Home
Kinerja Ekonomi Provinsi NTT Triwulan III Tahun 2023 Menunjukkan Peningkatan Sebesar 2,08 Persen

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPw.BI NTT) Bapak S. Donny H.Heatubun
Kupangkota.com - NTT, Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT mengenai pertumbuhan ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Triwulan III 2023, terungkap bahwa ekonomi wilayah NTT mengalami pertumbuhan sebesar 2,08% year on year (yoy). Meskipun angka ini menunjukkan pertumbuhan, namun terjadi perlambatan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencatat pertumbuhan sebesar 4,17% (yoy).
Faktor utama yang menyebabkan perlambatan ini adalah penurunan pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga, yang sejalan dengan kinerja sektor Perdagangan yang menghadapi tekanan harga beras. Selain itu, belanja dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) NTT turut menurun, yang menyebabkan kontraksi dalam Konsumsi Pemerintah.
Secara geografis, wilayah Balinusra memberikan kontribusi sebesar 22,42% dari total ekonomi Balinusra. Penurunan pertumbuhan ekonomi NTT sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang melambat menjadi 4,94% (yoy), dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,17% (yoy).
Dari segi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi NTT didorong oleh sektor Konstruksi, Perdagangan, dan Pertanian. Pertumbuhan sektor Konstruksi dipicu oleh kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan, sementara sektor Perdagangan mendapat dorongan dari peningkatan aktivitas perdagangan, terutama pembelian kendaraan bermotor. Sektor Pertanian tetap tumbuh meskipun produksi padi mengalami kontraksi akibat musim kemarau.
Dari sisi Pengeluaran, pertumbuhan ekonomi NTT dipengaruhi oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dan Konsumsi Rumah Tangga. PMTB mengalami akselerasi sejalan dengan kinerja sektor Konstruksi, sementara Konsumsi Rumah Tangga tetap tumbuh meskipun melambat.
Untuk mendukung pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas makroekonomi, beberapa langkah diusulkan, termasuk optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, pengembangan sumber pertumbuhan baru, ekspansi pariwisata, peningkatan sistem pembayaran digital, konversi minyak tanah ke LPG, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta diversifikasi industri. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT dan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
Kendati Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencatat pertumbuhan ekonomi, namun perbaikan kinerjanya diprediksi akan terus berlanjut. Untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menjaga stabilitas makroekonomi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Bapak Donny H.Heatubun mengungkapkan beberapa langkah strategis perlu diambil bersama-sama oleh berbagai pihak terkait.
Pertama, optimalisasi peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pangan dianggap sebagai langkah krusial. BUMD diharapkan dapat menjadi offtaker yang efektif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan. Upaya ini akan didukung oleh penguatan program Food Estate, ekstensifikasi, intensifikasi pertanian, dan hilirisasi produk pangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi utama di Provinsi NTT.
Kedua, perhatian khusus akan diberikan pada pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi baru. Hal ini melibatkan pembangunan Integrated Shrimp Farming (ISF) dan hilirisasi tebu di Kabupaten Sumba Timur, serta pembangunan pabrik rumput laut di Kabupaten Kupang.
Langkah ketiga melibatkan perluasan promosi pariwisata dengan membentuk pola perjalanan (travel pattern) dari Labuan Bajo menuju destinasi unggulan. Integrasi jalur transportasi dan penawaran paket wisata diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pariwisata di NTT.
Peningkatan penerimaan sistem pembayaran digital menjadi fokus keempat, dengan memanfaatkan QRIS dan BI-FAST. Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Langkah kelima mencakup dorongan untuk konversi minyak tanah ke LPG serta promosi potensi Energi Baru dan Terbarukan (EBT), terutama energi panas bumi (geothermal) di dataran Flores sebagai peluang investasi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pengembangan industri pengolahan terpadu berbasis kawasan yang berkelanjutan menjadi langkah keenam, yang terintegrasi dengan jalur tol laut untuk memaksimalkan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Penjajakan Free Trade Zone (FTZ) antara Provinsi NTT dan Timor Leste juga menjadi fokus utama.
Mendorong hilirisasi mineral mangan di Provinsi NTT menjadi langkah ketujuh, mengingat peran pentingnya sebagai komponen baterai kendaraan listrik. Lebih dari 70% cadangan mangan Indonesia diperkirakan terdapat di wilayah Nusa Tenggara.
Terakhir, langkah kedelapan mencakup penjajakan terkait peningkatan jumlah penerbangan dan maskapai dalam penerbangan intra Provinsi NTT serta hubungan penerbangan antarprovinsi. Upaya ini diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dari tekanan inflasi dalam sektor angkutan udara. (SP-BI/Guntara)
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur

Foto Kupangkota.com : sdr.Rary Triguntara bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT Bapak S.Donny H.Heatubun
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 09 November 2023
- Hits: 415
Pencegahan Stunting Dimulai "1000 Days Fund" dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang NTT Gelar Pelatihan Konseling Nutrisi MPASI Bagi 92 Tenaga Kesehatan

