Home
Momentum Hardiknas ke 67, Bank Indonesia Bersama Pemprov NTT Pertegas Komitmen Bangun Pendidikan Berkualitas, Literasi Keuangan Dan Generasi Kompetitif

Bank Indonesia dan Pemprov NTT Perkuat Literasi Pendidikan pada Hardiknas ke-67
KupangKota.com, NTT - Dalam momentum Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPwBI NTT) menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan literasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam upacara Hardiknas yang digelar di Lapangan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Sabtu, 2 Mei 2026.
Upacara peringatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt., selaku inspektur upacara. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol.(Purn) Dr.Drs.Johni Asadoma,M.Hum, Deputi Kepala Bank Indonesia NTT Rio Khasananda, Ketua DPRD NTT Emelia Julia Nomleni, Forkopimda NTT, aparatur sipil negara, para kepala sekolah, tenaga pendidik, serta perwakilan siswa SMA dan SMK se-NTT. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pendidikan masih menjadi agenda strategis yang membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Dalam amanatnya, Gubernur NTT Melki menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh berhenti pada aspek akademik semata. Menurutnya, proses pendidikan harus mampu membentuk karakter generasi muda, memperkuat integritas pribadi, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Pesan ini menandai pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kualitas moral peserta didik.
Sejalan dengan arah kebijakan tersebut, Bank Indonesia Provinsi NTT terus memperkuat kontribusinya dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan adaptif. Sebagai salah satu langkah konkret dilakukan melalui kerja sama BI NTT dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dalam penguatan materi kebanksentralan pada kegiatan kokurikuler Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah) di berbagai satuan pendidikan.

Program CBP Rupiah dinilai strategis karena tidak hanya mengenalkan tugas dan fungsi Bank Indonesia kepada pelajar, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang pentingnya menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Selain itu, program ini mendorong peningkatan literasi ekonomi dan keuangan sejak usia sekolah, sehingga generasi muda memiliki kesiapan menghadapi dinamika ekonomi modern.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT menyerahkan bantuan sarana pendidikan secara simbolis kepada siswa SMA dan SMK. Bantuan tersebut meliputi buku, alat tulis, dan tas sekolah. Langkah ini menjadi sinyal bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya berbicara konsep, tetapi juga harus menyentuh kebutuhan dasar peserta didik.

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia Provinsi NTT memberikan apresiasi kepada SMA Negeri 6 Kupang sebagai Sekolah Pilot Project Inovasi Cinta Bangga, Paham (CBP) Rupiah Tahun 2026. Penghargaan ini menunjukkan adanya dorongan terhadap sekolah-sekolah yang mampu menjadi pelopor inovasi pendidikan berbasis literasi ekonomi dan kebangsaan.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para pemenang Lomba Desain Mobil Literasi Keliling. Tim dari SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang meraih Juara I, sedangkan Juara II diraih tim dari SMK Negeri 2 Kupang. Kompetisi ini menjadi wadah kreativitas pelajar dalam merancang media edukasi yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah Provinsi NTT dalam momentum Hardiknas ini memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah dan pemerintah, tetapi juga dunia usaha, lembaga keuangan, serta masyarakat secara luas.
Melalui penguatan literasi, pembentukan karakter, dan dukungan sarana pendidikan, Bank Indonesia NTT menempatkan investasi sumber daya manusia sebagai fondasi penting pembangunan daerah. Dalam semangat "Ayo Bangun NTT", kolaborasi seperti ini berpotensi melahirkan generasi NTT yang unggul, kompetitif, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.(Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Siaran Pers Bank Indonesia NTT, Nomor : 28/23/Kpa/PR
Baca Juga : Flobamorata Forum 2026 Jadi Momentum Transformasi Ekonomi NTT yang Inklusif dan Berdaya Saing
Baca Juga : "Literamove" Sinergi Bank Indonesia Dan Pemerintah Daerah Kota Kupang Perkuat Budaya Literasi Baca Anak NTT
Baca Juga : OJK dan IASC Bersinergi, Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 03 May 2026
- Hits: 160
Bank Indonesia NTT Dorong Modernisasi Sektor Tani, PemProv NTT Replikasi Model Digitalisasi Pertanian Dipanen.id Dari Daerah Istimewa Yogyakarta

