
KupangKota.com, NTT - Pemerintah Kota Kupang kembali menorehkan capaian positif dalam pengelolaan keuangan daerah sepanjang Tahun Anggaran 2025. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena Cosgrova Franscies,S.Sos.,M.Si, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) berhasil melampaui target yang ditetapkan, menembus angka 100,09 persen dari 22 Kabupaten dan Kota di Wilayah NTT. Capaian ini menjadi yang terbaik dalam lima tahun terakhir dan menandai tonggak penting dalam tata kelola pendapatan daerah Kota Kupang sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang per 23 Desember 2025, realisasi PAD mencapai Rp134.041.317.522 dari target sebesar Rp133.924.000.000. Dengan demikian, Pemerintah Kota Kupang tidak hanya memenuhi target, tetapi juga mencatatkan surplus pendapatan yang mencerminkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan kebijakan fiskal daerah.
Capaian tersebut dinilai bersejarah karena dalam kurun waktu lima tahun terakhir, realisasi PAD Kota Kupang belum pernah melampaui target yang ditetapkan. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan adanya perbaikan signifikan dalam sistem pengelolaan pendapatan daerah, baik dari sisi perencanaan, pengawasan, maupun optimalisasi potensi pajak.
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Keberhasilan realisasi PAD ini menegaskan efektivitas kepemimpinan Wali Kota Kupang Christian dan Wakil Wali Kota Kupang Serena yang mengedepankan pengelolaan pendapatan daerah secara konsisten, terukur, dan berorientasi pada pelayanan publik. Berbagai kebijakan strategis yang diterapkan sepanjang tahun 2025 terbukti mampu meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mengoptimalkan potensi pendapatan daerah yang sebelumnya belum tergarap maksimal.
Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang, serta meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari pendekatan pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat.
“Realisasi PAD yang melampaui target ini menunjukkan bahwa ketika pengelolaan dilakukan dengan pengawasan yang kuat dan pelayanan yang hadir langsung di tengah masyarakat, maka kepercayaan dan kepatuhan wajib pajak akan tumbuh. Prinsip kami jelas, memerintah adalah melayani,” tegas Wali Kota Kupang.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut akan menjadi pijakan penting untuk memperkuat tata kelola pendapatan daerah yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Kupang, kata dia, berkomitmen memastikan setiap rupiah yang dihimpun dari masyarakat kembali dalam bentuk pelayanan publik dan pembangunan yang dirasakan secara nyata.
“Inilah komitmen kami bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena C.Franscies untuk terus membangun Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar dr. Christian Widodo.
Secara sektoral, capaian PAD Kota Kupang tahun 2025 ditopang oleh kinerja positif sejumlah jenis pajak daerah. Pajak restoran mencatatkan realisasi tertinggi dengan capaian 136,45 persen, yakni Rp34.841.281.395 dari target Rp25.535.000.000. Selain itu, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) juga melampaui target dengan realisasi Rp21.942.803.089 atau 101,82 persen dari target Rp21.550.000.000.
Pajak Penerangan Jalan turut memberikan kontribusi signifikan dengan realisasi sebesar Rp41.207.750.133 dari target Rp40.900.000.000 atau 100,75 persen. Khusus capaian PBB-P2 tahun 2025 memiliki makna strategis karena dalam lima tahun terakhir, penerimaan dari sektor ini tidak pernah menembus angka Rp20 miliar. Tahun 2025 menjadi titik balik keberhasilan kebijakan pengendalian dan optimalisasi pendapatan daerah yang dijalankan secara konsisten.
Kepala Bapenda Kota Kupang, Pah Bessie Semuel Messakh, menyampaikan bahwa keberhasilan realisasi PAD dan PBB-P2 yang melampaui target merupakan buah dari pengawasan dan pengendalian berkelanjutan di bawah arahan langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.
Menurutnya, realisasi PAD sebesar 100,09 persen dan PBB-P2 sebesar 101,82 persen tidak terlepas dari peran Bapenda sebagai koordinator pengelolaan pendapatan daerah yang berkontribusi sekitar sepertiga dari total pendapatan daerah. Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah dalam mencapai hasil tersebut.
Keberhasilan ini, lanjutnya, turut didukung oleh penguatan kolaborasi antara Bapenda, camat, lurah, serta lembaga kemasyarakatan kelurahan melalui implementasi Program Bapenda Baronda. Program ini mengedepankan pelayanan langsung dari kecamatan ke kecamatan, kelurahan ke kelurahan, hingga dari rumah ke rumah.
Melalui pendekatan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat tersebut, tingkat kepatuhan dan partisipasi wajib pajak mengalami peningkatan signifikan. Dengan capaian ini, Pemerintah Kota Kupang optimistis pengelolaan pendapatan daerah ke depan akan semakin kuat, berkelanjutan, serta mampu menopang percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik bagi seluruh warga Kota Kupang.(Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : KupangKota.com , Prokopim Setda Kota Kupang
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Baca Juga : Ekosistem Digital Kian Kuat, Provinsi NTT Dan Kota Kupang Raih Penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik Tahun 2025
Baca Juga : Menteri Kebudayaan Buka Pameran IPACS 2025 di Kupang : Indonesia Timur Jadi Pusat Diplomasi Budaya Pasifik
Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Serahkan Penghargaan “Cita Daerah Damai dan Inklusif 2025” Kepada Kota Kupang
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 09 January 2026
- Hits: 75






















