Surya Utama (Showroom Mobil)

07 December 2014
Surya Utama (Showroom Mobil)

Kota Kupang yang merupakan ibukota propinsi Nusa Tenggara Timur sudah mulai berkembang  dengan munculnya berbagai kendaraan baik dari dalam kota maupun luar kota bahkan negara tetangga Timor Leste. Jual beli...

Hotel Elmylia Kupang

07 December 2014
Hotel Elmylia Kupang

Hotel Elmylia adalah hotel yang terletak di wilayah pusat kota Kupang. Kenyamanan dan ketenangan bisa anda dapatkan bila menginap di Hotel ini. Hotel ini hanya berjarak 10 menit dari Bandar...

Jual Tiket Pesawat

26 January 2015
Jual Tiket Pesawat

"Insomari Travel" yang sejak 2007 berdiri dan hadir di kota Kupang memberi pelayanan jasa penjualan tiket serta paket tour. Dengan berbagai pengalaman di bidang pariwisata, dan maskapai penerbangan membuat travel...

Ayam Penyet Ria dan Kez's Bakery

25 February 2015
Ayam Penyet Ria dan Kez's Bakery

Telah hadir Kez's Bakery dan Ayam Penyet Ria di wilayah kota Kupang dengan harga yang terjangkau.Restoran ini terletak di jalan Ahmad Yani No.6 G-H Oeba Strat A, Kupang.Jumlah pengunjung di...

