai indikator ini sebagai sinyal awal stabilitas dan perbaikan kualitas hidup masyarakat.
Di sektor ekonomi dan produksi daerah, program One Village One Product (OVOP) mencatat 44 produk unggulan dengan keterlibatan 190 UMKM. Distribusi produk lokal diperkuat melalui NTT Mart di 22 kabupaten/kota. Produktivitas padi meningkat 8,83 persen, populasi sapi mencapai 622.276 ekor, serta komoditas perikanan unggulan seperti tuna, cakalang, dan tongkol terus didorong. Sektor pariwisata mencatat 1,84 juta kunjungan wisatawan atau 144 persen dari target yang ditetapkan.
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Pada bidang kesehatan dan pendidikan, prevalensi stunting berada di angka 20,2 persen, sementara kasus malaria menurun dari 7.920 menjadi 4.332 kasus. Pemerintah juga membangun 88 titik Sekolah Rakyat, memberikan bantuan bagi 1.124 siswa dari keluarga kurang mampu, serta menyalurkan insentif bagi 1.515 guru di daerah terpencil.
Pembangunan infrastruktur menunjukkan capaian 46,92 kilometer jalan baru dan pemeliharaan 58,35 kilometer jalan. Sebanyak 450 kepala keluarga memperoleh akses listrik, bantuan rumah layak huni terus disalurkan, dan 100 ribu pekerja rentan telah terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan.


Dalam aspek reformasi birokrasi dan layanan publik, Pemprov NTT memperoleh predikat Informatif dengan nilai 93,30. Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) mencapai 3,89 atau kategori sangat baik. Program MeJa Rakyat menyelesaikan 429 pengaduan masyarakat, serta peluncuran Portal Sasando dilakukan untuk integrasi data pemerintahan.
Memasuki tahun kedua (2026), pemerintah menargetkan intervensi kemiskinan dan stunting berbasis keluarga, perluasan lapangan kerja desa, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dan belanja daerah, penguatan ekonomi kerakyatan, serta kebijakan berbasis data dan riset. Gubernur menegaskan tahun pertama merupakan fondasi, sementara tahun kedua menjadi momentum koreksi dan percepatan.

Pada malam harinya, dalam acara refleksi satu tahun kepemimpinan di Rumah Jabatan Gubernur, Melki–Johni menegaskan bahwa masa awal pemerintahan adalah periode adaptasi sekaligus peletakan dasar pembangunan yang lebih terarah dan terukur. Gubernur NTT Melki meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meningkatkan ritme kerja dan memetakan target hingga level teknis lapangan.
Penanganan stunting menjadi perhatian khusus. Gubernur NTT Melki menekankan pendekatan berbasis data By Name By Address (BNBA) hingga tingkat posyandu dan desa prioritas, disertai intervensi langsung di wilayah dengan prevalensi tertinggi. Koordinasi lintas sektor dinilai krusial untuk memastikan target penurunan tercapai.
Gubernur NTT Melki juga menyoroti pentingnya optimalisasi komunikasi publik. Setiap OPD diminta membangun narasi positif dan konstruktif guna menjaga kepercayaan masyarakat serta mendorong aparatur sipil negara tetap fokus pada pelayanan.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Dr.Drs.Johni Asadoma,S.I.K.,M.Hum, menilai satu tahun pemerintahan berada di jalur yang tepat, dengan dua indikator utama yakni peningkatan pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menjelaskan satu tahun kepemimpinan sudah berada pada jalur yang tepat untuk program pembangunan di tahun berikutnya. "Satu tahun ini merupakan awal perjalanan kita semua dan saya rasa kita sudah berada dalam jalur yang tepat. Setidaknya ada dua indikator yang menjadi catatan positif, yaitu pertumbuhan ekonomi yang meningkat hampir 2 persen, kemudian angka kemiskinan yang berkurang 1,5 persen. Ini tentu capaian yang cukup baik dan ini tentu berkat kerja keras kita semua, kerja keras rekan-rekan OPD dan seluruh ASN," jelas Wakil Gubernur. "Kita perlu menargetkan penurunan angka kemiskinan secara konsisten minimal 1% hingga 1,7% setiap tahunnya guna mencapai perubahan signifikan dalam lima tahun," ungkap Wakil Gubernur NTT.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma juga menggaungkan Slogan "Gaspol" yang merupakan instruksi untuk tidak mengendurkan ritme kerja (jangan kendor) dan terus memacu kinerja di tahun-tahun mendatang. "Para ASN bekerja bukan hanya sekadar menjalankan tugas, melainkan menyelesaikan masalah secara tuntas dan inovatif sebagai bentuk pengabdian. Teguran dari pimpinan harus dimaknai sebagai bimbingan dan motivasi untuk memperbaiki kinerja, bukan sebagai sentimen pribadi," kata beliau.
Satu tahun kepemimpinan Melki–Johni di NTT ini difokuskan pada peletakan fondasi pembangunan, stabilisasi ekonomi, dan penguatan layanan dasar. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,14 persen, kemiskinan turun 1,52 poin, dan sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif. Pemerintah juga mencatat capaian di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta reformasi birokrasi. Tahun kedua diarahkan pada percepatan intervensi kemiskinan dan stunting berbasis data, perluasan lapangan kerja desa, serta optimalisasi tata kelola berbasis riset.(Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT
Baca Juga : "Literamove" Sinergi Bank Indonesia Dan Pemerintah Daerah Kota Kupang Perkuat Budaya Literasi Baca Anak NTT
Baca Juga : OJK dan IASC Bersinergi, Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan
Baca Juga : Kegiatan Dunia Usaha di NTT Naik Pada Triwulan IV 2025 , Optimisme Pelaku Usaha NTT Menguat
Baca Juga : Ekosistem Digital Kian Kuat, Provinsi NTT Dan Kota Kupang Raih Penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik Tahun 2025
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 21 February 2026
- Hits: 100






