Kupangkota.com, NTT - Yogyakarta , Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Bank Indonesia Provinsi NTT terus memperkuat langkah transformasi sektor pertanian melalui pendekatan digital. Salah satu upaya konkret dilakukan dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan studi banding ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait implementasi platform dipanen.id. Program ini diarahkan untuk mempercepat digitalisasi komoditas pertanian, sekaligus menciptakan ekosistem usaha tani yang modern, transparan, dan berkeadilan bagi para petani.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Strategis (GPIPS), yang berfokus pada stabilitas harga pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan fluktuasi harga bahan pokok dan distribusi hasil pertanian, digitalisasi dinilai menjadi instrumen penting untuk mempertemukan petani, pasar, dan pemerintah dalam satu sistem yang terintegrasi. Dengan teknologi, rantai distribusi dapat dipangkas, efisiensi meningkat, dan harga jual di tingkat petani menjadi lebih kompetitif.
Pertemuan strategis yang berlangsung di Yogyakarta pada Senin, 27 April 2026 itu dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, jajaran organisasi perangkat daerah, serta perwakilan Bank Indonesia dari kedua provinsi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong pengendalian inflasi berbasis inovasi digital dan kerja sama antardaerah.
Dalam forum itu, Pemerintah Provinsi NTT mempelajari praktik baik yang telah diterapkan DIY dalam mengembangkan digitalisasi sektor pertanian. Model yang dijalankan DIY dinilai berhasil menjaga kesinambungan produksi, memperkuat posisi tawar petani, serta menjaga stabilitas harga komoditas. Keberhasilan tersebut menjadi referensi penting bagi NTT, yang selama ini memiliki potensi pertanian besar namun masih menghadapi tantangan infrastruktur, distribusi, dan akses pasar.
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, Setiap kebijakan pembangunan merupakan proses berkelanjutan yang tidak lepas dari dinamika keberhasilan dan tantangan. Sangat penting fondasi infrastruktur digital dalam mendorong percepatan transformasi. Pemda DIY telah mengembangkan jaringan fiber optik yang mendukung digitalisasi lintas sektor, mulai dari pendidikan hingga pelayanan publik, yang kini diperluas ke sektor pertanian, transportasi, perpajakan, dan sektor strategis lainnya.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menilai, kolaborasi lintas daerah sangat penting untuk mempercepat pembangunan sektor strategis. Menurutnya, keterbukaan Pemda DIY dalam berbagi pengalaman, mulai dari level pimpinan hingga perangkat daerah kabupaten/kota, membuka peluang besar bagi NTT untuk melakukan transfer pengetahuan, penguatan kapasitas SDM, hingga replikasi program yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Adidoyo Prakoso mengatakan studi banding ini bisa memberikan manfaat bagi perekonomian NTT melalui modernisasi sektor pertanian, serta mendorong stabilitas harga pangan strategis.
Ke depan, Pemerintah Provinsi NTT menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi digitalisasi pertanian sebagai langkah strategis meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah. Digitalisasi juga diharapkan mampu memperkuat rantai pasok, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal NTT di pasar nasional maupun internasional.(RyGuN)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Kupangkota.com , Bank Indonesia NTT, Humas Jogja, Pemprov NTT
Baca Juga : Flobamorata Forum 2026 Jadi Momentum Transformasi Ekonomi NTT yang Inklusif dan Berdaya Saing
Baca Juga : "Literamove" Sinergi Bank Indonesia Dan Pemerintah Daerah Kota Kupang Perkuat Budaya Literasi Baca Anak NTT
Baca Juga : OJK dan IASC Bersinergi, Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 29 April 2026
- Hits: 161
Kupang Rayakan HUT ke-140 dan 30 Tahun Daerah Otonom, Wali Kota Kupang Christian Widodo Paparkan Capaian Pembangunan