Cegah risiko malnutrisi pada anak, 1000 Days Fund dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang melakukan pelatihan konseling nutrisi anak (MPASI) bagi 92 Tenaga Kesehatan, 30 Oktober - 1 November 2023
Upaya dalam mencegah risiko malnutrisi pada anak-anak dan mengatasi masalah stunting di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mengambil langkah penting. Yayasan Seribu Cita Bangsa, atau lebih dikenal sebagai 1000 Days Fund, bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, pun telah meluncurkan program pelatihan konseling nutrisi anak (MPASI) bagi 92 Tenaga Kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini dimulai sejak tanggal 30 Oktober hingga 1 November 2023, yang melibatkan Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) dan bidan dari 14 Puskesmas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam memberikan konseling nutrisi Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) kepada orang tua, dengan harapan dapat meminimalisasi risiko malnutrisi pada anak-anak.
Program Manager 1000 Days Fund, Dodi Nuriana, menjelaskan pentingnya upaya pencegahan malnutrisi sejak dini, "Kami menyadari bahwa upaya pencegahan malnutrisi dimulai sejak dini. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan oleh tenaga pelaksana gizi dan bidan kepada orang tua, sehingga mereka dapat memberikan pemberian makan yang benar dan sesuai dengan usia anak."
Dalam kolaborasi ini, Dinas Kesehatan, melalui kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Desemiyety Ngatriany, mengakui manfaat pelatihan tersebut. "Kegiatan pelatihan konseling nutrisi anak (MPASI) ini sangat bermanfaat bagi para TPG dan bidan desa. Mereka mendapatkan penyegaran dan wawasan terkait kebijakan terbaru dalam PMPASI (Pemberian Makanan Pendamping ASI) dan metode-metode terbaru dalam konseling MPASI."
Selama pelatihan, para peserta diberikan pengetahuan terbaru tentang nutrisi anak, strategi pemberian makanan pendamping ASI, serta cara efektif memberikan konseling kepada orang tua. Pelatihan ini ditargetkan untuk menciptakan perubahan positif dalam pemahaman dan praktik mereka dalam lapangan.
Safarah Risvie, Curriculum Lead dan Trainer dari 1000 Days Fund, menekankan langkah selanjutnya, "Para peserta diharapkan dapat melatih kader di wilayah kerja mereka. Dengan demikian, Posyandu yang lengkap dan optimal akan mendorong peningkatan kehadiran orang tua di Posyandu, yang pada gilirannya membawa pemahaman baru tentang nutrisi anak."
Hasil evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan peserta sebelum pelatihan sebesar 62%. Namun, setelah mengikuti pelatihan intensif, pemahaman dan keterampilan meningkat menjadi 86%. Peningkatan ini menjadi modal bagi TPG dalam melatih kader dan memberikan edukasi langsung kepada Ibu Baduta untuk menerapkan pola pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur

Cegah risiko malnutrisi pada anak, 1000 Days Fund dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang melakukan pelatihan konseling nutrisi anak (MPASI) bagi 92 Tenaga Kesehatan, 30 Oktober - 1 November 2023
Setelah program ini, Tenaga Pelaksana Gizi dan Bidan Desa akan melatih kader Posyandu terkait dengan MPASI, sambil memberikan lembar balik sebagai alat edukasi kepada kader Posyandu dan orang tua. Ini bertujuan untuk memudahkan konseling dan memastikan informasi yang diberikan tepat dan akurat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret untuk mengurangi risiko malnutrisi kronis dan stunting pada anak-anak di Kabupaten Kupang. Tim 1000 Days Fund akan melakukan kunjungan ke Posyandu di desa-desa sebagai tindak lanjut, untuk memastikan bahwa materi pelatihan mencapai kader dan rumah tangga sasaran program 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Yayasan Seribu Cita Bangsa, yang lebih dikenal dengan sebutan 1000 Days Fund, telah memegang peran penting dalam upaya mengakhiri masalah stunting di Indonesia sejak pendiriannya pada tahun 2019. Yayasan yang bertujuan untuk menemukan, menguji, dan menerapkan solusi inovatif dan hemat biaya untuk mengatasi stunting ini telah memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di kalangan masyarakat miskin dan tertinggal.
Salah satu langkah kunci yang diambil oleh 1000 Days Fund adalah kolaborasi dengan pemerintah daerah. Mereka bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan garis depan di tengah masyarakat miskin, dengan tujuan memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi ibu dan bayi baru lahir. Selain itu, upaya ini juga ditujukan untuk mengatasi akar masalah stunting, serta meningkatkan pengumpulan data yang dapat digunakan sebagai bukti, bahan advokasi, dan dasar perubahan kebijakan.

