
KupangKota.com, NTT - Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur di akhir Tahun 2025 merangkum berbagai kinerja sebagai momentum krusial bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam meletakkan fondasi transformasi pembangunan berkelanjutan. Hal ini ditegaskan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt saat Coffee Morning bersama media massa pada hari jumat (19/12/2025).
Kegiatan menyambut Perayaan HUT NTT ke 67 Tahun besok 20 Desember 1958-2025, dilaksanakan 19 Desember 2025, di Aula Rumah jabatan Gubernur NTT bersama insan jurnalis pers media, ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Dr.Drs.Johni Asadoma,S.I.K.,M.Hum, Plh.Sekda Provinsi NTT Flori Rita Wuisan, para Asisten Sekda Provinsi NTT, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi NTT Prisila Q. Parera,S.E., para Staf Ahli Gubernur, serta Pimpinan Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Gubernur NTT Melki menyampaikan bahwa sepuluh Program Dasa Cita bertajuk “Ayo Bangun NTT” telah mulai menunjukkan hasil nyata. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat pekerjaan rumah besar yang membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Dalam sektor ekonomi, Pemprov NTT mendorong transformasi dari hulu ke hilir melalui Program One Village One Product (OVOP). Hingga akhir 2025, tercatat 190 UMKM binaan dengan 44 produk unggulan di sektor pangan olahan, herbal, kriya, dan tenun ikat yang telah mendapatkan pendampingan komprehensif.
Pendampingan UMKM tersebut meliputi peningkatan kapasitas pelaku usaha, penguatan desain dan kemasan, fasilitasi perizinan BPOM dan sertifikasi halal, hingga perluasan akses pasar melalui platform NTT Mart. Gubernur NTT Melki menegaskan pentingnya perubahan pola ekonomi dari penjualan bahan mentah menjadi produk bernilai tambah.
Sebagai penguatan pasar lokal, NTT Mart kini beroperasi di sejumlah kabupaten/kota dan menjadi etalase hilirisasi produk desa, sekolah, dan komunitas. Program ini diperkuat melalui Gerakan Beli NTT serta pengembangan Dapur Flobamorata.
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur

“Ke depan, kita tidak boleh lagi menjual barang mentah. Polanya harus berubah dari "tanam panen jual" menjadi "tanam panen, olah , kemas jual" agar tercipta nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Gubernur NTT Melkiades Laka Lena.
Sebagai penguatan pasar produk lokal, NTT Mart kini telah beroperasi di sejumlah kabupaten/kota dan menjadi wadah pemasaran produk hilirisasi desa, sekolah, dan komunitas. Upaya ini sejalan dengan Gerakan Beli NTT serta pengembangan Dapur Flobamorata.
Dalam Dasa Cita 1 Ayo Bangun NTT, Gubernur NTT Melki menyampaikan, di bidang pertanian dan ketahanan pangan, Pemprov NTT juga melaksanakan program pendukung seperti Pasar Tani, Pameran Pangan Lokal, Bimbingan Teknis Pengolahan Hortikultura, serta Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam Dasa Cita 2 juga menekankan peran strategis pemuda dan perempuan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif. Sepanjang 2025, lebih dari 1.200 peserta di 18 kabupaten/kota mengikuti pelatihan inkubator bisnis, kampanye kepemudaan, dan penguatan ekonomi kreatif berbasis lokal. “Pemuda dan perempuan bukan objek pembangunan, tetapi subjek utama penggerak ekonomi kreatif dan perubahan sosial di NTT,” kata Gubernur.
Pelatihan ekonomi kreatif berbasis desa wisata juga telah menjangkau pelaku UMKM di Kabupaten Kupang, Ende, Flores Timur, Sumba Barat Daya, Alor, dan Rote Ndao, dengan produk unggulan seperti kopi, jagung titi, ikan olahan, hingga bumbu lokal. Program ini turut disertai kampanye isu sosial seperti pencegahan narkoba, pernikahan dini, perdagangan orang, serta kekerasan terhadap perempuan dan anak dan akan terus menjangkau Kabupaten/Kota lainnya.
Melalui Dasa Cita 3, sektor pariwisata telah diperkuat melalui penyelenggaraan berbagai event strategis berskala nasional dan internasional. Tour de EnTeTe 2025 diikuti 80 pembalap dari 13 negara dan melintasi Pulau Timor, Sumba, dan Flores. Selain itu, Gubernur NTT Melki mengungkapkan berbagai event kegiatan Kupang Exotic Festival, Festival Ana NTT Kreatif, Pameran Pembangunan “NTT BaGaYa”, Parade Tenun “NTT Berwarna 2025”, Pameran Pembangunan dalam rangka HUT ke-67 Provinsi NTT serta perlombaan dalam rangka perayaan Natal 2025, yang berhasil menarik puluhan ribu pengunjung dan memberi dampak langsung bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. “Rangkaian kegiatan ini terbukti mendorong promosi budaya, meningkatkan kunjungan wisata, serta menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Pada Dasa Cita 4, Pemprov NTT menuntaskan pembayaran jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 100.000 pekerja informal rentan di 22 kabupaten/kota dengan capaian 100 persen, menyasar petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, lansia, penyandang disabilitas, hingga keluarga rentan.