KupangKota.com, NTT – Pemerintah Kota Kupang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-140 Kota Kupang sekaligus Hari Jadi ke-30 Kota Kupang sebagai daerah otonom (1996-2026) di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, pada hari Sabtu 25 April 2026. Momentum bersejarah tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo selaku pembina upacara dan berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Franscies, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja dan anggota DPRD, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, dr.Widya Cahya Widodo, kemudian unsur Forkopimda Kota Kupang, Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, aparatur sipil negara (ASN), serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran lintas unsur itu mencerminkan kuatnya sinergi pemerintahan dan masyarakat dalam pembangunan daerah di Kota Kupang sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dalam amanatnya, Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai ruang refleksi atas perjalanan panjang Kota Kupang selama 140 tahun dan 30 tahun menjalani status sebagai daerah otonom. Ia menegaskan bahwa perayaan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bentuk rasa syukur atas sejarah perjuangan, pengorbanan, pelayanan, dan kebersamaan yang telah dibangun lintas generasi. Menurutnya, kemajuan kota hari ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu yang patut dihargai.
Wali Kota Kupang menilai peringatan tahun ini semakin bermakna karena bertepatan dengan momentum Hari Otonomi Daerah. Ia menekankan bahwa otonomi daerah tidak boleh dimaknai hanya sebagai kewenangan administratif, melainkan tanggung jawab besar untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, harus mampu menjawab kebutuhan warga melalui pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berkeadilan. Wali Kota Kupang juga menegaskan filosofi dasar pemerintahan Kota Kupang bahwa memerintah adalah melayani. Prinsip tersebut diharapkan menjadi budaya kerja seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tugas. Penegasan ini menjadi sinyal bahwa reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama Pemkot Kupang ke depan, ungkap dr.Christian Widodo.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo mengumumkan pelaksanaan perdana Malam Karnaval Budaya yang digelar pada hari yang sama. Agenda ini disebut sebagai tonggak sejarah baru bagi Kota Kupang karena menjadi ruang ekspresi seluruh komunitas etnis untuk menampilkan kekayaan budaya masing-masing. Karnaval Budaya ini diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan bahkan event berskala nasional yang mampu menarik wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata daerah.
Selain menyampaikan visi kebudayaan, Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang, telah berhasil meraih penghargaan strategic leadership tingkat nasional berdasarkan indikator objektif seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran terbuka, dan angka kemiskinan yang menurun. Penghargaan tersebut menjadi indikator bahwa tata kelola pemerintahan mulai menunjukkan hasil positif.
Sejumlah indikator pembangunan juga mencatat tren menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Kota Kupang mencapai 5,7 persen, sanitasi rumah tangga menyentuh 80 persen, indeks kebersihan meningkat dari 41,93 menjadi 58, dan angka stunting berhasil ditekan hingga 16,8 persen. Selain itu, indeks pelayanan publik berada pada kategori A-, nilai pengelolaan keuangan daerah mencapai 94,17 terbaik di seluruh wilayah Provinsi NTT, serta tingkat perbaikan jalan termasuk jalan lingkungan menembus 80,18 persen.
Di sektor sosial, Pemkot Kupang juga menjalankan berbagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, seperti layanan kedukaan gratis dan jaminan kesehatan darurat bagi warga kurang mampu. Program Pemerintah Daerah Kota Kupang ini menunjukkan arah kebijakan pemerintah yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga perlindungan sosial bagi kelompok rentan.
Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo menegaskan seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi kepada ASN serta seluruh warga Kota Kupang atas dukungan dan kolaborasi yang selama ini terjalin. Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan kekuatan kolektif seluruh komponen daerah.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak seluruh elemen masyarakat terus bersatu membangun Kota Kupang dengan semangat persaudaraan dan cinta terhadap daerah. Ia menekankan bahwa Kota Kupang bukan hanya milik generasi saat ini, tetapi warisan bagi generasi masa depan yang harus dijaga dan dibangun bersama.
Dalam rangkaian upacara tersebut, Pemkot Kupang juga menyerahkan sejumlah penghargaan, santunan, dan bantuan sosial sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian kepada masyarakat. Penghargaan yang diberikan antara lain Satya Lencana Karya Satya bagi ASN dengan masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun. Selain itu, diserahkan pula santunan bagi ASN purna tugas, ahli waris ASN yang meninggal dunia, bantuan sosial masyarakat, dana hibah bagi lembaga keagamaan, bantuan bagi panti asuhan, alat bantu disabilitas, paket sembako, hingga unit motor sampah untuk mendukung layanan kebersihan di tingkat kelurahan.
Sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun, Pemerintah Daerah Kota Kupang juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba, termasuk lomba bercerita tingkat PAUD seluruh Kota Kupang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak hanya bernuansa seremonial, tetapi juga menjadi ruang apresiasi bagi masyarakat lintas usia. 25 April 1996-2026, Selamat Hari Ulang Tahun Kota Kupang Ke 140 Tahun dan Hari Jadi Sebagai Daerah Otonom ke 30 Tahun , Kupang Kota KASIH, karya, aman, sehat, indah dan harmonis. (Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Kupangkota.com , Prokopim Kota Kupang
VIDEO Ucapan Dirgahayu Kota Kupang ke 30 Tahun Sebagai Daerah Otonom dari Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur , Kunjungi Disini.
Baca Juga : Flobamorata Forum 2026 Jadi Momentum Transformasi Ekonomi NTT yang Inklusif dan Berdaya Saing
Baca Juga : "Literamove" Sinergi Bank Indonesia Dan Pemerintah Daerah Kota Kupang Perkuat Budaya Literasi Baca Anak NTT
Baca Juga : OJK dan IASC Bersinergi, Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 25 April 2026
- Hits: 177
Flobamorata Forum 2026 Jadi Momentum Transformasi Ekonomi NTT yang Inklusif dan Berdaya Saing