Cegah risiko malnutrisi pada anak, 1000 Days Fund dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang melakukan pelatihan konseling nutrisi anak (MPASI) bagi 92 Tenaga Kesehatan, 30 Oktober - 1 November 2023
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, 1000 Days Fund telah berhasil mendistribusikan lebih dari 348.000 Poster Pintar di 28 pulau di Indonesia. Selain itu, mereka telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 54.000 kader posyandu, yang memiliki pengetahuan dan keterampilan baru yang krusial dalam menyelamatkan generasi-generasi yang akan datang.
Organisasi ini juga terus melakukan uji coba program untuk mengidentifikasi potensi hambatan dan tantangan dalam mengimplementasikan intervensi stunting yang komprehensif di tingkat desa. Dalam prosesnya, mereka telah mengembangkan pemahaman yang kuat tentang interaksi antara tenaga kesehatan desa dengan pengurus anak, yang kemudian menjadi dasar untuk pesan-pesan kunci dalam mengatasi hambatan di berbagai sektor.
Pada bulan Juli 2023, Yayasan Seribu Cita Bangsa resmi terpilih sebagai anggota pertama di Asia Tenggara dalam Community Health Impact Coalition (CHIC). CHIC adalah sebuah koalisi yang terdiri dari organisasi nirlaba di seluruh dunia yang berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme kader kesehatan.
Yayasan Seribu Cita Bangsa terus berjuang untuk mengakhiri stunting di Indonesia melalui berbagai upaya inovatif dan kolaboratifnya. Dengan kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta pendekatan yang berfokus pada bukti, advokasi, dan perubahan kebijakan, mereka menjadi salah satu pemain utama dalam perang melawan stunting di negara ini. (*DKB/DS)
Cegah risiko malnutrisi pada anak, 1000 Days Fund dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang melakukan pelatihan konseling nutrisi anak (MPASI) bagi 92 Tenaga Kesehatan (sumber photo : This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
, Dodi Nuriana / Program Manager) dan Deni Sogar.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 02 November 2023
- Hits: 613
Lahirnya Era Pertanian Modern Kupang NTT dengan Panen Perdana Cabai Berbasis Digital Farming GS Organik di Baumata dan Penanaman Perdana Integrated Farming Pondok Pesantren Hidayatullah di Batakte

Penjabat Gubernur Provinsi NTT Bapak Ayodhia G.L.Kalake,SH.,MDC , dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak S. Donny H.Heatubun bersama Tamu Undangan dalam Kegiatan Panen Perdana Cabai berbasis Digital Farming dan Tanam Perdana Integrated Farming
Inovasi Dalam Upaya Pengendalian Inflasi dan Peningkatan Ketahanan Pangan di GS Organik Baumata, Kabupaten Kupang (Foto : Guntara)
Kupangkota.com - NTT, Panen Perdana Pertanian DigitaL dari Petani MilenaL sebagai Momen penting dalam upaya pengendalian inflasi dan peningkatan ketahanan pangan, dengan diselenggarakannya kegiatan implementasi Digital Farming di GS Organik, Desa Baumata yang diikuti oleh Tanam Perdana pada implementasi Integrated Farming di Pondok Pesantren Hidayatullah, di Batakte. Acara ini dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPw BI NTT) pada hari Selasa, 17 Oktober 2023, Jam 09:00-12:30WITA, Kabupaten Kupang, dan menghadirkan Pimpinan Kepala Daerah Provinsi NTT, dan beberapa Tamu Undangan diantaranya yaitu Penjabat Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak Ayodhia G.L.Kalake,SH.,MDC, kemudian Bupati Kabupaten Kupang Bp. Drs. Korinus Masneno, M.Si dalam hal ini diwakili oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Kemudian Penjabat Walikota Kupang Bp. Fahrensy P. Funay, S.E., M.Si yang diwakili Dinas Pertanian Kota Kupang, Hadir juga Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (ME KNEKS) Bp. Ir. Putu Rahwidhiyasa,MBA,CIPM, Deputi Direktur Inkubasi Bisnis Syariah KNEKS Bp. Helma Agustiawan,S.M.B., M.E. Hadir pula CEO Koperasi Pondok Pesantren Alif (Al Ittifaq), Kab. Bandung, Jawa Barat, Bp. Ust. Hi. Irawan.
Lalu kemudian Hadir Direktur LPPOM MUI Provinsi NTT, Bp. Khalid Kasim Moenady, Ketua Kamar Dagang Dan Industri Prov. NTT, Bp. Bobby Lianto , Ketua BPD PHRI NTT, Bp. Juvenile Jodjana , Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan NTT, Ibu Dr. Ir. Yulia Asni Kurniawati, M.Si , kemudian Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah NTT sekaligus sebagai CEO Jabal Mart, Bp.Fahmi Abdullah, Para Kepala Dinas (Pertanian/Koperasi, Tenaga Kerja & Transmigrasi/ Perindustrian dan Perdagangan) Provinsi NTT dan Kota serta Kab. Kupang, serta Camat/Kepala Desa dan Perangkat Desa di Baumata, Pemimpin Redaksi media pers jurnalis, Owner Kopi Saa, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) yaitu Afrofarm Peternakan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) Bp. Mardianus Epafroditus Ili, dan petani hortikultura Bp.Yohanes Lalang (P4S Abdi Laboratus) dari Desa Mata Air, Pengurus Yayasan dan para Santri Pondok Pesantren Hidayatullah, Dan tentunya Petani Muda Handal NTT, Bp. Gesti Sino sebagai pemilik GS Organik di wilayah Baumata, serta seluruh stakeholders yang berkesempatan hadir di GS Organik 3 untuk sama-sama melaksanakan Panen Perdana pada implementasi Digital Farming di GS Organik yang kemudian dilanjutkan dengan Tanam Perdana pada implementasi Integrated Farming di Pondok Pesantren Hidayatullah, Batakte.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Bapak Donny H.Heatubun menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh stakeholders yang hadir, dan acara dimulai dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kegiatan Panen Perdana Digital Farming di GS Organik dan Tanam Perdana Integrated Farming di Pondok Pesantren Hidayatullah, Batakte adalah langkah konkret dalam mendukung upaya pengendalian inflasi pangan dan peningkatan ketahanan pangan.