feed-image
Berita Terkini dari Pos Kupang
Himpunan berita dalam website VOA mengenai berbagai penemuan dalam bidang kesehatan.
  • Para ilmuwan di London yang membuat vaksin tiruan (sintetis) berdosis rendah untuk Covid-19 kini memperluas pengujiannya dengan mencari lebih banyak sukarelawan. Tim yang merintis usaha ini mengaku, tujuannya adalah untuk menghasilkan vaksin murah yang tersedia di seluruh dunia. 
  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kenaikan tiga kali lipat jumlah kasus Covid-19 di kalangan orang muda selama lima bulan ini, dan menyatakan lonjakan itu terjadi karena kurangnya perhatian mereka untuk menjaga jarak sosial. WHO melaporkan bahwa 15 persen dari enam juta kasus yang muncul antara akhir Februari dan pertengahan Juni terjadi di kelompok usia antara 15 dan 24 tahun. Sebelum akhir Februari, angkanya adalah 4,5 persen. “Kami telah katakan sebelumnya dan akan kami katakan lagi: orang-orang muda bukannya tidak rentan,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. “Orang-orang muda dapat terjangkit, orang-orang muda dapat meninggal, dan orang-orang muda dapat menularkan virus ke orang lain.” Para pakar kesehatan menyatakan generasi muda cenderung lebih kecil kemungkinannya mengenakan masker dan menerapkan jarak sosial. Mereka juga lebih besar kemungkinannya untuk tetap pergi bekerja, mengunjungi pantai, bar, atau berbelanja. AS, Perancis, Jerman, Spanyol dan Jepang termasuk di antara negara-negara yang melaporkan pertumbuhan terbesar penularan di kalangan generasi muda. Para pejabat di Tokyo telah menyatakan mereka berencana melakukan tes virus corona di kawasan hiburan di kota itu, di mana banyak orang-orang muda berkumpul. Mereka juga meminta kelab-kelab malam untuk memastikan pengunjungnya menjaga jarak. Statistik baru itu muncul sementara jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di seluruh dunia telah melebihi 700 ribu orang di antara sekitar 18,5 juta orang yang terjangkit, sebut Coronavirus Resource Center di Johns Hopkins University. Banyak negara yang mengalami kenaikan dramatis kasus dan kematian akibat Covid-19, termasuk di antaranya Australia. Rekor penambahan terbesar dalam satu hari, 725 kasus baru dan 15 kematian, tercatat di negara bagian Victoria, di mana kota terbesar kedua di negara itu, Melbourne, berada. Di AS, yang memimpin di dunia dalam jumlah total kasus dan kematian akibat Covid-19, para gubernur enam negara bagian telah membentuk aliansi untuk membeli 3,5 juta perangkat tes cepat virus corona. Prakarsa yang melibatkan Louisiana, Maryland, Massachusetts, Michigan, Ohio dan Virginia ini diambil di tengah-tengah ketiadaan strategi pengujian di tingkat nasional dari pemerintah federal di Washington, selain keterlambatan keluarnya hasil tes oleh laboratorium-laboratorium swasta. Sejumlah laboratorium melaporkan keterlambatan lebih dari sepekan. Gubernur Maryland Larry Hogan, yang berunding di aliansi itu dalam hari-hari terakhirnya sebagai ketua Asosiasi Gubernur Nasional, mengatakan, lembaga amal Rockefeller Foundation akan membantu negara bagian-negara bagian dalam mendanai pembelian perangkat tes virus corona. [uh/ab]
  • Sejumlah klaim berulang kali disampaikan pihak-pihak yang mengaku menemukan obat untuk mengatasi virus corona. Kementerian Pertanian pernah mempromosikan kalung anticorona berbahan eukaliptus. Satu pekan terakhir, masyarakat juga dihebohkan wawancara artis dengan seseorang yang mengaku menemukan herbal antibodi Covid-19. Pakar obat tradisional dan peneliti di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Zullies Ikawati menyarankan masyarakat untuk berhati-hati. Dia mengapresiasi siapapun yang berupaya menemukan obat untuk pasien terinfeksi virus corona. Faktanya, sampai saat ini industri farmasi belum mampu menyediakannya. Tetapi Zullies juga mengingatkan, banyak pihak yang kadang-kadang mengambil kesempatan di tengah kepanikan masyarakat. “Nah, obat herbal biasanya belum sampai uji klinik, maka kita tidak bisa membuat klaim yang terlalu tinggi. Status jamu tidak boleh diklaim anti virus, karena itu terlalu tinggi untuk jamu. Klaim itu harus dibuktikan secara klinis,” ujar Zullies kepada VOA. Jamu sebagai produk herbal tidak bisa berperan sebagai obat. Dia harus diposisikan sesuai dengan perannya masing-masing yang telah dikenal masyarakat. Karena bukan obat, produk jamu hanya bisa dipromosikan misalnya membantu melegakan tenggorokan atau meningkatkan daya tahan tubuh. Zullies menyebut salah satu contoh produk herbal, yaitu kalung berbahan minyak eukaliptus yang diklaim anti corona. Meski dalam uji coba di laboratorium klaim itu bisa saja terbentuk, saat digunakan kepada manusia belum tentu akan menunjukkan hasil yang diinginkan. Karena itulah, Zullies setuju dengan langkah kementerian yang kemudian melakukan koreksi atas klaim awal mereka. Produk herbal biasanya dikenal masyarakat karena pengalaman empirik selama bertahun-tahun. Bahan-bahan tertentu diyakini bisa membantu mengeluarkan dahak, bahan lain melegakan tenggorokan, kemudian bahan yang berbeda dikonsumsi ketika perempuan sedang memasuki periode menstruasi. Tidak seperti obat yang merupakan produk senyawa tunggal untuk fungsi pengobatan tertentu, bahan herbal memiliki banyak senyawa beragam. “Sehingga umumnya sifatnya holistik, kita minum jamu itu untuk memelihara kesehatan secara umum, jadi bisanya untuk menjaga kebugaran, meningkatkan daya tahan,” tambah Zullies. Tidak Ada Jamu Covid Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Rabu (5/8) menyelenggarakan dialog mengenai obat tradisional untuk infeksi virus corona