Home
Sinergi Bank Indonesia NTT, Pemprov NTT, Dan ISEI Gelar Forum Ekonomi Flobamorata 2025 Rumuskan Akselerasi Pertumbuhan Daerah Nusa Tenggara Timur

KupangKota.com, NTT - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Pemerintah Provinsi NTT dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Kota Kupang resmi menggelar Flobamorata Business and Economic Forum 2025, sebuah forum ekonomi yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, yang hadir secara resmi membuka Flobamora Business and Economic Forum 2025 yang mengusung tema “Sinergi Aktualisasi Potensi Daerah Untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh, Inklusif, dan Berkelanjutan.” Forum yang berlangsung di Aula El Tari pada Senin pagi itu menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTT dan dihadiri langsung Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, Perwakilan Dewan Ekonomi Nasional, Septian Hario Seto, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi H. Nange, Ketua Departemen Ilmu Manajemen FEB UI, Zaafri Ananto Husodo dan Pimpinan Redaksi Bisnis Indonesia, Maria Y. Benjamin, serta berbagai tamu undangan.

Dalam sesi Leaders Insight, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, memaparkan bahwa ekonomi NTT pada triwulan III tahun 2025 tumbuh sebesar 4,88 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya permintaan domestik dan menguatnya konsumsi masyarakat. Ia menekankan bahwa sinergi perbankan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha menjadi faktor kunci untuk memperkuat intermediasi perbankan sehingga mampu mendorong ekonomi daerah secara lebih agresif dan berkelanjutan.

Agenda strategis ini dirancang untuk merumuskan langkah percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas inflasi di daerah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam sesi Leaders Insight di Aula El Tari pada 24 November 2025, menegaskan bahwa kinerja ekonomi NTT pada 2025 telah menunjukkan perbaikan signifikan. Meski demikian, ia menekankan pentingnya penyusunan strategi konkret dan berkelanjutan agar pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat dan inflasi tetap berada dalam sasaran.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan bahwa tema forum tersebut sejalan dengan arah pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Provinsi NTT. Dalam RPJMD, Pemerintah Provinsi NTT menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen pada tahun 2029, dengan penekanan pada kualitas dan keberlanjutan. Ia mengungkapkan bahwa NTT kini menjadi tujuan kerja sama berbagai daerah, termasuk transaksi perdagangan sebesar Rp1,882 triliun dengan Provinsi Jawa Timur serta rencana kerja sama ekonomi kawasan antara NTT, NTB, dan Bali. Langkah ini diharapkan memperkuat integrasi antarwilayah sekaligus memperluas peluang ekonomi.
Gubernur Melki menegaskan bahwa hilirisasi dan industrialisasi adalah dua pilar utama yang akan menjadi motor penggerak ekonomi NTT. Ia menyoroti pentingnya program One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP) sebagai wadah pembentukan rantai nilai di masyarakat. Dengan kekayaan sumber daya alam yang meliputi peternakan, pertanian, perikanan, hingga komoditas kakao, NTT dinilai memiliki modal yang kuat untuk memasuki tahap industrialisasi berbasis kreativitas dan inovasi produk.

Lebih jauh, Gubernur NTT Melki juga menekankan perlunya terus kolaborasi menyeluruh antara pemerintah, Bank Indonesia, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat untuk menindaklanjuti potensi ekonomi yang tersedia. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan kebijakan konkret untuk memperkuat investasi, memperbaiki rantai pasok, menumbuhkan ekosistem UMKM yang adaptif, memperluas digitalisasi ekonomi, serta menjaga stabilitas makro melalui kebijakan progresif yang responsif terhadap dinamika global dan regional.
Adapun potensi ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur dinilai memiliki ruang berkembang yang besar, terutama melalui penguatan sektor komoditas unggulan. Garam, rumput laut, dan daging sapi disebut sebagai sejumlah produk strategis yang dapat diakselerasi untuk mendorong nilai tambah dan menopang ekonomi daerah. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutan Keynote Speech, menegaskan perlunya hilirisasi melalui pendekatan berbasis komunitas seperti program One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP). Menurutnya, hilirisasi yang berhasil akan membuka jalan bagi peningkatan skala usaha, khususnya melalui perluasan akses pembiayaan yang dapat memperkuat daya saing pelaku ekonomi lokal.