Kepala Bank Indonesia NTT Donny H. Heatubun Bersama Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L.Kalake,SH.,MDC
Dalam Acara Panen Perdana Cabai Program Digital Farming Di Lahan GS.Organik Di Desa Baumata Dan Peninjauan Lapangan Pengembangan Hortikultura Replikasi Model Bisnis Pengembangan Ekonomi Pesantren Di Pondok Pesantren Hidayatullah Di Batakte. (Foto : Guntara)
Bank Indonesia Provinsi NTT, dalam upayanya untuk menjaga terkendalinya inflasi volatile food (VF), telah berkomitmen untuk terus mendukung sinergi kebijakan dalam pengendalian inflasi pangan. Instruksi dari Presiden RI pada Rakornas TPID pada 31 Agustus 2023 yang lalu menggarisbawahi pentingnya sinergi dalam pengendalian inflasi pangan melalui 5 langkah kebijakan. Implementasi Digital Farming di GS Organik di Desa Baumata dan Integrated Farming di Pondok Pesantren Hidayatullah, di Batakte merupakan upaya konkret dalam mendukung program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Kegiatan ini juga menjadi tonggak penting dalam menjaga prestasi yang telah dicapai oleh Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, serta tiga kabupaten lainnya yaitu Nagekeo, Sabu Raijua, dan Ende dalam TPID 2023 award yang disampaikan pada Rakornas TPID. Kehadiran para stakeholders dari berbagai bidang, seperti KADIN NTT, PHRI, MES, BRIN, BBPP, LPPOM-MUI, mencerminkan kerjasama yang kuat dalam memperkuat rantai pasok, menciptakan pasar yang berkelanjutan, dan mendukung program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi Syariah (ME KNEKS) dan Pondok Pesantren Al Ittifaq turut memperkaya acara ini dengan pencerahan, motivasi, dan penguatan ekosistem ketahanan pangan dan ekosistem halal. Apresiasi yang luar biasa disampaikan Kepala BI NTT kepada semua stakeholder berbagai pihak yang telah turut hadir.

Kepala Bank Indonesia NTT Donny H. Heatubun Bersama Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L.Kalake,SH.,MDC Beserta Tamu Undangan,
Dalam Acara Panen Perdana Cabai Program Digital Farming Di Lahan GS.Organik Di Desa Baumata Dan Peninjauan Lapangan Pengembangan Hortikultura Replikasi Model Bisnis Pengembangan Ekonomi Pesantren Di Pondok Pesantren Hidayatullah Di Batakte, 17/10/2023 (Foto : Guntara)

Kegiatan Panen Perdana Digital Farming dan Tanam Perdana Integrated Farming ini tidak hanya merupakan pencapaian penting dalam upaya pengendalian inflasi dan peningkatan ketahanan pangan, tetapi juga mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, sektor bisnis, dan komunitas, yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama demi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Seiring dengan perubahan zaman, upaya dalam menghadapi kompleksitas kendala inflasi pangan telah membutuhkan strategi yang lebih canggih dan terintegrasi. Dalam upaya mengendalikan gejolak harga komoditas pangan, terutama beras, dan memperkuat ketahanan pangan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPw BI NTT) telah menerapkan sinergi dalam bentuk lima langkah kebijakan yang inovatif.
Adapun Sinergi Lima Langkah Kebijakan Dalam Pengendalian Inflasi Pangan yakni Transformasi Digital Farming dan Integrated Farming di NTT, yaitu melalui Langkah pertama adalah mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk intervensi pasar dengan tujuan mengurangi fluktuasi harga pangan. Ini termasuk mengukur dan mengatur pH tanah dengan alat digital yang terintegrasi dengan smartphone, implementasi irigasi tetes, dan pemasaran online melalui marketplace. Langkah kedua adalah memperkuat sarana dan prasarana pertanian untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Langkah ketiga adalah mengintegrasikan data stok dan neraca pangan daerah untuk penyusunan kebijakan pengendalian inflasi, yang pada akhirnya memperkuat kerja sama antar daerah. Langkah keempat adalah memperkuat infrastruktur dan rantai pasok untuk memperlancar distribusi barang dan jasa, sementara langkah kelima adalah memperkuat komunikasi dan sinergi koordinasi kebijakan pengendalian inflasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.


Kepala Bank Indonesia NTT Donny H. Heatubun Bersama Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L.Kalake,SH.,MDC Beserta Tamu Undangan,
Dalam Acara Panen Perdana Cabai Program Digital Farming Di Lahan GS.Organik Di Desa Baumata Dan Peninjauan Lapangan Pengembangan Hortikultura Replikasi Model Bisnis Pengembangan Ekonomi Pesantren Di Pondok Pesantren Hidayatullah Di Batakte, 17/10/2023 (Foto : Guntara)
Momentum perubahan ini juga mencakup peralihan menuju praktik Digital Farming. Pada tanggal 2 Agustus 2023 yang lalu, semua pihak bersama-sama melakukan kegiatan Tanam Perdana untuk lahan hortikultura dengan menerapkan metode Digital Farming. Ini mencakup penggunaan alat digital untuk mengukur pH tanah yang terintegrasi dengan smartphone, implementasi irigasi tetes, dan pemasaran online melalui marketplace. Digital Farming adalah upaya Bank Indonesia untuk mengembangkan UMKM di bidang klaster pangan, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan strategis sambil meningkatkan efisiensi biaya, daya saing, dan perluasan pasar UMKM.
Kendati Digital Farming di wilayah Desa Baumata memiliki peran penting dalam pengendalian inflasi pangan, Kpw. BI NTT juga mengimplementasikan Integrated Farming di Pondok Pesantren Hidayatullah di Batakte. Ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem rantai nilai halal dan memajukan ekonomi pesantren sebagai bagian dari kebijakan bauran Bank Indonesia. Program Digital Farming yang telah berhasil di GS Organik juga direplikasi ke program Integrated Farming di Pondok Pesantren Hidayatullah, menciptakan sinergi yang memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi gejolak inflasi dari volatile food.