Sementara itu, Dasa Cita 5 menunjukkan capaian signifikan dalam penurunan stunting. Berdasarkan data e-PPGBM per 17 Desember 2025, prevalensi stunting NTT turun menjadi 20,5 persen melalui penguatan Posyandu Tangguh, intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta kolaborasi lintas sektor. “Penurunan kemiskinan dan stunting harus berjalan seiring melalui intervensi spesifik dalam bingkai aksi konvergensi lintas sektor,” ujar Gubernur NTT Melki.
Di bidang pendidikan, Dasa Cita 6 diarahkan pada penguatan sekolah vokasi dan Sekolah Rakyat, rehabilitasi dan renovasi ratusan sekolah, serta percepatan digitalisasi. Hingga 2025, sebanyak 127 sekolah direhabilitasi, 340 sekolah direnovasi, dan lebih dari 105 sekolah mendapat dukungan akses internet.
Gubernur NTT Melki mengatakan melalui Dasa Cita 7, Pemprov NTT fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti jalan, air bersih, listrik, dan rumah layak huni melalui kolaborasi lintas pemerintah daerah. Sementara itu, Dasa Cita 8 dan 9 diarahkan pada percepatan reformasi birokrasi, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan transformasi digital. Program Meja Rakyat (Melki–Johni Melayani Rakyat) mencatat 429 pengaduan, dan seluruhnya telah ditindaklanjuti. Pemprov NTT juga meraih Digital Government Award 2024 dengan predikat Sangat Baik atas penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Dasa Cita 10 Ayo Bangun NTT dengan Kolaborasi Bersama, mengajak seluruh keluarga besar Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk bersatu membangun daerah yang lebih sehat, pintar , maju dan sejahtera.
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Insan Jurnalis, Pers dan Berbagai Media Di Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam sesi tanya jawab bersama Gubernur NTT dan Wakil Gubernur NTT
Gubernur NTT Melki menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun pertanggungjawaban terbuka atas pelaksanaan Dasa Cita dan Asta Cita. “Publik harus tahu secara jelas bagaimana Melki–Johni menjalankan Dasa Cita dan program pemerintah pusat,” tegasnya. Ia meminta seluruh Perangkat Daerah untuk secara terbuka merilis rincian program dan kegiatan tahun 2026, serta mendorong peran ASN Pemprov NTT dalam Gerakan Beli NTT melalui belanja di NTT Mart yang akan diatur melalui surat edaran.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Dr.Drs.Johni Asadoma,S.I.K.,M.Hum menekankan pentingnya kampanye sadar membayar pajak dengan melibatkan peran media massa. “Jika tingkat kepatuhan meningkat hingga 70 persen, dampaknya akan sangat signifikan bagi peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.
Wakil Gubernur NTT Irjen Pol.(Purn) Dr.Drs.Johni Asadoma,S.I.K.,M.Hum, juga menyoroti lonjakan kasus HIV/AIDS, khususnya di kalangan generasi muda. “Ini bukan soal menghakimi, tetapi menyelamatkan masa depan. Pencegahan harus melibatkan keluarga, sekolah, tokoh agama, dan komunitas,” tegasnya. Wakil Gubernur Johni Asadoma turut menekankan pentingnya peningkatan kepatuhan pajak serta kewaspadaan terhadap lonjakan kasus HIV/AIDS di kalangan generasi muda melalui peran aktif media dan masyarakat.
Menutup kegiatan tersebut, Gubernur NTT Melki menegaskan bahwa keberhasilan Dasa Cita dan program nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor. “Ayo Bangun NTT bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama. Pemerintah bekerja terukur, Perangkat Daerah bertanggung jawab, dan masyarakat ikut mengawal. Semua harus dijalankan dengan kerja kolaborasi,” pungkas Gubernur NTT. Menatap 2026, Gubernur NTT Melki menegaskan komitmen pertanggungjawaban publik atas pelaksanaan Dasa Cita dan Asta Cita.(Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT / Fara Therik / Nuel Here Wele / Kitty / Ady Hau

Baca Juga : Ekosistem Digital Kian Kuat, Provinsi NTT Dan Kota Kupang Raih Penghargaan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Terbaik Tahun 2025
Baca Juga : Menteri Kebudayaan Buka Pameran IPACS 2025 di Kupang : Indonesia Timur Jadi Pusat Diplomasi Budaya Pasifik
Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Serahkan Penghargaan “Cita Daerah Damai dan Inklusif 2025” Kepada Kota Kupang
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 20 December 2025
- Hits: 230