Forum ini juga menekankan pentingnya pembiayaan dan investasi dalam memperkuat kapasitas usaha di Provinsi NTT. Narasumber dari Dewan Ekonomi Nasional, Septian Hario Seto, memaparkan langkah pemerintah pusat dalam memperbaiki iklim investasi melalui insentif serta penyederhanaan perizinan bagi para investor. Dari Bank Indonesia, Alexander Lubis menjelaskan kebijakan makroprudensial yang mendukung sektor prioritas, termasuk penerapan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) bagi perbankan. Akademisi Zaafri Ananto Husodo turut menyoroti kebutuhan optimalisasi pembiayaan, terutama bagi UMKM, agar skala usaha mereka dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi maksimal terhadap ekonomi daerah.
Menutup pemaparannya, Gubernur NTT Melki mengajak seluruh narasumber dan peserta forum untuk merumuskan langkah strategis yang selaras dengan kondisi NTT saat ini. Ia menekankan bahwa forum tersebut merupakan momentum memperkuat sinergi kolektif dalam membuka peluang ekonomi baru, mempercepat pertumbuhan inklusif, dan mendorong terwujudnya NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan. Ajakan tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah daerah terhadap transformasi ekonomi yang lebih terarah dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemaparan hasil kajian kolaboratif antara ISEI Kota Kupang dan Bank Indonesia NTT. Kajian tersebut menyoroti tiga isu strategis yakni penguatan nilai tambah komoditas garam di Kabupaten Kupang, evaluasi kesiapan infrastruktur pendukung Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, serta optimalisasi rantai pasok ayam pedaging di Kota Kupang. Hasil kajian ini diharapkan menjadi rekomendasi teknis bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih efektif dan terukur.(Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Siaran Pers Bank Indonesia NTT (Ester) dan SP Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT / Milka / Dio Ceunfin
Baca Juga : Menteri Kebudayaan Buka Pameran IPACS 2025 di Kupang : Indonesia Timur Jadi Pusat Diplomasi Budaya Pasifik
Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Serahkan Penghargaan “Cita Daerah Damai dan Inklusif 2025” Kepada Kota Kupang
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 25 November 2025
- Hits: 228
Menteri Kebudayaan Buka Pameran IPACS 2025 di Kupang : Indonesia Timur Jadi Pusat Diplomasi Budaya Pasifik

Kupangkota.com , NTT - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menggelar acara puncak perhelatan Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 dengan tema “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom” di Kupang, NTT. Sebagai tuan rumah Kota Kupang Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadi pusat perhatian dunia kebudayaan internasional saat Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon,S.S.,M.Sc, secara resmi membuka Pameran Kebudayaan Indonesia di Kawasan Timur dalam rangkaian kegiatan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di halaman Hotel Harper, Senin (11/11/2025). Acara yang mengusung tema “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom” ini menandai awal dari perhelatan besar yang berlangsung pada 11–13 November 2025, memperlihatkan keindahan dan kekayaan budaya kawasan Indonesia Timur yang penuh warna dan nilai-nilai kearifan lokal.