Dalam Sambutannya Bapak Penjabat Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur , Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake,SH.,MDC menyampaikan pada Triwulan II tahun 2023 menyaksikan pertumbuhan ekonomi NTT sebesar 4,04 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022, menunjukkan tren positif dalam perkembangan ekonomi provinsi ini. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi struktur ekonomi NTT, berkontribusi sebesar 30,22 persen. Sementara itu, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga masih mendominasi dengan 69,45 persen, menandakan peran penting masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi. Sektor perdagangan besar, eceran, dan perbaikan mobil serta sepeda motor memberikan kontribusi terbesar pada pertumbuhan ekonomi, sebesar 1,12 persen. Kemudian diikuti oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan 0,95 persen, serta sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib dengan 0,43 persen.
Pada bulan September 2023, tiga kota inflasi di NTT mengalami deflasi sebesar 0,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,17. Kota Kupang mencatat deflasi sebesar 0,08 persen, Kota Maumere mengalami inflasi sebesar 0,16 persen, sementara Kota Waingapu mengalami deflasi sebesar 0,36 persen. Sementara itu, Inflasi Year-on-Year pada September 2023 di ketiga kota mencapai 2,19 persen, dengan Kota Kupang sebesar 1,87 persen, Kota Maumere sebesar 3,80 persen, dan Kota Waingapu sebesar 3,25 persen.
Dalam upaya mengendalikan inflasi, terutama volatile food, maka mengambil langkah-langkah yang sejalan dengan instruksi Presiden pada Rakornas TPID. Ini melibatkan yang pertama Dukungan dalam menyediakan sarana informasi harga pangan menggunakan LED di pasar-pasar, serta subsidi ongkos angkut untuk operasi pasar murah bekerja sama dengan BULOG NTT. Kedua dengan Implementasi Digital Farming dan Integrated Farming melalui peralatan modern, bantuan teknologi, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian. Ketiga melalui Integrasi data stok dan neraca pangan daerah untuk penyusunan kebijakan pengendalian inflasi, memperkuat kerja sama antar daerah. Yang keempat Penguatan infrastruktur dan rantai pasok untuk memperlancar distribusi barang dan jasa. Dan yang kelima yaitu Memperkuat komunikasi dan sinergi koordinasi kebijakan pengendalian inflasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.
Pada kesempatan ini menunjukkan komitmen dalam menghadapi tantangan inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi NTT. Semua yang telah kita lakukan hari ini, termasuk Perdana Digital Farming di GS Organik dan Tanam Perdana di Pondok Pesantren Hidayatullah, adalah langkah penting menuju keberlanjutan ekonomi yang lebih baik di wilayah Provinsi NTT ini.
Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake juga mengungkapkan di dalam upaya untuk mengukuhkan ketahanan pangan dan meningkatkan daya saing produk hortikultura di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kehadiran Masyarakat Ekonomi Syariah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Besar Pelatihan Pertanian NTT, dan LPPOM-MUI di acara ini memiliki peran penting. Kolaborasi dan kontribusi dari berbagai pihak ini diharapkan akan memberikan tambahan nilai dalam mencapai kemandirian pangan di daerah ini dan mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur


Pengharapan tersebut disampaikan pada acara untuk mengintegrasikan Digital Farming dan Integrated Farming dalam upaya pengendalian inflasi dan pengembangan ekonomi di NTT. Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake, mengungkapkan apresiasi yang luar biasa terhadap Manajemen Eksekutif Komite Nasional Ekonomi Syariah (ME KNEKS) dan Pondok Pesantren Al Ittifaq, Kab. Bandung, yang turut hadir dalam acara ini. Kehadiran KNEKS dan Pondok Pesantren Al Ittifaq, Kab. Bandung, diharapkan dapat membawa pengalaman berharga dan panduan untuk mempercepat inisiatif pengembangan UMKM melalui pesantren di NTT. Semua upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan internal dan memberikan kontribusi nyata untuk perekonomian daerah NTT.
Selain itu, dalam upaya memastikan ketersediaan stok, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang efektif atau 4K, sejumlah tindakan telah diambil oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTT. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa masyarakat dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya dengan harga yang terjangkau, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang baik dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara.
Momentum ini juga menjadi panggilan bagi semua pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umumnya, untuk bekerja cerdas dan keras dalam meningkatkan produksi dan produktivitas dengan cara yang efisien dan inovatif. Ini adalah langkah penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang positif dan terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTT.
Tentunya, pengendalian inflasi adalah salah satu komitmen yang tak terelakkan, dan hal ini memerlukan kerja sama dari semua sektor. Dengan peningkatan kinerja yang sistematis, inovatif, dan kolaboratif, diharapkan inflasi dapat terkendali dengan baik, menjaga stabilitas harga, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam penutupan, Bapak Penjabat Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur , Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake,SH.,MDC mengajak semua pihak untuk terus bekerja keras dengan pikiran cerdas, dalam upaya mewujudkan visi ekonomi yang lebih baik bagi Provinsi Nusa Tenggara Timur. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkati segala usaha dan karya bersama untuk NTT yang Maju Sejahtera. Kemudian beliau pun menyampaikan selamat melaksanakan kegiatan Tanam Perdana dan Panen Perdana di hari ini, dengan harapan penuh kesuksesan dan berkah.