ini. Dialog ini diselenggarakan antara lain untuk meluruskan pemahaman masyarakat, terkait klaim penemuan produk herbal antibodi Covid-19. Klaim ini disampaikan seseorang bernama Hadi Pranoto, dalam wawancara di kanal YouTube milik penyanyi Anji. Selain itu, Satgas juga merasa perlu memberikan panduan bagi masyarakat terkait obat tradisional kaitannya dengan Covid-19. Berbicara dalam dialog ini, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Akhmad Saikhu. Hadir pula Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM, Togi Junice Hutadjulu. Menjawab pertanyaan mengenai peran obat herbal tradisional bagi penyembuhan pasien Covid-19, Ahmad Saikhu menegaskan karena penyebab virus, obat satu-satunya adalah antivirus. Sampai saat, tegas dia, semua masih dalam proses pengembangan, termasuk di Indonesia. Produk herbal, lanjutnya, tidak bisa menyembuhkan Covid-19. Namun, warisan tradisi ini bisa berperan meringankan gejala penyakit penyerta yang diderita pasien. Menurut data Kementerian Kesehatan, hipertensi, diabetes, jantung, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit ginjal dan asma adalah sejumlah penyakit penyerta yang ditemui pada pasien terinfeksi virus corona. “Jamu atau herbal bisa dipakai untuk meringankan gejala-gejala penyakit penyerta tersebut. Tujuannya seperti itu, jadi jamu itu bukan untuk menyembuhkan Covid, seperti beberapa informasi yang misleading beberapa hari ini. Jamu ini bisa dipakai untuk meringankan, untuk mencegah agar penyakit komorbid-nya tidak menjadi lebih parah lagi,” ujar Saikhu. Klaim Herbal Tidak Berdasar Sedangkan Togi Junice Hutadjulu menguraikan, perlu proses panjang hingga sebuah produk herbal masuk dalam kriteria tertentu. Produk yang disebut jamu, adalah bahan-bahan yang secara empiris diyakini masyarakat bermanfaat untuk menjaga kesehatan. Produk ini tersedia luas dan diperjualbelikan bebas di masyarakat. Satu tingkat diatas jamu adalah obat herbal terstandar. Ini adalah produk herbal yang sudah lolos melewati uji praklinis, yaitu uji coba pada binatang. Di atas itu adalah fitofarmaka, yaitu produk herbal yang telah melewati ujiklinis, sebagaimana obat pada umumnya. “Sampai saat ini pengembangan obat belum ada yang bisa di klaim ataupun diindikasikan untuk obat Covid -19. Sedangkan obat herbal juga belum. Pengembangan vaksin sekarang sedang berjalan, Badan POM mengawal untuk memastikan bahwa obat ini nantinya akan aman digunakan dalam rangka pencegahan ataupun treatment dalam Covid-19,” kata Togi. BPOM terus melakukan evaluasi terhadap produk herbal yang beredar di masyarakat. Produk yang telah lolos evaluasi akan diberikan ijin edar. Setidaknya, masyarakat yang memanfaatkan produk herbal, dapat menjadikan ijin edar ini sebagai salah satu pedoman ketika memilihnya di pasaran. “Dalam kondisi saat ini, banyak sekali tawaran-tawaran atau endorse, bahwa klaimnya adalah produk ini menyembuhkan Covid, dengan harga yang murah dan sebagainya. Ini tentunya kita berharap masyarakat menjadi masyarakat yang cerdas,” tambah Togi. [ns/ab]
  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi. Dan kini dikatakan, ASI juga baik bagi ibu yang tertular virus baru corona. Selagi dunia memperingati Pekan Menyusui, 1-7 Agustus, lembaga-lembaga kesehatan mendorong perempuan untuk menyusui bayinya.  Para pendukung ASI khawatir, layanan bagi ibu yang baru melahirkan, terganggu karena COVID-19. Peraturan jaga jarak fisik semakin menyulitkan para ibu mendapat dukungan dan dorongan untuk menyusui bayi. Lawrence Grummer-Strawn adalah ketua unit WHO yang berfokus pada makanan dan nutrisi dalam sistem perawatan kesehatan. Ia mengatakan, WHO dan Dana PBB untuk Anak-Anak mengimbau peningkatan investasi untuk memastikan perempuan menyusui bayinya. “Itu sangat penting saat ini karena kami mendokumentasikan melalui pemodelan bahwa sekitar 820 ribu nyawa anak-anak hilang setiap tahun karena kurangnya pemberian ASI. Dan, secara ekonomi, tercatat kerugian sekitar $300 miliar per tahun akibat hilangnya produktivitas ekonomi karena kurangnya menyusui.” Lembaga-lembaga kesehatan mengatakan ASI melindungi anak dari diare, penyebab utama kematian anak di negara-negara berpenghasilan rendah. ASI melindungi bayi dari infeksi saluran pernapasan, leukemia, dan obesitas pada masa kanak-kanak. Bagi ibu, ASI juga melindungi dari kanker payudara, kanker ovarium dan diabetes tipe-2. Grummer-Strawn mengatakan perempuan pengidap COVID-19 tidak perlu takut menyusui bayi mereka. Dia menyatakan, bayi mereka akan aman. Dia menambahkan, ibu yang menyusui bayinya secara eksklusif selama enam bulan akan memberi mereka awal terbaik dalam hidup. “Risiko penularan virus corona dari ibu yang positif COVID kepada bayinya tampak sangat rendah. Di seluruh dunia belum ada catatan penularan apa pun melalui ASI. Bukan berarti kemungkinan itu tidak ada, tetapi sangat langka,” tambah Grummer-Strawn. Grummer-Strawn mengatakan WHO sangat prihatin atas apa yang ia sebut praktik curang industri susu formula. Perusahaan-perusahaan, kata Grummer-Strawn, menyuap tenaga kesehatan untuk mendorong para ibu memberi susu formula kepada bayi, dan memberi sampel gratis kepada para ibu agar mereka ketagihan pada produk itu. Dalam konteks COVID-19, Grummer-Strawn menambahkan, banyak perusahaan tampil sebagai pakar yang bisa memberi saran dan dukungan kepada para ibu pada masa sulit ini. Dia mengatakan, dokter-dokter yang muncul di situs perusahaan-perusahaan itu memberi saran tentang perawatan bayi pada masa COVID-19 ini dengan membawa pesan negatif tentang menyusui.[ka/lt]
Feed not found Feed not found
News And Service