Surya Utama (Showroom Mobil)

07 December 2014
Surya Utama (Showroom Mobil)

Kota Kupang yang merupakan ibukota propinsi Nusa Tenggara Timur sudah mulai berkembang  dengan munculnya berbagai kendaraan baik dari dalam kota maupun luar kota bahkan negara tetangga Timor Leste. Jual beli...

Hotel Elmylia Kupang

07 December 2014
Hotel Elmylia Kupang

Hotel Elmylia adalah hotel yang terletak di wilayah pusat kota Kupang. Kenyamanan dan ketenangan bisa anda dapatkan bila menginap di Hotel ini. Hotel ini hanya berjarak 10 menit dari Bandar...

Jual Tiket Pesawat

26 January 2015
Jual Tiket Pesawat

"Insomari Travel" yang sejak 2007 berdiri dan hadir di kota Kupang memberi pelayanan jasa penjualan tiket serta paket tour. Dengan berbagai pengalaman di bidang pariwisata, dan maskapai penerbangan membuat travel...

Ayam Penyet Ria dan Kez's Bakery

25 February 2015
Ayam Penyet Ria dan Kez's Bakery

Telah hadir Kez's Bakery dan Ayam Penyet Ria di wilayah kota Kupang dengan harga yang terjangkau.Restoran ini terletak di jalan Ahmad Yani No.6 G-H Oeba Strat A, Kupang.Jumlah pengunjung di...