KupangKota.com, NTT – Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Provinsi NTT menggelar Flobamorata Business and Economic Forum 2026 pada Kamis, 23 April 2026, di Aula Rote Sabu, Hotel Harper Kupang. Forum bertema “Ketangguhan Menuju Kemajuan : Sinergi Transformasi Ekonomi NTT yang Inklusif dan Berdaya Saing” ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan arah kebijakan ekonomi daerah yang berbasis riset, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku usaha, serta kalangan mahasiswa dalam satu forum dialog ekonomi. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa transformasi ekonomi daerah tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kuat antara regulator, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.


Dalam pidato utamanya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal. Ia menilai arah pembangunan ekonomi NTT harus berfokus pada penguatan hilirisasi agar nilai tambah komoditas daerah tidak keluar ke wilayah lain, melainkan dinikmati masyarakat di dalam provinsi.
Menurut Gubernur NTT Melki, hilirisasi juga menjadi jalan untuk memperluas rantai produksi, membuka lapangan kerja baru, serta menghadirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai kabupaten/kota. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tinggi secara angka, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Selain hilirisasi, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) disebut sebagai pilar penting pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi NTT menilai UMKM memiliki daya tahan tinggi dan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan apabila didukung akses pembiayaan, pasar, digitalisasi, dan pendampingan usaha.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso menyampaikan bahwa forum ini diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan yang produktif untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Menurutnya, pembangunan ekonomi NTT membutuhkan formulasi kebijakan yang tidak hanya konseptual, tetapi juga dapat dijalankan secara nyata.
Bank Indonesia dan Pemprov NTT juga memanfaatkan momentum forum ini untuk meluncurkan "KARSA NUSA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Ekonomi Nusa Tenggara Timur)" yang ditandai dengan pembukaan "Call for Paper" 2026. Program ini diarahkan sebagai wadah kolaboratif antara kalangan akademisi dan pemerintah dalam menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Melalui KARSA NUSA, hasil kajian ilmiah diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan konkret, inovatif, dan implementatif. Gubernur NTT mengapresiasi inisiatif tersebut serta berharap riset yang dihasilkan mampu memberi dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur


Pada sesi talkshow interaktif, sejumlah narasumber nasional dan lokal membahas strategi transformasi ekonomi NTT menuju daerah yang lebih maju dan berdaulat. Pembicara yang hadir antara lain Dr. Thomas Ola Langoday dari ISEI Kupang, Dr. Agr. Didit Okta Pribadi dari BRIN, serta Amirullah Setya Hardi Ph.D dari Universitas Gadjah Mada.
Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa struktur ekonomi NTT saat ini masih didominasi sektor primer, seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan komoditas mentah lainnya. Karena itu, tantangan utama daerah adalah meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan hasil produksi lokal agar ketergantungan terhadap produk luar dapat dikurangi.