Pembukaan pameran turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena,S.Si.,Apt, Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo, serta Duta Besar Keliling untuk kawasan Pasifik periode 2017–2021 Tantowi Yahya. Kemudian hadir juga para pejabat Kementerian Kebudayaan, jajaran pimpinan pemerintahan lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan Pemerintah Kota Kupang, pelajar, para kurator, serta para peserta residensi serta delegasi negara-negara peserta IPACS 2025 juga turut memeriahkan kegiatan ini, menjadikannya ajang pertemuan lintas bangsa yang sarat makna persaudaraan dan pertukaran budaya.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pameran ini merupakan bentuk nyata dari ekosistem kebudayaan yang hidup, tumbuh, dan saling menguatkan di wilayah timur Indonesia. Menurutnya, pameran IPACS 2025 tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga simbol kolaborasi dan keberlanjutan budaya yang mampu menghubungkan masyarakat Indonesia dengan bangsa-bangsa di kawasan Pasifik. “Pameran ini adalah penghormatan atas warisan budaya yang berakar di tanah Nusa Tenggara Timur dan wujud komitmen kita dalam menjadikan kebudayaan sebagai jembatan kerja sama regional,” tegasnya.
Menteri Fadli juga menyoroti pentingnya semangat persatuan lintas negara di kawasan Pasifik. Ia menilai, kesamaan akar budaya, terutama dalam tradisi maritim dan ekspresi seni, menjadi bukti nyata hubungan serumpun antara masyarakat Nusantara dan Pasifik. “Kita disatukan oleh satu visi menjadikan budaya sebagai kekuatan vital dalam peradaban dunia,” ujarnya, menandaskan bahwa IPACS 2025 bukan sekadar pameran, melainkan momentum kebangkitan diplomasi budaya Indonesia.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Kementerian Kebudayaan turut mempersembahkan stan bertajuk The Listening Thread, yang menjadi simbol komitmen dalam pemberdayaan praktisi budaya di Indonesia Timur. Stan tersebut menjadi ruang naratif di mana ragam kisah dan identitas budaya saling bertaut, menampilkan beragam koleksi yang menegaskan makna budaya sebagai jalinan dialog antara masa lalu, kini, dan masa depan.


Pameran IPACS yang dibuka untuk umum hingga 13 November 2025 ini menampilkan beragam ekspresi budaya dari NTT, Papua, dan Maluku, melalui anjungan kerajinan, tekstil tradisional, kuliner khas, hingga hasil karya UMKM. Sejumlah penampilan turut memeriahkan suasana, mulai dari tari Orsa Modao asal Papua Tengah yang melambangkan harmoni, tari Maekat dari Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT, hingga alunan musik Sasando yang menghadirkan kehangatan budaya lokal dengan sentuhan modern.

Menutup sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli berharap pameran ini menjadi ruang apresiasi dan pembelajaran lintas bangsa. Ia menginginkan agar masyarakat Pasifik dapat melihat Indonesia sebagai negara dengan megadiversity budaya yang menakjubkan. “Semoga pameran ini menjadi jendela bagi dunia untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Nusantara,” tutupnya disambut tepuk tangan para hadirin.(SP-Adpim/Rygun)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT / Mario Lawi / Kity / Dio

Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Serahkan Penghargaan “Cita Daerah Damai dan Inklusif 2025” Kepada Kota Kupang
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 11 November 2025
- Hits: 184
Mendagri Tito Karnavian Serahkan Penghargaan “Cita Daerah Damai dan Inklusif 2025” Kepada Kota Kupang