Kepala Bank Indonesia NTT Donny H. Heatubun Bersama Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L.Kalake,SH.,MDC Beserta Tamu Undangan,
Dalam Acara Panen Perdana Cabai Program Digital Farming Di Lahan GS.Organik Di Desa Baumata Dan Peninjauan Lapangan Pengembangan Hortikultura Replikasi Model Bisnis Pengembangan Ekonomi Pesantren Di Pondok Pesantren Hidayatullah Di Batakte, 17/10/2023 (Foto : Guntara)

Pemilik GS Organik Bapak Gesti Sino dalam jumpa pers bersama jurnalis media, dan wawancara bersama kupangkota.com menyampaikan sangat semangat meningkatkan produksi pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin terasa nyata dengan penanaman 10.000 pohon cabai yang tengah berlangsung. Saat ini, sekitar 2.000 pohon cabai telah panen, sedangkan pada bulan depan diperkirakan akan panen sebanyak 2.800 pohon sesuai kalender tanam ungkap Gesti Sino. Seluruhnya tanaman ini melibatkan 3 varian cabai, termasuk cabe rawit, cabe keriting, dan cabe besar.
Kegiatan tanam cabai ini dilakukan di empat lokasi yang berbeda. Salah satu lokasi, yaitu lokasi 3, memiliki luas 1 hektar dengan tambahan hortikultura seluas 500 meter. Lokasi ini juga terintegrasi dengan peternakan sapi, menunjukkan pendekatan yang holistik dalam pertanian, pungkas Gesti Sino dengan senyum khasnya.
Selama beberapa tahun terakhir, Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT pun telah menjalin kerja sama dengan GS Organik maupun petani dan peternak di wilayah ini, dan melihat kemajuan yang signifikan. Petani yang telah aktif mendapatkan berbagai bentuk intervensi dari Bank Indonesia. Selain itu GS Organik menjadi pusat pelatihan swadaya bagi para petani, dengan saat ini melibatkan 162 orang datang dari berbagai kabupaten dan kota di NTT. Pelatihan ini mencakup siswa magang dari sekolah menengah kejuruan (SMK), yang kemudian melatih kelompok tani di desa-desa. Ketua Petani Milenial NTT juga terlibat dalam upaya ini, bersama dengan Pusat Pelatihan Pertanian (P4S) NTT, yang melatih petani milenial.
Menurut Gesti Sino pemilik GS.Organik, mengungkapkan bahwa wilayah Provinsi NTT memiliki luas lahan pertanian mencapai 1,3 juta hektar, dengan lebih dari 70% penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Pertanian dimulai dari halaman rumah, bahkan dari lahan seluas 1 bedeng hingga mencapai 500 meter dan terus ditingkatkan. Dalam konteks ini, yang dihasilkan dari pertanian bukanlah sekadar uang, tetapi dimulai dari pengabdian di tanah sendiri agar daerah NTT ini bisa Swasembada Pangan. Gesti Sino pun memberikan pesan kepada generasi muda-mudi NTT untuk menjadikan pertanian sebagai panggilan hidup. Ingatlah "selama manusia masih hidup yang paling utama adalah makanan, makanan adalah berasal dari sumber pertanian, Ayolah mari menjadi Petani, petani tidak pernah ingkar janji dan tak pernah mengkhianati hasil". Beliau menegaskan bahwa makanan adalah aspek yang paling krusial dalam kehidupan manusia, dan pertanian adalah sumbernya. Petani adalah mereka yang selalu memegang janji dan berkomitmen terhadap hasil yang mereka tanam, ungkap Gesti Sino.


Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, pengembangan model Digital Farming menjadi fokus utama di GS Organik. Model ini memungkinkan pengukuran unsur hara tanah, seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dengan lebih tepat. Gesti Sino menyampaikan Penggunaan teknologi ini memungkinkan penghematan waktu dan memungkinkan untuk memprediksi hasil panen dengan lebih akurat. Hasil yang diharapkan adalah sekitar 18 ton per hektar per musim, dan teknologi digital ini juga memberikan rekomendasi pupuk yang sesuai, yang dapat diakses melalui perangkat smartphone. Selain itu, model ini memungkinkan pemantauan terus menerus, dengan pengujian tiga kali selama siklus pertanian: saat penanaman, pertengahan masa panen buah, dan saat panen. Hal ini memastikan bahwa kebutuhan unsur hara tanah selalu terpantau dan dapat ditangani secepat mungkin, sehingga menjaga kualitas tanah tetap optimal.
Dengan upaya bersama dan penerapan teknologi pertanian digital yang canggih, NTT memiliki potensi besar untuk mengokohkan posisinya sebagai produsen pangan yang tangguh dan mandiri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar dan mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.
Adapun tujuan yang diharapkan dari kegiatan ini mencakup terjaganya sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam menciptakan ketahanan pangan di NTT, mempertahankan prestasi NTT sebagai champion TPID 2023, terjaganya kualitas dan kapasitas produksi dengan daya saing yang lebih tinggi, dan perluasan akses pasar bagi para UMKM. Dukungan dari Komite Nasional Ekonomi Syariah (KNES) dan Pondok Pesantren Al Ittifaq diharapkan akan membawa akselerasi bagi para UMKM dan Pondok Pesantren menuju kemandirian dan berkontribusi nyata dalam perekonomian daerah.
Seiring dengan upaya terobosan ini, KPw BI NTT, di bawah kepemimpinan S. Donny H. Heatubun, Deputi Direktur Kepala Perwakilan BI NTT, telah menciptakan perubahan yang signifikan dalam upaya pengendalian inflasi pangan dan pemberdayaan ekonomi di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Semangat dan dukungan semua pihak diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Kupangkota/Guntara)
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur

Kegiatan Panen Perdana Digital Farming dan Tanam Perdana Integrated Farming
Inovasi Dalam Upaya Pengendalian Inflasi dan Peningkatan Ketahanan Pangan di Lahan GS Organik , Baumata Kabupaten Kupang NTT, 17/10/2023 (Foto : Guntara)
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 17 October 2023
- Hits: 875
Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Jadi Tuan Rumah Spektakuler Puncak Hari Maritim Nasional (HMN) Ke 59 dengan Semangat "Layar Terkembang Menuju Indonesia Maju"

Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI
Kupangkota.com - NTT, Perayaan Puncak Hari Maritim Nasional (HMN) ke-59 tahun 2023, yang digelar dengan sukses di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, telah menciptakan momen megah dan bersejarah. Acara yang berlangsung di Markas Komando Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Mako Lantamal) VII Kupang pada Kamis (12/10/2023) dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan berlangsung dalam suasana meriah dan hikmat. Hari Maritim Nasional (HMN) ditetapkan pada tanggal 23 September 1964 dan pada tahun 2023 ini dirayakan rangkaian Perayaan Puncak Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 Tahun di Kupang Kota KASIH : Karya, Aman, Sehat, Indah dan Harmonis.
Dalam daftar tamu Undangan turut hadir secara langsung yaitu Menteri Perhubungan RI, Dr.(H.C.) Ir. Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Laksamana TNI H. Yudo Margono,S.E.,M.M.,C.S.F.A, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Gehak Lakunamang Kalake,SH.,MDC, Pimpinan DPRD NTT, Komandan Lantamal VII Laksamana Pertama TNI I Putu Darjatna,M.Tr.Opsla , serta sejumlah Pejabat Tinggi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) RI, Kepala Otoritas jasa Keuangan (OJK) NTT, Kanwil DJPb NTT, BI NTT, BPS NTT, Polda NTT, PolAirud, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Forkompimda NTT, Balai Karantina, PELINDO, PLN NTT, perwakilan ASN, pelajar, mahasiswa, jurnalis, pers media, dan masyarakat umum.

Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI


Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI
Menteri Perhubungan RI, Dr.(H.C.) Ir. Budi Karya Sumadi, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa perayaan HMN kali ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Proyek Prioritas Strategis Nasional (Major Project) di Provinsi NTT. Ia menggarisbawahi bahwa perayaan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan sejumlah PSN dan Major Project yang telah berhasil diselesaikan, serta yang masih dijadwalkan untuk selesai hingga akhir tahun 2023 hingga 2024, sesuai dengan janji prioritas Presiden untuk Provinsi NTT.
Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi juga menyoroti tema Peringatan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 tahun ini, yaitu "Layar Terkembang Menuju Indonesia Maju", yang sejalan dengan atraksi kapal yang menawan oleh para nelayan serta personel Prajurit TNI dalam latar belakang perayaan HMN, dan lokasi Mako Lantamal VII TNI Angkatan Laut dipilih sebagai lokasi Perayaan Hari Maritim Nasional karena sebagai kekuatan menjaga kedaulatan NKRI keamanan Maritim , wilayah Laut Nusantara Indonesia , sesuai semangat TNI AL yaitu Jalesveva Jayamahe , yang berarti kejayaan Kita ada di Laut.
Sementara itu, Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia G.L. Kalake, SH., MDC, mengucapkan apresiasi atas kehormatan yang diberikan kepada Nusa Teggara Timur sebagai tuan rumah puncak Hari Maritim Nasional. Dalam sambutannya, ia juga menekankan pentingnya perayaan tersebut sebagai sarana untuk mendorong pemanfaatan sumber daya maritim secara optimal dan berkelanjutan, dengan komitmen kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI

Dengan penuh semangat dan antusiasme, perayaan Puncak Hari Maritim Nasional ke-59 di Kota Kupang berhasil menggugah kesadaran akan pentingnya laut dan maritim bagi Indonesia, serta menguatkan tekad untuk menjaga dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab demi kemajuan negara.
Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Ayodhia, dalam sambutannya, menggarisbawahi potensi maritim yang luar biasa yang dimiliki oleh provinsi kepulauan ini. Dikatakan bahwa NTT memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Meskipun potensi perikanan tangkap mencapai 393.360 ton per tahun, pemanfaatannya baru sekitar 48%. Begitu pula dengan potensi lahan rumput laut yang mencapai 89.110,10 hektar, hanya dimanfaatkan sekitar 16%. Lahan garam, yang memiliki potensi mencapai 52 ribu hektar, baru dimanfaatkan sekitar 11 ribu hektar. Ia juga menyoroti potensi energi baru terbarukan yang bersumber dari laut dan pulau-pulau kecil, yang bisa menjadi sumber penggerak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat NTT.
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur



Panglima TNI Bapak Laksamana TNI H. Yudo Margono,S.E.,M.M.,C.S.F.A, Bersama Komandan Lantamal VII Bapak Laksamana Pertama TNI I Putu Darjatna,M.Tr.Opsla dalam Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, 12 Oktober 2023, sumber foto : Kemenko Marves RI
Pihak berwenang di NTT terus berupaya mengoptimalkan potensi kemaritiman melalui kebijakan, alokasi anggaran, dan kolaborasi antara pemangku kepentingan. Mereka juga menggelar Gerakan Masuk Laut (GEMALA) untuk mendorong masyarakat NTT agar lebih terlibat dalam pemanfaatan dan pelestarian laut.
Penjabat Gubernur menyampaikan sejumlah harapan masyarakat dan pemerintah provinsi, termasuk dukungan untuk pembangunan kemaritiman melalui kebijakan afirmatif, regulasi yang mendukung pemanfaatan sumber daya alam, dan solusi terhadap kenaikan harga tiket pesawat antar-wilayah yang berdampak pada inflasi.

Pada momen yang sama, Video Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Bapak Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A, menyampaikan, pesan “Pada perayaan Hari Maritim Nasional ini, mari kita manfaatkan untuk lebih berkomitmen dalam menjaga, melindungi, dan mengelola sumber daya maritim dengan bijak. Dengan memanfaatkan potensi maritim secara optimal, kita dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan konektivitas antar pulau, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.


Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI
Selain itu, dalam peringatan Hari Maritim Nasional ini, juga dilakukan peluncuran Buku Produk Domestik Bruto (PDB) Maritim 2017 – 2021 oleh Kemenko Marves bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), dan juga pemberian Penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan NTT, DJPb NTT, BI NTT, BPS NTT, Balai Karantina, Pelindo, dan seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah di NTT. Kemudian dalam peringatan Hari Maritim Nasional ke 59 tahun ini, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada keluarga Laksamana Malahayati, penyerahan penghargaan kepada keluarga Laksamana Malahayati adalah seorang perempuan Nusantara pertama di dunia yang menyandang Panglima tertinggi di Angkatan Laut, serta pemberian hadiah kepada empat nelayan yang berpartisipasi dalam lomba kapal hias dan produk UMKM, termasuk produk tenun ikat.
Pesan dari Presiden Joko Widodo dan Menko Marves RI Bapak Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A, juga disampaikan dalam acara tersebut. Pesan Presiden Jokowi dan Menko Marves RI Dalam acara tersebut turut ditayangkan video pesan singkat dari Presiden Joko Widodo dan juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
“Laut bukanlah pemisah. Laut adalah penghubung antar pulau. Laut adalah tempat kita bersandar hidup. Laut adalah sumber penghidupan dimana banyak rejeki tersimpan didalamnya. Laut adalah anugerah Tuhan yang harus kita jaga untuk kepentingan sekarang dan juga generasi yang akan datang. Selamat hari maritim nasional, mari kita wujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” Demikian diungkapkan Presiden RI Jokowi melalui penayangan video.
Presiden Jokowi menekankan pentingnya menjaga laut sebagai sumber penghidupan dan anugerah Tuhan untuk kepentingan sekarang dan generasi yang akan datang. Menko Marves menekankan komitmen dalam menjaga, melindungi, dan mengelola sumber daya maritim dengan bijak sebagai langkah menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Dengan semangat ini, perayaan Hari Maritim Nasional menjadi momentum untuk meraih Indonesia sebagai poros maritim dunia.(Kupangkota/Guntara)
Video Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Mako Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur Bisa Kunjungi Disini. (Youtube Kemenko Marves RI)

Perayaan Hari Maritim Nasional (HMN) ke 59 di Lantamal VII Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, sumber foto : Kemenko Marves RI
Baca Juga : Berita dan Informasi di Kupang dan Wilayah Nusa Tenggara Timur
- Details
- Written by Admin
- Category: Berita
- Published: 13 October 2023
- Hits: 783
Feed not found
-
PM Inggris Bubarkan Badan Kesehatan untuk Hemat Anggaran dan Tingkatkan Pelayanan
Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, Kamis (13/3) mengatakan keberadaan badan Layanan Kesehatan Nasional (National Health Service/NHS) Inggris England menimbulkan duplikasi pekerjaan dan terlalu fokus pada kepatuhan, daripada efisiensi penggunaan anggaran. -
WHO: Kasus Campak di Eropa Naik 2 Kali Lipat Tahun 2024, Tertinggi dalam 25 Tahun Lebih
Kasus campak di wilayah Eropa meningkat dua kali lipat tahun 2024 ke level tertinggi dalam lebih dari 25 tahun, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF, Kamis (13/3). Mereka mendesak agar segera diambil tindakan untuk meningkatkan tingkat vaksinasi yang menurun selama pandemi COVID-19. -
Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya Amerika
Kasus campak telah dilaporkan di sejumlah negara bagian termasuk Alaska, California, Georgia, Kentucky, Maryland, New Jersey, New York, Pennsylvania, dan Rhode Island. -
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS
VOA Headline News: Kasus Campak Meningkat di Negara-negara Bagian di Barat Daya AS Rabu, 12 Maret 2025, pukul 12.00 WIB





