Forum Kegiatan Flobamorata Business and Economic Forum ini dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Fernando Jose Lemos Osorio Soares, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur Utama Bank NTT beserta pimpinan perbankan, serta lebih dari 120 mahasiswa/i yang berasal dari delapan perguruan tinggi di Kota Kupang. Kehadiran mahasiswa menunjukkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam agenda pembangunan ekonomi daerah.
Flobamorata Business and Economic Forum 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat arah transformasi ekonomi NTT melalui kolaborasi pemerintah, Bank Indonesia, akademisi, dan dunia usaha. Fokus utama yang diangkat adalah hilirisasi, penguatan UMKM, dan penyusunan kebijakan berbasis riset. Peluncuran KARSA NUSA menjadi langkah strategis untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan kebijakan pemerintah daerah. Sementara hasil talkshow menegaskan perlunya memperkuat sektor primer agar memiliki nilai tambah tinggi dan mampu menjadi fondasi ekonomi NTT yang lebih mandiri.

Forum ini menunjukkan perubahan pendekatan pembangunan ekonomi NTT dari pola administratif menuju pola strategis berbasis data dan riset. Jika sebelumnya banyak kebijakan daerah cenderung bersifat jangka pendek, kini mulai diarahkan pada transformasi struktural yang menyentuh akar persoalan ekonomi daerah.
Penekanan pada hilirisasi sangat relevan karena selama ini NTT dikenal kaya sumber daya, tetapi masih lemah pada sisi industri pengolahan. Akibatnya, keuntungan ekonomi lebih banyak dinikmati daerah lain yang memiliki fasilitas produksi dan distribusi lebih kuat. Jika hilirisasi berjalan serius, NTT berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, menyerap tenaga kerja, dan memperkuat daya saing regional.
Namun tantangan terbesar bukan pada konsep, melainkan implementasi. Pemerintah perlu memastikan ketersediaan infrastruktur, energi, logistik, kepastian investasi, dan kualitas SDM. Tanpa itu, hilirisasi hanya akan menjadi wacana tahunan.

KARSA NUSA dapat menjadi instrumen penting bila benar-benar diarahkan menghasilkan solusi nyata, bukan sekadar lomba karya tulis akademik. Pemerintah dan Bank Indonesia perlu memastikan hasil riset terbaik diterapkan dalam program pembangunan agar forum seperti ini memberi manfaat konkret bagi masyarakat. Secara keseluruhan, Flobamorata Business and Economic Forum 2026 merupakan sinyal positif bahwa NTT sedang bergerak menuju ekonomi yang lebih modern, produktif, dan berbasis kolaborasi. Jika konsisten dijalankan, agenda ini bisa menjadi fondasi kuat bagi percepatan kemajuan ekonomi Nusa Tenggara Timur dalam beberapa tahun ke depan. (RyGuN)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Kupangkota.com , Siaran Pers Bank Indonesia NTT, Nomor : 28/22/Kpa/PR
Baca Juga : KUR Tumbuh 13,73 Persen, OJK NTT Dan Pemerintah Daerah Provinsi NTT Optimalkan Pembiayaan UMKM
Baca Juga : Jaga Stabilitas Ekonomi, Pemkot Kupang dan BI NTT Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Dan Digitalisasi
Baca Juga : "Literamove" Sinergi Bank Indonesia Dan Pemerintah Daerah Kota Kupang Perkuat Budaya Literasi Baca Anak NTT
Baca Juga : OJK dan IASC Bersinergi, Rp161 Miliar Dana Korban Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 24 April 2026
- Hits: 58
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB






