Kota Kupang Raih Penghargaan “Cita Daerah Damai dan Inklusif 2025”, Sumber Foto : Prokompim Kota Kupang
Kupangkota.com , NTT - Jakarta - Wajah penuh kebanggaan tampak terpancar dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima penghargaan bergengsi “Cita Daerah Damai dan Inklusif 2025” yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, dalam ajang Anugerah Cita Negeri 2025 di Studio I Kompas TV, Jakarta, Senin 10 November 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Trofi berbahan daur ulang itu bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi juga pengakuan atas semangat kebersamaan dan harmoni sosial yang terus hidup di Kota Kupang yang terus tumbuh di ujung tenggara timur Indonesia dengan denyut toleransi yang kuat dan semangat persaudaraan yang menyatukan warganya.
Kota Kupang meraih penghargaan kategori “Cita Daerah Damai dan Inklusif” berkat konsistensinya menjaga iklim sosial yang rukun, toleran, dan terbuka terhadap keberagaman suku, agama, dan budaya. Saat daerah lain masih berjuang mengelola perbedaan, Kupang justru menjadikannya sebagai kekuatan dan identitas kolektif.
“Kota Kupang adalah rumah bagi semua. Damai dan inklusif bukan sekadar jargon, tetapi gaya hidup masyarakat kita,” ujar Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo.
Ia menegaskan, semangat toleransi itu dihidupkan dalam kebijakan nyata, mulai dari kegiatan lintas iman, ruang dialog antar warga, hingga forum partisipatif yang membuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan kota.
“Penghargaan ini menjadi semangat baru untuk terus menjaga kerukunan dan memastikan setiap warga mendapat ruang yang sama dalam pembangunan,” tambahnya.
Apresiasi Pemerintah Pusat dan Media Nasional
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan apresiasi atas peran Kota Kupang dalam menciptakan harmoni sosial yang kuat di tengah pluralitas bangsa. “Damai berarti hidup saling terhubung di tengah keragaman. Inklusif berarti pembangunan yang tidak diskriminatif, untuk seluruh warga, bukan hanya sekelompok orang,” tegas Tito dalam sambutannya. Selain Kota Kupang, penghargaan serupa juga diterima oleh Kota Denpasar, Kota Magelang, dan Kabupaten Fakfak.
Sementara itu, Direktur Utama Kompas TV, Rosianna Silalahi, menuturkan bahwa Anugerah Cita Negeri merupakan bentuk penghargaan bagi pemimpin daerah yang membangun dengan hati, bukan sekadar infrastruktur, melainkan nilai-nilai kemanusiaan, keberagaman, dan keberlanjutan.
“Kami berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh kepala daerah untuk membangun dengan semangat inklusif dan berkelanjutan, tanpa meninggalkan siapa pun,” ujarnya. Rosianna juga menyoroti makna ekologis dari trofi penghargaan yang dibuat dari bahan daur ulang, melambangkan komitmen bahwa pembangunan sejati harus berpihak pada manusia sekaligus menjaga alam.
Makna Penghargaan bagi Kupang.
Bagi Kota Kupang ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, predikat “Damai dan Inklusif” bukan sekadar penghargaan, melainkan refleksi dari denyut kehidupan sosial warganya. Kota Kupang membuktikan bahwa kedamaian lahir dari kerja keras, empati, dan cinta yang tumbuh di antara masyarakatnya. Dari kota kecil di timur Nusantara ini, Indonesia kembali belajar bahwa perbedaan bukan ancaman, melainkan kekayaan yang menyatukan.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa penghargaan “Cita Daerah Damai dan Inklusif 2025” yang diterima Pemerintah Kota Kupang bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan cerminan nyata dari semangat kebersamaan seluruh warga. Menurutnya, capaian tersebut adalah hasil gotong royong masyarakat yang selama ini menjaga harmoni dan toleransi di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Kota Kupang sebagai Kota KASIH.
“Kota Kupang adalah rumah bagi semua. Damai dan inklusif bukan hanya jargon, tetapi gaya hidup masyarakat kita,” ujarnya dengan nada penuh optimisme saat ditemui usai menerima penghargaan dalam ajang Anugerah Cita Negeri 2025 yang digelar oleh Kompas TV di Jakarta.
Kota Kupang dengan Semangat Kerukunan dan Kesetaraan
Lebih lanjut, Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi semangat baru bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kota Kupang untuk terus memperkuat nilai-nilai toleransi, mempererat hubungan antarumat beragama, serta memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama dalam pembangunan kota. “Penghargaan ini menjadi energi baru bagi kami untuk menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” tambahnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan arah kebijakan Pemerintah Kota Kupang yang menempatkan nilai kemanusiaan dan inklusivitas sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Upaya ini tidak hanya memperkuat stabilitas sosial, tetapi juga menjadi contoh konkret kepemimpinan yang berorientasi pada kesetaraan dan kebersamaan.
Apresiasi untuk Daerah Berprestasi di Bidang Sosial dan Pembangunan
Selain penghargaan untuk Kota Kupang, Kompas TV juga memberikan tiga kategori penghargaan lainnya kepada para bupati dan wali kota di Indonesia.
Penghargaan Cita Daerah Sehat diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, sementara Cita Daerah Pekerjaan Layak dan Lokal diberikan oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, dan Cita Inovasi Berkelanjutan diserahkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI. Ketiga penghargaan tersebut menjadi bagian dari Anugerah Cita Negeri 2025, yang digagas sebagai wadah apresiasi terhadap pemerintah daerah yang berhasil menerapkan kebijakan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan.(RyGuN)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kupang / Prokompim Kota Kupang NTT
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 11 November 2025
- Hits: 152
Pemerintah Kota Kupang dan Bank Indonesia NTT Perkuat Kolaborasi Kendalikan Inflasi Jelang Akhir Tahun 2025 Serta Pacu Transformasi Digital Keuangan Daerah