feed-image
Berita Terkini dari Pos Kupang
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan.
  • Ketika virus corona terus menyebar di Haiti, beberapa warga mencoba cara tradisional untuk mencegah atau menyembuhkan virus mematikan itu. VOA berbicara dengan beberapa warga Haiti di pasar terkait yang diyakini dapat mencegah atau bahkan mungkin menyembuhkan mereka. "Dikatakan bahwa tidak ada obat untuk virus itu, tapi kita bisa makan jeruk nipis dan minum air dengan Clorox agar bertahan hidup," kata seorang perempuan, pedagang jalanan kepada VOA. "Saya mendengar orang bilang harus makan jeruk nipis dan daun tertentu supaya tetap sehat," kata seorang pria pedagang jalanan. Saat ini Haiti telah mengkonfirmasi 18 kasus COVID-19, dengan lebih dari 400 orang dikarantina sementara menunggu hasil tes, demikian Kementerian Kesehatan Masyarakat Haiti mengumumkan, Jumat (3/4). VOA Program Bahasa Creole bertanya kepada Pierre Hugues Saint-Jean, Ketua Asosiasi Apoteker Nasional mengenai validitas obat-obat tradisional yang digembar-gemborkan di jalanan. “Ada perdebatan fungsi utama sejumlah tanaman tertentu. Beberapa orang mengatakan jahe, yang lain menyarankan jeruk nipis, beberapa lainnya menyebutkan lidah buaya,” kata Saint-Jean. "Hanya karena itu tanaman bukan berarti tidak punya validitas ilmiah. Tapi tanaman itu harus dipelajari, mengisolasi zat aktif yang terkandung dalam tanaman kemudian lakukan studi ilmiah. " Saint-Jean mengemukakan penelitian cara tradisional yang lebih mendalam dapat menentukan upaya pencegahan yang dimiliki oleh tanaman yang nantinya dapat digunakan untuk mengobati penyakit. Pengobatan tradisional merupakan bagian dari budaya Haiti yang digunakan secara luas. Tanaman tropis asli seperti kelor, pohon jarak, sejenis perdu hias dan lidah buaya digunakan secara rutin untuk mengobati penyakit kesehatan seperti pilek dan flu. Bahkan, Kementerian Kesehatan memiliki cabang tersendiri yang dikhususkan bagi pengobatan secara tradisional. [mg/pp]            
  • Direktur Institut Nasional AS untuk Alergi dan Penyakit Menular, Dr. Anthony Fauci, yang dianggap banyak kalangan mewakili perjuangan AS melawan virus corona, Jumat (3/4) akan diabadikan dalam bentuk boneka "bobblehead". Boneka jenis ini biasanya memiliki kepala yang lebih besar daripada tubuhnya dan dapat bergoyang-goyang karena bagian kepalanya, dihubungkan dengan per ke bagian tubuhnya. Boneka "bobblehead" Fauci ini dibuat dan dipasarkan oleh "The National Bobblehead Hall of Fame and Museum" di Milwaukee, Wisconsin. Boneka ini dijual seharga 25 dolar per buah. Dari setiap boneka yang terjual, lima dolar di antaranya akan diberikan untuk Asosiasi Rumah Sakit Amerika dan “100 Million Mask Challenge,” upaya menggalang dana untuk membeli masker bedah yang sangat diperlukan di berbagai penjuru Amerika. CEO "Bobblehead Hall of Fame" Phil Sklar mengatakan, organisasinya telah menerima banyak permintaan untuk membuat boneka "bobblehead" Fauci dan menyatakan mereka menganggapnya sebagai kesempatan menggalang dana untuk tujuan yang baik. Boneka ini menampilkan Fauci berdiri dengan mengenakan jas. Menurut Sklar, boneka Fauci dalam posisi mengangkat tangan yang menunjukkan tentang perlunya “melandaikan kurva” dan mengurangi perebakan corona. Fauci adalah anggota terkemuka di gugus tugas virus corona Presiden Donald Trump. Ia sudah menduduki jabatan di lembaganya, yang merupakan bagian dari Institut Kesehatan Nasional, sejak 1984, dan telah menjadi penasihat enam presiden AS mengenai isu-isu kesehatan nasional. [uh/ab]
  • Menjaga jarak secara sosial dan isolasi diri bisa terasa sulit, seperti yang dikemukakan Gubernur New York, Andrew Cuomo baru-baru ini dalam keterangan harian status COVID-19 di wilayahnya. “Jangan anggap remeh trauma pribadi, dan sulitnya menjalankan isolasi diri. Ini kenyataan, ”kata Cuomo.  "Ini bukan kondisi alami manusia - untuk tidak terhibur, punya kedekatan, merasa takut dan tidak bisa merangkul seseorang.... Ini semua hal yang tidak wajar dan membingungkan,” imbuhnya. Sejumlah ahli sudah lama mengetahui kesepian atau perasaan terisolasi dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan demensia pada orang dewasa. Respons sistem kekebalan tubuh yang melemah, tingginya tingkat obesitas, tekanan darah, penyakit jantung, dan harapan hidup yang lebih pendek juga dapat menjadi faktor berpengaruh. Anak-anak yang punya sedikit teman, terintimidasi atau terisolasi di sekolah cenderung mengalami tingkat kecemasan yang tinggi, depresi, dan beberapa kelambanan dalam perkembangan. Namun jika dikaitkan dengan pandemi global seperti COVID-19, tidak ada catatan yang dapat menjadi rujukan bagi para ahli medis. "Studi yang dilakukan lebih mengarah pada isolasi secara paksa tanpa adanya dukungan," papar Elena Mikalsen, Kepala Bagian Psikologi di Rumah Sakit Anak San Antonio.  "Situasi yang kita hadapi sekarang, begitu banyak dukungan sosial... yang merupakan salah satu indikator besar tentang baiknya kesehatan seseorang termasuk kesehatan mental." Elena menambahkan suatu hal yang sangat membantu ketika seluruh dunia berada dalam situasi yang sama, yang mengarah pada perkembangan strategi penanganan yang cepat dari berbagai sumber, termasuk teman, sekolah, dan bisnis. [mg/ii]
  • Para pejabat kesehatan yang berusaha memberantas polio mengatakan, Kamis (2/4), mereka terpaksa menghentikan usaha imunisasi massal di berbagai penjuru dunia di tengah wabah virus corona yang kian merebak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitra-mitranya memutuskan bahwa selama enam bulan ke depan, semua kegiatan terkait polio, termasuk program vaksinasi nasional dan pengawasan dari rumah-ke-rumah harus, dihentikan agar tidak menghadapkan komunitas dan para pekerja garda depan pada risiko yang tidak perlu. Pengumuman itu muncul setelah Badan Pengawas Polio (POB), sebuah dewan pakar yang dikoordinasikan WHO dan mitra-mitranya mengadakan pertemuan pekan lalu.  Para pakar mengatakan, sementara menghentikan usaha memberantas polio memang perlu dilakukan, namun mengingat laju penularan COVID-19 yang begitu cepat, usaha tersebut justru akan meningkatkan penyebaran penyakit melumpuhkan itu dan jumlah anak yang dilumpuhkan oleh virus polio. Usaha dunia untuk memberantas polio telah dimulai sejak 1988, namun target menghapus penyakit itu pada 2000 tidak tercapai. Prakarsa itu terhalang sejumlah masalah, termasuk penolakan terhadap usaha vaksinasi massal dan kurangnya akses ke kawasan-kawasan konflik di Pakistan, Afghanistan and Nigeria. Menurut catatan yang dikeluarkan POB, kini terserah masing-masing negara untuk memutuskan apakah akan terus melanjutkan atau meghentikansementara usaha-usaha vaksinasi. Para pejabat kesehatan mengatakan, segera setelah program imunisasi bisa digelar kembali akan diperlukan usaha berlipat ganda untuk memberantasnya, Polio masih sering ditemukan di Afghanistan dan Pakistan, dan masih menjadi masalah besar bagi 10 negara lain di dunia. [ab/uh]
Feed not found Feed not found
News And Service