KupangKota.com, NTT - Menjelang penutupan tahun 2025, Pemerintah Kota Kupang bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur memperkuat koordinasi strategis dalam menjaga stabilitas inflasi dan mempercepat transformasi digital sektor keuangan daerah. Melalui High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali inflasi Daerah TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Pada Triwulan IV Tahun 2025 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (5/11/2025), sinergi antarlembaga ditegaskan kembali sebagai kunci menghadapi tantangan ekonomi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

Wali Kota Kupang, dr.Christian Widodo, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa inflasi Kota Kupang pada Oktober 2025 tercatat sebesar 1,87 persen (year on year / yoy), berada di bawah rata-rata inflasi nasional. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil nyata kolaborasi lintas instansi dan pemangku kepentingan dalam menjaga kestabilan harga di pasar. Menurutnya, kesuksesan pengendalian inflasi bukan hanya bergantung pada sinergi teknis, tetapi juga pada kemampuan pemerintah daerah dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperkuat inovasi pelayanan publik. “Pemerintah Kota Kupang harus terus bertransformasi menuju pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan kompeten di era digital,” tegas Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo.
Beliau menekankan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada koordinasi antar instansi, namun juga pada kemampuan pemerintah daerah beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan inovasi layanan publik. Di tengah dunia yang semakin terdigitalisasi, Pemerintah Kota Kupang tidak boleh tertinggal dan harus beradaptasi dengan cepat untuk menciptakan iklim pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan kompeten. Turut hadir dalam kegiatan Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, unsur FORKOPIMDA, OPD, serta mitra strategis di lingkup Kota Kupang.
Diperlukan upaya konkrit pengendalian inflasi untuk menghadapi tantangan menjelang HBKN Nataru di Kota Kupang. Kondisi cuaca akhir tahun di Provinsi NTT yang didominasi musim hujan berpotensi menahan laju produksi beberapa komoditas pangan. Selain itu, Kota Kupang yang merupakan kota niaga di Provinsi NTT sangat bergantung terhadap pemenuhan komoditas dari luar daerah sehingga kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian inflasi di akhir tahun.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Adidoyo Prakoso, menyoroti potensi tekanan inflasi akibat faktor musiman dan cuaca. Dengan dominasi musim hujan di penghujung tahun, laju produksi komoditas pangan berpotensi menurun, sementara ketergantungan Kota Kupang terhadap pasokan dari luar daerah menambah tantangan stabilitas harga. Untuk itu, Bank Indonesia NTT dan Pemerintah Kota Kupang akan menggelar pasar murah bersubsidi serta memperkuat distribusi logistik guna menjaga keterjangkauan harga. Tak hanya itu, BI NTT juga mendorong Gerakan Pekarangan Pangan Lestari (GP2L) dan perluasan kerja sama antarwilayah sebagai langkah memperkuat kemandirian pangan lokal.

Dari aspek digitalisasi, perkembangan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Kota Kupang dinilai cukup progresif namun masih menyisakan ruang peningkatan. BI NTT mencatat, pemanfaatan kanal digital dalam penerimaan Pendapatan Daerah (PDRD) baru mencapai 6,83 persen pada semester I 2025. Oleh karena itu, TP2DD diminta menyusun roadmap digitalisasi 2026–2030 yang terintegrasi dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), agar kebijakan fiskal daerah berjalan lebih efisien dan inklusif.
Bank Indonesia Provinsi NTT juga mendorong akselerasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dan penerapan Sistem Pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta sistem online payment oleh BPD NTT selaku Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), untuk memperluas digitalisasi belanja daerah dan membuka akses bagi UMKM lokal.(RyGuN)
Editor : Guntara
Sumber dan Foto : Siaran Pers Bank Indonesia NTT
Baca Juga : Kumpulan Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 08 November 2025
- Hits: 161
Feed not found
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB





















